
Berada di dalam kamarnya. Rohana semakin dibuat benci dengan menantunya.
Menjelang ia ingin tidur. Rohana nampak berfikir dan merencanakan sesuatu.
Ditengah kekalutan saat Rohana sedang berpikir. Sebuah ketukan pintu mengagetkan Rohana.
Rohana kemudian berjalan ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya. Saat ia membukakan pintu. Rohana nampak mengerutkan dahinya. Ternyata yang menemuinya adalah Tini. Sang asisten rumah tangga kepercayaannya.
"Ada apa kamu malam malam begini menganggu ku?" seru Rohana.
"Maaf jika saya sudah menganggu Nyonya. Ada sesuatu yang ingin saya ceritakan pada Nyonya. Ini sangat penting dan pasti Nyonya sangat senang dengan berita yang saya bawa." ujar Rohana bercerita.
__ADS_1
"Apa ini tentang Nandini?" tebak Rohana.
"Iya, ini tentang Non Nandini."
Mendengar jika berita itu tentang menantu yang ia benci. Rohana makin penasaran.
"Ada apa dengan Andini?" tanya Rohana makin penasaran.
"Boleh saya masuk Nyonya. Saya akan ceritakan. Pasti akan membuat Nyonya kaget dan tidak percaya jika saya mengetahui ini semua."
"Katakan ada berita apa?"
__ADS_1
"Ini adalah cerita tentang Non Nandini. Dan saya tahu Nyonya itu sangat benci sama menantu Nyonya itu kan. Nyonya selama ini kan selalu mencari cari kesalahan yang dilakukan Non Nandini. Tapi Nyonya tidak pernah menemukan kesalahannya kan. Yang bisa membuat Nandini dipandang buruk oleh Den Gabriel."
"iya, sudah katakan terus terang pada ku. Jangan buat aku makin penasaran. Katakan langsung saja pada intinya."
"Nyonya pasti tidak percaya. Tapi saya akan menceritakannya sama Nyonya. Nyonya tahu tidak, saat Nyonya pergi seharian ini. Banyak hal terjadi di rumah ini Nyonya. Saya melihat Non Nandini jatuh dari tangga saat ia sedang memangil art. Saat Non Nandini terjatuh, pada waktu yang bersamaan. Di tangga saat itu rupanya ada Den Rafael. Dan den Rafael dengan sigap menangkap tubuh Non Nandini. Dan Nyonya tahu tidak. Sepertinya Den Rafael itu menyukai Non Nandini. Dari cara dia melihat dan memandang Non Nandini. Den Rafael sepertinya tertarik dan menyukai istri Den Gabriel." ujar Tini, menceritakan apa yang ia lihat saat itu.
"Ah yang bener. Aku tidak pernah memperhatikan itu."
"Kalau Nyonya tidak percaya. Nyonya bisa cek CCTV Nyonya. Dari CCTV yang mengarah ke tangga. Nyonya bisa cek apa yang sudah terjadi saat itu di sana pagi tadi. Bagaimana cara den Rafael memandang Non Nandini dan bagaimana cara dia bersikap. Saya yakin. Den Rafael suka ma Istri nya den Gabriel." imbuh Tini.
"Oke nanti aku akan mengeceknya CCTV nya. Lalu lanjutkan ada apa lagi. Apa ada cerita lain lagi. Kalau kamu bisa melaporkan semua yang kamu lihat pada ku. Aku akan memberikan kamu uang yang banyak. Kamu harus ceraikan semuanya."
__ADS_1
"Saat di dapur malam. Saya mempergoki Non Nandini dan den Rafael ada di sana. Saat itu Non Nandini sedang masak. Dan Den Rafael entah sedang apa. Dia menyapa Non Nandini. Karena Non Nandini kaget. Spatula yang di pegang Non Nandini terjatuh. Dan waktu yang bersamaan. Non Nandini dan Den Rafael niatnya ingin mengambilkan spatula tersebut. Dan akhirnya mereka saling berpegangan tangan Nyonya. Kalau Nyonya tidak percaya. Nyonya bisa cek juga di CCTV yang menghadap ke arah dapur."
Setelah mendengar semua penuturan sang art yang memberi tau informasi tentang Nandini dan Rafael pada hari ini. Membuat Rohana mendapat ide untuk membuat skenario.