Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Kesadaran yang terlambat (TAMAT)


__ADS_3

"Kenapa kau datang kemari. Di antara kita sudah tidak ada pertemanan dan sudah tidak ada lagi persahabatan. Jadi jangan menampakan dirimu di hadapan. Kamu sudah merusak kebahagiaan rumahtangga ku. Seharusnya aku tidak membiarkan mu masuk ke rumah ku. Gara-gara kamu kehidupan rumah tanggaku bermasalah. Dan sekarang, aku minta kau jangan lagi muncul di hadapan ku. Pergilah, sebelum aku bertindak jauh lebih kasar daripada sebelumnya." ujar Gabriel menatap tajam ke Rafael saat Rafael menemui dirinya di kantor malam itu.


"Kamu bodoh Gabriel. Jika kamu mencintai istrimu. Seharusnya kau mendengarkan dirinya untuk menjelaskan apa yang ingin ia jelaskan. Tidak sepatutnya kau bersikap bodoh dan ceroboh seperti itu. Gara-gara kebodohan dan kecerobohan mu. Kau harus bersiap siap untuk kehilangan istri mu. Wanita yang kamu cintai." tutur Rafael, yang pada malam itu sengaja menemui Gabriel karena ia ingin meluruskan satu hal.


"Sudah berapa lama kamu pacaran dengan Nandini. Dan hitung berapa bulan kamu sudah menikah dengannya. Beberapa lama kau berjuang dan memperjuangkan kisah cinta kalian agar kalian bisa bersatu dan akhirnya kalian bisa menikah. Tapi sekarang, semudah itu kamu percaya pada perkataan orang yang sangat membenci istrimu sendiri."


"Jangan bicara omong kosong dan membela diri Rafael. Kamu hanya ingin mengelak dari tuduhan yang sudah aku tuduhkan pada mu kan. Yang sudah jelas-jelas kamu ternyata menyukai istriku." selidik Gabriel.


"Ya, aku akui. Aku terus terang, aku memang menyukai istrimu. Aku menyukainya Gabriel. Kamu dengar itu, kamu puas. Aku menyukai istrimu. Tapi dengarkan satu hal ini Gabriel. Banyak orang di luar sana terkadang mempunyai sebuah perasaan terhadap seseorang. Yang bahkan orang tersebut telah menikah dan telah di punyai oleh orang lain. Perasaan suka itu tidak bisa di halang halangi. Tapi jika seseorang itu tau diri. Dia tidak akan merusak sesuatu yang bukan hak nya. Seseorang yang menyukainya itu hanya bisa mengangumi tanpa bisa memiliki. Contohnya Nandini, istrimu. Aku menyukainya, tapi aku tidak bisa memilikinya. Karena dia telah dimiliki oleh orang lain yaitu dirimu."


"Dah sekarang aku beritahu padamu Gabriel. Jika kamu melepaskan istrimu. Membiarkan dia pergi. Aku adalah orang pertama yang akan mencoba untuk merebut hati dan berusaha mendapatkannya. Jadi aku tantang dirimu. Tapi sebelumnya. Biarkan aku memberi tau mu suatu hal, agar kamu tidak menyesal."


"Aku dan Nandini tidak ada hubungan apapun. Dan isu perselingkuhan itu hanyalah taktik ibumu sendiri untuk bisa memisahkan kamu dan Nandini. Kamu tahu sendirikan, mamamu sangat membenci istrimu. Dan disaat aku menginap di rumahmu. Mamamu mempunyai rencana dan upaya untuk bisa memisahkan mu. Karena sejauh ini mamamu tidak punya banyak cara untuk bisa memisahkan kalian." ucap Rafael, yang berusaha untuk memberikan penjelasan pada sahabatnya.


"Dan kamu, dengan bodohnya percaya dengan settingan yang dilakukan oleh mamamu sendiri. Hanya dengan melihat video itu disaat aku menolong Nandini di kamar mandi. Kau langsung percaya. Aku tau kamu cemburu karena aku menyentuh istri mu. Tapi kamu tidak tau kejadian yang sebenarnya seperti apa Gabriel. Semuanya itu bagian dari settingan Mamamu."

__ADS_1


"Jangan memutar balikkan fakta Rafael." ucap Gabriel masih menyangkal.


"Aku tidak bicara omong kosong Gabriel. Aku sengaja kesini untuk memberikan penjelasan kebenaran tentang apa yang terjadi. Aku sudah menganggap mu sebagai saudara El. Kita berteman sejak kecil. Aku tidak mungkin menjadi penghianat dalam pertemanan kita. Tuduhan itu hanyalah sebuah konspirasi yang dilakukan oleh Tante Rohana. Tapi bodohnya kamu percaya."


"Jangan hanya membual Rafa. Apa kamu bisa membuktikan jika apa yang terjadi antara diri mu dan Nandini itu hanyalah sebuah settingan yang Mama buat?"


Rafael kemudian memutar rekaman suara yang sudah ia rekam ketika ia bertemu dengan Tini. Tini lah satu-satunya saksi kunci tetangga fitnah itu.


Rafael memutarkan rekaman perbincangan antara dirinya dan Tini yang kala itu sengaja ia temui Tini untuk meminta penjelasan.


Setelah Rafa ancam, akhirnya Tini mau buka mulut.


Wajah Gabriel kini berubah pias. Dia tertegun mendengar semua isi rekaman tersebut. Dan semuanya membuatnya tak percaya.


"Jika kau tidak mempercayai rekaman suara ini. Kamu bisa minta klarifikasi dari mamamu sendiri. Mintalah penjelasan sama mamamu. Karena tante Rohana lah yang sebenarnya ada di balik semua kesalahpahaman ini. Aku yakin, Tante Rohana kini senang kamu dan Nandini di ambang perpisahannya." imbuh Rafa.

__ADS_1


"Sebelum semuanya terlambat, segera cari istri mu dan minta maaflah. Agar kamu tidak lebih merasa menyesal."


Dan, tanpa pikir panjang. Gabriel langsung menyahut ponselnya yang ada di atas meja dan segera pergi meninggalkan ruang kerjanya. Yang pada malam itu ia sengaja lebur di kantor.


Dengan hati yang sudah bergetar, pikiran yang kacau dan rasa takut akan kehilangan sang istri. Membuat Gabriel melajukan mobilnya untuk segera sampai di rumah.


Setelah mendengarkan perkataan Rafael. Kini pikiran Gabriel terbuka.


"Nandini aku minta maaf." ucap Gabriel di sepanjang perjalanan menuju rumah.


Ia berharap, ia bisa segera minta maaf pada sang istri.


TAMAT


Bagi yang ingin tau kisah perjalanan cinta Gabriel dan Nandini bisa subscribe novel terbaru ku ya yang berjudul penyesalan terdalam seorang suami

__ADS_1


Terimakasih ♥️🥰🙏



__ADS_2