Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Semakin mengagumi


__ADS_3

Karena pada hari itu Mamanya tidak ada di rumah. Gabriel benar-benar menggunakan kesempatan itu untuk bersantai dengan sang istri.


Jika ada Mamanya di rumah, Gabriel dan Andini hampir tidak pernah keluar dari kamar setelah mereka selesai makan malam.


Karena hanya area kamar lah yang membuat mereka punya privasi.


Mereka tidak sama sekali merasakan kenyamanan jika berada di luar kamar. Meskipun mereka ada di dalam lingkungan rumah.


Karena selalu saja jika Rohana melihat Gabriel dan Nandini sedang mengobrol. Rohana pasti ikut menimbrung.


Dan ujung-ujungnya, Rohana pasti akan menekan Nandini dengan berbagai macam omongan dan ocehan.


Setelah Gabriel dan Nandini selesai makan siang pada siang itu. Dan setelah Nandini merasa pusingnya sudah mereda. Membuat Gabriel ingin bersantai dengan sang istri dengan bebas di rumah.


Gabriel kemudian mengajak Nandini untuk berenang di kolam renang yang ada di rumahnya.


Semenjak mereka menikah. Mereka jarang sekali menggunakan kolam renang tersebut untuk berenang bersama.


Alasannya sama, mereka tidak ingin momen kebersamaan mereka diganggu dengan ocehan ocehan Rohana yang kadang selalu mengkritik kedekatan Gabriel dan Nandini.

__ADS_1


Pada siang hari menjelang sore hari. Gabriel memaksa Nandini untuk menemaninya berenang. Setelah Gabriel memastikan jika sang istri sudah tidak lagi pusing.


Mereka berdua kini nampak asik berenang. Dan tanpa bisa di kendalikan. Gabriel sesekali mencuri kecupan ke bibir sang istri Nandini.


Saat Nandini di buat jengkel dengan ulah sang suami. Membuat mereka kejar kejaran saat itu di kolam renang.


Sebenarnya tadi Nandini menolak untuk diajak berenang. Tapi karena Gabriel memaksanya, mau tidak mau Nandini pun akhirnya menuruti ajakan sang suami.


Dengan mengenakan pakaian renang yang tertutup. Karena sadar di rumah saat ini mereka tidak hanya berdua saja..Membuat Nandini tidak ingin mengenakan pakaian renang yang terbuka.


Di balik keasikan pasangan suami istri itu sedang berenang.


Dari kamarnya, Rafael memandangi pasangan suami istri yang sepertinya sedang asyik tersebut.


Betapa beruntungnya kamu El, dicintai oleh wanita selembut dan sesetia Nandini.


Kau sangat beruntung mendapatkan wanita sesabar dia.


Jarang sekali sekarang ini ada wanita sesabar istrimu.

__ADS_1


Dengan mata kepalaku sendiri aku menyaksikan bagaimana sikap keluargamu mencela istrimu. Bahkan di hadapan aku saja mama mu berani menjelek-jelekkan istrimu.


Jika aku adi kamu. Aku tidak akan tinggal di rumah ini.


Aku pasti sudah membawa pergi Nandini untuk tingal terpisah dari keluarga.


Hal itu bukan karena kita tidak menyayangi keluarga kita. Tapi demi menjaga keutuhan rumah tangga. Bagaimanapun, seorang istri yang tinggal satu rumah dengan mertuanya pasti merasa serba salah.


Kau sangat beruntung memiliki istri seperti Nandini El. Dia punya mental yang sangat kuat untuk menghadapi berbagai macam kata-kata pedas yang mama mu terlontarkan.


Bahkan aku sendiri saja yang orang lain sangat tidak tega. Ketika mendengar istrimu direndahkan seperti itu.


Di saat Rafael menyadari bahwa dirinya kini semakin jauh dibawa oleh perasaan terhadap Nandini. Membuat Rafael berusaha untuk menyadarkan dirinya untuk tidak selalu merasa membawa perasaan pada Nandini.


Rafael selalu mengingatkan pada dirinya sendiri untuk tidak jatuh hati pada istri sahabat karibnya tersebut.


Sesaat kemudian, Rafael berlalu dari sisi jendela kamarnya.


Ia kemudian mencari kesibukan lain dari pada mengurusi kehidupan rumah tangga sahabat karibnya.

__ADS_1


__ADS_2