
Bentakan dan perilaku kasar yang di perbuat oleh Gabriel sungguh tidak di duga oleh Nandini. Pasalnya, suaminya itu selalu bersikap lembut dan penuh kasih terhadapnya.
Di perlakukan kasar oleh sang suami yang sebelumnya tidak pernah ia merasakannya. Membuat hati dan jiwa Nandini tersakiti tidak hanya dari bentakan yang tadi yang lontarkan oleh Gabriel. Tapi Gabriel juga sudah melakukan kekerasan fisik terhadap dirinya.
"Sadar lah Mas El. Mas itu hanya terpengaruh omongan Mama. Sadar Mas, dan cerna baik-baik situasi yang terjadi sebenarnya. Semua tuduhan Mas itu tidak benar dan tidak berdasar. Mas hanya terbawa emosi."
"Jangan menggurui ku Nandini. Aku tidak terima dengan segala perbuatan mu."
"Perbuatan ku yang mana Mas. Astaghfirullah Mas, aku benar benar tidak bisa memahami Mas El." ucap Nandini dengan nada suara yang kini agak kesal.
Entah setan apa yang merasuki pikiran dan hati Gabriel. Pria 28 tahun itu kemudian berlaku kasar lagi terhadap Nandini.
Mematikan lampu kamarnya, Gabriel kemudian mencengkram kedua lengan Nandini dan ia mendorong dengan kasar tubuh Nandini ke atas tempat tidur. Sehingga membuat Nandini terkapar di atas ranjang.
"Kau harus menerima hukuman dari ku." ucap Gabriel dengan mata berapi api.
Sebuah perlakukan kasar dan sangat tidak manusiawi di lakukan Gabriel pada sang istri.
"Mas, kamu sudah kasar. Hentikan perlakuan mu Mas." seru Nandini mencoba untuk menyadarkan sang suami yang sudah seperti orang kesurupan.
__ADS_1
Tidak mendengar apa kata Nandini. Gabriel kemudian melepaskan sabuk yang tadi melingkar di kelana nya kemudian ia mengunakan itu untuk memukul Nandini.
Entah setan apa yang merasuki pikiran Gabriel. Ia sungguh gelap mata.
Beberapa kali Gabriel mencambuk Nandini dengan sabuk nya.
Nandini yang tidak bisa melawan hanya diam saja di cambuk oleh Gabriel. Kala itu Nandini yang memakai gaun malam dengan potongan terbuka membuat tubuhnya yang terekspos kini di hujani cambukan oleh Gabriel.
Lagi lagi sifat buas Gabriel tidak berhenti sampai di sana. Setelah menyakiti fisik sang istri. Kini Gabriel memaksa Nandini untuk melakukan hubungan intim.
Nandini yang sudah lemah dan tidak bisa melawan itu hanya bisa pasrah. Dan tidak bisa melakukan perlawanan. Karena Gabriel benar benar membuatnya tidak berkutik.
Satu jam setelahnya
Mata Nandini terpejam rapat. Wanita itu sepertinya pingsan. Setelah satu jam lamanya Gabriel melakukan hubungan hubungan badan dengan memaksa.
Dengan napas yang masih terengah-engah. Gabriel hanya diam memandangi Nandini yang sudah tak berdaya itu di sisinya.
Pikiran Gabriel kacau, hatinya mati.
__ADS_1
Sejenak saat ia memperhatikan luka luka cambukan yang membekas di tubuh mulus putih sang istri sedikit membuat Gabriel iba.
"Maafkan aku sayang." ucap Gabriel dalam hati.
Gabriel kemudian menarik selimut dan menutupi tubuh polos sang istri.
Setelah itu ia berlalu ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Sepanjang Gabriel mengguyuri tubuhnya dengan air hangat shower. Bayangan demi bayangan perlakuan kasarnya pada Nandini kembali ia ingat.
"Brengsek!" seru Gabriel pada dirinya sendiri. Ia tiba-tiba merasa sangat menyesal telah menyakiti fisik sang istri. Padahal selama ini ia tidak pernah melakukannya.
Setelah beberapa menit kemudian. Gabriel keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang melilit di pinggangnya.
Gabriel nampak mematung. Memandangi wanita yang kini sudah tergeletak tak berdaya di atas ranjang.
Ada sekelumit penyesalan yang bertahta di hati Gabriel pada wanita yang sangat ia cintai itu.
Bagaimana bisa ia kini berlaku kejam padanya.
__ADS_1
Tapi tetap saja, rasa cemburu yang masih menguasai hati Gabriel saat ini belum hilang. Sehingga ia tidak begitu menyesali apa yang ia lakukan.