Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Cemburu buta


__ADS_3

Setelah mendengar semua perkataan yang dikatakan mamanya. Dan juga setelah ia melihat beberapa potongan video yang sudah diputar oleh sang mama. Gabriel dengan sudah menahan rasa sesak di dadanya meninggalkan kamar Rohana dan berjalan menuju kamarnya dengan langkah cepat.


Begitu sampai di kamar. Gabriel langsung membuka pintu kamar dengan sangat kasar.


Sehingga pintu tersebut sampai terdengar membentur dinding. Nandini yang saat itu sedang tengah berada di meja riasnya. Terkaget ketika melihat sang suami kembali ke kamar dengan sudah sangat berubah perilakunya.


Sambil meletakkan tangannya di dada. Nandini menoleh ke arah sang suami dan bertanya.


"Ada apa mas. Apa tidak bisa membuka pintu dengan pelan." ucap Nandini lembut.


Gabriel kemudian menutup lagi pintu kamarnya dengan sangat kasar. Bahkan sedikit membanting.


Kemudian Gabriel mengunci kamarnya dan membuang kuncinya itu dengan asal.


Melihat perubahan yang sangat terlihat dari sang suami membuat Nandini sedikit takut.


"Apa yang sudah kulakukan di belakangku Nandini?" tanya Gabriel sarkatis.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari sang suami yang ia tidak paham. Nandini pun merasa bingung.


"Mas ini ngomong apa. Maksudnya apa?" tanya Nandini dengan suara pelan.


"Apa yang sudah kamu lakukan di belakangku?" Bentak Gabriel dengan kencang. Sampai-sampai membuat Nandini terkaget.


Nandini syok, ketika dirinya dibentak dengan lantangnya oleh sang suami.


Bentakan itu terdengar jelas di telinganya. Membuat pertahanan Nandini runtuh saat itu juga.


Tidak hanya bentakan yang tak beralasan.Tapi tatapan tajam penuh kebencian juga terlihat di wajah Gabriel kepada Nandini.


"Jangan menutupi kebusukan mu dengan cara lemah lembut mu itu Nandini. Jadi selama seminggu ini kamu main hati dengan Rafael." tuduh Gabriel pada sang istri.


"Mas menuduh ku punya affair dengan Rafael." ucap ulang Nandini memperjelas.


"Memangnya ada apa antara aku dan Rafael Mas. Aku tidak tahu apa yang kamu maksud. Dan aku juga tidak paham dengan apa yang kamu tuduhkan."

__ADS_1


"Bulsit Nandini, akui saja kamu ada hubungan dengan Rafa."


"Tuduhan Mas ngawur." jawab Nandini.


Kemudian Gabriel menarik tangan Nandini dengan sangat kasar dan ia mendudukkannya di tempat tidur dengan kasar pula.


Lalu Gabriel mengambil laptopnya dan memutar video yang sudah dikumpulkan oleh sang Mama.


"Perhatikan video ini baik-baik. Dan jangan mengelak dan menutupi kebusukan mu dengan bersikap lemah lembut mu padaku. Di belakangan ini kamu suka mengeluh tentang sikap mama dan segalanya. Lantas kamu mencari kesempatan ingin lepas dariku dengan menjerat Rafael, iya kan." ucap Gabriel menuduh sang istri dengan sangat membabi-buta.


"Astaghfirullahaladzim Mas. Kenapa Mas jadi begini. Aku tidak pernah mengkhianati mu Mas. Apalagi berselingkuh. Mas tahu sendiri aku selama ini bekerja. Aku selalu berangkat dan pulang sama Mas. Dan kebetulan beberapa hari aku tidak enak badan dan Mas tau aku sakit."


"Sakit mu hanya pura pura Nandini. Jangan jadikan sakit mu alasan. Itu hanya bagian dari skenario mu supaya kamu bisa berduaan dengan Rafael kan. Agar kamu punya waktu berselingkuh dengan Rafael. Saat kamu tidak ke kantor, Rafael juga sengaja tidak pergi ke kantor. Kamu tidak bisa mengelak lagi Nandini."


"Tuduhan Mas sangat kejam dan tidak berdasar. Aku tidak akan mengakui itu Mas. Karena memang aku tidak berselingkuh. Mas pasti sudah terpengaruh dengan kata-kata Mama."


"Jangan menyalakan mamaku. Mamaku membuka tabir kebohongan mu. Dan Mama membongkar semua kelakuan mu."

__ADS_1


"Mama tidak tau apa apa tentang ku selain kebencian Mas." jawab Nandini, berani menjawab perkataan Gabriel. Mendengar itu, Gabriel makin meradang.


__ADS_2