Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Penjelasan


__ADS_3

Sedangkan Rafael sendiri yang saat ini masih berada di kamarnya. Merasa tidak tenang. Karena dirinya sudah dituduh oleh Gabriel dengan pikiran yang negatif.


Rafa tidak mengira niat baiknya membantu Nandini justru dipikir negatif oleh Gabriel.


Padahal aksinya tadi untuk membantu Nandini adalah permintaan Rohana.


Jika tidak disuruh oleh Rohana. Rafa juga tidak mungkin berani untuk masuk ke kamar Nandini. Apalagi pada saat itu posisi Nandini sedang berada di kamar mandi.


Tapi ternyata apa yang dia perbuat justru dipikir negatif oleh Gabriel.


Saat ini pun dia siap untuk menerima kemarahan Gabriel. Karena ia sudah dituduh mengambil kesempatan dalam kesempitan yang sudah di tuduhkan Gabriel untuknya.


Sepulang dari rumah sakit, Gabriel mengajak Nandini kembali ke kamar mereka.


"Kamu istirahat saja Din. Tadi Mas bawakan makanan untuk mu. Aku suapin kamu makan ya. Setelah itu kamu minum obat dan beristirahatlah." ujar Gabriel pada Nandini dengan sikap lembut.


Nandini pun hanya menurut. Setelah selesai di suapin oleh Gabriel. Nandini kemudian minum obat dan ia kembali tiduran.

__ADS_1


Saat Gabriel hendak pergi, Nandini menahan tangan Gabriel.


"Mas, temani aku. Jangan pergi dulu." ujar Nandini.


Gabriel yang hendak pergi pun kemudian mengurungkan niatnya.


Ia kembali ke sisi sang istri dan ia memeluk sang istri dari belakang.


Pemandangan yang sangat Gabriel benci saat ia menyaksikan sang istri di bopong oleh Rafael kembali menghiasi pikiran Gabriel.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah Nandini tertidur. Gabriel keluar kamar dan langsung menemui Rafa di kamarnya.


Gabriel kemudian mengajak Rafael untuk menemui dirinya di luar.


Dan, di sisi kolam renang yang ada di rumahnya. Gabriel mengajak Rafa berbicara.

__ADS_1


Dengan wajah penuh kemarahan tertahan dan tatapan mata yang tajam menatap Rafael. Gabriel mulai menanyakan apa yang sejak tadi membuatnya tidak terima dengan cara Rafael membantu sang istri.


"Siapa yang menyuruhmu untuk masuk ke dalam kamarku dan menolong istriku. Padahal saat itu istri ku sedang berada di kamar mandi. Dan kau tau artinya itu apa. Dia pasti sedang tidak mengenakan pakaian."


"Saat itu keadaan sedang mati lampu Gabriel. Saat listrik mati, aku langsung keluar kamar dan Tante berteriak-teriak minta tolong kepadaku untuk membantu Nandini. Yang katanya sedang berada di kamar mandi dan ia sedang pingsan. Karena Tante sudah berteriak minta tolong. Akhirnya aku pun berlari dan dengan sigap berniat menolong istrimu." jelas Rafael.


"Jjka kau sudah tahu Nandini berada di kamar mandi seharusnya kau sudah tahu. Kau tidak bisa lancang begitu saja masuk. Kenapa tidak menyuruh Bibik untuk membantu Nandini. Kenapa kau yang masuk ke dalam kamar mandi. Karena kau pasti ingin melihat tubuh istriku yang saat itu tidak mengenakan pakaian kan." tuduh Gabriel pada sahabatnya.


"Gunakan akal sehat mu untuk berfikir El. Aku tidak sepicik itu."


"Omong kosong. Aku tau kau mengunakan kesempatan itu untuk bisa melihat tubuh istriku. Mama memegang kunci serep. Mama memegang kunci pintu dan semua akses di rumah ini. Seharusnya kamu berpikir dua kali untuk membuka pintu kamar mandi di kamar ku. Karena apa yang kau lihat itu adalah suatu hal yang sebenarnya tidak boleh kau lihat. Aku tidak terima tubuh istriku di liat Pria lain. Karena tubuhnya hanyalah milikku. Tidak ada yang boleh melihat tubuh istriku selain aku. Jika kau tau pada Nandini sedang berada di kamar mandi dan tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Harusnya kau menolak untuk menolongnya. Dan harusnya kau membiarkan saja Bibik yang menolong Nandini."


"Kejadiannya mendadak dan emergency El. Cobalah berpikir positif. Disaat aku mendobrak pintu kamar mandi dan melihat Nandini sedang tergeletak di lantai. Aku akui aku memang melihatnya. Tetapi aku segera memejamkan mataku dan meminta tante untuk mengambilkan handuk. Aku tidak semerta-merta mendatangi Nandini yang terletak di lantai. Aku menutupi tubuhnya sebelum aku mengangkatnya."


"Itu sama saja Rafael. Aku tidak terima dengan tindakanmu yang sudah lancang pada Nandini. Kau sudah mencoreng penilaian ku terhadap dirimu. Aku tidak terima. Mulai sekarang, detik ini, saat ini juga. Silakan pergi dari rumahku. Aku tidak ingin melihat dirimu lagi untuk tinggal sini." tutur Gabriel pada Rafael dengan tatapan mata tak bersahabat.


Percuma berdebat dengan Gabriel yang sedang emosi. Rafael kemudian berlalu dari hadapan Gabriel.

__ADS_1


__ADS_2