Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Konspirasi


__ADS_3

Seperti biasa seusai sarapan Gabriel dan juga Nandini berangkat bersama-sama menuju kantor.


Gabriel lebih banyak diam di sepanjang perjalanan sambil fokus menyetir.


Nandini kemudian mencoba untuk mencairkan suasana dengan mengajak sang suami mengobrol.


"Mas, nanti kita makan siang bersama di tempat makan favorit kita ya. Aku sedang ingin makan siang di sana. Aku akan menemui Mas di ruang kerja Mas El."


"Boleh, atur saja. Sudah lama kita tidak makan siang bersama di luar." sahut Gabriel, sambil mengulas senyum tipis pada sang istri.


"Terima kasih Mas. Oh ya, terima kasih untuk seluruh waktu dan juga perhatian yang Mas El berikan padaku selama seminggu ini. Mas El begitu perhatian terhadap diriku. Mas selalu pulang cepat dan selalu membawakan makanan ke kamar."


"Itu sudah jadi tanggung jawab ku sayang. Kamu tau dirimu sangat berarti untuk ku. Jadi tidak usah berterimakasih. Itu sudah tugas ku sebagai suami." tutur Gabriel sambil tersenyum sekilas.


"Tetap saja Mas. Perhatian yang sudah Mas berikan untuk ku sangat berkesan.Terima kasih, aku sangat mencintai mu." ucap Nandini lembut.

__ADS_1


Kemudian ia mengusap punggung Gabriel yang tenang fokus menyetir.


Mendapatkan sentuhan lembut dari Nandini. Membuat hati Gabriel menghangat.


Ia kemudian tersenyum bahagia. Sentuhan yang istrinya berikan kepadanya mengalirkan sebuah rasa cinta yang makin dalam terhadap wanita yang sangat ia gilai tersebut.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang." Gabriel kemudian meraih tangan Nandini dan mengecupnya.


Sambil menyetir, Gabriel menggenggam jari jemari Nandini dengan begitu erat.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Entah kenapa dia sekarang jadi memikirkan Nandini. Karena ia tahu, Nandini diperlakukan sangat tidak baik kepada oleh keluarga Gabriel.


Rafael meyakini bahwa. Sepertinya ada sebuah kesengajaan ketika kala itu listriknya mati. Dan Rafael juga mencium adanya sebuah konspirasi dibalik kejadian ketika ia menolong Nandini waktu itu.

__ADS_1


Rasa benci yang mendarah daging yang dirasakan oleh Rohana membuat Rafael berpikir jika kejadian waktu itu sepertinya hanyalah settingan dan dirinya adalah korban. Ia di korbankan menjadi bagian settingan yang mungkin dilakukan oleh Rohana.


Karena pada saat kejadian itu. ada Rohana dan juga salah seorang art nya.


Mereka ada di lokasi pada waktu itu.


Yang janggal adalah. Kenapa saat itu mereka menyuruh dirinya untuk menolong Nandini. Padahal mereka tahu di dalam Nandini sedang mandi dan saat dia pingsan pun Nandini tidak sedang mengenakan pakaian apapun.


Seharusnya mereka tidak membiarkan dirinya masuk. Tetapi justru mereka malah menyuruh dirinya untuk masuk dan membantu Nandini. Itu sebuah kejanggalan yang tidak masuk akal. Karena mereka sepertinya memang senjata menyuruh Rafa masuk. Agar di waktu yang bersamaan. Gabriel datang dan melihat semuanya.


Saat listriknya padam. Rohana menghampiri Rafael dan berteriak-teriak minta tolong.


Saat di cek pun. Ternyata tidak ada masalah dengan listriknya. Hanya saklarnya yang tampak turun.


Ingin rasanya Rafael memberitahukan hal tersebut kepada Gabriel.

__ADS_1


Tetapi apalah daya. Karena Gabriel justru sekarang memutuskan komunikasi dan hubungan dengan dirinya. Padahal niat Rafael baik ingin memberitahu Gabriel jika keadaan pada waktu itu penuh kejanggalan.


Rafael hanya ingin mengingatkan Gabriel untuk tidak mempercayai apapun yang dikatakan oleh mamanya. Karena Rafa punya firasat sangat kuat. Jika kejadian seminggu yang lalu itu adalah upaya dari Rohana untuk bisa memisahkan Gabriel dan juga Nandini.


__ADS_2