
Setelah mendengarkan semua penuturan art nya. Hari Rohana menjadi gembira.
Dan kini ia punya satu senjata ampuh untuk bisa membuat Nandini bisa ditendang keluar dari rumahnya.
Apalagi kalau bukan kisah affair antara Nandini dan juga Rafael yang akan di ciptakan Rohana.
Rohana benar-benar sangat puas dengan apa yang baru saja sang Tini ceritakan padanya.
Sang art itu membawa berita seperti angin segar bagi Rohana untuk bisa mengusir Nandini.
Ini adalah masa-masa yang ia sangat tunggu. Momen-momen yang sangat ia inginkan untuk bisa mengusir Nandini dari rumahnya.
Tetapi bagaimana dengan Rafa. Apakah Rohana akan setega itu untuk membongkar rasa terpendamnya Rafa pada Nandini.
Sepertinya yang sudah Tini ceritakan. Rafa memang menaruh perhatian dan mungkin suka sama Nandini. Dan hal itu bisa menjadi alat untuk bisa memecah belah hubungan Nandini dan juga Gabriel.
__ADS_1
Setelah Rohana pikir-pikir. Ia tidak memperdulikan perasaan Rafa.
Rohana sepertinya sudah gelap mata. Ia tidak lagi memikirkan kedekatan hubungan keluarganya dengan keluarga Rafael.
Karena yang ada di pikiran Rohana saat ini hanyalah bagaimana caranya untuk bisa memisahkan anak ya dari menantu yang sangat ia benci.
"Ini adalah kesempatanku untuk bisa memisahkan Gabriel dan juga Nandini. Aku harus bergerak cepat sebelum Rafael pergi lusa pagi. Karena ia akan pindah ke apartemennya. Aku harus segera menyusun sebuah rencana seperti seolah-olah mereka sedang berselingkuh. Dengan begitu Gabriel akan membenci Nandini untuk selamanya. Dan ia pasti akan menceraikan istri tidak berguna itu. Aku tidak peduli lagi tentang persahabatan Gabriel dan juga Rafa. Karena yang menjadi prioritas ku saat ini hanyalah memisahkan Gabriel dan Nandini." ucap Rohana membatin.
Dan, tiba-tiba saja terlintas di benak Rohana untuk merencanakan sebuah fitnah. Yang akan ia lancarkan untuk Nandini dan juga Rafael.
Karena art yang selama ini dekat dengan Nandini sempat ceria dan melaporkan kepada Rohana jika pada hari itu Nandini tidak enak badan.
Sehingga itu membuat Rohana punya ide untuk memulai rencananya.
Rohana menyuruh salah satu asisten rumah tangga yang saat ini dekat dengan Nandini untuk memberikan minuman kepada Nandini.
__ADS_1
"Tun, berikan minuman ini pada Nandini. Tadi kamu cerita kalau hari ini Nandini tidak enak badankan. Berikan ini kepada Nandini dan katakan ini obat. Supaya Nandini lekas sehat dan segar kembali. Bilang saja Ini dari Mama dan dia harus meminumnya. Kalau tidak, Mama akan marah. Karena dia tidak menghargai niat baik Mama. Sampaikan kata-kata itu sama Nandini. Awas kalau tidak." ujar Rohana pada Atun. Art yang selama ini cukup dekat dengan Nandini .
"Baik Nyonya, saya akan bawakan minuman ini untuk Non Nandini.ucap Atun patuh.
Kemudian ia mengambil nampan dan memberikan minuman tersebut untuk Nandini.
Sesampai di depan kamar. Atun mengetuk pintu dan dibukakan oleh Gabriel.
"Ada apa Bim, malam-malam begini datang ke kamar."
"Maaf Den,mengganggu. Ini saya disuruh Nyonya untuk memberikan minuman ramuan obatan untuk Non Nandini. Tadi kan saya cerita sama Nyonya kalau Non Nandini tidak enak badan. Kata Nyonya Rohana ini adalah minuman herbal yang bisa menyegarkan tubuh Non Nandini."
"Ya sudah nanti aku akan berikan minuman ini untuk Nandini." ucap Gabriel sambil mengambil satu gelas minuman yang sudah di sodorkan oleh Atun.
"Nyonya pesan untuk harus segera diminum Den" pesan Atun.
__ADS_1
"Iya." jawab Gabriel sambil menutup pintu kamarnya.