Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Mengangumi istri sahabat


__ADS_3

"Gabriel, Nandini, ada apa dengan mobil kalian?" tanya Rafa yang baru saja keluar dari mobilnya. Ketika ia bertemu dengan mereka secara tidak sengaja di jalan raya.


Saat itu mobil Gabriel sedang mengalami kempes ban. Di saat pasangan suami-istri itu hendak berangkat bersama-sama ke kantor.


"Rafa, entahlah, tiba-tiba saja mobilku kempes. Mungkin kami akan terlambat ke kantor. Padahal aku harus mengantarkan Dini untuk dengan kliennya di sebuah gedung perkantoran."


"Aku naik ojek online saja Mas."


"Jangan, Mas tidak izinkan kamu naik ojek online. Kalau mau kamu naik taksi saja. Biar Mas pesankan." tutur Gabriel.


"Jika boleh, aku bisa mengatakan istrimu untuk pergi ke lokasi tempat meeting. Memangnya di gedung mana kamu akan melakukan pertemuan?" tanya Rafa.


"Sebenarnya lokasinya tidak jauh lagi dari sini. Tidak apa apa, aku naik taksi saja."


"Daripada naik taksi, lebih baik dan lebih aman kamu ikut saja dengan Rafael. Biarkan dia yang mengantar mu. Kau tidak repot kan jika aku titip Istri ku?" ujar Gabriel pada Rafa. Yang menawari Nandini untuk di antarkan ke tempat meeting.


"Tentu saja aku tidak merasa repot. Kalau bisa, sekalian saja kamu ikuti. Biar aku antara sekalian ke kantor." imbuh Rafa lagi.


"Kau sedang menghubungi asisten pribadi ku. Sepertinya aku harus menunggu di sini dulu. Dia sedang kemari sekarang bersama montir. Jadi aku tidak bisa pergi."


"Ya sudah kamu pergi saja dengan Rafa sayang. Nanti kamu telat meeting."


"Aku naik taksi saja Mas."

__ADS_1


"Nandini, harus nurut sama suami. Rafa teman ku, dia yang akan antar kamu. Masuklah ke mobilnya. Biarkan dia yang antar kamu. Dari pada nanti kamu telat." bujuk Gabriel pada sang istri.


Karena sudah di perintahkan. Nandini pun tak bisa membantah.


"Baiklah."


Setelah menimang-nimang, Nandini akhirnya mau diajak naik ke mobil Rafael.


"Jika sudah sampai beri tau aku." ucap Gabriel setelah ia membukakan pintu mobil untuk sang istri. Dan ia memastikan sang istri sudah aman.


"Iya Mas."


Sebelum pergi, Nandini mencium tangan Gabriel. Dan pemandangan itu tak luput dari perhatian Rafael. Pemandangan itu menjadi pemandangan yang menakjubkan bagi Rafa.


Kini Rafa dan Nandini sudah berada di mobil. Nandini sengaja duduk di kursi penumpang bagian belakang. Tadinya El menyuruhnya untuk duduk di depan. Tapi karena Nandini merasa tidak enak harus duduk berduaan di kursi depan dengan Pria asing. Hal itu membuatnya tidak nyaman. Dan akhirnya ia memilih untuk duduk di kursi bagian belakang.


Tidak ada banyak percakapan ketika Nandini dan Rafa berada di satu mobil.


Karena Nandini juga sepertinya sangat menutup diri untuk tidak banyak berkomunikasi dengan lawan jenis.


Apalagi Rafa adalah teman suaminya. Nandini sangat menjaga wibawa sang suami.


Sikap dingin Nandini ternyata malah membuat Rafael tertantang. Rafa justru ingin mengajak Nandini mengobrol. Untuk sekedar mencairkan suasana.

__ADS_1


Akhirnya Rafa melontarkan beberapa obrolan yang ringan kepada Nandini.


Dan Nandini menjawab singkat semua pertanyaan atau obrolan yang dilontarkan oleh Rafa.


Paham dengan karakter Nandini adalah tipe seorang wanita yang menjaga kehormatannya sebagai istri. Semakin membuat Rafa lebih penasaran lagi dengan sosok Nandini.


"Terima kasih sudah mengantarku Rafa." ucap Nandini berterimakasih pada Rafa. Ketika Rafa sudah menurunkan Nandini di gedung tempat Dini akan melakukan meeting.


"Sama sama Din."


Nandini kemudian berjalan dengan langkah elegan menuju gedung perkantoran tempat ia akan melakukan meeting.


Dan entah kenapa, saat Nandini berjalan kedalam memasuki gedung perkantoran. Darah Rafael berdesir aneh.


Ia merasakan sesuatu terhadap istri sahabatnya itu.


Rafa merasa sangat kagum dan terpesona pada sosok wanita seperti Nandini.


Sebuah perasaan yang begitu saja tumbuh di hatinya. Rasa mengagumi yang tiba-tiba muncul dari hatinya dan itu sangat natural terjadi begitu saja tanpa ia bisa halau.


Tidak ingin lama-lama terjerat oleh perasaan yang di utarakan oleh hatinya. Rafa kemudian memakai kacamata hitamnya kembali dan ia kembali masuk ke dalam mobilnya.


Kemudian ia melanjutkan perjalanan untuk menuju tempat kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2