Menantu Yang Tak Di Anggap

Menantu Yang Tak Di Anggap
Perang dingin


__ADS_3

Nandini terbangun ketika waktu sudah tengah malam. Ia merasakan seluruh tubuhnya nyeri dan perih.


Ia merasakan rasa nyeri di bagian punggungnya. Sekujur tubuhnya terasa remuk. Seperti ia habis dipukuli oleh beberapa orang secara bersamaan. Dadanya juga terasa sesak.


Mengerjabkan ke dua matanya secara perlahan. Sejenak Nandini mengedarkan pandangannya di sekeliling ruangan kamarnya.


Ia mencari sosok Pria yang beberapa jam lalu telah menyiksanya, mencambuknya dan mengajaknya untuk berhubungan badan dengan paksa. Sehingga bagian *********** pun kini juga terasa teramat sakit dan perih.


Bulir-bulir air mata menetes dari mata Nandini.


Ia tidak pernah menyangka ternyata sang suami bisa melakukan hal semacam itu padanya.


Padahal selama ini suaminya sangat baik padanya. Perhatian, lembut dan penuh kasih sayang.


Tapi sejak kejadian seminggu yang lalu saat dirinya pingsan. Ia memang sudah merasakan perbedaan sikap dan tingkah laku Gabriel.


Nandini tidak menyangka, ternyata sikap yang berubah itu dilatarbelakangi rasa cemburu terhadap sahabatnya sendiri Rafael. Dan Nandini sendiri tidak tahu persis apa yang menyebabkan suaminya menjadi cemburu seperti itu.

__ADS_1


Dan puncaknya ketika sang suami datang tadi malam ke kamar dan menunjukkan bukti video-video tersebut.


Hanya dengan melihat video itu saja Gabriel bisa semarah itu terhadap dirinya. Dan menuduh selingkuh dengan tanpa alasan.


Gabriel juga tidak mau mendengarkan penjelasan darinya. Cemburu yang sangat keterlaluan dan tidak jelas. Sampai-sampai ia melakukan kekerasan fisik serta psikis terhadap dirinya.


Setelah beberapa saat Nandini menumpahkan air mata karena merasa sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh sang suami. Ia kemudian berinsut dari tempat tidur. Bergerak secara perlahan, karena tubuhnya benar-benar sangat tidak karuan rasanya saat ini.


Sambil meraih selimut untuk tetap menutupi tubuhnya. Nandini kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Begitu Nandini berada di wastafel yang ada di kamar mandi. Tepat di depan cermin yang ada di kamar mandi. Sejenak, Nandini memperhatikan dirinya dari cermin yang ada di depannya.


Tanda itu terlihat di sekitaran dada dan juga leher Nandini. Tanda itu tampak jelas terlihat.


Semalam Gabriel sepertinya sengaja mengukir banyak kecupan di leher dan dadanya.


Saat itu Gabriel terucap jika dirinya hanyalah miliknya. Tidak ada satu laki-laki pun yang boleh melihat dan menyentuh tubuh Nandini selain dirinya. Saat berhubungan badan pun, Gabriel melakukanya dengan sangat kasar dan penuh rasa amarah.

__ADS_1


Tidak hanya di bagian leher dan dada. Tapi pergelangan tangan Nandini pun terlihat memar.


Memar di kedua pergelangannya tampak menghitam kebiru-biruan. Itu akibat cengkeraman tangan Gabriel yang sangat kuat malam tadi yang membuat dirinya tak berkutik.


Kemudian Nandini terbalik dan memeriksa bagian punggung.


Bekas cambukan itu terlihat jelas di sana.


Saat Nandini sedang mengecek seluruh tubuhnya di depan cermin. Tiba-tiba seseorang datang membuka pintu kamar mandi dan ternyata itu adalah Gabriel.


Sejenak, Gabriel mematung di depan pintu kamar mandi ketika ia melihat sang istri yang sudah seperti zombie itu berdiri didepan cermin.


Sesaat, Nandini menoleh kebelakang dan melihat sang suami sudah berdiri di ambang pintu seperti patung.


Nandini kemudian menarik lagi selimut yang tadi ia bawa untuk menutupi tubuhnya.


Dengan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Nandini membungkus tubuhnya kembali dengan selimut tersebut.

__ADS_1


Gabriel lalu berjalan mendekati cermin. Dan ia mengambil jam tangannya yang tertinggal di sana.


Setelah mengambil jam tangannya. Ia kemudian keluar dari kamar mandi dengan tanpa berkata sepatah kata pun ada sang istri.


__ADS_2