
"Tanpa berkata dan menjelaskan bagaimana perasaanmu terhadap Mama. Aku sangat paham sayang. Kamu tidak pernah punya niat jahat sama Mama. Meskipun aku tahu Mama lah yang kadang bersikap tidak baik sama kamu. Sebagai anak, aku tidak bisa menyalahkan Mama dan juga tidak bisa menghakimi Mama. Karena bagaimanapun dia adalah mamaku. Dari dulu Mama memang sudah tidak setuju dengan hubungan kita. Tapi aku mengancam dan memaksa Mama. Jika mama bersikap keras terhadap dirimu. Itu mungkin karena Mama sampai sekarang belum bisa menerimamu sayang. Tapi aku yakin, suatu saat Mama pasti akan menerimamu menjadi menantunya. Mama akan melihat ketulusan mu mencintaiku. Mama akan lihat bagaimana kesabaranmu menghadapi berbagai macam hal yang menyakitkan yang Mama sering lontarkan terhadap dirimu. Aku sebenarnya bukannya diam melihat kau diberlakukan tidak baik oleh keluargaku. Tapi sebagai seorang suami dan juga sebagai seorang anak. Aku harus berdiri di antara kalian dengan adil. Aku harus tetep ada di samping mu dan juga Mama. Karena aku adalah penganti Papa. Pastinya aku tidak boleh durhaka kan sama Mama. Aku harap kau mengerti itu."
"Aku tahu Mas. Dan sikapmu sudah benar. Mas kan juga tahu, sikap Mas lah yang membuat aku bisa bertahan untuk berada di sisi Mas. Terimakasih Mas El sudah setia dan selalu melindungi ku. Meskipun aku disakitin banyak orang di rumah ini. Aku akan tetap menganggap angin lalu semua ocehan mereka. Yang penting Mas ada untukku. Tenang saja mas, aku bisa atasi itu. Mas juga bilang kan. Jika jalan mungkin adalah bagian dari ujian cinta kita." jelas Nandini.
Tanpa bisa berkata-kata, Gabriel kemudian mencondongkan tubuhnya dan langsung menekankan bibirnya ke bibir ranum sang istri.
Dengan ******* lembut dan dalam. Gabriel memberikan ciuman panas itu pada Nandini.
__ADS_1
Saat Gabriel sedang mencium bibir Nandini dengan begitu bergairahnya. Rafael yang saat itu sedang ingin ke dapur. Tak sengaja menyaksikan pasangan suami-istri itu sedang saling berciuman.
Dan seketika, Gabriel langsung melepaskan pagutanya dari bibir Nandini.
"Oh maaf, mengganggu kalian." ucap Rafael meminta maaf, untuk ketidak sengajaannya melewati ruang makan makan kala itu.
"Kau tidak ke kantor hari ini?" tanya Gabriel lagi.
__ADS_1
"Kebetulan hari ini pekerjaan ku sedang tidak banyak. Dan aku bisa membereskan semua pekerjaanku dari rumah. So, aku bersantai-santai saja dulu. Kebetulan aku juga sedang mencari sewa apartemen untuk tempat aku tinggal."
"Kenapa tidak tinggal di sini saja. Anggap saja ini rumah sendiri. Mama kan sudah menawari mu untuk tinggal di sini."
"Terima sebelumnya atas kebaikan kalian semua. Aku sangat menghargainya. Tapi aku tidak bisa terus tinggal di sini. Lagi pula aku sudah mendapatkan jatah dari perusahaan untuk menyewa tempat tinggal. Jadi sekarang aku sedang mencari-carinya apartemen di internet. Dan aku sudah mendapatkannya. Rencananya aku akan pindah ke apartemen dua atau tiga hari lagi. Sekarang tempatnya sedang di bersihkan. Karena sudah lama tidak di huni. Dan, maaf sudah mengganggu kalian tadi. Aku hanya ingin mengambil air minum tadi." ucap Rafael, yang kemudian ia berlalu dari ruang makan.
"Mas harus bisa lebih menjaga diri. Tidak seharusnya Mas mencium ku di tempat terbuka seperti ini." protes Nandini.
__ADS_1
"Habisnya kamu selalu terlihat mengoda di hadapan ku." sahut Gabriel masih saja berusaha mengoda sang istri.