Mencintai Anak Suamiku

Mencintai Anak Suamiku
Flashback Berakhir


__ADS_3

PoV Nilam


Si Aldi brengsek itu, dia selalu mencoba untuk menggoda aku. Aku tahu bahwa dia melakukan hal itu dengan sengaja. Bagaimanapun aku harus mengakui bahwa aku beruntung memiliki pria terbaik selamanya. Aku tidak bisa meminta hal yang jauh lebih lagi dibandingkan seseorang seperti dia untuk selalu ada dalam hidupku. Aku akan merasa senang jika aku akan mengakhiri sisa hidupku bersamanya.


"Nona Widuri.... Nona Widuri...."


Aku tiba-tiba keluar dari lamunanku saat dosen berteriak memanggil namaku. Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku tengah bermimpi di dalam kelas saat siang hari.


"Nona Widuri... Apakah kau berpikir bahwa perkuliahan ku begitu membosankan?" Ucap dosen bertanya kepadaku dengan marah.


"Tidak Pak." Balasku.


"Lalu kenapa kau melamun di dalam kelas?" Tanya dosen.


"Aku minta maaf Pak. Itu tidak akan terjadi lagi." Balas ku.


"Kau lebih baik begitu. Lain kali jika kau melamun, maka aku akan mengirim mu keluar." Ucap dosen lagi.


"Iya Pak." Balas ku dan kemudian memperbaiki posisi dudukku.


Kali ini aku akan mencoba untuk berkonsentrasi lebih baik dalam mata kuliahku dan aku tidak akan menyebabkan masalah lagi.


Setelah perkuliahan selesai, aku pun keluar kelas dan aku melihat Aldi tengah berdiri dengan beberapa orang wanita di sekelilingnya. Popularitasnya terhadap para wanita belum juga berubah. Namun bagiku, tidak ada laki-laki yang berani mendekat ke arahku atau mereka akan dipukuli oleh Aldi.


"Nilam...." Teriak Aldi memanggilku dan berlari dari kerumunan para wanita itu. "Kau akhirnya keluar. Aku sudah menunggu dirimu sejak tadi." Ucap Aldi.


"Oh kelihatannya kau tidak menunggu aku karena kau begitu bersenang-senang dengan para wanita itu." Ucapku.


"Kenapa? Apa kau cemburu?" Tanya Aldi.


"Siapa yang peduli... hemmm." Ucapku hendak pergi.


Tapi Aldi langsung menarik ku dalam pelukannya dan aku dengan cepat ingin melepaskan diriku. Tapi dia bahkan memeluk aku dengan semakin erat.


"Aldi, apa yang kau lakukan? Orang-orang melihat ke arah kita." Ucapku.


"Maka biarkan saja mereka melihat. Biarkan mereka tahu bahwa aku adalah milikmu dan kau adalah milikku." Ucap Aldi.


"Sudah cukup, kita harus pergi sekarang. Dosen mungkin tidak akan menyukai ini." Ucapku.


Aldi lalu melepaskan pelukannya dariku kemudian dia mengambil tanganku lagi.


"Ikutlah bersamaku." Ucap Aldi memegang tanganku dan menarik aku ke arah mobilnya.


Aldi pun membawa aku pergi dengan mengendarai mobilnya.


"Kau mau bawa aku ke mana?" Tanyaku.


"Kau akan tahu nanti."


Dan hanya itu yang dia katakan kepadaku. Tidak peduli berapa kali aku bertanya kepadanya, jawabannya tetap sama. Tapi aku menjadi tidak sabar dengan perjalanan panjang ini. Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi aku merasa itu sangat panjang karena aku yang begitu penasaran.


Akhirnya rasa penasaranku menghilang saat kami tiba di sebuah bukit. Dari apa yang bisa aku lihat, ternyata seluruh kota tampak sangat jelas dari atas sini dan semuanya tampak begitu indah.

__ADS_1


"Wow Aldi.... Tempat ini...." Ucapku tak bisa menyelesaikan kata-kata yang ingin aku ucapkan karena begitu terpesona akan keindahan yang terpampang dihadapanku.


"Apa kau suka?" Tanya Aldi.


"Iya, tentu saja. Ini sangat indah." Ucapku dan terus melihat ke arah kota yang tampak begitu indah.


Saat aku berbalik, Aldi sudah berlutut dengan memegang sebuah cincin. Aku seolah kehilangan nafasku saat melihat dia mengarahkan cincin itu kepadaku.


"Aku sudah berpikir terlalu lama untuk akhirnya mendeklarasikan perasaan terdalam ku kepadamu. Walaupun sebenarnya kata-kata tidak bisa menggambarkan bagaimana aku mencintai dirimu. Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan bagaimana hidupku akan berjalan tanpa dirimu. Setiap momen dalam hidupku hanya diisi denganmu dan aku tidak punya tujuan hidup tanpa dirimu. Nilam Yuniarta Widuri... kumohon, bisakah kau selamanya menjadi bagian hidupku? Aku tidak bisa berjanji kepadamu tentang akhir yang bahagia. Tapi aku berjanji untuk selalu menjagamu dan mencintaimu. Jadi maukah kau untuk menjadi bagian dari hidupku dan jiwaku?" Ucap Aldi panjang lebar.


"Iya.... iya Aldi, aku mau menjadi segalanya bagimu." Ucapku.


Aldi lalu mengenakan cincin itu di jemariku. Kemudian aku melompat dalam pelukannya dan dia menggendong aku dan memutar tubuhku dengan begitu bahagia.


Setelah itu kami berbaring di atas mobil Aldi dan menatap ke arah langit malam yang begitu indah. Pada akhirnya kami pun kembali ke apartemennya.


"Kau bisa pergi untuk mandi. Aku akan mengurus hal lainnya." Ucap Aldi dan aku pun melakukan apa yang dia perintahkan.


Aku berganti pakaian menggunakan piyama dan aku mengeringkan rambutku dengan sebuah handuk. Saat aku melihat kearahnya, dia tengah begitu sibuk memainkan ponselnya. Aku lalu memeluknya dari belakang.


"Gracias." Ucapku.


"Apakah kau berterima kasih kepadaku dalam bahasa Spanyol?" Ucap Aldi.


"Aku bahkan bisa mencintaimu dalam setiap bahasa." Ucapku.


"Apapun itu, semuanya akan menjadi sempurna selama kau tidak meninggalkan aku." Ucap Aldi.


Aku tersenyum dan mendorong dia di atas tempat tidur. Aku duduk di atasnya saat dia berbaring di atas tempat tidur.


Pada awalnya dia tampak terkejut karena aku mengambil inisiatif untuk yang pertama kalinya. Kemudian dia tersenyum dan membisikkan sesuatu di telingaku.


"Aku sangat suka hadiah ini."


Aku memang mengambil inisiatif lebih dulu, tapi dia lah yang selalu mendominasi. Malam itu adalah malam yang indah bagi kami dan berakhir dengan aku yang menghabiskan sepanjang malam ku di apartemen miliknya.


Keesokan paginya, aku bangun dengan cepat dibandingkan Aldi. Aku menggunakan kaos putih miliknya yang terlihat besar dan terlalu panjang untukku. Jadi aku berjalan ke lantai membuka jendela dan melihat hujan yang tengah turun. Aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa bahwa hari ini begitu menyedihkan dan aku tidak tahu apa alasannya.


"Nilam.... Apa yang kau lakukan di sana? Kau akan kedinginan." Ucap Aldi.


"Langitnya tampak sedih." Ucapku.


"Apa yang kau katakan?" Tanya Aldi bingung.


"Aku tidak tahu bagaimana untuk mengatakannya. Tapi langit terlihat begitu sedih hari ini. Aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk Aldi." Ucapku.


Tanganku masih berada di jendela, saat aku merasakan kedua tangan yang begitu kuat memelukku dengan erat dari belakang.


"Jangan memikirkan tentang hal yang sedih. Aku ada disini dan selama aku ada di sini matahari akan selalu bersinar terang." Ucap Aldi.


Aku merasa lega saat Aldi memelukku dan aku mau dia memeluk aku lebih lama. Tapi kemudian dia melepas ku dan memutar tubuhku menghadap dirinya.


"Ayo kita tidur lagi. Ini masih terlalu pagi." Ucap Aldi.

__ADS_1


Aku mengangguk dan dia langsung menggendongku dan menaruh tubuhku di atas tempat tidur, kemudian dia berbaring di sisiku.


"Aldi, bisakah kau memelukku?" Ucapku.


"Tentu." Balasnya.


Dia langsung memelukku dan aku merasa begitu lega. Aku mau merasakan kehangatan tubuhnya dan merasa yakin bahwa dia ada bersamaku. Aku begitu takut dengan perasaanku yang merasa seolah akan kehilangan dirinya.


...****************...


Di hari yang sama setelah aku pergi meninggalkan apartemen Aldi, aku langsung pergi ke rumah Tante ku karena aku diminta untuk pergi ke sana. Saat aku tiba di sana, aku langsung menerima sebuah tamparan keras dari Tante ku.


"Dasar kau wanita murahan. Aku mengirim mu untuk belajar di kampus itu dan kau malah menghabiskan malam mu dengan seorang pria!" Ucap Tante.


"Tidak Tante, itu.... itu bukan seperti apa yang Tante pikirkan." Ucapku.


"Jadi kalau mencoba mengatakan bahwa aku ini berbohong. Kalau begitu, di mana kau semalam? Aku pergi ke kos mu dan kau tidak ada di sana. Jika aku tidak bertemu dengan temanmu, aku tidak akan pernah tahu trik kotor yang kau lakukan selama ini di kampus mu." Ucap Tante.


'Temanku?' pikirku dalam hati.


Aku tahu bahwa itu pasti bukan Lila karena Lila bahkan tidak ada di kos tadi malam. Jadi hanya Sinta yang pasti melaporkan aku sejak dia adalah musuhku dan juga merupakan tetangga kos ku.


"Itu tidak benar. Aku tengah bersama Aldi dan kami akan menikah secepatnya." Ucapku.


"Jangan membuat aku tertawa. Apakah kau masih berpikir bahwa kau itu adalah Cinderella atau apapun itu?" Ucap Tante.


"Tante...." Ucapku.


"Aku sudah mengatur sebuah pernikahan untukmu. Jadi kau akan menikahi CEO dari Gerry enterprise. Berbahagialah dengan hal itu." Ucap Tante.


"Tidak Tante, aku tidak bisa menikah dengannya. Aku sudah berjanji kepada Aldi bahwa aku...."


Aku kembali menerima tamparan lainnya dari Tante yang langsung membuat aku terjatuh ke lantai.


"Apakah kau berpikir bahwa kau punya pilihan lain? Keluarga kita akan bangkrut. Jadi untuk menyelamatkannya kami harus mengirimkan putri kami kepada pria tua itu. Dan kau lah yang harus mengambil posisi sepupumu itu. Sekarang telepon kekasih miskin mu itu dan katakan kepadanya bahwa m hubungan kalian sudah berakhir. Kau jangan lupa, bahwa adikmu dan hidup ibumu berada di tangan kami." Ucap Tante.


"Tidak.... Tante tidak bisa melakukan hal ini kepadaku." Ucapku merengek.


"Aku tidak memberikanmu pilihan lain. Penjaga... kunci dia di dalam kamarnya." Ucap Tante.


Saat itu juga aku merasa bahwa dunia berputar di sekelilingku. Aku merasa begitu sedih dan terluka dengan perasaan yang sama saat aku kehilangan seseorang yang penting bagiku.


Aku dikurung dalam duniaku sendiri dan pada akhirnya Tante ku memang benar bahwa aku bukanlah Cinderella dan aku tidak akan pernah menjadi dirinya. Aku tidak tahu bagaimana perasaan Aldi nantinya setelah dia menerima pesan putus dariku.


Apakah hatinya akan terluka sama seperti aku, atau dia hanya bisa melanjutkan hidupnya setelah hal ini dengan begitu mudah. Aku tidak bisa mengatakan apapun akan hal itu semua.


Sudah hampir satu bulan sejak aku dikunci di dalam rumah ini. Dan dalam waktu 2 minggu lagi, aku akan menikah. Tapi tidak dengan orang yang aku cintai.


Hanya ada satu kenangan yang aku miliki dari Aldi dan itu adalah cincin pertunangan yang dia berikan kepadaku.


"Aku minta maaf Aldi." Ucapku dengan air mata yang terjatuh ke pipiku dengan begitu deras dan tidak ingin berhenti dan itu adalah tanda dari rasa sakit yang aku rasakan.


(Flashback berakhir...)

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2