Mencintai Anak Suamiku

Mencintai Anak Suamiku
Informasi


__ADS_3

PoV Aldi


Hari ini aku memutuskan untuk menghabiskan waktuku bersama putra kecilku yang menggemaskan ini. Aku sangat bahagia sejak mengatahui bahwa dia adalah putraku bersama Nilam.


Tapi mengenai hubunganku dengan Nilam, aku akhir-akhir ini secara sengaja menghindar darinya karena aku ingin menginvestigasi semuanya lebih dulu.


Aku sudah meminta orangku untuk menyelidiki semuanya. Dan sudah ada banyak fakta yang aku dapatkan. Dimulai dengan pernikahan palsu yang Papaku lakukan dengan Nilam.


Informasi itu aku dapatkan langsung dari Papa beberapa hari yang lalu saat aku tidak bisa menahan diriku lagi untuj bertanya pada Papa. Dan saat Papa menjelaskan semuanya, aku merasa begitu lega. Setidaknya aku tidak bersalah nantinya jika aku ingin bersatu dengan Nilam karena ternyata dia tidak pernah sama sekali menikah dengan Papa.


Ternyata Papa melakukannya hanya untuk melindungi Nilam.


Seperti yang pernah dijelaskan Nilam, jika dulu dia dipaksa untuk menikah dengan Papaku agar hutang Tante dan Omnya itu bisa dilunasi.


Aku tak menyangka jika Papa ternyata sejak awal sudah mengetahui bahwa aku dan Nilam memang memiliki hubungan spesial. Dan karena itulah Papa memutuskan untuk memalsukan pernikahannya dengan Nilam, dengan tujuan melindungi Nilam dan adik Nilam dari kekuarga jahatnya itu.


Ponselku tiba-tiba berdering saat aku tengah menemani Leon yang bermain lego.


"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan informasi baru?" Tanyaku pada informanku yang meneleponku ini.


"Iya Tuan. Saya akan segera mengirimkan semua datanya kepada anda agar anda bisa membacanya sendiri. Dan ada beberapa bukti foto yang saya dapatkan juga." Ucap pria itu


Sambungan telepon pun terputus. Aku dengan segera memeriksa dokumen yang dikirimkan informanku itu.


Sedikitpun aku tidak terkejut membaca semuanya. Ternyata kecurigaanku memang benar. Selama ini orang yang mengkhianti Nilam adalah sahabatnya sendiri Lila.

__ADS_1


Dari bukti foto yang ada, terlihat jelas Lila yang tengah mengobrol dengan Tante dan Omnya Nilam.


Ternyata selama ini, Lila adalah orang yang selalu membuat hidup Nilam sengsara. Dia lah orang yang melaporkan Nilam kepada Tantenya saat dia berhubungan denganku di masa lalu.


'Wanita itu benar-benar iblis!'


Aku harus segera mengambil tindakan.


Aku lalu menelepon pihak yang berwajib untuk segera mendatangi kediaman Tante dan Om nya Nilam untuk membebaskan adik Nilam yang selama ini mereka sekap. Tak lupa aku juga mengirimkan semua dokumen dan bukti-bukti foto serta video itu pada Nilam. Aku ingin dia juga mengetahui semuanya.


"Bro, apa kau masih sibuk?" Tanya Leon yang tiba-tiba membuatku langsung mengalihkan pandanganku dari layar ponsel.


Aku tersenyum kepadanya lalu meletakkan ponselku diatas meja dan mendekatinya. Sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat bagiku untuk memberitahukan kepadanya bahwa aku ini adalah Papanya.


Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku yakin dia bisa mengerti akan semua yang aku katakan kepadanya.


"Apa kau mau mendengar suatu hal yang menyenangkan?" Tanyaku padanya.


"Tentu saja Bro." Balasnya dengan raut wajah yang tampak begitu senang.


Aku memegang wajahnya dengan kedua tanganku dan mencium keningnya.


"Bagaimana perasaanmu jika kau bisa bertemu dengan Papa kandungmu?" Tanyaku padanya.


"Tentu saja senang." Balasnya cepat.

__ADS_1


"Oh ya?" Ucapku.


Dia menganggukkan kepalanya.


"Apa kau mau pergi untuk bertemu dengannya sekarang?" Tanyaku lagi kepadanya.


Tiba-tiba dia menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanyaku.


"Papaku sudah ada di depanku." Balasnya.


Aku tampak terkejut setelah mendengarkan ucapannya itu.


"Aku sudah tau semuanya." Ucapnya santai.


"Ba... Bagaimana..."


"Aku sering melihat Papa masuk ke kamar Mama." Balasnya.


Wajahku langsung terasa memanas.


"Lihat saja, wajah kita itu mirip. Aku juga dulu sering mendengarkan Mama menangis dengan melihat foto Papa yang ada di ponselnya." Lanjut Leon.


Aku tak bisa berkata apa-apa dan langsung memeluk putraku yang begitu pintar ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2