Mencintai Anak Suamiku

Mencintai Anak Suamiku
Cinta Semalam


__ADS_3

PoV Author


Momen saat Nilam masuk ke dalam kamarnya dan menyadari bahwa Aldi ada berdiri di sana di samping jendela dengan memegang cincin miliknya. Nilam begitu terkejut sehingga dia tidak bisa mengatakan apapun atau bahkan berteriak kepada Aldi seperti yang selalu dia lakukan. Itu bukan tipe cincin yang berbeda itu adalah cincin yang sama yang diberikan Aldi kepada Nilam saat mereka masih berkencan dulu. Nilam selalu menyimpan cincin itu bersamanya dan tidak ada orang yang menemukan fakta tentang hal itu sampai sekarang. Namun, bagaimanapun juga Aldi akhirnya sudah menemukannya. Nilam pun berpikir bagaimana Aldi bisa menemukan cincin itu.


"Kenapa kau masih menyimpan ini bersamamu? Apakah kau memiliki perasaan kepada putramu sendiri dan jika kau masih memiliki perasaan untukku, kenapa kau menikahi Papaku? Kenapa kau meninggalkan aku?" Cecar Aldi.


'Kenapa?'


Nilam ingin mengatakan kepada Aldi tentang semuanya, tapi dia benar-benar tidak bisa mengatakannya.


"Bicaralah Nilam Yuniarta Widuri." Teriak Aldi dan Nilam tahu bahwa Aldi tampak tidak sabaran saat ini.


Aldi benci saat orang tidak menghiraukannya dan diam adalah hal yang sama bagi Aldi yang merupakan dimana orang sedang tidak dihiraukan.


"Maafkan aku." Ucap Nilam.


"Maaf? Kau selalu saja mengatakan hal yang sama, lagi dan lagi. Tapi itu bukanlah apa yang aku inginkan. Itu bukanlah jawaban yang aku butuhkan Nilam Yuniarta Widuri." Ucap Aldi.


Aldi lalu duduk di tempat tidur Nilam dan terus memandang ke arah cincin yang dipegangnya itu. Dia masih mengingat bagaimana momen dirinya memberikan cincin itu kepada Nilam. Semua kejadian itu seolah baru saja terjadi kemarin padanya.


"Aku tidak pernah tergila-gila kepada wanita manapun seperti aku menggilai dirimu. Pada awalnya aku berpikir bahwa aku hanya tertarik kepadamu, sama seperti saat aku merasa tertarik kepada wanita lainnya. Dan aku berpikir, nantinya saat aku sudah mendapatkan dirimu, maka aku akan kehilangan ketertarikan ku kepadamu cepat atau lambat tapi...."


"......"


"Aku ternyata salah dan kau menang Nilam Yuniarta Widuri...."


'Aku menang. Apa maksudnya itu?' pikir Nilam dalam hati.


Kemudian, Nilam pun akhirnya menyadari apa yang dimaksudkan oleh Aldi tentang dia yang sudah menang. Itu semua berarti bahwa dirinya sudah melukai hati Aldi dan menyebabkan Aldi merasakan rasa sakitnya patah hati. Tapi bagaimana dia bisa menyebut hal itu sebagai sebuah kemenangan?

__ADS_1


Satu-satunya kemenangan bagi Nilam adalah saat dia bisa memenangkan hati Aldi dan bukannya melukai hati Aldi.


Nilam secara tidak sadar berjalan mendekat ke arah Aldi dan ingin memeluk kepala Aldi, tapi dia langsung menarik tangannya kembali menjauh dari Aldi.


"Aku minta maaf." Ucap Nilam lagi.


"Maaf tidak akan mengubah apapun Nilam. Tidak peduli berapa kali kau mengucapkan hal itu. Permintaan maaf mu tidak akan merubah apapun di dalam hatiku." Balas Aldi.


"....."


"Itu tidak akan merubah fakta bahwa aku...."


Aldi tiba-tiba menarik Nilam ke arahnya dan membuat Nilam duduk bersamanya di atas tempat tidur.


"Aldi...."


Aldi menyela ucapan Nilam saat dia menarik Nilam dan menutup mulut Nilam dengan bibirnya. Dia mencium Nilam dengan sangat lembut kali ini. Tapi ciuman yang dia lakukan itu memperlihatkan perasaannya. Rasa sakit dan semua perasaan yang tengah dia rasakan selama ini. Nilam ingin mendorong Aldi menjauh, tapi entah kenapa dia tidak bisa melakukannya. Tubuhnya seolah meminta untuk melakukan semuanya lebih jauh lagi. Bahkan meski Nilam tahu bahwa semua yang dilakukannya itu tidak benar, tapi dia tidak bisa menghentikan semuanya.


Aldi tiba-tiba semakin menarik Nilam dan merubah situasinya. Dia membuat Nilam berbaring di bawah tubuhnya, tapi dia tetap tidak melepaskan ciuman mereka. Dia terus mencium Nilam dan bahkan berlanjut ke arah leher Nilam. Sementara tangannya sudah berada di balik pakaian Nilam dan mengusap tubuh Nilam yang begitu halus.


Nilam merasakan tubuhnya terasa terbakar dengan sentuhan dan ciuman dari Aldi di setiap bagian tubuhnya yang disentuh oleh Aldi.


"Ah.... Al... Aldi... kau harus menghentikan ini. Kumohon." Ucap Nilam.


Aldi tiba-tiba berhenti, tapi dia tidak melepaskan tangannya yang bergerak dari bawah pakaian Nilam dan terus mengusap tubuh Nilam dengan lembut.


"Bahkan setelah 3 tahun, tumbuh mu masih tidak bisa menolak aku. Hah! Jadi bagaimana aku bisa menghentikan semua ini saat kau terus membuat aku merasa panas." Ucap Aldi.


"Aku.... Aku tidak ah..."

__ADS_1


Nilam terus merintih di bawah tubuh Aldi dan memegang tubuh Aldi dengan sangat erat. Dan nyatanya hal itu semakin membuat Aldi merasa memanas.


Nilam tahu bahwa dia harus melawan gejolak yang ada dalam dirinya saat itu. Dia benar-benar ingin Aldi untuk menghentikan semua aksi mereka itu. Tapi dia tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa tubuhnya bereaksi pada setiap sentuhan yang diberikan Aldi. Nilam merasa malu pada dirinya sendiri karena merasakan hal itu terhadap Aldi.


"Aku.... aku.... seharusnya tidak... Ini.... ini tidak diperbolehkan. Ini salah... Ini tidak baik...." Ucap Nilam terbata-bata.


Aldi tersenyum dengan rasa malu dari Nilam saat Nilam tampak bernafas terengah-engah dengan mengalihkan wajahnya untuk tidak menatap ke arah Aldi. Aldi tahu apa yang dimaksudkan Nilam, tapi sekarang Aldi akhirnya bisa mengontrol dirinya sendiri. Namun dia tetap tidak bisa menghentikan semuanya. Aldi lantas memegang dagu Nilam dengan tangan kanannya untuk membuat Nilam melihat ke arahnya. Sementara tangan lainnya terus mengusap tubuh Nilam.


"Aku tidak tahu apa yang boleh atau tidak boleh di dunia ini sejak aku bertemu denganmu." Ucap Aldi.


"Hah?" Ucap Nilam bingung.


"Aku mengakui bahwa aku membencimu. Aku membenci bagaimana pengaruh yang kau berikan kepadaku. Aku benci fakta bahwa kau bukan lagi milikku. Aku benci fakta bahwa kau meninggalkan aku dan malah menikah dengan Papa ku. Aku benci semua tentang dirimu. Tapi aku tahu bahwa aku hanya membodohi diriku sendiri. Aku hanya... Aku hanya membenci bagaimana aku mencintai dirimu."


"....."


Nilam benar-benar tidak bisa mengatakan apapun. Saat itu dia berpikir bahwa dialah orang satu-satunya yang terluka. Dia tidak pernah berpikir bahwa Aldi, pria berhati dingin dan seorang playboy terkenal itu bahkan lebih terluka dibandingkan dirinya.


Nilam tidak bisa mengatakan apapun. Dia lalu mengulurkan tangannya dan menarik Aldi mendekat ke arah tubuhnya dan mencium Aldi. Ciumannya itu membuat Aldi tersadar dan kemudian Aldi merespon cuman Nilam dan mencium Nilam dengan ritme yang sama. Bahkan kali ini dia jauh lebih dominan, kemudian tangannya mulai menjamah seluruh tubuh Nilam dan membuka satu persatu pakaian Nilam.


"Kau hanya akan menyalahkan dirimu sendiri Nilam Yuniarta Widuri. Bahkan jika kau menyesali apa yang terjadi saat ini hari berikutnya, kau hanya harus menyalahkan dirimu sendiri." Ucap Aldi.


Setelah ucapannya itu, Aldi kembali mencium Nilam dan beralih ke arah dada Nilam kemudian mulai mencium seluruh tubuh Nilam.


Nilam sudah tidak bisa membalikkan situasinya ataupun menolak Aldi. Nilam seolah pasrah membiarkan Aldi melakukan apapun yang dia inginkan terhadap tubuhnya. Nilam tidak tahu apakah dia akan menyesali hal itu hari berikutnya atau tidak. Tapi malam ini, dia hanya ingin untuk memikirkan dirinya sendiri. Dia mau menjadi orang yang egois. Dia mau menjadi seseorang yang berbuat kriminal, pendosa atau menjadi orang yang tidak tahu terima kasih. Hanya saat itu, dia ingin untuk tidak menghiraukan dunia di sekitarnya dan itu cukup berbahaya baginya.


"Malam ini kau tidak bisa melarikan diri dariku. Kau hanya menjadi milikku dan bukan orang lain." Ucap Aldi.


Iya, malam itu Nilam adalah milik Aldi dan Aldi membuat semuanya menjadi nyata. Dia membuat Nilam menjadi miliknya. Dia itu seperti seekor serigala yang sedang menaruh tanda di daerah teritorialnya dan teritorial Aldi adalah Nilam dan bukan orang lain. Serigala yang ada di atas tubuh Nilam saat ini, adalah seekor serigala yang tidak pernah bisa kenyang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2