Mencintai Anak Suamiku

Mencintai Anak Suamiku
Bertemu Lila


__ADS_3

PoV Nilam


Aku dan Alex tengah berada di dalam sebuah restoran untuk makan siang saat aku tiba-tiba mendapat sebuah pesan dari Aldi.


Awalnya aku pikir dia akan menyapaku dan mengatakan bahwa dia merindukan aku. Tapi ternyata dia hanya mengirimkan sebuah dokumen tanpa memberikan penjelasan apapun.


'Dokumen apa ini?' pikirku.


Sembari menyantap makan siang yang ada dihadapan kami, aku mulai membuka dokumen itu dan membaca isi dari dokumen itu.


Aku begitu terkejut setelah membaca isinya yang bahkan langsung membuatku tersedak.


"Ada apa denganmu?" Tanya Alex yang langsung memberikan air minum padaku.


Aku langsung meminum air itu dan mengusap dadaku.


"Ada apa?" Tanya Alex lagi.


Aku lalu menatap Alex dengan tajam yang membuat Alex semakin bingung.


"Kau kenapa?" Tanya Alex lagi. "Jangan katakan jika kau mulai belok karena melihat penampilan baruku." Lanjutnya.


"Sialan!" Ucapku langsung menepuk pundaknya.

__ADS_1


Wajahku terasa panas mengingat isi dokumen yang aku baca itu. Aku tidak menyangka jika Lila sudah melakukan semua itu. Pantas saja sejak dulu Alex selalu memperingatkan aku dengan mengatakan bahwa Lila adalah wanita bermuka dua.


Aku lalu memberikan ponselku pada Alex.


Brak!!!


Aku begitu terkejut saat Alex menggebrak meja yang dipenuhi dengan makanan kami itu. Bahkan pengunjung lainnya di restoran itu melihat kearah kami karena terkejut. Aku lalu mengatupkan tanganku sebagai permintaan maaf karena sudah membuat mereka terkejut.


"Sudah aku katakan padamu bahwa Lila itu wanita yang bermuka dua. Tapi kau tidak mau percaya padaku. Sekarang kau lihat sendiri buktinya." Ucap Alex penuh kemarahan.


Aku benar-benar tidak bisa menahan air mataku yang jatuh begitu saja ke pipiku.


"Berhentilah menangis. Setidaknya kau sudah tahu bagaimana watak sebenarnya dari wanita yang selama ini kau sebut sebagai sahabat itu." Ucap Alex padaku.


"Kau dimana?" Tanyaku dengan suara yang berusaha tidak bergetar karena marah.


"Aku sedang di tempat gym. Ada apa?" Balas Lila.


"Bisakah kita bertemu? Aku ingin curhat denganmu." Ucapku.


"Tentu saja. Apapun untuk sahabat terbaikku." Balas Lila lagi.


"Temui aku di taman kota." Ucapku.

__ADS_1


"Tentu." Balasnya.


Sambungan telepon terputus. Aku dan Alex lalu keluar dari dalam restoran tanpa menghabiskan makanan kami. Aku sudah tidak mood untuk makan setelah mengetahui semuanya. Aku ingin bertemu dengan Lila dan menanyakan kepadanya apa alasannya melakukan semua ini padaku.


Lima belas menit kemudian, kami sampai di taman dan menunggu kedatangan Lila. Aku terus meminta Alex untuk tenang, karena sejak awal datang kemari dia mengatakan padaku bahwa dia ingin memukuli wajah Lila.


Setelah menunggu selama sepuluh menit, Lila akhirnya datang dengan senyuman lebar di wajahnya. Namun saat dia melihat sosok Alex, senyumannya langsung menghilang.


"Kenapa dia ada disini?" Tanya Lila menunjuk Alex.


"Karena aku adalah sahabat baik Nilam." Balas Alex geram.


Lila mendekat ke arahku dan langsung memelukku.


"Sudah cukup lama kita tidak bertemu. Aku merindukanmu. Bagaimana kabar Leon dan bagaimana keadaan di rumahmu? Lalu bagaimana hubunganmu dengan Aldi?" Ucap Lila mencecar ku dengan banyak pertanyaan.


"Cih! Dasar ular!" Ucap Alex.


"Apa maksudmu?" Teriak Lila.


Lila hendak maju mendekat ke arah Alex. Aku langsung menghalangi Lila.


"Hentikan." Ucapku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2