
PoV Nilam
Beberapa hari atau 2 hari kemudian tepatnya setelah kami bersama bersenang-senang di kolam semuanya terasa menyenangkan, tapi yang jelas bukan karena adanya sepupuku Maria di sana tapi karena Aldi juga ternyata ikut bergabung. Aku pikir dia akan pergi bekerja, namun ternyata dia mengurungkan niatnya dan malah bergabung bersama kami bahkan membawa serta Ruben, temannya yang juga ikut bersama kami.
Tapi itu bukanlah yang aku harapkan. Aku pikir aku akan disalahkan oleh Aldi karena menyakiti temannya karena aku sungkan untuk berinteraksi dengan Ruben. Tapi nyatanya dia itu pria yang baik dan juga bersikap ramah kepadaku.
Kesenangan di kolam berakhir dengab cepat dan kami kembali ke hari-hari biasa kami.
Sebenarnya semuanya tidak terlalu normal bagiku Karena setelah hari itu Aldi mulai bertingkah aneh padaku dan aku tidak tahu kenapa dia lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor. Dia bahkan sering pulang terlambat ke rumah dan jarang makan malam bersama kami. Aku rasa sikapnya itu cukup baik dan positif karena nyatanya Maria sudah menyerah untuk mendekat dengannya. Tapi jujur saja itu membuatku khawatir tentang dirinya.
Sudah cukup lama dia tidak datang ke kamarku. Aku bukannya tergila-gila kepadanya dan sangat menginginkan dia untuk datang ke kamarku. Tapi jujur saja, aku benar-benar merindukannya dan aku juga khawatir kepada dirinya.
Pagi ini, Maria akhirnya kembali pulang ke rumahnya. Sepertinya misi yang dia punya untuk menghoda Aldi sudah gagal dan dia menyerah. Tapi yang aku lihat, selama dia ada disini, dia mulai dekat dengan Om Rommy. Entah ada hubungan apa diantara mereka.
"Hati-hati dijalan." Ucapku pada Maria yang berjalan keluar rumah.
"Hmm..." Balasnya.
Dari arah tangga, sosok pria yang seharusnya ku panggil Om itu berlari tergopoh-gopoh.
__ADS_1
"Tunggu Maria....!!" Teriaknya.
Maria tampak berbalik, dan sebuah senyuman muncul di wajahnya.
"Biar aku mengantarmu pulang." Ucap Om Rommy.
"Tentu saja, dengan senang hati." Balas Maria seraya mengedipkan matanya.
Aku merasa mual melihat interaksi diantara mereka berdua.
Setelah itu mereka berdua pun keluar dari dalam rumah secara bersamaan.
Hari ini aku akan pergi hangout bersama Alex. Dia ingin mengajakku pergi berbelanja dan sekedar berjalan-jalan di mall. Aku ingin mengajak Leon, mengingat hari ini adalah akhir pekan, aku tidak perlu bekerja dan dia juga tidak ada jadwal dari home schoolingnya. Tapi Leon tidak mau ikut dengan alasan ingin bermain di rumah saja.
"Yakin Mama. Aku di rumah akan bermain dengan sahabat baikku." Balas Leon.
'Sahabat baik! Tentu saja itu Aldi.' ucapku dalam hati.
"Baiklah sayang. Kalau begitu jaga sikapmu ya. Jadilah anak yang baik dan jangan menyusakahkan sahabatmu itu." Ucapku.
__ADS_1
Leon hanya mengangguk kemudian berlari menuju lantai atas.
Jujur saja, aku sedikit bingung. Apa alasan sebenarnya Aldi menghindar dariku beberapa hari belakangan ini?
Tapi ya sudahlah. Setidaknya dia masih punya waktu untuk bersenang-senang bersama putranya sendiri.
Aku lalu keluar rumah setelah Alex datang menjemputku.
Beberapa saat kemudian, kami berdua tiba di mall terbesar di kota ini. Kami menghabiskan waktu kami untuk bersenang-senang. Shopping, makan-makan dan bahkan aku berhasil memaksa Alex untuk melakukan perawatan di sebuah salon kecantikan.
"Kenapa kau membawaku kemari? Aku jijik dengan tempat ini." Ucap Alex padaku.
"Ayolah. Datang ke salon itu bukan berarti kau harus merubah penampilanmu. Tapi kau bisa membuat tubuhmy merasa santai dengan melakukan perawatan. Paling tidak melakukan keramas dan pijatan di kepala. Aku yakin kau akan menyukainya." Ucapku panjang lebar mencoba untuk meyakinkan sahabatku itu.
Dia akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti keinginannku.
Selalu menyenangkan rasanya setiap kali aku jalan dengan Alex. Senyumnya begitu tulus dan entah kenapa jalan bersamanya terasa berbeda dengan saat aku jalan bersama Lila.
Aku selalu merasa bahwa Lila sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku.
__ADS_1
Ah! Entahlah.
Bersambung...