
Lila lalu menarik ku sedikit menjauh dari Alex.
"Sudah aku katakan kepadamu sebelumnya jika kita bertemu, jangan kau bawa dia." Ucap Lila.
"Kenapa memangnya?" Ucapku dengan suara meninggi. "Setidaknya dia lebih cocok disebut sebagai sahabat baik dibandingkan denganmu." Lanjut ku.
"Apa maksudmu?" Tanya Lila dengan wajah bingung juga marah.
"Katakan padaku Lila. Apa kesalahan yang sudah aku lakukan padamu sampai kau melakukan semua ini padaku. Aku tidak pernah menyangka bahwa kaulah orang yang sudah memisahkan aku dengan semua orang yang ku sayangi. Kau lah yang membuat aku sampai harus berpisah dengan Aldi dan menikah dengan Papa nya. Kau lah orang yang sudah membuat aku selalu terpisah dengan adikku. Kenapa Lila. Kenapa?" Cecar ku padanya.
"Aaa... Apa maksud mu? Omong kosong apa yang kau bicarakan ini." Balas Lila gugup.
"Heh ular. Berhentilah berpura-pura karena Nilam sudah mengetahui semuanya. Aldi sudah mengirimkan semua bukti kejahatan mu padanya." Ucap Alex.
Wajah Lila berubah pias. Dia awalnya begitu gugup, namun tiba-tiba dia menyeringai.
"Kenapa Lila? Kenapa?" Tanyaku lagi.
"Karena aku benci padamu." Jawab Lila. "Aku benci padamu karena kau selalu mendapat semua perhatian yang seharusnya aku dapatkan." Lanjut Lila.
__ADS_1
Aku bingung dengan alasan yang berikan Lila.
"Sejak kita masih duduk di bangku sekolah, kau sudah mencuri perhatian semua orang yang seharusnya akulah yang mendapatkannya. Pertama kau menggoda Reno, dan kemudian beberapa pria lainnya. Lalu saat duduk di bangku kuliah, kau malah merebut Aldi dariku. Apa lebihnya dirimu sampai kau bisa menarik perhatian mereka? Padahal aku lebih cantik darimu. Kau begitu murahan, segala cara kau gunakan untuk bisa menarik perhatian Aldi bahkan sampai kau mau memberikan tubuhmu itu. Aku benci kau karena semua itu." Ucap Lila.
Plak!!!
Sebuah tamparan mendarat di wajah Lila. Aku melihat wajah Alex yang dipenuhi kemarahan.
"Dasar tak tahu malu. Seharusnya aku memberikan pukulan lebih keras di wajahmu itu." Ucap Alex.
"Terserah, kau mau menganggap ku apa." Teriak Lila. "Yang pasti tujuanku untuk memisahkan mu dengan Aldi berhasil. Kau tidak akan pernah bisa bersatu dengan Aldi karena kau sudah menjadi Ibu tiri baginya." Ucap Lila kemudian tertawa. "Kau bahkan memberikan seorang adik untuknya. Jadi, kau selamanya akan menderita." Lanjut Lila.
"Kau salah Lila. Aku memang menikah dengan Papa nya Aldi, tapi dia sama sekali tidak pernah menyentuhku. Dan asal kau tahu, Leon itu adalah anak dari Aldi." Ucapku.
"Cih! Melahirkan anak haram saja kau bangga."
Plakk!!
Kali ini giliran aku yang menampar Lila. Aku sudah tidak bisa menahan diriku lagi.
__ADS_1
"Mau kau menamparku seratus kali pun, kau tidak akan pernah bisa bersatu dengan Aldi. Kau sudah menjadi istri dari Papa nya bagaimana mungkin kau bisa menjadi istrinya lagi. Hahaha...." Lila tertawa jahat.
"Sekali lagi kau salah." Ucap Alex
Aku yang bingung lantas menatap Alex.
"Kau pasti belum membaca semua dokumennya Nilam." Ucap Alex padaku.
"Apa maksudmu?" Tanyaku bingung.
"Papa nya Aldi tidak pernah menikahi mu secara sah. Dia memalsukan status pernikahan kalian agar adikmu aman. Sekarang aku yakin, Aldi sudah bertindak dengan menjemput adikmu ke rumah Om dan Tante mu itu. Aku juga yakin, Om dan Tante mu itu akan dilaporkan ke pihak yang berwajib oleh Aldi karena sudah menyekap adikmu dan bahkan terhitung menjual mu demi melunasi hutang mereka. Kalau kau tidak percaya padaku, kau bisa membaca lagi dokumennya sampai habis dan langsung bertanya pada Aldi." Ujar Alex panjang lebar.
"Tidak mungkin." Ucap Lila.
Alex hanya menyeringai. Dia lalu mengambil botol minuman yang ada di dalam tasnya kemudian dengan santai dia menuang minuman cola itu ke atas kepala Lila.
"Kau pantas mendapatkan ini." Ucap Alex lalu menarik ku pergi dari taman itu.
Bersambung...
__ADS_1