Mencintai Tentara Arogant

Mencintai Tentara Arogant
39. Flash Back in Bali 4


__ADS_3

Bali, 2014.


"Kak! Pelan pelan bisa gak sih ngomongnya?" kesal Yovien.


"Maaf," jawab Allen lemah.


"Kakak mau kita dianggap anak gak mampu? Padahal anak konglomerat?" tindas Yovien.


"Tapi selama satu semester ini kita memang gak mampu," sahut Allen datar.


"Yaudah kakak ajuin aja sana beasiswa," ketus Yovien.


"Heh?! Ngapain kan sekolahnya udah dibayar mamah, SMA mana bisa beasiswa buat biaya hidup," kesal Allen pada adiknya itu.


"Iya juga ya," batin Yovien dalam hati. Tetapi ia tak mau menjawabnya, karena Yovien enggan jika harus jalan berdebat dengan Allen.


"Yaudah kakak ke kelas dulu," ucap Allen singkat, kemudian berlalu meninggalkan kelas Yovien.


Tet...tett...


Bunyi jam masuk telah terdengar. Menandakan sebentar lagi guru akan masuk ke kelas dan pelajaran akan segera dimulai.


Yovien mengikuti pelajaran dengan fokus dan rajin seperti biasanya. Saat jam istirahat, sama seperti sebelumnya, Allen mendatanginya ke kelas, namun kali itu Allen tak membawa apa-apa ketika menghampiri Yovien, tak ada cokelat panas.


"Dek? Baik baik saja kan? Ini udh jam istirahat, tidur aja nanti kalo udh jam masuk kakak bangunin," ucap Allen.


"Iya," sahut Yovien singkat kemudian meletakkan kepalanya di atas meja. Dan Allen  masih berdiri di depan pintu kelas Yovien selama jam istirahat yang hanya berlangsung 15 menit itu.


Ketika Allen tengah berdiri menunggui adiknya tidur itu, terdengar desas desus bisikan dari para siswa atau siswi. Baik yang didalam maupun luar kelas Yovien.


"Itu kakak adik beneran? So sweet banget mereka," ujar salah satu siswi yang rambutnya dikunci kuda.


"Kakak sama adik ganteng semua ya," sahut salah satu dari mereka. Setelah 15 menit Allen berdiri Di kelas Yovien akhirnya terdengar bunyi bel masuk, tanda akan dimulainya kembali pelajaran berikutnya.


Tet.....Tet.....Tet....Tet....


"Dek, udah masuk bangun!" ujar Allen yang melangkahkan kakinya kembali kedalam kelas Yovien dan mengguncangkan bahu Yovien pelan agar ia bangun.


Dan Yovien pun perlahan berusaha membuka matanya.


"Udah masuk lagi kah? Cepat sekali," gumamnya meski belum sepenuhnya sadar.


"Iya udah masuk, kakak lihat catatan kamu tadi yang jam pertama sama kedua, mana?" tanya Allen.


"Ini," jawab Yovien sambil menyerahkan buku catatannya.


Dan Allen segera memeriksa buku catatan adiknya itu.


"Oke bagus, semester dua ini target kita peringkat 1 paralel ya," ujar Allen pada Yovien yang ini duduk di kelas 1 SMA.

__ADS_1


"Hah?!" kaget Yovien.


"Waktu di SMP Allenandria sampe kelas 3 kemarin kan kamu peringkat dua terus, gak bisa ngalahin perempuan cupu berkacamata yang kulitnya putih, siapa ya?eh iya Nita itu, haha," ledek Allen pada Yovien. Mereka berdua memang berada di SMP yang sama, Allenandria School Semarang.


"Cukup kak!" Yovien tampak kesal.


"Haha, dan saat SMA di Allenandria pun kemarin waktu semester 1 sebelum kita pindah kesini kamu gabisa ngalahin siswi perempuan cantik yang bersekolah dengan beasiswa itu, haha," ledek Allen kembali.


"Kak, udah mau datang gurunya, ke kelas sana gausah berisik disini!!!" kesal Yovien semakin menjadi.


"Padahal temen kamu itu kan gak pernah belajar, setiap jam istirahat kakak lihat dia menari atau duduk di ruang gamelan main musik, sementara kamu belajar dengan keras sambil kakak bawain cokelat panas, hahaha," Kini Allen tertawa keras. Ia merasa puas ketika meledek adiknya dalam hal prestasi. Tujuannya tak lain hanya ingin membuat Yovien semangat dan rajin belajar.


"Udah kak diam! Mentang mentang peringkat satu paralel dari SD, awas aja kalo kakak disini nanti malahan yang turun peringkat kakak, hati hati loh kak! Biasanya yang mengejek kemakan omongan sendiri!" tindas Yovien.


"Ya gak mungkin lah kakak turun peringkatnya, mau sekolah dimanapun kakak itu jenius! Hahaha!" ucap Allen menyombongkan diri sendiri, kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kelas Yovien.


"Kakak yang menyebalkan!" umpatnya dalam hati.


Sesaat kemudian guru kelas Yovien pun datang.


***


Saat kembali ke kelas Allen langsung duduk di bangkunya. Di nomor dua paling pinggir sebelah dinding kelas. Sesaat kemudian setelah ia duduk, ibu guru telah masuk ke kelas.


"Selamat siang anak anak, betul ini kelas 11 IPA 1 ya," sapa Bu Nana megucapkan salam pada murid muridnya dan segera memulai pelajaran, saat itu jam pelajaran biologi. Bu Nana adalah guru yang mengampu mata pelajaran


"Betul buuuu," jawab siswa siswi di kelas itu dengan kompak.


"Oke karena kita baru pertemuan pertama di semester dua ini, ibu mau perkenalan dulu ya, nama ibu bu nana, untuk yang sudah pernah diajar ibu pasti tau ya nama ibu, bagaimana sifat ibu, pasti sudah hafal ya, ada yang sudah pernah diajar sama saya?" tanya Bu Nana pada seluruh murid di kelas Allen.


"Saya bu, sudah pernah diajar ibu waktu di kelas 10 IPA 2," ujar salah satu siswa yang duduk di bangku tengah sambil mengangkat tangan.


"Oke, apa saja yang gak boleh di lakukan saat ibu sedang mengajar?" tanya Bu Nana.


"Tidak boleh pegang hp, tidak boleh menyandarkan kepala diatas meja, tidak boleh mengantuk, tidak boleh makan di kelas, dan tidak boleh mengobrol dengan teman, Bu."  jelas siswa bernama niko yang mengangkat


tangannya tadi.


"Oke, sudah jelas ya peraturannya saat jam saya, sekarang kita buka buku modul halaman 2, tentang macam macam tulang dan fungsinya," perintah Bu Nana.


Semua siswa di kelas tersebut mengikuti perintah Bu Nana, termasuk Allen. Ia membuka buku modul barunya itu. Allen tampak tenang, dan tetap cool.


Dan Bu Nana kini berjalan menuju sudut papan tulis, mengambil spidol dan tampak menulis judul materi "Alat Gerak pada Manusia" di papan tulis itu.


"Kita hari ini akan belajar alat gerak pada manusia ada dua macam, yaitu alat gerak pasif dan aktif. Kali ini, kita akan fokus membahas tulang sebagai alat gerak pasif," ujarnya setelah menulis judul di papan tulis.


"Kamu silakan dibaca paragraf pertama halaman dua!" perintah Bu Nana pada siswi yang duduk di bangku paling depan.


"Baik bu. Alat gerak aktif pada manusia adalah otot, sedangkan alat gerak pasif pada manusia adalah tulang. Tulang disebut sebagai alat gerak pasif karena digerakkan oleh otot. Sementara itu, otot disebut sebagai

__ADS_1


alat gerak aktif," ujar siswi itu membaca buku modul biologinya.


"Oke, paragraf bawahnya gantian kamu," Bu Nana menunjuk siswa bernama niko yang tadi mengacungkan tangannya menjawab sederet peraturan yang tidak boleh dilakukan ketika Bu Nana sedang mengajar di kelas.


"Iya bu, paragraf kedua yaitu fungsi tulang.


Selain sebagai alat gerak pasif, tulang juga berfungsi sebagai tempat perlekatan otot, tempat penyimpanan mineral, memfasilitasi pergerakan tubuh, tempat pembentukan sel darah, tempat produksi sel imun, dan tempat penyimpanan energi tubuh. Tulang-tulang manusia membentuk satu kesatuan susunan yang disebut dengan rangka. Rangka sendiri berfungsi sebagai pelindung organ vital, pemberi bentuk dan postur tubuh, serta sebagai penopang tubuh. Sudah bu," ujar Niko.


"Oke cukup. Sekarang sisanya gantian siswa tampan yang duduk dekat dinding itu," tunjuk Bu Nana pada Allen.


Mendengar kata tampan, seketika seluruh siswa dan siswi di kelas tersebut menengok kearah Allen. Sementara Allen tetap bersikap datar dan cool.


"Baik bu. Paragraf selanjutnya, macam-macam tulang berdasarkan bentuknya. Berdasarkan bentuknya, tulang dibagi menjadi 5 macam, yaitu tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulang tidak beraturan, dan tulang


sesamoid," ujar Allen membaca setiap tulisan pada paragraf modul biologi halaman 2 itu.


"Oke, karena di modul tidak dijelaskan masing masing pengertiannya, bisa kamu jelaskan pada temen teman tentang yang kamu baca di buku tadi?" tanya Bu Nana mengukur kemampuan Allen. Sebelumnya Bu Nana memang sudah mendengar desas desus ada dua siswa tampan dan pintar bernama Allen dan Yovien, anak konglomerat yang pindah dari Allenandria School Semarang ke sekolahnya.


"Baik bu, saya jelaskan sedikit tentang macam macam tulang dari pengetahuan saya. Yang pertama tulang pipa, tulang pipa memiliki bentuk silindris memanjang dan berbonggol di kedua ujungnya. Tulang ini dapat ditemukan pada anggota gerak, yaitu tangan dan kaki. Tulang pipa berfungsi untuk memfasilitasi pergerakan dengan bekerja seperti tuas. Contoh tulang pipa antara lain tulang lengan atas dan tulang paha," jelas Allen.


"Oke, kalo tulang pipih?" tanya Bu Nana lagi.


"Tulang Pipih, ya kita mengingat saja, seperti namanya, tulang pipih memiliki bentuk yang pipih dan sedikit melengkung. Tulang ini dapat ditemukan pada kepala, dada, serta pinggul. Tulang pipih berfungsi untuk melindungi organ vital dan meningkatkan area perlekatan otot. Contoh tulang pipih antara lain tulang penyusun tengkorak dan tulang belikat," jawab Allen dengan percaya diri.


"Pintar, iya memang pintar," batin Bu Nana.


"Selanjutnya tulang pendek? Bisa jelasin juga?" tanya Bu Nana yang kini berjalan mendekati Allen. Ia benar benar kagum dengan Allen.


"Untuk tulang pendek, tulang pendek memiliki bentuk seperti kubus yaitu panjang, lebar, dan tingginya hampir sama. Tulang ini dapat ditemukan pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki. Tulang pendek berfungsi untuk memberi kekuatan pada area yang memiliki pergerakan terbatas. Contoh tulang pendek


yaitu tulang pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki," jelas Allen kembali.


"Menakjubkan, tulang tidak beraturan dan tulang sesamoid?"


Lagi lagi Bu Nana bertanya kembali, ia terlalu kagum dengan kecerdasan Allen.


"Untuk tulang tidak beraturan memiliki bentuk kompleks dan tidak beraturan. Tulang ini dapat ditemukan pada wajah dan ruas tulang belakang. Tulang tidak beraturan berfungsi untuk memberi bentuk wajah, menopang tubuh, dan melindungi sumsum tulang belakang. Contoh tulang tidak beraturan adalah tulang-tulang pada ruas tulang belakang. Selanjutnya yang terakhir tulang sesamoid, tulang ini memiliki bentuk seperti biji wijen. Tulang ini dapat


ditemukan pada lutut, telapak tangan, dan telapak kaki. Tulang sesamoid berfungsi untuk melindungi tendon dari gesekan dan tekanan. Contoh tulang sesamoid adalah tulang tempurung lutut," jelas Allen panjang lebar kali


tinggi menuruti kemauan Bu Nana.


Dan tanpa disangka, sesaat setelah Allen menjelaskan dengan nada cool dan penjelasan yang mudah dimengerti itu langsung diapresiasi dengan tepuk tangan oleh teman temen sekelasnya.


***


Bersambung^^


Jangan lupa kasih ulasan ya^^

__ADS_1


__ADS_2