MENCURI ISTRI TETANGGA

MENCURI ISTRI TETANGGA
Bab 17. Please Gak Usah Lebay


__ADS_3

Amelia merasa sedikit tertekan dengan adanya uang yang dipinjamkan oleh El. Dia tidak ingin orang lain ikut campur dalam urusan rumah tangganya. Namun bagaimana lagi suaminya sudah menghabiskan uang itu tanpa sisa.


“Oke, tetapi gue tidak yakin suami lu itu sanggup melunasi uang-uang itu, dan dia sendiri yang kemarin ingin menyerahkan elu sebagai jaminannya kepada gue.” El mencoba mendekati Amelia.


“Jaga bicara Anda Mas! Dan jangan berani macam-macam!”


El hanya tersenyum geli melihat Amelia berlari kecil keluar, ia berhasil menggoda Amelia.


...****************...


El bersiap ingin pergi ke peternakan seperti biasanya, menunggu Abang Iparnya menjemput, ia duduk diteras.


Ardan juga isterinya Amelia keluar rumah bersama.


“Duh makin romantis aja nih,” sapa Bu


“Oh Iya Bu, karena isteri saya ini lagi mode manja terus, tiap malam saya kewalahan,”


Mendengar itu El hanya menarik nafas panjang, “Ya elah gitu doang di umbar,” sambung El.


“Ya suka-suka kitalah kenapa situ sewot? Oh iya situ kan belum ada isterinya gimana mau paham, jagain isteri lagi hamil muda,” angkuh Ardan memanasi.


El malas menanggapinya, ia hanya membuang pandangan matanya dari mereka berdua.


“Sayangku, cintaku, oh manisku, Abang pergi duluan ya, kamu hati-hati kerjanya, ingat jangan terlalu capek, I Love You sayang,” pamit Ardan pada dahi Amelia sambil mengecup keningnya.

__ADS_1


Amelia hanya tersenyum malu, rona merah menghias di pipinya.


“Sebentar-bentar romantis, nanti selanjutnya bertengkar lagi, Please gak usah lebay!” sahut El muak dengan keromantisan mereka.


“Hahaha, keliatan situ mode julid pasti iri ya? Kasihan deh elu!”


“Sudahlah Bang cepatlah kerja nanti terlambat,” sela Amelia.


“Oke sayang, bye bye!” Dadah Ardan gemes.


...****************...


“Hahahaha...,” Andreas tertawa lepas.


“Sudah puas belum elu ketawanya?” geram El.


“Idih siapa yang cemburu, gue cuma muak lihat mereka yang lebay,” kilah El.


“Ah masa? Elu gak bisa bohongin gue, hahaha... baru kali ini gue lihat elu cemburu sama cewek dan itu hanya berlaku untuk Amelia seorang,” sambung Andreas.


Memang setelah dikhianati Nia Anantasya, El sepertinya sudah mati rasa terhadap perempuan, tetapi ketika bertemu lagi dengan Amelia, kenapa perasaan suka itu kembali muncul?


Bagaimanapun El ingin membantah perasaan itu, tetapi nyatanya ia masih tenggelam dalam kenangan bersama Amelia.


“Apakah dia yang menjadi alasan elu untuk terus bertahan tinggal dikontrakan itu?”

__ADS_1


“Gue masih pengen lihat apakah si Ardan bener-bener berubah untuk Amelia?”


“Jadi elu tetap berharap Amelia untuk pisah dengan suaminya?”


“Bukan begitu juga sih, intinya gue akan terus awasi sikap dia ke Amelia. ”


“Gil* elu emang sengaja jebak mereka agar elu terlibat dalam rumah tangga Amelia dan elu mau niat ingin mencuri Isteri tetangga?”


“Kalau gak bisa curi dia lewat jalur konflik dia dengan suaminya gue masih bisa pakai jalur langit.”


“Jalur langit gimana tuh?”


“Ya, kalau emang dia gak bahagia sama suaminya, gue akan minta do'a sama Allah biar gue jadi jodohnya Amelia.”


“Itu namanya maksa El.”


“Hehehe, ya mau gimana lagi kan mereka emang sudah punya konflik dari awal, apalagi Ibu Mertua dan Iparnya Amelia.”


“Iya sih kasihan juga, kalau Amelia terus-terusan terjebak dalam hubungan yang tonic.”


“Bagaimana kabar Emak?” tanya El.


“Emak sehat, Emak gak bakalan izinin kamu pulang jika belum dapatkan calon isteri, lalu gimana kalau Emak tahu yang elu kejar-kejar adalah Amelia mantan elu yang dulu pernah Emak gak setuju?” terang Andreas.


El hanya terdiam, ia masih tidak berani memikirkan ke arah sana, tidak berani berharap lebih dan belum tentu Amelia mau kembali padanya.

__ADS_1


Bersambung ....



__ADS_2