MENCURI ISTRI TETANGGA

MENCURI ISTRI TETANGGA
Bab 7 Jalinan Kasih


__ADS_3

Cinta tak direstui, terhalang oleh strata yang menyadarkan si miskin dan si kaya. Sedari awal kita bertemu aku sudah menyadarkan diriku agar tidak jatuh cinta padamu El, tetapi perasaan dan hatiku tidak bisa membohonginya bahwa cintaku terbelenggu dibawa oleh kepergian dirimu. -Amelia-


...****************


...


“Kamu sangat cantik Amelia,” puji Andre ketika melihat Amelia menggunakan gaun warna peach selutut dipadukan dengan rambut tergerai indah bergelombang bando kecil sebagai hiasan di kepalanya.


“Terima kasih Dre pujiannya, entar gue melambung tinggi kebintang,” ujar Amelia tersenyum kecil.


Sedangkan El tergangga melihat penampilan Amelia malam ini, ia sungguh tak menyangka gadis tomboy dan ceplas ceplos sepertinya bisa tampil anggun dan lemah lembut.


“Wooi, benggong aja elu, terpesona ya?” cerca Andre menyenggol siku tangan El yang tak berkedip melihat Amelia.


“Aa-paan sih elu Dre? Yuk kita bersiap-siap sebentar lagi perfome,” ucap El tetergagap.


Memang sekolah sedang mengadakan lomba pentas seni musik antar sekolah, dan group band mereka diikut sertakan sebagai pesertanya. Perfoma Amelia sebagai vokalis baru group band El, mampu memikat hati para juri, “Apa gue bilang pasti kita menang karena suara elu dan penampilan elu memang the best Mel,” ucap Andre yang sedari tadi selalu memuji Amelia. “Ah elu Dre, terlalu berlebihan, ini juga karena band musik kita sudah terkenal dari dulu,” tampik Vania. “Benarkan El?” tanya Vania melirik El yang sedari tadi diam. “Hemmmm” gumam El mengangguk, gengsi rasanya El mengakui bahwa sebenarnya ia juga mengagumi penampilan dari Amelia. Semenjak itu El selalu mencari gara-gara dengan aku. Apa ia menjadi cemburu karena aku selalu dikejar-kejar oleh siswa-siswa lelaki di sekolah? Entahlah, tiba-tiba Amelia menjadi idola baru bagi para kaum adam di sana. Tanpa Amelia duga sore hari setelah selesai latihan band, ia dan El berdua, terjebak hujan deras dan tidak bisa pulang.


“Mel, elu dah punya pacar ya?” tanya El memulai pembicaraan.


“Enggak, kalau Kakak?” timpal Amelia kembali.


“Enggak ada juga,”


“Masa sih gak ada? Kan Kakak itu banyak punya fansnya cewek-cewek cantik gitu, belum lagi jika Kakak lagi lewat tuh ya di muka kelas aku, semua gadis langsung menjerit aaaaaa... begitu,” tutur Amelia menirukan gaya para cewek-cewek fans El.


El tersenyum tipis, “Bagaimana denganmu sekarang enakkan jadi idola sekolah? DiKasih hadiah terus sama para siswa-siswa disini.”

__ADS_1


“Enggak enak malah tiap hari selalu ditatap sinis oleh para siswa-siswi lainnya, dianggap gue mau merebut pacar mereka karena cowoknya pada nguber-nguber gue terus,” imbuh Amelia.


“Bagaimana kalau kita yang pacaran Mel?” tanya El gugup, menatap Amelia menunggu reaksinya.


“Kita pacaran? Hahahaha... Kakak El bisa aja bercandanya,” tawa Amelia membahana memecah kesunyian di ruang band, hanya terdengar hujan turun dan guntur saling bersahutan.


“Aa-aku serius Mel, aku sudah lama suka sama kamu,” ungkap El gagap.


Amelia kembali kemode canggung, ia benar-benar terkejut mendengar pernyataan cinta dari El, walaupun sebenarnya dalam hatinya menjerit pengen melompat saking senangnya.


“Hemmz... gimana ya Kak? Aa-aku juga sebenarnya suka sama Kakak, siapa sih gak suka sama Kakak El, cowok terkeren di sekolah ini dan selalu menjadi rebutan para cewek,” jawab Amelia. Semenjak itu pula mereka berpacaran dan menyebabkan satu sekolah patah hati massal, sampai El lulus sekolah dan Amelia harus naik ke kelas dua belas SMA. Mereka masih saling menjalin kasih asmara.


...****************...


“Amel... tunggu Mel, biar gue jelaskan dulu,sayang...,” mohon El


“Nanti gue akan bicara dengan Emak mengenai hubungan kita, dan gue tidak pernah mencintai wanita lain selain elu Mel,” rayu El


“Terserah ah!” Amelia merajuk meninggalkan pergi El yang terus memanggilnya.


Hari itu memang El mengajak Amelia datang ke rumah tanpa memberitahu Emak lebih dulu, karena ingin memperkenalkan Amelia kepada Emak sebagai pacar namun tanpa diduga oleh El, bahwa Emak juga mengundang Nia Anastasya.


“Assalamu’alaikum, Emak....” Salam El yang datang bersama Amelia


“Waalaikumsalam, nah ini El nya datang,” jawab Emak sambil melirik Amelia


“Kenalin ini Mak, namanya Amelia,” ujar El mempersilahkan Amelia bicara.

__ADS_1


“Hallo, tante saya Amelia,” ucap Amelia tersenyum sambil mencium telapak tangan Emak.


“Oh, ini pasti teman kamu ya El?” Tanya Emak penuh tatapan tak suka


“I-iya Mak, saya teman sekolah El,” sela Amelia cepat, ditatap El heran.


“Ayo, sini gabung! Ini perkenalkan namanya Nia Anastasya dia teman semasa kecil El dan akan kuliah juga menemani El ke London,” ungkap Emak bangga.


“Ayo kita makan-makan dulu,” sambung Emak mengajak El dan Nia ke ruang makan makan. Sedari tadi yang mendominasi pembicaraan adalah Emak dan Nia, sedangkan Amelia ia banyak diam dan kadang hanya menanggapi dengan senyuman tipis, dan sekedar basa basi. Ia paham kehadirannya seakan tidak diharapkan.


“Kenapa Emak begitu ketika Amelia datang?” tanya El merasa tidak enak dengan perlakuan Emak tadi siang.


“Kenapa apanya El? Emak memang bersikap sewajarnya,” elak Emak.


“Apa maksud Emak juga mengundang Nia? padahal kan Emak sudah tahu kalau El ingin memperkenalkan Amelia pada Emak,” pungkas El kesal.


“Emak tahu El hubungan elu dengan cewek itu, pokoknya Emak gak suka lihat dia, dia jauh berbeda dengan kita dan perlu elu ketahui besok elu dan Nia akan berangkat kuliah ke London,” ucap Emak.


“Sudah Bu, kita jangan egois biarkan anak-anak memilih jalan mereka sendiri,” sahut Abah Mahmud menegor istrinya. Namun tak dihiraukan oleh Emak Julaeha, ia kokoh dengan pendiriannya untuk menjodohkan El dengan Nia nanti setelah lulus kuliah.


Keesokan harinya tepat acara kelulusan sekolah Amelia, El tidak bisa hadir untuk mengucapkan selamat dan salam perpisahan karena memang sudah di bandara untuk pergi kuliah ke London dan El larang Emak untuk menemui Amelia. Hal itu diketahui oleh Amelia saat Andre menyerahkan sebuah kertas yang bertuliskan agar Amelia jangan mengharapkan lagi kedatangan El.


‘Aku bukan perempuan selemah itu El, aku akan baik-baik saja tanpamu.’ Amelia merobek kertas ditangannya dengan kesal, air matanya yang sedari tadi ia tahan mulai mengalir di pelupuk mata.


Bersambung...


Visualisasi Kebersamaan El dan Amelia

__ADS_1



__ADS_2