
Sore setelah pulang dari cafe, Ardan langsung ke rumah Ibunya.
“Bu ... Ibu!” panggil Ardan yang datang.
“Ada apa sih teriak-teriak begitu, Ibu belum budek Ardan,” gerutu Ibunya.
“Aku punya kabar gembira, coba Ibu lihat ini!” Ardan menyerahkan sebuah kantong kresek hitam.
“Ini apaan Ardan? elu dapat daging sapi?” tanya Ibunya.
“Astaga Bu, duduklah dan buka aja dulu!” Ibu Ardan segera duduk di kursi tamu dan membuka bungkusan itu.
“Astaga, ini uang siapa Ardan?” Ibunya kaget nerima uang itu.
“Uang Ardan dong,” jawab Ardan angkuh.
“Da-dari mana kamu dapat uang sebanyak ini?”
“Di kasih Mira dong, Bu,” ujar Ardan santai.
“Wah bagus dong, sering-sering aja porotin dia,” ucap Ibunya gembira melihat setumpuk uang.
“Ta-tapi Bu, dia minta balikin nanti katanya.” Ardan memasang muka cemas.
“Alah, Bisa-bisa kamu aja dah cari-cari alasan apa kek,” timpal Ibunya.
“Gimana kalau dia minta kawinin Bu?”
“Ya kamu, kawinin aja dah terus ceraikan aja si Amelia yang gak guna itu,” usul Ibunya.
“Tapi Bu, aku ....”
“Udah, gak usah tapi-tapian, cepat telpon Rosi Mbakmu biar temani Ibu belanja!” perintah Ibunya.
“Untuk Ardan mana Bu?”
“Ya minta ajalah lagi sama si Mira,” jawab Ibunya enteng sembari membawa masuk kamar uang dari Mira.
__ADS_1
‘Untung tadi sebelum pulang mampir dulu ke apartemen si Mira, buat minta setengah uangnya, jadi uang di ATMku aman deh,’ batin Ardan tersenyum puas.
...****************...
“Sayaang ... ini baru jam delapan malam lho, kok buru-buru amat sih ke clubnya?” tanya Ardan heran.
“Aku dapat undangan dari pihak Club, bahwa kita jadi tamu yang free untuk hari ini, karena kejadian keributan kemarin, pihak club meminta maaf jadi kita bisa bebas di sini malam ini,” jelas Mira tersenyum senang.
“Wiiih, memang kamu ini pembawa hoki ya sayang,” puji Ardan pada Mira seraya merangkulnya.
Namun dia dikejutkan dengan suara seseorang yang dia kenal, yaitu suara Amelia.
“Bang Ardan!” pekik Amelia, sembari memergoki Ardan yang sedang asyik bermesraan.
“Oh jadi begini kelakuan kamu ya Bang, dasar bajing*n!” Amelia menyaring suaranya agar tak kalah dengan suara musik yang bergema.
‘Duh mampus gue, kenapa si Amelia bisa berada di sini?’ batin Ardan tak percaya.
“Siapa dia?” tanya Mira kepada Ardan.
“Bu-bukan, dia cuma ....”
Ardan langsung menarik tangan Amelia dan menyeretnya keluar dari Club, “Ngapain elu ke sini hah?” bentaknya.
“Kenapa memangnya heh? Takut ketahuan gue, elu selingkuh?”
“Gue gak selingkuh Mel, itu gak seperti yang elu lihat.”
“Kalau gak selingkuh yang tadi itu apa hah? Tega ya elu Bang, elu di sini malah asyik bercumbu rayu sama perempuan lain, sedangkan gue harus berjuang mengurus anak, pokoknya gue udah gak sanggup lagi bertahan dengan elu Bang, gue minta elu ceraikan gue sekarang!”
“Gak Mel, gue gak mau ceraikan elu.”
“Gil* ya elu Bang, jangan egois! Gue sudah muak dengan semua tingkah laku elu, gue juga sudah melahirkan jadi tidak ada lagi alasan aku untuk bertahan dengan lelaki macam elu ini Bang!”
Plaak! Ardan melayangkan tamparan nya.
“Sampai kapanpun gue gak akan pernah mau ceraikan elu!” ucap Ardan berang.
__ADS_1
Pertengkaran mereka disaksikan oleh orang-orang yang berada di sekitar club, tak banyak yang merasa prihatin dengan Amelia, Fia hanya mampu menenangkan sahabatnya itu dalam pelukannya.
“Kalau elu gak mau ceraikan gue, gue akan tetap tuntut elu ke pengadilan, gue yakin pengadilan akan mengabulkan permohonan gue,” ujar Amelia terisak.
Mendengar hal itu Ardan kembali tersulut emosi dan hendak melayangkan tamparan lagi, tetapi El dan Andreas segera datang dan mencegah itu.
“Andreas, cepat bawa mereka pulang, ini tidak baik untuk kesehatan mental Amelia,” perintah El.
“Baik Bos.”
Andreas pun mengiring Amelia dan Fia untuk masuk ke dalam mobil, sedangkan El menghadapi Ardan, ia menunjukkan video Ardan yang berjoget ria di club bersama Mira.
“Masih mengelak, gak mau ngaku kalau selingkuh?” tanya El.
Rupanya El dan Andreas sudah sejak tadi juga sudah melihat pertengkaran mereka, tetapi awalnya dia tidak ingin ikut campur dan percaya Amelia bisa menyelesaikan masalah rumah tangganya.
“Ckck sialan, pasti elu kan yang sudah mencoba mempengaruhi istri gue,” tuduh Ardan.
“Gue gak mempengaruhi dia, tetapi elu yang SUGARI, Suami Gak Tahu Diri! Tukang Selingkuh!” maki El.
Keduanya pun terlibat adu mulut, Mira datang melihat, menghentakkan kakinya kesal dengan mulut yang cemberut, mendengar perdebatan mereka.
...****************...
“Sudahlah, jangan menagis lagi! Lelaki itu tidak pantas untuk ditangisi,” ucap El yang jengah dengan isakan tangis Amelia.
Andreas membawa Amelia dan Fia kembali pulang ke losmen mereka, El datang menghampiri untuk mengetahui keadaan Amelia yang masih tergoncang.
“Elu gak tahu gimana sakitnya dikhianati, Mas?” cetus Amelia.
“Gue juga sudah pernah merasakan sakitnya, Amelia! Tetapi, elu harus sadar dan bangkit jadi wanita kuat buat Anak elu, camkan itu!” tukas El, lalu ia pergi dengan Andreas.
...****************...
Sepanjang perjalanan, Andreas tak mau menyinggung permasalahan Amelia, Andreas tahu bahwa El sekarang benar-benar serius untuk bisa mendapatkan Amelia.
‘Semoga elu tabah untuk nerima kenyataan ini Mel bahwa dia bukan lelaki yang baik untukmu, dan elu bangkit dari keterpurukan hubungan yang tonic,’ gumam El.
__ADS_1
Bersambung ....