MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Teleport


__ADS_3

Maharani saputri adalah seorang mahasiswi dari salah satu fakultas ternama di jakarta. Umurnya baru 20 tahun, dia adalah seorang penggemar K-pop. Semua yang berbau korea ia sukai, dari drama korea, lagu korea, makanan korea, pokoknya serba korea.


Hingga suatu hari, gadis yang kerap di sapa Rani itu, hendak pulang ke tempat kosnya setelah selesai kuliah. Rani yang sedang menyebrang jalan tak mengetahui bahwa ada truk yang melaju cepat kearahnya.


Bruuuk!!!


Suara tabrakan truk yang mengenai tubuh Rani cukup keras. Sehingga tubuh Rani tergletak di aspal, darah segar mengalir deras dari kepalanya.


Segera orang - orang yang berada di sekitar tempat kejadian mengerumuni tubuh Rani.


" Kasian ya masih muda, cantik lagi." Ucap salah seorang yang ikut mengerumuni tubuh Rani.


Rani yang tergeletak di aspal masih bisa mendengar suara - suara yang berada di sekitarnya.


"Apakah aku akan mati? Aku belum di wisuda juga belum bisa banggain orang tua aku."


Hingga mata Rani mulai terpejam dan kehilangan kesadarannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Matahari bersinar cukup cerah, hingga membuat mata seorang wanita yang sedang tertidur mulai mengercapkan matanya. Hingga akhirnya mata wanita itu membuka sepenuhnya.


" Aku dimana? Tempat apa ini?" Ucapnya dalam hati.


Wanita itu mulai memperhatikan sekitar ruangan yang ia tempati. Dahi wanita itu berkerut, tempat yang menurutnya aneh.


Pasalnya dari segi bangunan, prabotan yang berada di situ, seperti bukan rumah sakit atau tempat yang sering ia tinggali.


" Kenapa aku merasa tidak asing dengan tempat ini?"


Wanita itu terus memperhatikan sekeliling ruangan.


" Kenapa aku merasa tempat ini seperti di drama - drama korea yang sering aku tonton?"


Saat wanita itu tengah kebingungan, tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka. Wanita itupun menoleh ke arah sumber suara.


" Astaga, yang mulia sudah sadar?" Suara seorang gadis yang baru saja membuka pintu.


" Yang... yang mulia?" Ucap wanita itu keheranan.


Wanita itu memperhatikan seorang gadis yang berpakainan aneh yang sedang menahan tangis dan sedang berjalan kearahnya.


Gadis itu menaruh nampan yang berisi teko kecil yang ia bawa di lantai, lalu memberikan hormat kepada wanita yang masih berbaring di atas tempat tidurnya.


" Akhirnya yang mulia bangun juga, hamba sempat khawatir karena yang mulia sudah 3 hari tidak sadarkan diri."


Wanita itu merasa aneh, pasalnya gadis yang sedang berada di depannya berbicara menggunakan bahasa korea, dan lebih anehnya lagi kenapa ia bisa mengerti apa yang gadis itu bicarakan.


" Kamu siapa?"


Wanita itu terkejut dengan apa yang barusan ia katakan. Pasalnya bahasa yang ia gunakan adalah bahasa korea bukan indonesia.


Gadis yang mendengar junjungannya mempertanyakan siapa dirinya pun merasa kaget.


" Yang mulia ini hamba Go jang mi, apa yang mulia tidak mengingat hamba?"


Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya, wanita itu tampak bingung sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dirinya bisa berada di sini? Dan kenapa ia di panggil yang mulia? Karena menurut ingatan gadis itu, ia bernama Maharani Saputri seorang mahasiswi yang tinggal di jakarta, tepatnya di negara indonesia.


Tapi kenapa barusan ia malah berbicara menggunakan bahasa korea?.


Iya wanita itu adalah Rani, mahasiswi yang baru saja kecelakaan akibat tertabrak truk, ia berteleportasi ke masa dinasti joseon dan memasuki raga seorang permaisuri.


Tiba - tiba kepala Rani merasa pusing, sakit yang ia rasakan semakin menjadi. ingatan - ingatan dari pemilik tubuh ini mulai bermunculan di kepala Rani, hingga akhirnya Rani jatuh pingsan.


Go jang mi yang melihat junjungannya mengerang kesakitan dan jatuh pingsan pun panik.


" Yang mulia...yang mulia." Teriak Go jang mi sambil menggoyangkan tubuh junjungannya itu.

__ADS_1


Kemudian Go jang mi berlari keluar untuk memanggil tabib.


Sekarang Tabib sedang memeriksa keadaan permaisuri. Go jang mi yang duduk disebelah tabib itu merasa cemas dan khawatir terhadap junjungannya.


" Bagaimana keadaan permaisuri tuan?"


" Permaisuri baik - baik saja, mukin nanti akan segera sadar kembali. Ini mukjizat permaisuri bisa melewati masa kritisnya, kamu harus menjaga permaisuri dengan baik."


" Baik tuan hamba akan menjaga permaisuri dengan baik."


" Ini obat, nanti kamu rebus lalu kamu berikan kepada permaisuri setelah beliau siuman." Ucap tabib itu sambil menyerahkan bungkusan kecil.


" Terimakasih Tuan."


Kemudian tabib itu meninggalkan ruangan tersebut. Go jang mi pun membungkuk memberi hormat.


Rani mulai sadar dan membuka matanya, Rani melihat kesekeliling ruangan, lalu menghembuskan nafasnya kasar. Ternyata ia masih berada di tempat tadi, bararti ini bukan mimpi.


Rani pun menengok ke arah Go jang mi, yang setia menjaganya. Yang duduk di sebelah tempat tidurnya.


" Yang mulia sudah bangun? Apa yang mulia baik - baik saja?" Tanya Go jang mi khawatir.


" Aku baik - baik saja Jang mi."


" Yang mulia ingat hamba?"


Rani mengangguk, " Tentu kamu dayang paling setiaku, sekaligus teman masa kecilku."


Mendengar jawaban dari junjungannya, Go jang mi tersenyum dan bernafas lega.


" Tunggu sebentar yang mulia, hamba akan menyuruh dayang istana untuk merebus obat untuk yang mulia."


Go jang mi pun memberi hormat lalu keluar dari ruangan permaisuri sambil membawa bungkusan obat yang di berikan oleh tabib.


Begitu Go jang mi pergi, Rani langsung duduk dan melihat ke tubuhnya yang mengenakan hanbook putih polos.


Rani kini sudah tau tentang masa lalu permaisuri yang terabaikan oleh kaisar, berkat ingatan permaisuri yang masuk ke kepalanya barusan hingga membuat ia pingsan.


" Aku memang penyuka drama korea dan sering berandai - andai, kalo aku jadi permaisuri. Tapi nggak gini juga."


" Ah sudah lah, kalo dipikir - pikir aku jadi bisa bahasa korea tanpa harus belajar dan membayar biaya les yang mahal." Rani tersenyum geli dengan cara berfikirnya.


Kemudian suara pintu terbuka.


" Sepertinya permaisuriku sudah sehat, karena sudah bisa tersenyum."


Terlihat seorang lelaki gagah dengan wajah tampan dan beraura seperti seorang pemimpin yang dingin, datang menghampiri Rani. lelaki itu kemudian duduk di sebelah tempat tidur Rani. Kemudian diikuti lelaki yang tidak kalah tampanya dengan lelaki yang barusan masuk dan juga menunjukan aura yang kuat dan dingin. tapi tetap lebih tampan lelaki yang pertama. Kemudian lelaki itu memberi hormat dan duduk agak jauh dari Rani dan juga laki - laki barusan.


Rani yang melihat Lelaki itu duduk santai di sebelah tempat tidurnya membuat ia langsung mengganti ekspresi mukanya menjadi datar.


Rani tau betul yang berkunjung ke tempatnya tak lain adalah raja dan juga pengawalnya yang setia, yang selalu mengikutinya kemanapun raja pergi.


" Bagaimana keadaanmu permaisuri? sepertinya kamu baik - baik saja."


Rani hanya diam tak menjawab apa - apa.


Berita tentang sadarnya permaisuri sudah menyebar di istana dan raja langsung datang berkunjung untuk melihat keadaan permaisuri. Tentu saja itu bukan kemauan raja tapi itu adalah perintah ibu suri. Raja tidak pernah peduli bagaimana tentang keadaan permaisuri. Mau sadar atau tidak itu bukan urusan dia. Karna Raja tidak menyukai permaisuri.


" Kenapa diam saja permaisuriku."


" aku baik - baik saja, kalo sudah tidak ada yang perlu baginda mau bicarakan silahkan keluar! Aku mau istirahat." Ucap permaisuri sambil mengarahkan tangannya ke pintu keluar.


Jelas raja merasa kaget dengan perkataan permaisuri. Raja mengkerutkan keningnya dan mencoba melihat ke arah mata permaisuri, tidak ada keraguan dari mata permaisuri, sepertinya yang dikatakan permaisuri murni keinginannya.


Wajar saja raja kaget karna biasanya permaisuri selalu bicara formal padanya, tapi barusan permaisuri bicara dengan non formal. Dan biasanya permaisuri tidak pernah membantah raja atau mengusirnya seperti tadi, bahkan untuk menatap matanya permaisuri tak berani. Tapi barusan permaisuri berbicara kepada raja dan menatapnya.


" Waw permaisuriku ternyata sudah sehat, bahkan sudah bisa mengusirku." Jawab raja sinis.

__ADS_1


Raja mendekatkan wajahnya kepada permaisuri dan membisikan ke telinga permaisuri.


" Kamu fikir dengan tidak sadarnya kamu selama tiga hari, aku akan melepaskanmu begitu saja."


Kemudian raja menegakan badanya kembali lalu kemudian berdiri.


" So joon, ayo kita kembali ke kediamanku." Raja memberi perintah sambil menggerakan tangannya.


Rajapun pergi meninggalkan kediaman permaisuri, di ikuti oleh So joon kemudian menunduk memberi hormat terlebih dahulu.


Saat raja melewati lorong kediaman permaisuri, raja berpapasan dengan Go jang mi yang sedang membawa obat. Kemudian Go jang mi menunduk memberikan hormar.


Sekarang Go jang mi sudah berada di dalam kamar permaisuri, Jang mi berjalan kearah permaisuri untuk memberinya obat.


" Yang mulia, hamba membawa obat. Silahkan diminum." Ucap Go jang mi sambil menyodorkan mangkuk berisi obat.


Rani langsung meminum obat yang di berikan oleh dayangnya itu." Byuuur."


" Uhuk..uhuk.." Rani memuntahkan obat yang ia minum dan terbatuk - batuk.


Melihat permaisuri yang memuntahkan obat dan terbatuk - batuk membuat Go jang mi semakin khawatir.


" Yang mulia, apakah anda baik - baik saja?"


" Kamu tenang saja, aku baik - baik aja." Ujar Rani coba menenangkan Go jang mi sambil menepuk - nepuk dadanya.


" Yang mulia membuat saya khawatir, kenapa yang mulia memuntahkan obatnya?"


" Hey kamu pikir lidahku ini tahan panas apa? lagian rasanya juga pahit banget."


" Maafkan hamba yang mulia, obat ini memang baru saja direbus. Hamba lupa memberitahu permaisuri, hamba memang pantas mati." Ucap Go jang mi sambil menangis sesegukan.


" Sudahlah nggak usah lebay, cuma hal kecil kaya gini nggak perlu harus bunuh orang."


" Apa?... lebay, maksud yang mulia apa?" Go jang mi merasa bingung dengan ucapan junjungannya.


Ranipun merasa bingung kenapa bahasa gaul itu keluar dari mulutnya, padahal dari tadi, apapun yang Rani katakan selalu bahasa korea yang selalu keluar dari mulutnya.


" Sudahlah nggak usah dipikirin." Ucap Rani sambil mengibaskan tangannya lalu membuang mukanya kesamping.


" Yang mulia, tadi hamba berpapasan dengan yang mulia raja didepan, apakah yang mulia raja habis menjenguk yang mulia permaisuri?"


" Maaf jika pertanyaan hamba lancang yang mulia."


" Iya, tadi raja songong itu kesini. tapi langsung aku suruh pergi aja."


" Yang mulia mengusir yang mulia raja?" Ucap Go jang mi melotot tidak percaya apa yang junjungannya itu lakukan.


Rani hanya mengangguk saja, menanggapi pertanyaan Go jang mi.


" Bagaimana mungkin yang mulia melakukan itu kepada yang mulia raja, bukankah yang mulia seharusnya senang karna raja mau menjenguk yang mulia."


" Siapa juga yang mau dijenguk sama laki - laki macam dia. laki - laki yang menelantarkan istri sahnya demi selir murahan."


Go jang mi yang mendengarkan jawaban permaisuripun merasa gelisah, karna permaisurinya berbicara kasar terhadap raja, lalu menengok ke kanan dan kekiri memperhatikan ke segala arah. Karna Go jang mi takut ada yang mendengar perkataan permaisurinya dan memanfaatkan itu untuk menjatuhkan permaisuri.


" Ampun yang mulia, mohon jangan berkata begitu! Yang mulia harus hati - hati dengan setiap perkataan yang mulia."


" Kamu tenang saja Jang mi, permaisurimu kini beda dengan permaisuri yang dulu, yang gampang ditindas dan selalu diam saat ada yang berbuat tidak baik kepadanya."


" Aku sekarang tidak mau lagi mengemis cinta dari raja, aku hanya mau hidup tenang disini tanpa harus memperdulikan mereka."


Saat Rani pingsan tadi ingatan permaisuri dulu, menerjang masuk kedalam kepala Rani. Dari awal permaisuri mengenal raja, sampai ia menikah dengan raja dan berahir dengan sikap raja yang dingin kepadanya dan lebih mencintai selirnya.


Semua itu membuat Rani merasa kasihan dengan hidup permaisuri. Dan ingin membalas kepada orang- orang yang memperlakukan permaisuri dengan buruk.


Bahkan tanpa mereka ketahui, perlakuan buruk mereka telah merenggut nyawa permaisuri hingga kini raga permaisuri dirasuki oleh Rani.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🙏🤗 BUAT KALIAN YANG NYASAR KE NOVELKU SEMOGA KALIAN SUKA HAPPY READING


__ADS_2