MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Festival Perburuan


__ADS_3

Kemudian raja mulai menanyakan maksud ibu suri memanggil dirinya dan juga permaisuri. Karena raja tau, tidak mungkin ibu suri memanggil mereka jika tidak ada sesuatu hal yang penting. Pasti ada sesuatu yang akan ibu suri bicarakan.


Dan dugaan raja benar adanya, selamat anda mendapatkan piring cantik. Ternyata memang benar ibu suri memanggil raja dan permaisuri untuk membicarakan tentang festival perburuan yang akan segera diadakan.


Festival perburuan biasanya akan diadakan menjelang musim gugur, dan biasanya festival perburuan akan diikuti oleh para dewan kerajaan, mereka berlomba untuk mendapatkan buruan yang paling baik. Biasanya para dewan kerajaan akan mengajak anak laki - laki mereka untuk ikut dalam perburuan. Sementara para perempuan menunggu hasil buruan ditenda. Karena hasil buruan mereka akan mereka berikan kepada orang yang sepecial bagi mereka.


Acara perburuan akan dipimpin oleh raja, namun fungsi raja hanya sebagai penggembira, tidak ikut dalam kompetisi. Karena jika raja ikut, tentu pasti akan tidak adil jika raja terus memenangkan pertandingan.


Walaupun raja hanya sebagai penggembira, tetapi raja selalu berusaha untuk mendapatkan hasil buruan yang terbaik. Itu terbuki dari setiap tahunnya raja selalu mendapatkan hasil buruan yang tidak pernah mengecewakan.


Bagi pemenang acara festival, raja akan memberikannya sebuah hadiah. Yaitu sebuah senjata yang khusus dirancang untuk pemenang lomba, serta beberapa koin emas.


" Festival perburuan?" Ucap Rani yang tak mengerti.


" Benar, apa kau tidak tau permaisuri? Apa kau lupa, bahwa festival perburuan akan segera diadakan? Bukankah sebentar lagi, kita akan menyambut musim gugur." Tanya ibu suri.


Rani hanya tersenyum kecut, sebab Rani melihat kenangan buruk dari ingatan Kim so hee, saat ikut acara festival perburuan. Sebab waktu itu, saat raja masih menyandang sebagai putra mahkota. Dan itu adalah kali pertama Kim so hee ikut dalam acara festival perburuan, sebagai putri mahkota.


Waktu itu, raja malah memberikan hasil tangkapannya kepada selir agung. Jelas Kim so hee merasa sedih dan malu, karena dirinya tengah dipermalukan secara terang - terangan didepan umum, seakan posisinya sebagai putri mahkota dan keberadaannya sama sekali tidak terlihat dan tak dianggap oleh raja.


Tindakan raja waktu itu jelas mengisyaratkan bahwa raja lebih menganggap selirnya sebagai orang yang lebih sepecial dari pada Kim so hee yang merupakan putri mahkota waktu itu, dihadapan semua orang. Semenjak kejadian itu, Kim so hee tidak pernah lagi ikut dalam festival perburuan.


" Apa raja tidak memberi tahumu?" Tanya ibu suri lagi. Sementara Rani hanya menggeleng.


" Dasar anak nakal, bukankah sudah aku katakan lewat pesanku waktu itu, agar diacara festival perburuan kali ini, kau mengajak permaisuri untuk ikut dalam acara festival." Omel ibu suri sambil menjewer telinga raja.


" Aaw aduh sakit, halmeoni." Rintih raja sambil memegangi telinganya.


" Maaf hamba lupa, karena hamba sangat sibuk akhir - akhir ini. Hamba sedang mengerjakan sesuatu yang sangat mendesak, dan harus segera diselesaikan." Kilah raja agar selamat dari amukan ibu suri.


Tapi akhir - akhir ini memang raja tengah sibuk, menyelidiki kasus penimbun beras. Dan hal itu membuat raja kurang fokus dalam melakukan pekerjaan lainnya. Karena kasus ini memang benar - benar menguras banyak tenaga serta fikiran raja. Dan raja ingin kasus ini segera terselesaikan.


" Kau ini, padahal sudah cukup lama aku memberikan pesan itu kepadamu. Bahkan aku sengaja menyuruh permaisuri untuk mengantarkan pesan itu kepadamu, agar kau bisa langsung menyampaikan pesanku pada permaisuri. Lalu kenapa kau malah tidak mengatakannya hah?" Hardik ibu suri yang geram dengan cucunya.


" Anu, hmmm." Ucap raja sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, raja tak tau harus menjawab apa.


Karena waktu itu, raja masih bingung bagaimana menyampaikan pesan itu kepada permaisuri. Dan pada waktu itu, malah justru ada kejadian yang tak terduga hingga membuat raja mengurungkan niatnya untuk menyampaikan pesan dari ibu suri kepada permaisuri.


Raja jadi teringat, waktu permaisuri mengantarkan gulungan yang berisi pesan dari ibu suri. Dan raja meminta permaisuri untuk membantunya mencarikan laporan pajak miliknya. Padahal gulungan yang berisi laporan pajak, sengaja raja sembunyikan dibawah futon miliknya. Agar permaisuri bisa berlama - lama dikediamannya. Raja jadi senyum - senyum sendiri saat membanyakan hal itu.


" Idiiih, nih anak orang kenapa? kesambet kali ya? Senyum - senyum sendiri?" Batin permaisuri yang memergoki raja sedang senyum - senyum gak jelas.


" Jadi isi gulungan yang hamba antar waktu itu berisi mengenai festival perburuan yang mulia ibu suri?" Tanya permaisuri. Ibu suri mengangguk, mengiyakan ucapan permaisuri.


" Ternyata sia - sia waktu itu aku kepo mengenai isi dari gulungan yang ibu suri titipkan. Ternyata isinya mengenai perburuan. Lalu kenapa waktu itu, raja sok misterius? Apa raja tidak mau jika aku ikut dalam acara itu?"Itulah yang difikiran Rani saat ini, Rani melirik raja dengan tatapan yang sulit diartikan.


Namun kali ini akan berbeda, karena Kim so hee yang dulu sudah tidak ada. Jadi Rani memutuskan akan ikut dan menghadiri acara festival itu. Pasti akan banyak orang yang tidak menyangka dan mengira bahwa permaisuri akan hadir kembali dalam acara itu, setelah sekian lama fakum. Rani sungguh tidak sabar ingin segera melihat tontonan menarik diacara perburuan, karena Rani yakin pasti diacara kali ini, juga akan ada drama baru yang akan ditunjukan oleh selir agung.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara dilain tempat, tepatnya dikediaman perdana menteri Han, Tampak sedang ramai. Karena perdana menteri Han tengah berkumpul dengan para sekutunya.


Mereka tengah membahas mengenai pergerakan raja dan juga So joon yang kini mulai menyelidiki kasus penimbunan beras yang mereka lakukan.


Apalagi Han tae moo datang melaporkan bahwa raja dan So joon membuntuti dirinya kemarin. Terlebih So joon berhasil mengalahkan semua anak buahnya, dan Han tae moo juga mengatakan bahwa dirinya kehilangan plakat miliknya.


" Jika kau kehilangan plakat milikmu, kita harus segera mencarinya! Jangan sampai plakat itu di temukan oleh raja atau So joon." Usul perdana menteri Hwang min hyung.


" Yang kau katakan memang benar, perdana menteri Hwang. Aku setuju dengan apa yang kau ucapkan barusan." Ucap perdana menteri Choi lalu mengangkat kedua jempolnya dan mengarahkannya kepada perdana menteri Hwang.


" Tapi aku merasa ada yang aneh, kenapa kau bisa dibuntuti oleh raja dan So joon? Apa raja dan So joon sudah mengetahui identitasmu? Bagaimana mereka bisa mengenalimu dan membuntutimu?" Tanya perdana menteri Song yang merasa heran, matanya memicing penuh selidik dan curiga, kemudian tangannya mengusap - usap dagunya.


Mereka semua yang berada disitupun sepakat dengan pertanyaan yang perdana menteri Song lontarkan. Mereka kompak memandangi kearah Han tae moo. Mereka juga penasaran, kenapa raja dan So joon bisa membuntuti Han tae moo?


" Sepertinya waktu itu, raja dan So joon habis menemani permaisuri berkunjung kekediaman perdana menteri Kim. Dan hamba tidak sengaja menabrak permaisuri yang baru keluar dari kediaman. Hamba juga tidak tau kenapa mereka malah terus mengikuti hamba hingga sampai kehutan."


" Beruntung hamba bisa mengelabui mereka dan pergi kemarkas. Begitu sampai dimarkas, hamba langsung mengerahkan beberapa prajurit untuk menangkap mereka, karena hamba takut jikalau mereka sudah mengetahui cukup banyak informasi tentang kelompok kita. Hamba hanya berjaga - jaga supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan." Ujar Han tae moo mencoba menjelaskan.


" Sudahlah, yang penting sekarang kau selamat dan tidak tertangkap oleh raja dan juga So joon. Dan tentang plakat itu, kita coba cari dulu!" Ucap perdana menteri Han sambil menuangkan minuman kedalam gelas lalu memberikannya kepada Han tae moo.


Han tae moo pun menerimanya, lalu meminumnya. " Hamba sudah coba mencarinya dihutan ditempat terakhir hamba bertarung dengan So joon paman, namun hamba tidak menemukannya sama sekali. Padahal begitu hamba tersadar bahwa plakat milik hamba hilang, hamba langsung kembali kehutan, dan langsung mencarinya."


" Berarti kemungkinan besar, plakat milikmu itu, kini sudah berada di tangan raja." Duga perdana menteri Han.


" Kalo plakat itu sudah jatuh ditangan raja, bukankah kita dalam bahaya?" Ucap perdana menteri Choi yang merasa panik.


" Kalau itu benar, kita harus segera bertindak! Jika tidak, maka siap - siap saja kepala kita akan melayang terpisah dari tubuh kita dan digantung ditengah - tengah kota, menjadi tontonan orang - orang yang berlalu lalang." Ujar perdana menteri Hwang sambil bergidik ngeri membayangkan hal yang baru ia bicarakan.


Sementara Perdana menteri Choi langsung menelan ludahnya kasar mendengar penuturan dari rekan sejawatnya.


" Apakah saat bertarung kemarin, So joon sudah melihat wajahmu?" Tanya perdana menteri Song kepada Han tae moo.


Han tae moo menggeleng. " Tidak waktu itu, hamba menggunakan penutup wajah."


" Baguslah kalau begitu." Perdana menteri Song merasa lega. " Untuk berjaga - jaga sebaiknya kau sembunyi terlebih dahulu! Takutnya raja dan So joon mencoba untuk mencarimu." Han tae moo mengangguk mengerti.


" Aku tidak setuju! justru aku berniat akan mengajak Han tae moo keacara festival perburuan." Seru perdana menteri Han.


Semua orang tampak terkejut dengan keputusan perdana menteri Han, mereka semua tampak mengerutkan kening mereka dan menatap perdana menteri Han, meminta penjelasan.


" Bukankah sama saja dengan bunuh diri, jika kita mengajak Han tae moo keacara perburuan?" Ucap perdana menteri Song yang tak mengerti dengan maksud dari pimpinannya itu.


" Dalam bermain petak umpet, bukankah jika sudah ketahuan lebih baik cepat keluar dari tempat persembunyian dan menunjukan diri kepada lawan."


Semua orang yang ada disana saling melirik, merasa makin tambah bingung dengan penjelasan perdana menteri Han.

__ADS_1


" Raja tidak akan melakukan apapun kepada kita hanya berdasar plakat milik Han tae moo. Maka dari itu, aku akan mengajak Han tae moo keacara perburuan. Coba kita lihat bagaimana ekspresi yang mulia raja." Jelas perdana menteri Han dengan memberikan seringaian licik.


Acara festival perburuan yang dinantikanpun tiba, raja tampak sudah siap dengan mengenakan pakaian berburunya. Dengan ditemani Park so joon dan kasim Jang serta beberapa dayang, raja siap datang ketempat digelarnya acara perburuan.


Sementara ditempat acara, permaisuri tampak baru saja datang dan turun dari tandu. Begitu permaisuri turun dari tandu, semua pasang mata langsung tertuju kepada permaisuri, seakan tak menyangka bahwa permaisuri akan hadir dalam festival perburuan kali ini.


Beberapa orang tampak takjub dan terkesima melihat penampilan permaisuri yang terlihat semakin cantik dan mereka langsung memuji kecantikan permaisuri secara terang - terangan. Namun ada juga yang mencibir permaisuri dan tak menyangka bahwa permaisuri akan datang keacara festival perburuan.


Tak terkecuali selir agung yang juga tampak terkejut, selir agung tidak dapat lagi menyembunyikan wajah tak sukanya saat melihat kedatangan permaisuri. Permaisuri berjalan kearah tenda yang sudah di sediakan khusus untuk para perempuan untuk menunggu hasil buruan.


Permaisuri berjalan diikuti oleh dayang utama Park dan juga Go jang mi. Sesampainya ditenda, permaisuri langsung melirik kearah selir agung yang tengah santai duduk dikursi. Namun selir agung tak bergeming tak menghiraukan kedatangan permaisuri sama sekali.


Banyak orang yang mulai kasak - kusuk memperhatikan permaisuri dan juga selir agung. Pasalnya disana hanya disediakan dua kursi, kursi utama jelas akan ditempati oleh ibu suri, dan kursi satunya lagi adalah kursi yang tengah selir agung duduki.


Jikalau menurut setatus, jelas selir agung semestinya memberikan kursi itu untuk permaisuri. Namun sayangnya sama sekali tidak ada tanda - tanda bahwa selir agung akan menyerahkan kursi yang tengah ia duduki kepada permaisuri. Justru selir agung tetap cuek dan secara terang - terangan memperlihatkan rasa tidak sukanya kepada permaisuri dihadapan banyak orang.


Karena semestinya begitu permaisuri datang, paling tidak selir agung harus menyambut dan membungkuk memberi hormat kepada permaisuri. Namun semua itu, sama sekali tidak dilakukan oleh selir agung.


" Hmmm." Permaisuri berdehem mengisyaratkan supaya selir agung beranjak dari tempat duduknya.


Namun selir agung tetap tak bergeming, dan malah mengalihkan pandangannya kearah lain. Seakan ia tak mendengar deheman dari permaisuri.


" Ini orang baru ketemu, langsung ngajak ribut aja sih? Masih aku pantau ya? Asli, belum aku gampar. Kayanya pengin banget nyobain nyium sendal baru aku. Untungnya aku lagi nggak dalam mode senggol bacok, kalo nggak habis nih anak orang, aku cincang aku jadiin perkedel!"


Dayang utama Park yang peka dengan situasi yang tengah terjadi saat inipun, mencoba menegur selir agung. Karena kini mereka tengah menjadi pusat tontonan para nona bangsawan yang tengah berkumpul disana.


" Maaf selir agung, sebaiknya anda segera memberi hormat kepada permaisuri! Sebagai bentuk sambutan dari anda atas kedatangan permaisuri ke acara ini."


Selir agung yang mendengar penuturan dari dayang utama Park pun memutar bola matanya malas, lalu beranjak dari kursi dan membungkuk memberi hormat serta mengucapkan salam kepada permaisuri.


Permaisuri hanya mengangguk sebagai tanda ia menerima hormat dari selir agung. Setelah memberi hormat, bukannya mempersilahkan permaisuri untuk duduk, justru selir agung malah kembali duduk dikursinya.


" Maaf yang mulia permaisuri, sepertinya para dayang hanya menyediakan dua kursi. Karena mereka tidak tau kalau permaisuri akan hadir keacara ini. Apa perlu hamba meminta dayang untuk menyiapkan tempat untuk yang mulia permaisuri?" Ucap selir agung dengan nada mengejek.


Selir agung tersenyum puas, saat melihat wajah permaisuri yang tengah menahan kesal karena kelakuannya.


" Tidak perlu selir agung, bukankah seharusnya kau memberikan kursi yang tengah kau duduki itu kepadaku? Mengingat setatusku jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dirimu." Balas permaisuri dengan menekankan kata setatus dan lebih tinggi didalam ucapannya.


" Maaf yang mulia, ini kursi hamba dan hamba tidak berniat sama sekali untuk memberikannya kepada yang mulia, walaupun setatus yang mulia jauh lebih tinggi dari pada hamba. Bukankah bukan salah hamba, jika yang mulia tidak mendapat kursi? itu semua karena yang mulia tidak pernah datang ke acara festival ini. Makanya para dayang hanya menyediakan dua kursi."


" Karena hamba sudah duduk dikursi ini, hampir selama 5 tahun. Maka kursi ini adalah kursi hamba. Jika yang mulia menginginkan kursi, silahkan yang mulia mengatakannya kepara dayang untuk menyiapkan kursi untuk yang mulia sendiri." Tolak selir agung mentah - mentah.


Merasa tidak ada etiket baik dari selir agung, tanpa aba - aba permaisuri langsung memegang pergelangan tangan selir agung dan menariknya dengan kencang. Permaisuri menyingkirkan selir agung dari tempat duduknya secara paksa.



Ini tatapan permaisuri yang tajem baget karena merasa kesal dengan tingkah selir agung.🤪🤗😍

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA👍🏼🙏🤗


__ADS_2