MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Informasi Palsu


__ADS_3

Raja memasuki gudang penyimpanan bahan makanan dengan tubuh yang lunglai, diikuti beberapa koki yang berjalan dibelakangnya.


Betapa terkejutnya raja, saat melihat banyaknya dayang serta koki istana yang ikut duduk bersama dengan permaisuri dan pangeran Lee. Raja merasa heran, kenapa para dayang dan koki istana berani dan terlihat biasa saja duduk santai, serta bercengkrama dengan permaisuri. Dan anehnya permaisuri terlihat tidak keberatan, jika harus duduk lesehan bersama dengan mereka semua.


Raja melihat berbagai jenis makanan sudah tersedia dimeja, berbagai jenis masakan yang belum pernah raja lihat dikerajaan ini. Raja tampak terpaku menatap kearah meja yang tersusun di pinggiran.


Raja tampak bingung, dengan susunan meja yang tak biasanya ia lihat saat ada perjamuan makanan. Semua itu memang sengaja permaisuri susun seperti acara perasmanan, agar memudahkan semua orang untuk mengambil makanannya.


Permaisuri yang melihat raja mematung, dan masih berdiri didepan gudangpun menegurnya. " Apa yang kau lakukan yang mulia? Kenapa kau masih berada disitu? Ayo kemari, cepat yang mulia ambil makanannya! Agar mereka semua bisa bergantian mengambil makanannya." Seru permaisuri.


Pasalnya para dayang dan koki istana tidak mau mengambil makanannya, sebelum raja mengambil makanannya terlebih dahulu. Walaupun permaisuri sudah menyuruh mereka untuk mengambil makanan mereka terlebih dahulu.


Para dayang dan koki istana memang merasa senang diperlakukan dengan baik oleh permaisuri yang tidak membeda - bedakan dan mempermasalahkan kedudukan serta derajat mereka, namun mereka masih tau diri, dan menghormati raja sebagai orang yang paling berkuasa dikerajaan ini, untuk mengambil makanannya terlebih dahulu.


Mereka bersih kukuh tidak mau menyentuh makanan itu, sebelum raja mengambil makanannya terlebih dahulu. Dengan terpaksa permaisuripun tadi, memanggil raja untuk beristarahat dahulu. Agar semua orang bisa memulai mengambil makanan mereka dan memakannya.


Raja masih terdiam terpaku, merasa bingung dan tidak tau harus bagaimana. Walaupun permaisuri sudah memintanya untuk mengambil makanannya. Karena ini pertama kalinya raja ikut serta dalam acara perjamuan makanan yang seperti ini. Karena biasanya raja selalu dilayani oleh para dayang untuk menyediakan makanannya.


Dengan gemas, permaisuri akhirnya berdiri karena melihat tingkah raja yang masih diam mematung tak bergeming. Lalu menghampiri raja.


" Yang mulia, apa yang sedang yang mulia lakukan? Ayo cepat ambil makannya! Kita semua juga sudah merasa lapar. Mereka semua tidak mau mengambil makanannya sebelum yang mulia mengambil makanan yang mulia terlebih dahulu." Seru permaisuri lagi.


" Aku tidak tau bagaimana cara mengambil makanannya, dan aku juga tidak bisa jika harus duduk berdempetan dengan mereka." Bisik raja kikuk.


" Baiklah, jika yang mulia tidak mau ikut makan bersama kami, lebih baik yang mulia kembali kekediaman yang mulia saja! Nanti hamba akan memerintahkan dayang untuk membawakan makanannya kekediaman baginda." Ucap permaisuri yang tidak mempermasalahkannya.


" Apa kau akan ikut aku, kembali kekediaman permaisuri?" Tanya raja.


" Tentu saja tidak, hamba akan makan disini bersama pangeran Lee dan juga para dayang serta koki istana." Jawab permaisuri mantap.


Raja yang mendengar jawaban dari permaisuri, langsung merilik kearah pangeran Lee yang tengah asik bersenda gurau dengan para dayang. Raja melihat tanda merah besar, raja tidak mau jika harus meninggalkan permaisuri bersama dengan pangeran Lee.


Dengan terpaksa raja menuruti perintah permaisuri dan berjalan kearah meja. Raja meminta bantuan permaisuri untuk mengambilkan makanan untuknya, walaupun malas, permaisuri tetap menuruti perintah raja. Permaisuri mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk raja. Setelah itu permaisuri juga mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Kemudian disusul oleh pangeran Lee serta para dayang dan koki istana yang ikut mengantri mengambil makanan.


Raja sangat menikmati makanannya, raja benar - benar merasa kagum dengan keahlian permaisuri dalam memasak. Makanan yang permaisuri masak selalu enak dan membuat nafsu makan meningkat.


Sebenarnya raja merasa bingung dan penasaran, sejak kapan permaisuri menjadi pandai memasak? Namun raja malu untuk menanyakannya. Karena selama ini, raja tidak pernah memperhatikan dan memperlakukan permaisuri dengan baik. Bahkan raja tidak tau sama sekali tentang permaisuri.


Raja merasa menjadi orang yang amat sangat bodoh, karena sudah menyia - nyiakan waktu selama 5 tahun hanya untuk menghindari permaisuri.


Raja masih kalut dalam pikirannya sendiri sambil mengunyah makanannya, namun tiba - tiba raja dikagetkan dengan suara tawa pangeran Lee dan permaisuri. Raja melirik kearah dua manusia yang sedang asik bersenda gurau sambil melemparkan candaan - candaan yang membuat semua orang yang ada disana ikut tertawa.


Raja menatap tajam pangeran Lee dan permaisuri dengan kedua mata elangnya, yang seakan terfokus pada mangsanya. Raja merasa cemburu dengan kedekatan mereka berdua.


" Yang mulia, sebenarnya kedelai segitu banyaknya akan kita olah menjadi apa?Hamba tidak pernah tau, ada cara mengolah kedelai, seperti yang permaisuri arahkan." Tanya kepala koki istana kepada permaisuri.


" Kepala koki Kang, bukankah waktu pertama kali aku datang kedapur istana, aku pernah mengatakan akan mengganti kecap manis yang kau berikan kepadaku, dengan berbotol - botol kecap manis. Nah, semua kedelai itu akan kita buat menjadi kecap manis." Tutur permaisuri dengan lembut.


Semua orang tampak takjub dengan permaisuri, yang mengetahui cara pembuatan kecap manis yang notabennya sebagai barang langka dikerajaan joseon ini. Tak terkecuali raja dan juga pangeran Lee.

__ADS_1


" Bagaimana kaka tau, cara pembuatan kecap manis? Padahal dikerajaan kita ini kecap manis termasuk barang langka?" Pertanyaan pangeran Lee, sungguh mewakili pikiran semua orang yang berada disana.


" Aku memiliki seorang teman yang berasal dari kerajaan timur." Jawab permaisuri yang setengahnya tidak berbohong, karena Kim so hee memang memiliki teman dari kerajaan timur lebih tepatnya indonesia, yaitu Rani yang kini terjebak didalam tubuhnya.


Bukankah yang dikatakan permaisuri benar adanya, tidak seluruhnya berbohong. Karena tidak mungkin Rani mengatakan yang sejujurnya.


" Berarti semua masakan yang kaka buat, termasuk semua makanan ini, merupakan resep dari teman kaka yang berasal dari kerajaan timur?" Tanya pangeran Lee lagi. Permaisuri mengangguk canggung lalu tersenyum kikuk.


" Wah kakaku ini benar - benar hebat, mampu belajar dan menghafal resep makanan dari kerajaan timur. Aku bangga terhadapmu ka." Ucap pangeran Lee yang kemudian merangkul pundak permaisuri.


Raja menatap kearah tangan pangeran Lee yang dengan santainya nangkring dibahu permaisuri. Rajapun merasa kesal, dengan tingkah pangeran Lee yang lama - lama semakin kurang ajar menurut raja.


Rajapun bangun dari duduknya lalu menyeret permaisuri keluar dari gudang. Permaisuri tampak bingung dengan kelakuan raja yang tidak bisa ia mengerti sama sekali.


Sesampainya mereka dikediaman raja, permaisuri menghempaskan tangannya yang dicekram erat oleh raja, dan meminta penjelasan atas tindakan raja yang seenaknya sendiri.


" Yang mulia, apa maksud yang mulia melakukan semua ini?"


" Huuuh." Raja menghembuskan nafasnya kasar dan frustasi. Raja tidak tau harus bagaimana menjelaskan perasaannya saat ini, yang tengah terbakar api cemburu.


" Enak saja pangeran Lee main ngrangkul - ngrangkul permaisuri, aku saja yang suaminya tidak pernah merangkul permaisuri seperti itu. Bahkan ini sudah untuk yang kedua kalinya, dia merangkul permaisuri dihadapanku. Beraninya dia, masih aku pantau ya. Untung adik sendiri, kalo bukan udah aku gantung dia dipohon toge." Maki raja didalam hati.


Permaisuri masih menunggu jawaban dari raja yang masih terlihat diam mematung.


" Hello, yang mulia sehat?" Ucap permaisuri sambil menggoyangkan telapak tangannya didepan wajah raja.


Rajapun tersadar dari lamunannya, " Maksud kamu apa permaisuri?"


" Yang mulia, kenapa tadi tiba - tiba narik tangan hamba? Sakit tau." Oceh Rani sambil menunjuk pergelangan tangannya yang tampak memerah.


Raja yang melihat tangan permaisuri memerahpun, merasa bersalah atas tindakannya yang kekanakan. Tidak seharusnya tadi, raja bersikap seperti itu. Terlebih kalo dipikir - pikir, kenapa raja harus cemburu dengan adiknya sendiri? Sungguh konyol bukan? Ternyata jatuh cinta itu bisa membuat otak tidak bisa berfikir jernih.


Raja menuntun permaisuri untuk duduk disinggahsananya, lalu meminta kasim Jang, untuk mengambilkan kain dan airbersih serta obat untuk mengobati tangan permaisuri.


Setelah kasim Jang membawa pesanan yang raja minta, raja memegang tangan permaisuri lalu mengelapnya dengan kain basah, kemudian mengoleskan obat kepergelangan tangan permaisuri yang memerah akibat cengkraman dari raja.


Permaisuri tertegun dengan sikap raja yang lembut kepadanya, " Rani ayo sadar, jangan baper."


Kadang Rani sampai tak habis fikir dengan tingkah raja yang kadang baik dan kadang ngeselin dan seenaknya sendiri. " Sebenarnya apa maksud tindakan raja yang plin plan seperti ini?"


Suasana hening yang kini menyelimuti ruangan raja, sementara kasim Jang tampak cengengesan melihat adengan romantis yang kini sedang tersaji dihadapannya.


Kasim Jang tampak bersyukur, melihat hubungan raja dan permaisuri yang kini makin membaik.


Hingga suara dari depan pintu, membuyarkan keheningan yang ada diruangan raja. Suara So joon yang tampak meminta agar diizinkan masuk kedalam ruangan.


Rajapun memberi izin So joon masuk kedalam ruangan. Setelah mendapat izin, So joon langsung membuka pintu, dan masuk kedalam ruangan. So joon menunduk memberi hormat.


" Yang mulia, ada yang ingin hamba bicarakan!" Seru So joon dengan muka datarnya.

__ADS_1


" Ada apa So joon? Katakanlah!" Saut raja.


So joon tampak ragu untuk berbicara, dan kemudian melirik kearah permaisuri. Raja yang paham dengan maksud So joon pun, mengatakan bahwa raja tidak keberatan jika permaisuri ikut mendengarnya.


Permaisuri tampak bingung dengan situasi saat ini, yang seakan mendadak menjadi serius dan menegangkan. Permaisuri menjadi penasaran pesan apa yang akan disampaikan oleh So joon? sehingga dia terlihat ragu menyampaikannya dan seakan tidak ingin jika permaisuri ikut mendengarnya.


Dengan wajah datarnya So joon mulai menyampaikan laporan hasil dari insfestigasinya, mengenai kelompok penimbun beras.


" Yang mulia, sepertinya hamba mendapat petunjuk mengenai kelompok penimbun beras. Namun hamba belum yakin, mengenai kabar yang ingin hamba sampaikan." Ujar So joon yang menyampaikan hasil laporannya.


" Kelompok penimbun beras?" Batin permaisuri penuh tanda tanya.


" Apa yang membuatmu ragu So joon?" Tanya raja yang menaikan satu alisnya.


" Hamba mencoba menelisik dan mencari tau, dalang dari orang yang memborong padi - padi yang dipanen oleh para petani dengan harga murah. Hamba mencoba mencari informasi dari para petani langsung, dan mereka mengatakan bahwa orang yang memborong hasil panen mereka adalah orang suruhan menteri pertanian dan bahan pangan." Jelas So joon memaparkan hasil infestigasinya.


" Itu tidak mungkin, aku berani jamin ayahku tidak mungkin melakukan itu." Bantah permaisuri dengan suara yang meninggi.


Walaupun Rani tidak begitu mengenal ayah Kim so hee, tapi Rani tau ayah Kim so hee adalah orang yang baik. Karena dari ingatan Kim so hee, ayahnya itu suka sekali menyisihkan gajinya sebagai menteri dan memberikannya kepada rakyat biasa. Bahkan ayah dari Kim so hee ini memperlakukan para pelayan dirumahnya dengan sangat baik dan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga mereka.


" Tenang permaisuri, kita coba dengarkan penjelasan dari So joon terlebih dahulu." Ucap raja coba menenangkan sambil mengelus punggung permaisuri lembut.


" Apa yang kau katakan itu benar So joon? Apa kau sudah mencari kebenaran dari apa yang kau ucapkan barusan? Apa kau sudah mencoba menyelidiki kekediaman perdana menteri Kim?" Tanya raja beruntun.


" Hamba belum memastikannya yang mulia, setelah hamba mendapat informasi ini, hamba segera bergegas kembali keistana dan melaporkannya kepada yang mulia." Jawab So joon jujur, apa adanya.


Raja mengangguk mengerti, " Baiklah, besok kau coba cari tau kebenaran dari berita yang kau dengar! Dan jangan lupa kau selidiki petani yang memberikan informasi itu terhadapmu!" Raja memberi perintah.


" So joon, besok aku ikut denganmu. Aku ingin mencari tau sendiri kebenaran dari berita itu." Ucap permaisuri sepontan.


Dan hal itu, sungguh membuat bukan cuma raja, namun kasim Jang dan So joon, yang selalu memasang muka datar saja, langsung terkejut mendengar ucapan permaisuri.


" Itu berbahaya permaisuri, aku tidak akan mengizinkanmu melakukan hal gila seperti itu." Tolak raja mentah - mentah.


" Pokoknya hamba harus ikut yang mulia, nama baik ayah serta keluarga hamba tengah dipertaruhkan disini, hamba tidak mungkin diam saja. Mohon yang mulia memberikan izin terhadap hamba untuk ikut menyelidiki kasus ini. Hamba akan membuktikan bahwa ayah hamba tidak bersalah sama sekali." Ujar permaisuri yang memohon kepada raja.


" Tapi permaisuri, ini itu kasus yang berbahaya dan tidak mungkin aku mengizinkanmu untuk ikut membahayakan dirimu, keselamatanmu dan juga nyawamu." Hardik raja.


" Tolong yang mulia, hamba mohon izinkan hamba membuktikan bahwa ayah hamba tidak bersalah. Dan semua ini hanya fitnah." permaisuri memohon kepada raja, hingga tanpa permaisuri sadari ia kini tengah menggenggam tangan raja dengan erat.


" Baiklah, besok aku juga akan ikut menyelidiki kasus ini bersama kalian. Karena aku tidak mungkin membiyarkanmu dalam bahaya permaisuri." Seru raja yang tak ingin dibantah.


Permaisuri tampak setuju, dan tidak keberatan dengan usul raja, yang terpenting saat ini adalah, asal permaisuri mendapat izin dari raja untuk mengikuti menyelidiki kasus ini.


So joon tampak ragu, dengan keputusan raja kali ini. Namun mau bagaimana lagi, So joon hanya bisa mengikuti perintah dari junjungannya itu.


" Baiklah besok kita coba selidiki dari seseorang yang memberi informasi itu, terhadap So joon terlebih dahulu. Agar lebih mudah mencari titik temu dan akar permasalahan yang sebenarnya." Ucap raja.


" Baik yang mulia." Jawab So joon seperti biasa tanpa ekspresi.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENπŸ‘πŸΌπŸ™πŸ˜


__ADS_2