
Malam yang telah dinanti - nantipun tiba, acara perjamuan untuk perayaan ulang tahun ibu suri. Acara malam ini, di gelar di pelataran aula. mengingat tamu undangan yang cukup banyak dan tidak memungkinkan jika harus di laksanakan di dalam ruangan. Dan beruntung cuaca malam ini terlihat sangat cerah, banyak bintang bertaburan dan juga bulan purnama yang utuh terlihat jelas memancarkan sinarnya. Semua tamu undanganpun terlihat sudah hadir.
Meja - meja sudah tampak penuh oleh berbagai makanan yang tentunya enak dan juga minuman sudah tersedia di meja setiap tamu.
Raja dan ibu suripun sudah terlihat duduk di singgahsananya, sementara selir agungpun sudah bebas dari masa hukumannya, ia sudah duduk di kursinya dan pangeran Lee jong hoon bersama selir Songpun sudah duduk di sebelah ibu suri. Namun kemana perginya permaisuri? Ia bahkan belum terlihat batang hidungnya. Sementara acara akan segera di mulai.
Kemudian rajapun menanyakan kepada kasim Jang yang tengah berdiri di belakang singgahsana raja.
" Dimana permaisuri kenapa belum datang? Padahal acara akan segera di mulai."
" Ampun yang mulia, sepertinya permaisuri sedikit terlambat. Karena dari tadi pagi beliau sibuk di dapur istana."
Mendengar itu, raja mendengus kesal. Kemudian membalikan badannya menghadap para tamu undangan. Ibu suri terlihat sangat bahagia beliau kini tengah asik berbincang dengan selir Song dan juga pangeran Lee. Mereka tengah melepas rindu, karena pangeran Lee dan selir Song jarang sekali berkunjung ke istana.
Sementara selir agung mencoba ingin mengajak raja untuk mengobrol. Namun ia masih takut, apa raja sudah memaafkan dirinya. Ketika selir agung ingin memulai berbicara, tiba - tiba terdengar seruan dari kasim Jang bahwa permaisuri telah tiba.
Semua mata tertuju kepada permaisuri yang tengah berjalan dengan anggun menuju singgahsananya yang terletak di sebelah raja. Yang di ikuti oleh beberada dayangnya.
Semua tamu undangan terpukau dengan kecantikan permaisuri, ia tampak bersinar dengan mengenakan hanbook warna putih yang di kombinasikan dengan warna biru muda di bagian bawah.
Bahkan raja sampai tak mengalihkan pandangannya kepada permaisuri. Hingga permaisuri duduk disinggahsananya raja masih tetap memandang wajah cantik permaisuri.
Permaisuri yang tau bahwa ia tengah di perhatikan raja, permaisuripun berdehem agar raja mengalihkan pandangannya terhadap dirinya. Sadar dengan yang tengah ia lakukan, buru - buru raja mengalihkan pandangannya ke arah lain. Selir agung yang melihat itu jelas merasa tidak suka. Namun berbeda dengan kasim Jang ia langsung nyengir kuda melihat junjungannya merasa malu karena ketahuan mencuri pandang. Sedangkan Park so joon yang berdiri di sebelah kasim Jang seperti biasa hanya memasang muka datarnya.
Heran autor sama S**o joon, di situasi dan kondisi apapun. Ko mukanya datar mulu nggak ada ekspresi. Sekali - kali senyum gitu. Kan sayang muka gantengnya.
" Kan autor yang ngasih perannya kaya gini."
Ya udah besok - besok tak suruh senyum mau tapi ya?
" Sesekali mau, tapi jangan sering - sering image coolnya nanti ilang."
Ok deal, dasar muka teriplek. Narsis juga ternyata.
Akhirnya rajapun memulai acara perjamuannya, raja membukanya dengan sambutan darinya untuk para tamu yang sudah hadir di acara tersebut. Dan dilanjutkan oleh ibu suri yang mengucapkan terimakasih atas do'a dan hadiah yang di berikan kepada dirinya.
Berikutnya adalah pentas seni, terlihat para penari tengah melakukan tariannya di atas podium yang sudah di sediakan. Rani tampak menikmati pemandangan di depannya, jujur ia sangat antusias dan tertarik karena ini adalah pengalaman pertamanya melihat secara langsung pesta perjamuan istana, yang biasanya ia lihat hanya di drama - drama korea saja.
Kini giliran untuk para perempuan yang berada di istana, untuk menunjukan bakat mereka. Selir agung, tampaknya sudah bersiap dan berjalan kearah podium. Sebelum tampil ia memberi hormat terlebih dahulu kepada raja, ibu suri, dan juga permaisuri. Kemudian ia memulai menunjukan bakatnya yaitu menari. Tarian selir agung memang sangat indah, bahkan para penaripun kalah dengan dirinya. Semua tamu memuji tarian selir agung yang menurut mereka sangat luar biasa.
" Benar - benar wanita yang berbakat, penampilan selir agung memang tidak pernah mengecewakan." Ucap salah satu tamu undangan.
Selir agung yang mendapat banyak pujianpun merasa senang dan berharap raja kini tengah melihat dirinya tampil dan merasa bangga terhadap dirinya.
Akhirnya tarian selir agungpun selesai dengan sangat indah. Kemudian ia menatap raja, dan berharap mendapat pujian darinya. Namun semua sirna, tatkala selir agung mendapati raja yang tengah mencuri pandang terhadap permaisuri. Dengan perasaan kesal selir agung turun dari atas podium.
Kini giliran permaisuri yang akan menampilkan bakatnya. Rani kini sudah berada di atas podium dengan membawa gayageum miliknya. Kemudian Ranipun duduk dan bersiap untuk memulai menunjukan bakatnya. Dengan wajah yang sedikit gugup dan tangan yang mulai bergetar Rani mencoba memberanikan diri untuk tetap tampil.
" Aku mohon ingatan Kim so hee bantu aku."
Kemudian Rani mulai memetik gayageum miliknya. Para tamu merasa heran dengan melodi yang keluar dari gayageum permaisuri yang tampak berbeda dari biasanya. Suaranya terdengar lirih namun seakan menghanyutkan. Namun seketika mereka semua di kejutkan dengan suara merdu permaisuri. Mereka tidak habis fikir bahwa permaisuri akan memainkan gayageum sambil bernyanyi.
Raja juga tidak kalah terkejutnya. Raja semakin lekat menatap penampilan permaisuri. iris matanya tak sedikitpun berpaling dari permaisuri. Dan itu membuat selir agung semakin bertambah kesal. Ia meremas tangannya kuat yang ia sembunyikan di bawah meja.
Rani tengah memainkan gayageumnya sambil menyanyikan lagu hati yang kau sakiti milik teh Rossa.
__ADS_1
Na bakken eobdamyo ha yaksok
geureon mal ije neun hajima
niga kkaebeorin uri sai nikka
ije nado tteonanda hamyeon
geureon nal yongseohae jugenni
naege sangcheoman juneun neoreul dugo
neo eopsi mwol hal su isseulkka
bamsae dae nae eo do
neo eopsineun hagi sireo
(na) jujeo an gae dwae
Reff#
nunmuri na
geu saeng gage
eotteoke ireoke janinhal su inneun geonji
na bakken eopdadeon niga
na anin geu nyeo ege
nunmuri na
ireoke swibge neonen nareul tteona gajiman
jeoldae ijeumyeon andwe
neo ttaemune sangcho badeun nae maeummeul.
Lantunan lagu dari permaisuri membuat semua orang terbius dan ikut larut dalam lagu yang di nyanyikan permaisuri. Bahkan tak sedikit yang sampai menangis karena menghayati setiap lirik yang permaisuri nyanyikan. Kasim Jang bahkan sampai tersedu - sedu sambil memeluk Park so joon dan mengelap ingusnya yang keluar menggunakan baju So joon. Begitu juga Dayang utama Park dan Go jang mi mereka berdua ikut menangis sambil berpelukan.
Bahkan ibu suri juga menitihkan airmatanya, sedangkan raja entah mengapa ia merasakan sesak didadanya saat mendengar setiap lirik yang keluar dari mulut permaisuri. Rasanya dada raja kini seperti tengah tersayat pisau. Perih, itu yang tengah raja rasakan. Namun ia hanya diam dan terus memandang kearah permaisuri. Sedangkan pangeran Lee dan selir Song hanya menunjukan ekspresi sendu.
Permaisuripun mengakhiri pertunjukannya. Dan langsung di sambut tepukan meriah dari para pemonton. Tamu undangan yang hadir sangat merasa kagum dengan permaisuri. Pasalnya mereka belum pernah melihat penampilan yang seperti itu. Sungguh luar biasa baru pertama kali mereka melihat seseorang memainkan gayageum sambil bernyanyi. Bahkan nyanyian permaisuri berbeda dari biasanya. Dari segi nada dan juga melodi yang terasa asing namun sangat nikmat didengar dan menyentuh hati.
Kemudian permaisuripun kembali ke singgahsananya. Raja masih terus saja memperhatikan permaisuri. Bukannya Rani tak tau kalau raja terus memperhatikannya, namun ia hanya malas berurusan dengan raja. Sehingga Rani pura - pura tak tau dan berlagak cuek saja. " Nih orang kenapa ya? Ko ngliatin aku terus sih. Pengin aku colok deh matanya." Hingga Ranipun merasa risih dan tak tahan jika harus diliatin terus oleh raja. Serasa jadi tv, diliatin terus.
Ranipun memiringkan tubuhnya sedikit ke arah raja, akhirnya Rani memutuskan untuk menegur kelakuan raja yang absurd itu. " Awas tuh mata lepas." Bisik Rani kepada raja. Dan kemudian menegakan posisi tubuhnya kembali.
Raja pun langsung membuang muka ke sembarang arah. Untuk menutupi rasa malu serta keterkejutan dirinya yang di tegur oleh permaisuri.
Para dayang istana kini tengah mengeluarkan makanan utama untuk disajikan di acara perjamuan. Para tamu undangan menatap heran dengan apa yang di sajikan di meja mereka. Pasalnya mereka belum pernah melihat jenis masakan ini. Tapi dari baunya sepertinya makanan ini memiliki rasa yang enak.
Begitupun juga raja, ia menatap aneh kearah mejanya yang kini tersaji daging yang ditusuk dengan menggunakan bambu berukuran kecil, dan di beri toping sayur lobis serta tomat yang sudah dipotong - potong, dan irisan cabe serta bawang merah. Lalu disiram dengan kecap manis dan ditaburi sedikit bubuk merica.
__ADS_1
" Makanan apa ini? bentuknya aneh, seperti gosong? Tapi anehnya kenapa baunya harum sekali. Hingga rasanya aku tidak sabar untuk mencicipinya."
" Hmmm." Deheman dari ibu suripun, membuyarkan lamunan raja. Sadar banyak mata yang sedang menatapnya, raja pun segera mempersilahkan para tamu untuk menyantap makanan yang sudah disediakan.
Gigitan pertama saat makanan itu masuk ke dalam mulut raja, Nggak usah di tanya lagi, sudah pasti enak. Seumur - umur raja tidak pernah makan makanan yang seenak ini. Raja makan begitu lahapnya, perpaduan antara danging dan nasi serta sayuran itu, serasa pas bgt ada pedas, asin, manis serta gurih tercampur jadi satu, tekstur dagingnyapun lembut dan mudah dikunyah. Raja bahkan tak menyisakan sedikitpun nasi di mangkuknya.
Begitu pula para tamu undangan, merasa sangat puas dengan jamuan mereka kali ini. Melihat itu, ibu suri tersenyum bahagia dan merasa bangga kepada permaisuri yang sudah mengemban tanggung jawabnya dengan sangat baik.
" Mohon ampun yang mulia raja dan ibu suri, hamba sangat menyukai makanan yang tersaji di acara perjamuan ini. Bolehkan hamba bertemu dengan koki istana yang membuat makanan ini?" Ada yang ingin hamba tanyakan." Ucap salah seorang tamu undangan.
" Boleh, namun apa yang ingin kau tanyakan?" Jawab ibu suri.
" Begini yang mulia, saat hamba memakan makanan ini, hamba merasakan bumbu yang digunakan untuk mengolah daging ini adalah rempah - rempah yang berasal dari kerajaan timur. Hamba hanya ingin menanyakan kepada koki istana, apakah benar, ia menggunakan rempah - rempah dari kerajaan timur untuk memasak danging ini?" Jelas dari pria paruh baya itu.
" Baiklah kau boleh menanyakan langsung kepada permaisuri, karena dia yang membuat makanan ini."
Begitu terkejutnya para tamu undangan yang mendengar ucapan dari ibu suri. Bahwa yang memasak makanan yang tersaji di meja mereka adalah permaisuri. Begitupun selir agung, ia langsung tersedak karena ia masih mengunyah makanannya.
" Bagaimana mungkin seorang permaisuri bisa memasak makanan yang begitu enak seperti ini. Sungguh di luar dugaan." Ucap para tamu undangan yang saling berbisik.
" Maaf yang mulia permaisuri, hamba tidak tau bahwa yang mulia yang memasak makanan yang enak ini." Ujar pria paruh baya tadi. Kemudian ia memberi hormat kepada permaisuri.
" Tidak masalah, lagian hamba juga tidak membuatnya sendiri, hamba di bantu oleh para dayang istana dan juga para koki istana. Hamba tidak akan sanggup membuat makanan segitu banyaknya, jika harus melakukannya seorangdiri." Jawab permaisuri menggunakan bahasa formal. Karena ia yakin bahwa yang sedang berbicara kepadanya adalah seorang raja. Karena dari pakaian yang ia kenakan cukup mewah dan Rani tau siapa raja itu, ia mengenali dari kain batik yang melekat di tubuhnya. Jelas sosok pria paruh baya itu adalah raja dari kerajaan timur.
" Hahaha." Pria paruh baya itu tertawa. " Bukan hanya memiliki paras yang cantik dan mempunyai bakat yang luar biasa. Permaisuri juga orang yang rendah hati. Begitu beruntungnya bagida raja memiliki permaisuri seperti anda."
" Terimakasih atas pujian yang mulia." Jawab permaisuri.
Membuat pria paruh baya itu terkejut, bagaimana mungkin permaisuri tau bahwa ia seorang raja. Padahal ia baru pertama kali datang ke kerajaan ini. Karena sebelumnya hubungan diplomasi atar kerajaan ia serahkan kepada anaknya.
" Bagaimana mungkin yang mulia permaisuri tau bahwa hamba seorang raja?"
Permaisuri tersenyum manis, " Tentu hamba tau yang mulia. Dari pakaian yang baginda kenakan saja sudah sangat mencolok dan ditambah kain batik yang melekat di badan baginda, hamba yakin bahwa baginda adalah raja dari kerajaan timur."
" Hamba mengucapkan terimakasih atas hadiah yang baginda bawa untuk ibu suri. Dan hamba meminta maaf karena hamba sudah menggunakannya untuk membuat makanan ini."
" Permaisuri sungguh wanita yang sangat pandai. Permaisuri benar, hamba adalah raja dari kerajaan timur, raja Erlangga."
" Hamba malah merasa terhormat bisa memakan masakan yang dibuat langsung oleh permaisuri. Dan hamba juga merasa senang bahwa yang mulia menyukai hadiah yang hamba bawa."
" Maafkan aku yang mulia raja Erlangga, karena tidak mengenalimu. Dan terimakasih kau telah membawakan hadiah yang sangat istimewa." Ucap ibu suri.
" Benar yang mulia, kami sungguh meminta maaf karena tidak mengenali baginda." Saut raja.
" Tidak apa - apa yang mulia raja dan ibu suri, hamba memang baru pertama kali datang ke kerajaan ini. Pantas jika yang mulia tidak mengenali hamba." Ucap raja Erlangga.
" Sebagai tanda permintaan maaf kami yang tulus, hamba akan memberikan pedang yang terbuat dari emas untuk yang mulia raja Erlangga." Ucap raja.
" Hamba sangat berterimakasih yang mulia, dan sebagai gantinya hamba akan memberikan kain batik yang di lukis dengan emas murni yang dilelehkan, kepada permaisuri. Sekaligus sebagai rasa terimakasih hamba karena permaisuri telah menyambut kedatangan hamba di kerajaan ini, dengan sangat baik dan menyenangkan. Semoga hubungan baik antara kedua kerajaan dapat terjalin selamanya."
Cantik nggak permaisuri yang ditatap raja terus😍🤣
Maaf ya kalo yang nggak suka sama visual Kim so hee, aku hanya ingin coba kasih kesempatan sama aktris ini jadi tokoh protagonis. Kasihan soalnya, kalo di kasih tokoh antagonis terus padahal wajahnya cantik banget.
__ADS_1
**Jangan lupa LIKE & KOMEN serta jadikan FAVORIT 🤗🤣
TERIMAKASIH🙏👍🏼**