MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Isi Hati Raja 3


__ADS_3

Setelah acara perayaan ulang tahun ibu suri selasai, ibu suri mengajak seluruh anggota kerajaan untuk berkumpul di kediamannya untuk saling bercengkrama.


Namun mendadak raja merasa kesal dengan tingkah pangeran Lee yang dengan santainya mengalungkan tangannya, keatas pundak permaisuri. Jelas raja langsung memberikan pelototon tajamnya kepada pangeran Lee.


raja merasa senang saat selir Song menjewer telinga pangeran Lee. Rasanya raja tak perlu memberi hukuman kepada adiknya yang bertingkah seenak jidat dan selengean itu, karena sudah terwakilkan oleh selir Song. Raja benar - benar merasa puas, karena tidak perlu repot - repot untuk turun tangan langsung.


Tiba - tiba raja sedikit tertarik saat ibu suri menanyakan perihal lagu yang permaisuri nyanyikan. Jiwa kepo raja meronta - ronta, namun celetukan pangeran Lee membuat semua orang diam membisu, pasalnya kata - kata pangeran Lee seakan tepat sasaran.


Apakah lagu itu mewakili perasaanmu terhadap kakaku, yang selalu mengecewakanmu permaisuri?


Raja langsung merasa bersalah, dan raja tau kalo ibu suri tengah menatapnya dengan tajam. Siap - siap saja, setelah ini raja tidak akan selamat, karena mendapat amukan dari ibu suri. Itu yang ada dalam fikiran raja sekarang. Namun jawaban dari permaisuri membuat raja merasa lega. Namun raja tau kalo permaisuri sedang berbohong.


Dan itu sangat mengganggu raja, kenapa permaisuri mau membelanya dan menutupi kesalahannya dihadapan ibu suri? Apa benar permaisuri juga menyukainya? Semua pertanyaan itu terus berkemelut di kepala raja.


Pagi harinya raja tak sengaja melihat permaisuri sedang bersantai di gazebo taman istana, tampak permaisuri tengah menyeruput teh dari cangkir yang ia pegang. Kemudian raja berinisiatif untuk menghampiri permaisuri. Tentunya diikuti dua abdi setianya, dan juga para dayang yang selalu mengiringi kemanapun raja pergi.


Dengan santainya raja langsung duduk disebelah permaisuri dan menuangkan teh kedalam cangkir kecil bekas permaisuri minum. Dan kemudian langsung menenggak teh itu kemulutnya hingga tandas.


Jelas permaisuri langsung protes dengan tingkah raja, namun raja tetap santai dengan ocehan dan omelan permaisuri terhadap dirinya. Justru raja malah menggoda permaisuri dengan menanyakan tentang lagu yang permaisuri nyantikan. Dan raja sengaja berkata yang memrofokasi permaisuri, bahwa tidak ada wanita yang bisa menolak karisma raja sebagai seorang pria.


Raja berharap bahwa permaisuri mau mengakui kalo lagu itu memang ditujukan padanya, karena permaisuri memang memiliki perasaan terhadap dirinya.


Namun raja salah besar, karena permaisuri justru malah mengelak. Bahkan permaisuri malah menyebutkan berbagai nama - nama pria yang menurut permaisuri jauh lebih baik dari raja.


Dan satu nama yang membuat raja tak habis fikir, Park so joon? Bahkan menurut permaisuri, raja dan pengawalnya itu, masih jauh lebih baik pengawalnya? Auto langsung darah tinggi raja naik. Untung pengawal setia, kalo bukan sudah digantung dipohon kencur si Park so joon.


Raja sangat merasa kecewa dengan jawaban permaisuri, terlebih permaisuri langsung pergi meninggalkannya begitu saja. Raja tidak akan membiarkan pria manapun mendekati permaisuri, kemudian raja memerintah Park so joon untuk mencari tau tentang semua pria yang namanya disebutkan oleh permaisuri.


Saat raja hendak kembali keediamannya, raja melihat selir agung dan permaisuri tampak sedang berdebat. Karena penasaran, rajapun menghampiri kedua wanita yang bersetatus sebagai istrinya.


Raja datang, dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Namun jawaban dari selir agung justru menambah kekecewaan raja terhadap permaisuri. Tanpa raja sadari tangannya langsung mencengkram pergelangan tangan permaisuri dengan keras.


Raja tak menyangka permaisuri mampu mengatakan itu semua, ia menyuruh selir agung untuk mengambilnya karena permaisuri sama sekali tidak tertarik padanya.


Bagai petir disiang bolong hati raja begitu sakit, seakan ada petasan yang kini tengah meledak didalam hatinya. Raja bukan barang yang bisa dioper kemana saja. Andai permaisuri tau bahwa raja begitu mencintainya, semua ini raja akui adalah salahnya yang selama ini membuat permaisuri salah paham.


Raja melepaskan cengramannya dari permaisuri, karena permaisuri terus meronta dan berteriak meminta raja untuk melepaskan cengkramannya. Diliriknya pergelangan tangan permaisuri yang tampak memerah. Raja begitu merasa bersalah dengan tindakannya barusan. Karena dikuasai oleh emosi raja justru menyakiti orang yang amat ia sayangi. Saat permaisuri pergi meninggalkannya raja bersumpah didalam hatinya, bahwa raja tidak akan melepas permaisuri dan akan membuat permaisuri menyukainya. Raja bertekad mulai sekarang ia akan menunjukan perasaannya terhadap permaisuri.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini raja mengajak So joon untuk keluar istana, raja sengaja meninggalkan kasim Jang diistana. Raja tersenyum saat membayangkan wajah kasim Jang saat tau kalau ia telah dikelabui oleh raja. Pasti saat ini, kasim Jang tengah berteriak karena tak melihat raja kediamannya.


Sebelum raja pergi, ia meminta kasim Jang untuk membuatkannya prakarya dari tanah liat, dan itu harus kasim Jang sendiri yang membuatnya. Walaupun kasim Jang merasa bingung dengan permintaan aneh junjungannya itu, namun ia tetap menurutinya.


Raja bersama So joon sengaja menyamar agar tidak ada orang yang mengenali mereka, raja dan So joon memang sudah terbiasa pergi keluar istana dengan menyamar, untuk mengamati kebijakan yang raja buat apakah diterapkan oleh rakyatnya dengan baik. Sekaligus mengawasi takutnya ada permainan politik dan penyalah gunaan kekuadaan dalam menerapkan kebijakan dari raja.


Namun misi kali ini berbeda, raja dan So joon akan mencoba mencari pria - pria yang namanya disebut oleh permaisuri kemarin. Hampir satu jam mencari, namun tak kunjung menemukan orang - orang yang dimaksud oleh permaisuri.


Malah justru mata raja menemukan hal yang membuatnya terkejut, seorang wanita cantik yang mengenakan pakainan biasa, tengah berlari - lari kesana kemari dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.


Wanita itu adalah permaisuri, raja terus memperhatikan tingkah permaisuri dan menatapnya gemas. Dan akhirnya raja malah melupakan niat awalnya keluar istana dan malah mengikuti permaisuri.


Sedangkan So joon hanya mengikuti junjungannya saja, raja mengikuti permaisuri sampai ketempat pertunjukan. Raja duduk tepat dibelakang permaisuri, namun tampaknya permaisuri tidak menyadarinya. Raja tersenyum melihat permaisuri yang sangat antusias menonton pertunjukan itu.


Hingga pertunjukanpun selesai, dan hal yang tak terdugapun terjadi, karena perdebatan antara dua dayang permaisuri dengan para penonton tak terelakan. Aksi dorong - mendorong membuat kondisi tak kondusifpun terjadi, raja menyadari bahwa permaisuri merasa ketakutan. Karena raja melihat permaisuri yang berjongkok dan menutup kepalanya dengan jubah. Dan raja segera langsung membawa permaisuri pergi dari kerumunan. Namun sebelum itu, raja meminta So joon untuk menjaga kedua dayang permaisuri dan mengantarkannya pulang ke istana dengan selamat.


Raja merangkul permaisuri menuntunnya agar berjalan lebih cepat, karena masih ada beberapa orang yang mengikuti mereka dari belakang. Raja memperhatikan kesekeliling, dan mendapati toko buku yang lumayan ramai pengunjung dan segera membawa permaisuri masuk kedalam toko buku itu.


Raja membawa permaisuri kerak buku paling pojok yang lumayan sepi. Dan saat permaisuri membuka jubah yang menutup kepalanya, raja tau kalau permaisuri terkejut akan adanya dirinya dihadapan permaisuri.


Niat raja yang tadinya ingin menjaili permaisuri, malah seakan senjata makan tuan. Kini malah jantung raja yang seakan sedang melakukan senam jantung akibat tubuhnya yang terlalu dekat dengan permaisuri.


Bahkan saking dekatnya, hidung mereka seakan akan bersentuhan. Raja memandang wajah cantik permaisuri dengan intens. Mata raja menelisik ke pipi permaisuri yang kini mulai memerah, seakan malu dan juga gugup. Kemudian pandangan raja mulai turun kebibir pink permaisuri.


Dilihatnya bibir kecil, mungil itu yang seakan seperti buah strobery sangat menggiurkan untuk dimakan. Raja memiringkan wajahnya seakan bersiap untuk mencium permaisuri. Dan permaisuri yang gugup pun sudah menutup kedua matanya.


Namun tiba - tiba raja justru malah mendekatkan bibirnya ketelinga permaisuri dan mengatakan apa kau baik - baik saja permaisuriku?


Jujur raja sebenarnya tadi benar - benar ingin sekali mencium permaisuri saat itu juga, namun raja urungkan. Raja berniat akan melakukannya saat permaisuri sudah benar - benar menerima cintanya.


Raja tidak ingin gegabah dan malah membuat semuanya kacau dan berakhir dengan permaisuri yang membencinya.


Setelah dari toko buku, raja mengajak permaisuri untuk makan di rumah makan tempat langganannya bersama So joon, saat sedang keluar istana. Tadinya raja kecewa, karena tempatnya sedang sangat ramai dan mereka tidak kebagian tempat duduk. Namun kemudian nyonya pemilik kedai datang dan memberi mereka tempat yang sepesial. Raja memperkenalkan permaisuri sebagai istrinya kepada nyonya pemilik kedai. Raja sangat menyukai tempat yang nyonya pemilik kedai berikan. Begitu tenang dan sepi, apalagi disana cuma ada mereka berdua.


Saat makan dengan permaisuri, hati raja seakan sedang berbunga - bunga. Melihat permaisuri makan dengan lahap dan sangat menikmati makanannya membuat raja begitu bahagia. Raja bersyukur karena permaisuri menyukai makanannya. Tidak sia - sia raja mengajak permaisuri ketempat ini.

__ADS_1


Apalagi ketika selesai membayar makanan, nyonya pemilik kedai memberikan samyetang kepada permaisuri, permaisuri terlihat sangat senang menerimanya. Dan itu tidak luput dari pandangan raja.


Selesai makan, sebenarnya raja berniat pulang keistana. Namun permaisuri malah mengajak raja berkeliling. Kemudian raja menuruti permintaan permaisuri karena merasa kasihan karena permaisuri mungkin bosan selalu berada diistana. Dan jarang - jarang juga raja bisa memiliki kesempatan seperti ini. Jalan - jalan berdua bersama permaisuri.


Raja melihat mata permaisuri yang tampak berbinar saat melihat penjual ppopgi, dan rajapun berinisiatif menawari permaisuri. Dan benar adanya permaisuri langsung mau dan bersemangat saat raja memberikan ppopgi ke permaisuri.


Raja sungguh ingin sekali mencubit pipi permaisuri karena raja merasa gemas dengan tingkah permaisuri yang seperti anak kecil. Namun hanya diangannya saja, nyatanya raja tak berani. Kemudian mereka melanjutkan jalan - jalannya.


Dan raja kembali melihat permaisuri menatap sesutu, tapi ekspresi permaisuri berbeda dengan yang tadi saat melihat penjual ppopgi. Wajah permaisuri seakan menahan amarah.


Begitu terkejutnya raja, saat permaisuri dengan beraninya mendatangi dua orang bertubuh besar yang tengah memukuli anak kecil dan juga satu orang bangsawan yang hanya menyaksikan anak kecil itu dipukuli.


Terpaksa raja menghampiri permaisuri, dan membantu permaisuri untuk melepaskan anak kecil yang bahkan mereka tidak kenal. Raja mencoba bernegosiasi dengan mereka, namun mereka justru ingin mengambil keuntungan. Dengan terpaksa raja meminta permaisuri untuk lari membawa anak itu, dan raja yang akan menghadang kedua preman itu.


Tak buruh lama raja membereskan lawannya, karena skil beladiri raja memang sangat mumpuni. Kemudian raja mencoba mencari permaisuri, karena tadi raja sempat melihat bahwa tuan bangsawan yang kurang ajar itu, mengejar permaisuri.


Beruntung raja menemukan permaisuri dengan cepat. Kalo tidak, raja tidak tau apa yang akan terjadi dengan permaisuri, karena tampaknya tuan bangsawan itu menyukai permaisuri. Raja menghajar habis - habisan tuan bangsawan itu sampai tak berbentuk, bahkan mungkin tidak dapat dikenali lagi wajahnya. Salah siapa berani menyentuh permaisurinya. Yang bahkan raja saja belum berani menyentuhnya.


Semua musibah pasti ada hikmahnya, sepertinya itu kata yang tepat untuk menggambarkan situasi saat ini. Karena raja kini tengah diobati lukanya oleh permaisuri. Luka akibat berkelahi tadi, walau tidak parah. Hanya memar dan sudut bibir raja mengeluarkan darah sedikit. Yang raja rasakan kini justru bukan sakit tapi malah rasa nyaman menikmati sentuhan tangan permaisuri yang dengan telaten mengobati lukanya.


Setelah selesai, raja dan permaisuri berniat untuk mengantarkan anak kecil laki - laki yang mereka tolong, yang kini mereka tau namanya Park bo geum.


Sesampainya dirumah Park bo geum, mereka bertemu dengan ibu Park bo geum. Raja melihat permaisuri sangat pengertian dan berhati lembut, karena raja melihat permaisuri meneteskan air mata untuk orang yang bahkan tidak ia kenal.


Raja disana hanya memperhatikan dua wanita beda usia itu mengobrol. Dan tanpa raja duga ternyata permaisuri memiliki wawasan yang cukup luas mengenai makanan yang mengandung gizi dan vitamin. Bahkan permaisuri mau mengajarkan ilmu yang ia tau dan pahami kepada ibu Park bo geum yaitu nyonya Sin min ah.


Ternyata isu tentang permaisuri yang pintar dan cerdas bukan isapan jempol belaka. Karena sebelum menikah dulu, raja pernah mendengar bahwa permaisuri adalah gadis yang pintar dan gemar membaca buku.


Raja terkejut, saat permaisuri menyuruhnya untuk mengasuh bayi berusia delapan bulan yang merupakan adik Park bo geum, yaitu Park Jimin. Karena nyonya Sin min ah pergi berbelanja. Jelas raja menolak, sebagai raja benar - benar tidak ada harga dirinya. Baru kali ini ada orang yang berani menyuruh - nyuruh raja.


Namun raja kemudian berubah pikiran, saat permaisuri mengatakan bahwa itung - itung sebagai latihan jika raja mempunyai anak kelak. Dengan senang hati, raja menerima perintah permaisuri.


Raja sudah membayangkan jika kelak raja dan permaisuri memiliki anak, pasti cantik seperti permaisuri jika anak itu perempuan, dan tampan seperti dirinya jika anak itu laki - laki.


Raja menggendong Park jimin, sambil membayangkan jika itu adalah anaknya dengan permaisuri. Kemudian raja memperhatikan permaisuri yang tengah memasak untuk dirinya dan juga anaknya. Benar - benar seperti keluarga bahagia pada umumnya.


Tanpa terasa hari sudah sore, raja dan permaisuri berpamitan, dan segera pergi ketempat raja menitipkan kudanya. Raja mencoba meyakinkan permaisuri, agar tidak merasa takut dengan kudanya. Kemudian membantu permaisuri menaiki kuda miliknya, dan disusul oleh raja yang ikut naik. Tangan raja meraih tali yang ada di depan permaisuri, jadi posisi mereka terlihat sedang memeluk permaisuri dari belakang. Sebenarnya raja sangat merasa gugup, karena posisi duduk mereka yang sangat dekat. Terlihat jelas dengan kening raja yang mulai mengeluarkan keringat dingin. Namun raja segera mencoba memfokuskan dirinya agar bisa mengendalikan kuda yang tengah ia tunggangi bersama permaisuri. Bisa berabeh urusannya kalo raja gak fokus, yang ada bisa jatoh dari kuda entar.

__ADS_1


Malam hari raja dan permaisuri baru sampai diistana. Dan raja mengantarkan permaisuri terlebih dahulu kekediamannya, setelah itu raja juga kembali kekediamannya. Sungguh hari yang sangat menyenangkan dan nggak akan pernah raja lupakan.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 🙏👍🏼


__ADS_2