MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Persiapan Perjamuan


__ADS_3

Sesampainya permaisuri di kediamannya, ia langsung duduk di singgahsana miliknya. Kini perasaan permaisuri tengah campur aduk antara kesal dan juga sedih. Kesal karena tingkah bodoh raja dan merasa sedih dengan nasib Kim so hee.


" Kenapa kalian tadi tidak memberi tahu tentang kedatangan raja kepadaku." Tanya Rani kesal kepada kedua dayang setianya yang kini tengah duduk di depannya.


" Ampuni kami yang mulia, sebenarnya kami ingin mengatakannya kepada yang mulia, namun paduka raja melarang kami." Jawab dayang utama Park.


" Benar yang mulia, mohon ampuni kami." Sahut Go jang mi.


Mendengar jawaban dari kedua dayangnya itu, Rani hanya mendengus kesal. Kemudian membuang muka. Mencoba untuk mengontrol emosi di dalam dirinya. Entah mengapa setiap Rani berhadapan dengan Raja, ia selalu merasa kesal dan juga sedih bahkan Rani selalu merasa sesak di dalam dadanya. Mungkin itu reaksi dari tubuh Kim so hee pikir Rani.


Rani merasa kasihan dengan nasib Kim so hee yang teragis, harus mati dengan cara konyol, dan terlebih di tangan saingan cintanya. Andai saja raja bodoh itu tau, bahwa permaisurinya telah meninggal di tangan selir kesayangannya itu, apa reaksi raja? Apa akan merasa senang, bahwa penghalang cintanya dengan selirnya telah musnah atau merasa kecewa dengan selirnya yang selalu di pandang bagai dewi olehnya, namun ternyata mampu merenggut nyawa seseorang dengan begitu mudahnya.


Andai raja tau bahwa ia telah menyakiti hati seorang gadis yang tak bersalah, bahkan mungkin sakit hati itu telah membuat luka yang begitu dalam dan membekas. Padahal gadis itu begitu tulus terhadapnya. Dasar raja bodoh kau telah membuang berlian demi sebuah batu kerikil. Ingin Rasanya Rani mengumpat di depan raja lebih dari tadi, dan mencakar muka gantengnya, U**ps keceplosan. Muka dinginnya maksudnya Hehehe.


Segudang pertanyaan muncul di kepala Rani, kenapa ia bisa terjebak di tubuh Kim so hee? Apa yang harus ia lakukan untuk Kim so hee, agar mendapat keadilan? Tidak mungkinkan kalo Rani bilang bahwa Kim so hee yang asli telah meninggal dunia dan ia adalah arwah yang datang dari masa depan. Mungkin ia akan di anggap gila dan tidak waras.


" Huuuuh." Rani membuang nafasnya kasar. Rasanya kepala Rani mau pecah.


Melihat junjungannya yang tampak tengah melamun, membuat dayang utama Park dan Go jang mi merasa sedikit khawatir. Apalagi mereka tau bahwa suasana hati permaisuri sedang tidak baik.


Namun Go jang mi mencoba untuk memberanikan diri untuk bertanya. " Yang mulia, apa yang mulia baik - baik saja." Tanya Go jang mi gugup.


Mendengar ucapan Go jang mi, membuat Rani tersadar dari lamunannya. Dan menoleh ke arah Go jang mi.


" Aku baik - baik saja."


" Lalu kenapa yang mulia melamun? Yang mulia terlihat sedang memilirkan sesuatu." Tanya Go Jang mi lagi.


" Aku hanya sedang memikirkan menu apa yang akan aku sajikan di hari perayaan ulang tahun ibu suri, karena beliau menginginkan aku untuk memasak menu utama di hari itu." Jawab Rani berbohong, walau kata - katanya memang benar adanya namun itu bukan yang sedang dipikirkan Rani. Karena Rani nggak mungkin cerita yang sebenarnya yang sedang ia pikirkan.


Dengan wajah yang berseri - seri dayang utama Park dan Go jang mi bertanya lagi untuk memastikannya apakah yang mereka dengar itu benar? " Benarkah yang mulia?"


Rani hanya mengangguk, mengiyakan jawabannya. Dayang utama Park dan Go jang mi merasa bersyukur karena junjungannya mendapat kepercayaan yang begitu besar dari ibu suri untuk menghidangkan menu utama di hari perayaan ulang tahun beliau. Berarti masakan permaisuri akan di suguhkan kepada para tamu undangan yang hadir di acara perjamuan.


" Yang mulia, apa yang mulia sudah memutuskan menu apa yang akan di masak di hari itu?" Tanya dayang utama Park kembali.


Rani menggelengkan kepalanya. Bahwa ia belum tau menu apa yang akan ia masak untuk acara tersebut.


" Oh iya yang mulia, pertunjukan apa yang akan yang mulia lakukan di acara perjamuan?" Tanya Go jang mi dengan antusias.


Rani mengerutkan dahinya, seakan meminta penjelasan kepada Go jang mi, apa maksud dari perkataannya?


" Apa yang mulia belum tau akan menampilkan apa di acara perjamuan? Biasanya yang mulia selalu memukau para tamu undangan dengan permainan gayageum yang mulia. Apa yang mulia juga kali ini akan menampilkan itu?" Tanya kembali Go jang mi.

__ADS_1


Rani masih mencerna perkataan Go jang mi barusan, apakah ada yang terlewat yang ia tidak ketahui? Rani mencoba menelisik ke dalam memori Kim so hee, karena entah mengapa setelah mendengar pertanyaan dari Go jang mi, ia merasa tidak enak.


Ternyata di dalam ingatan Kim so hee, di setiap ada perayaan atau perjamuan penting kerajaan, diwajibkan untuk para perempuan menampilkan bakat mereka. Dan sialnya Kim so hee selalu menampilkan permainan gayageum yang memukau para tamu undangan.


Wajah Rani berubah pucat seketika. " Bagaimana ini ? Boro - boro bermain gayageum, megang saja Rani belum pernah. Seumur - umur Rani hanya melihatnya di acara tv."


Sebenarnya pertunjukan bakat di istana tidak membatasi, apa saja bakat yang akan para perempuan tampilkan di perbolehkan. Asal tidak melanggar etiket istana. Yaitu harus sopan, karena istana begitu menjunjung tinggi kesopanan, tingkah laku dan tatakerama.


Kebanyakan yang akan di tampilkan di acara itu, seperti menari, memainkan alat musik, bernyanyi dan membaca puisi.


Ternyata tambah satu daftar lagi, yang membuat Rani tambah pusing. Memikirkanya saja sudah membuat Rani stres dan tak bersemangat.


Kini Rani tengah menikmati berendam di dalam bak mandi di kediamannya, wangi dari kelopak bunga mawar yang memenuhi bak mandinya membuat Rani sedikit relax. Disinilah tempat satu - satunya yang membuat Rani merasa nyaman dan melupakan segala penat serta beban di pundaknya.


Sekarang ia hanya ingin bersantai saja. Melupakan perannya menjadi Kim so hee sejenak, ia sekarang hanya ingin menjadi Maharani saputri yang tengah menikmati fasilitas mewah ala tuan putri kerajaan.


Rani yang tengah asik berendampun mencoba untuk bersenandung untuk menghilangkan stres. Sebelum bersenandung Rani berdehem terlebih dahulu, untuk menetralkan suaranya. Lalu Ranipun mulai bersenandung, namun betapa kagetnya Rani setelah mendengar suara Kim so hee. Yang ternyata sangat merdu, bahkan lebih merdu dari suara Rani dulu.


Karena Rani dulu selain menjadi mahasiswi, ia juga berkerja sambilan menjadi seorang penyanyi di acara - acara hajatan. Semua itu Rani lakukan untuk meringankan beban orang tuanya. Walaupun kuliah Rani mendapat beasiswa, namun semua kebutuhan Rani itu memerlukan uang yang tak sedikit. Dari biaya kos, makan belum untuk urusan kuliah seperti fotocopy dan membeli buku - buku yang menurutnya penting dan harus ia beli dengan uangnya sendiri.


Rani benar - benar terkejut dengan suara emas milik Kim so hee, mungkin kalo Kim so hee lahir di jaman moderen mungkin ia akan jadi K- pop idol. Rani membayangkan kalo sosok Kim so hee mungkin bisa menjelma jadi IU, atau juga Puch.


Mungkin kalo Rani bisa memilih, ia mungkin ingin terjebak di dalam tubuh Song he kyo. Selain parasnya yang cantik dia jago akting. Kalo soal nyanyi gampang bisa dilatih. Yang jelas ia bisa ketemu oppa - oppa ganteng apalagi mantan suaminya, rela deh jadi janda dari aktor tampan Song jong ki.


Rani cekikikan sendiri di dalam bak mandi. Membayangkannya saja, sudah membuatnya senang. Namun kenyataan berkata lain, ia harus terjebak di tubuh permaisuri malang ini, yang peradabannya pun jauh dari kata berkembang. Terlebih kehidupan permaisuri yang seperti benang kusut yang tak tau harus dari mana untuk mengurainya. Rani kembali memasang wajah murung.


Kemudian Rani meneruskan bersenandung ria di dalam bak mandi seolah moodnya sekarang sudah kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi - pagi sekali Rani sudah berada di dapur istana, karena ia akan mengecek bahan makanan apa saja yang ada disana. Karena malam ini akan di selenggarakannya perjamuan ulang tahun ibu suri.


Rani yang diberi amanat untuk memasak hidangan utama, jelas ia harus bertanggung jawab penuh dengan tugasnya.


Rani masih bingung, kira - kira menu apa yang akan ia hidangkan. Pasalnya akan ada banyak tamu penting yang datang. Bukan hanya dari kerajaan ini saja, namun ibu suri mengundang juga tamu dari kerajaan - kerajaan tetangga yang memiliki hubungan baik dengan kerajaan ini.


Tiba - tiba suara berat dari Go jang mi, mengalihkan Rani dari pemikirannya sendiri. Rani melihat Go jang mi ngos - ngosan seperti habis lari maraton. Keringat masih bercucuran di kepala gadis itu.


" Ya...yang mulia." masih dengan mode ngos - ngosan.


" Tenangkan dirimu dulu!" Kemudian Rani mengambilkan air putih untuk di minum Go jang mi.


Tanpa pikir panjang Go jang mi langsung menerimanya dan meminumnya sampai tandas.

__ADS_1


" Sekarang coba katakan, apa yang membuatmu terburu - buru seperti itu?" Tanya Rani.


" Hmmm itu yang mulia, di luar rombongan dari kerajaan timur sudah tiba di istana. Katanya mereka membawa banyak hadiah untuk ibu suri. Dan katanya mereka juga membawa bahan makanan khas dari kerajaan timur. Para pengawal tengah membawanya kesini."


Mendengar penuturan dari Go jang mi, membuat Rani sedikit penasaran dengan kerajaan timur.


Tak lama setelah mendengar cerita dari Go jang mi, para pengawal istana membawa sebuah peti kayu yang ukurannya lumayan besar. Dan harus di gotong sekitar empat orang pengawal.


Rani langsung mendekat ke arah peti kayu itu di letakan. Dan memerintahkan pengawal istana untuk membukanya.


Mata Rani langsung berbinar - binar seperti habis menemukan harta karun saat melihat isi dari peti kayu itu. Bagaimana tidak? Di dalam peti kayu itu terdapat berbagai bahan makanan yang langka di kerajaan joseon ini, namun sangat amat banyak bahkan melimpah di kerajaan timur.


Berbagai rempah lengkap ada di dalam peti itu seperti, jahe, kunir, kencur, kayu manis, cengkeh, kemiri, merica, ketumbar dan masih banyak lagi rempah lainya. Di sana juga ada gula merah dan kecap manis.


Yang Rani rasakan kini seperti menang jackpot, sepertinya dewi fortuna sedang berpihak kepadanya.


Tapi yang mengganjal dipikiran Rani sekarang, adalah tentang kerajaan timur. Yang menurutnya adalah salah satu kerajaan yang berada di indonesia. Namun kerajaan yang mana? Majapahit atau Mataram. Atau mungkin kerajaan lainya. Tak mau ambil pusing, Rani segera bersiap untuk mengeksekusi semua bahan - bahan yang ada di hadapannya.


Kini Ranipun mendapat ide, ia sekarang tau makanan apa yang akan ia suguhkan di perjamuan.


Raja kini tengah bersiap untuk menjamu tamu dari berbagai kerajaan yang sudah datang di istana. Ia bersama dengan rombongannya tengah bejalan ke arah aula. Namun seketika raja menatap heran kearah dua pengawal istana, yang tengah menggotong bambu yang ukurannya lumanyan besar.


Kemudian raja menghentikan langkahnya. Dan meminta kasim Jang untuk bertanya kepada pengawal itu, untuk apa bambu yang tengah mereka bawa? Kemudian kasim Jang mengangguk mengerti akan perintah junjungannya.


Selang beberapa menit, kasim Jang pun kembali ke rombongan dan melapor kepada raja.


" Lapor yang mulia, mereka bilang bahwa mereka tidak tau untuk apa bambu itu. Karena mereka hanya menjalankan perintah permaisuri."


" Permaisuri." Raja mengernyitkan dahinya.


" Sepertinya mereka sedang membantu permaisuri menyiapkan menu utama untuk perjamuan nanti malam yang mulia." Ujar kasim Jang mencoba menjelaskan.


Raja mengangguk mengerti dan melanjutkan perjalanannya kembali. Walau sebenarnya ia merasa bingung untuk apa bambu itu? Dan makanan apa yang akan permaisuri hidangkan dengan menggunakan bambu itu? Semoga permaisuri tidak akan mengacaukan acara perjamuan, dengan membuat makanan yang aneh.


Sementara di dapur istana, semua orang tengah sibuk dengan tugasnya masing - masing. Para dayang istana tengah memotong - motong danging dengan ukuran kecil, dayang utama Park dan Go jang mi juga turut membantu. Dan para asisten koki tengah memotong - motong bambu dengan ukuran kecil - kecil juga. Mereka semua mengikuti intruksi dari permaisuri.


Sementara Rani, ia tengah di sibukan dengan meracik bumbu untuk masakannya nanti. Sedangkan kepala koki dan beberapa asistennya di tugaskan untuk membuat arang yang banyak. Mereka kini tengah membakar kayu untuk di jadikan arang.


Sebenarnya mereka sungguh merasa bingung dengan perintah dari junjungan mereka. Namun mereka tetap menuruti semua perintah dari permaisuri, karena mereka yakin pasti permaisuri akan memasak makanan yang luar biasa dan tentunya enak.



Ini foto raja dan dua pengikut setianya yang akan menemui tamu dari kerajaan timur🤣🤗

__ADS_1


**Jangan lupa LIKE & KOMEN serta pencet tombol FAVORIT🙏😍


Happy Readyng**


__ADS_2