
Terik matahari sudah terasa menyengat, itu pertanda bahwa hari sudah bekerja selama setengah hari. Namun anehnya permaisuri masih betah berada di alam mimpinya. Hingga dayang utama Park geleng - geleng kepala dibuatnya.
Awalnya dayang utama Park merasa kasihan jika harus membangunkan junjungannya itu, karena mungkin permaisuri kelelahan sehabis keluar istana kemarin. Namun hingga hari sudah siang, permaisuri masih nyaman berbaring difuton miliknya. Dan itu membuat dayang utama Park terpaksa harus membangunkan junjungannya itu.
" Yang mulia, ayo bangun! Hari sudah siang, yang mulia harus segera bangun." Seru dayang utama Park yang mencoba membangunkan.
Namun yang dibangunkan tak bergeming sedikitpun. Ini memang kebiasaan Rani, saat libur dari kampus. Ia akan bermalas - malasan di kosannya. Dan semenjak ia terdampar di joseon ini, ia selalu harus mematuhi aturan istana dan bangun pagi - pagi sekali, walaupun ia tidak ada pekerjaan sama sekali. Mungkin karena kecapean, Rani jadi melakukan kebiasaannya itu diistana ini.
" Yang mulia ayo bangun! Yang mulia tidak boleh begini, yang mulia sudah tidur cukup lama. Lihatlah matahari sudah berada diatas sana." Dayang utama Park mencoba membangunkan kembali sambil menggoyang - goyangkan tubuh Rani.
Tubuh Ranipun menggeliat, dan mengerjap - ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya yang indah.
" Iya - iya aku bangun." Jawab Rani dengan suara serak khas bangun tidur.
" Ayo sekarang yang mulia mandi, Go jang mi sudah menyiapkan air untuk yang mulia mandi."
Nyawa Rani yang belum terkumpul sepenuhnyapun hanya mengangguk, kemudian menarik selimutnya menutupi tubuh Rani dengan rapat, bersiap untuk tidur lagi. Namun selimut Rani segera di buka kembali oleh dayang utama Park dan mendudukan Rani, supaya bagun dari tidurnya.
" Sebaiknya yang mulia segera mandi agar tubuh yang mulia lebih segar, dan setelah mandi lebih baik yang mulia jalan - jalan ketaman istana saja, agar yang mulia tidak mengantuk lagi." Omel dayang utama Park.
Rani bergegas bersiap untuk mandi, walau matanya masih setengah terbuka. Dengan malas ia harus menuruti ucapan dayang utama Park.
Saat ini Rani tengah berjalan - jalan manjah di taman istana. Sebenarnya Rani ingin kembali bermalas - malasan setelah selesai mandi. Namun lagi - lagi dayang utama Park mengomel tak karuan seperti emak - emak komplek. Dengan terpaksa Rani harus melakukan aktifitas unfaedah ini.
Disepanjang jalan Rani terus ngedumel pelan. Karena disiang hari yang terik seperti ini, ia harus berjalan - jalan ditaman istana. Auto bisa gosong, ada - ada aja ide dayang utama Park.
Saat ini mood Rani benar - benar sedang buruk. Namun tanpa Rani duga, ia malah berpapasan dengan raja yang habis dari gudang belakang istana.
Ranipun terpaksa menghentikan langkah kakinya dan menunduk memberi hormat. peraturan istana bahwa yang pangkatnya lebih rendah harus memberi hormat kepada orang yang pangkatnya lebih tinggi. Walaupun malas Rani harus tetap melakukannya. Untung Rani sering striming drakor di handponenya, jadi ia sedikit paham tentang peraturan - peraturan dasar istana. Kan bisa gawat kalo image Kim so hee jadi jelek karena dirinya. Bukannya membantu Kim so hee, membalaskan dendamnya, yang ada malah ngebuat dia jadi bahan tertawaan orang diistana.
" Kebetulan sekali bisa berpapasan dengan permaisuri." Ujar raja membuka percakapan.
Rani tersenyum yang dipaksakan, dan menatap raja dengan heran, karena tumben - tumbenan raja berjalan sendiri tanpa didampingi upin dan ipin. Maksudnya Kasim Jang dan pengawal setianya Park so joon, dan para dayang - dayangnya.
" Yang mulia, sedang apa disini? Dan kenapa yang mulia berjalan sendiri?" Tanya Rani penasaran.
Raja gelagapan dan nampak bingung, karena kasim Jang dan Park so joon masih berada di gudang belakang untuk membebaskan para saingan raja. Lebih tepatnya tawanan raja yang salah sasaran, wkwkwk.
Sementara para dayang raja memang sengaja raja suruh untuk mengikutinya saat hendak pergi ke gudang bersama kasim Jang dan So joon.
" Kasim Jang dan So joon sedang ada tugas yang harus mereka kerjakan. Dan memangnya tidak boleh jika aku berjalan - jalan sendiri?" Ucap raja memberi alasan.
" Emang sih nggak ada larangannya." Ucap Rani menggelengkan kepalanya. " baiklah yang mulia hamba mohon undur diri." Pamit Rani lalu membungkuk memberikan hormat.
Namun saat Rani hendak melangkah, tangan Rani dicekal oleh raja. Dan seketika Rani mengurungkan langkah kakinya. Kemudian menatap raja dengan bingung.
" Ada apa yang mulia? Apa masih ada yang ingin yang mulia katakan kepada hamba?" Tanya Rani kepada raja.
" Apa kau yakin bahwa Kim taehyung, Lee min ho, Song jongki, Gong yo, dan Cha eun woo mereka jauh lebih tampan dari pada aku?" Ucap raja memberi pertanyaan kepada permaisurinya.
Rani yang mendengar pertanyaan dari rajapun melongo. Nggak ada angin, nggak ada hujan, kenapa tiba - tiba raja bertanya seperti itu, Ranipun mengerutkan keningnya menatap raja dan semakin bingung.
__ADS_1
Namun Rani kemudian mengangguk sebagai jawabannya kepada raja.
" Kau yakin permaisuri? Matamu masih normalkan?" Tanya raja lagi seakan mengejek.
" Yakin, dan mata hamba masih normal." Jawab Rani penuh keyakinan, walaupun ia tidak mengetahui maksud dari pertanyaan raja yang menanyakan semua itu terhadapnya.
" Hahaha." Raja tertawa saat mendengar jawaban dari permaisurinya. " Ternyata selera permaisuri sangat rendah ya? Mereka semua tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan diriku." Ucap raja sambil menunjuk dirinya sendiri.
Namun Rani hanya menatap raja dengan tatapan aneh, dan menganggap raja itu sedang butuh hiburan dan kurang piknik.
"Apa dia jadi setres, gara - gara pekerjaannya terlalu banyak ya." Batin Rani.
" Aku sudah bertemu dengan mereka semua. Asal kau tau saja permaisuri, mereka bukan hanya memiliki wajah yang pas - pasan bahkan ada yang memiliki tompel diwajahnya dan gigi yang tonggos. bentuk tubuh mereka juga ada yang kurus kering, hingga gendut seperti babi. Aku sampai menahan tawa saat melihat mereka, dan satu lagi seseorang yang bernama Lee min ho itu sama sekali tidak ada, apa kau lupa permaisuri, disini orang yang bermarga Lee itu, hanya keturunan keluarga kerajaan. Jika kau ingin berbohong tentang pria yang lebih tampan dariku, lupakan! Karena di joseon ini, tidak ada yang bisa menandingi ketampananku." Ucap raja panjang kali lebar dan penuh kenarsisan.
Rani mencoba mengorek kupingnya yang tidak gatal dan memastikan bahwa yang ia dengar itu tidak salah.
" Haaah, bagaimana mungkin raja bisa bertemu mereka? bukankah mereka semua berada di jaman yang berbeda dengan dinasti joseon ini. Enak aja, muka bias aku dibilang pas - pasan. Pengin dikeroyok sama fans - fans mereka apa? Dasar raja kutukupret. Dan tadi, apa yang dia bilang? Marga Lee, hanya keluarga kerajaan yang menggunakannya? Ok fixs, pasti nih raja yang otaknya cuma setengah, salah orang."
" Yakali, kalo beneran ada mereka di jaman joseon ini, mending aku kabur saja dari istana dan memilih hidup bahagia bersama mereka. Ketimbang harus disini, *terjebak jadi permaisuri raja, yang bu*cinnya setengah mati dengan selirnya. Kalo bukan karena sudah terlanjur janji dengan Kim so hee untuk membalas ketidakadilan dirinya sih, Ogah aku disini."
" Cuma aku masih bingung saja, mau ngebalesnya dari mana? Oh dari mana? Eh malah nyanyi, maaf reflek. Secara aku tuh anak baik - baiknya emak sama bapak aku. Aku tuh bukan tokoh antagonis yang suka ngebully. Yang ada malah aku yang dibully, karena aku bisa kuliah hanya gara - gara mendapat beasiswa."
Rani yang masih sibuk dengan fikirannya. Tiba - tiba dikagetkan dengan suara raja yang memanggil - manggil dirinya.
" Permaisuri - permaisuri." Panggil raja menggoyang - goyangkan tangannya didepan wajah permaisuri. " Kau baik - baik saja kan?" Tanya raja yang menatap permaisuri dengan heran.
" Iya, hamba baik - baik saja."
" Apa kau begitu terkejut permaisuriku? Karena aku mengetahui bahwa nama - nama lelaki yang kau sebut itu, tidak ada apa - apanya dariku. Ketampananku ini jelas diatas mereka." Ucap raja dengan penuh percaya diri.
" Terserah yang mulia saja, lagian yang mulia tidak akan pernah tau ataupun bertemu dengan mereka." Ucap permaisuri enteng.
" Apa yang kau maksud permaisuri?" Tanya raja bingung.
Belum sempat permaisuri menjawab, eh malah ada mak lampir datang menghampiri raja dan permaisuri. Ops salah, selir agung maksudnya. Bersama dengan para dayang - dayangnya yang mengikuti dibelakangnya, yang banyaknya kaya pasukan paskibra yang ada di istana negara saat lagi agustusan. Dan itu membuat Rani mual melihatnya.
" Hamba menghadap yang mulia raja, dan juga permaisuri." Selir agung memberi salam sambil menunduk memberi hormat.
Raja mengangguk menerima hormat dari selir agung. Sedangkan Rani melengos membuang muka seakan tidak melihat kedatangan selir agung.
" Yang mulia hamba dengar, kemarin yang mulia pergi keluar istana bersama permaisuri dan menunggang kuda bersama. Apa itu benar yang mulia?" Tanya selir agung dengan lemah lembut.
" Sebenarnya kami hanya kebetulan bertemu saja, aku juga tidak tau, jika permaisuri keluar dari istana." Jawab raja jujur.
" Kalau boleh hamba tau, yang mulia keluar istana untuk apa?" Tanya selir agung lagi yang penasaran.
" Hmmm." Raja tampak berfikir. " Hmmm, aku pergi bersama dengan So joon, untuk mengamati kesetabilan kebutuhan bahan pangan untuk rakyat biasa Sora." Jawab raja bebohong.
Karena pada kenyataannya misi raja dan So joon keluar istana yang sesungguhnya, adalah untuk mencari para pria namanya disebutkan oleh permaisuri. Yang katanya jauh lebih ganteng dan tampan dari dirinya.
Sebenarnya raja juga tidak tau, kenapa ia bisa nekat begitu, untuk mencari para pria itu. Entah karena rasa penasarannya yang tinggi, ingin melihat seberapa tampan mereka, hingga membuat permaisuri meremehkan dirinya atau ada alasan lainnya.
__ADS_1
" Apa yang mulia permaisuri sengaja menyusul baginda raja, begitu permaisuri tau jika baginda keluar istana?" Tanya selir agung dengan nada sinis.
" Eh pare rebus, kalo ngomong jangan suka asal jeplak aja? Aku juga nggak tau kalo raja keluar istana." Sewot Rani.
" Permaisuri jaga bicaramu, bagaimana mungkin seorang permaisuri berbicara kasar seperti itu, Seharusnya kau menjadi contoh dan panutan untuk semua orang, bukan hanya yang ada di istana ini, tetapi juga di kerajaan joseon ini." Bentak raja dengan raut muka kesal.
Namun Rani seakan cuek, tak menanggapi kemarahan raja terhadap dirinya. Sementara selir agung tersenyum penuh kemenangan.
" Mohon maaf yang mulia, khusus untuk selir agung hamba tidak akan berbicara sopan. Karena orang seperti dia, sama sekali tidak ada dalam daftar orang yang harus hamba hormati." Seru Rani.
" Lancang, apa sebegitunya kau membenci selir agung, permaisuri? Apa kau cemburu kepada selir agung, karena mendapat cinta dariku."
" Hamba sama sekali tidak merasa cemburu terhadap selir agung yang mulia, dan hamba juga tidak tertarik dengan yang mulia, hamba tidak peduli dengan kalian berdua, mau saling mencintai atau apalah. Terserah, itu bukan urusan hamba."
" Hamba hanya tidak mau dan juga tidak perlu berbasa basi dengan orang yang tidak tau diri, dan juga tidak memiliki rasa malu. Asal yang mulia tau saja, setelah selir agung mendorong hamba ke danau dan juga memfitnah hamba, sama sekali tidak ada kata maaf atau sesal yang ia ucapkan untuk hamba. Walaupun selir agung sudah dihukum oleh ibu suri. Jadi, tidak ada alasan hamba untuk bersikap baik dan sopan kepada orang yang seperti itu." Tegas Rani.
Raja yang mendengar penuturan permaisuri yang mengatakan bahwa ia tidak tertarik terhadap dirinya, sungguh membuat hati raja seakan teriris walau ia juga tidak tau alasannya kenapa ia merasakan hal aneh seperti itu.
" Benarkah itu Sora? Kau belum meminta maaf kepada permaisuri?" Tanya raja kepada selir agung dengan nada lirih.
" Maafkan hamba yang mulia, hamba tidak bermaksud seperti itu." Rengek selir agung dengan muka memelas.
" Bukan kepadaku seharusnya kau meminta maaf, namun kepada permaisuri."
Setelah ucapan raja yang mengintupsi agar selir agung meminta maaf kepada permaisuri. Dengan terpaksa selir agung menurutinya.
Kemudian selir agung menghadap permaisuri, lalu nenunduk memberi hormat. " Yang mulia permaisuri, hamba selir agung sungguh meminta maaf atas kesalahan hamba karena telah mendorong permaisuri kedanau dan juga memfitnah yang mulia."
" Basi." Ucap Rani singkat padat dan jelas.
" Permaisuri, seharusnya kau memaafkan selir agung karena dia sudah meminta maaf." Ujar raja yang merasa geram dengan tingkah permaisuri.
"Enak aja memaafkan, sebelum Kim so hee yang asli memaafkan si ular kadut ini, aku juga nggak bakalan mau maafin dia. Ogah."
" Hamba tidak akan memaafkan selir agung, sebelum selir agung meminta maaf dengan tulus dan menyesali semua perbuatannya terhadap hamba selama ini."
" Apa maksud permaisuri, apa permaisuri beranggapan bahwa permintamaafan hamba ini, tidak tulus." Ucap selir agung dengan memasang muka sedih kemudian berjalan kearah raja dan memeluk raja.
Rani sungguh muak melihat drama yang sedang dimainkan selir agung, kemampuan aktingnya sungguh luar biasa, mungkin ia akan mendapat penghargaan sebagai pemeran antagonis terbaik di panasonic gobal award.
" Apa yang kau lakukan permaisuri? Selir agung sudah meminta maaf kepadamu, kenapa kau masih beralasan dan tidak mau memaafkannya." Tanya raja meminta penjelasan.
Kemudian Rani berjalan mendekat kearah raja, diliriknya selir agung yang masih bergelayut ditubuh raja. Kemudian Rani tersenyum sinis.
CUP
Rani mencium pipi raja sekilas, seketika tubuh raja mematung. Tak percaya dengan apa yang barusan telah terjadi. Kemudian Ranipun sedikit menjauhkan tubuhnya dari raja.
" Lihatlah wajah selir agung yang mulia, urat - urat sarafnya tampak mengeras, matanya melotot seakan mau keluar. Sepertinya ia tengah menahan kesal terhadap hamba."
" Tidak ada raut ketulusan ataupun penyesalan dari wajah cantiknya. Hanya ada kebencian yang terpancar dari sorot mata selir agung terhadap hamba." Kata Rani penuh penekanan.
__ADS_1
Selir agung nampak terkejut dengan penuturan permaisuri. Karena ia sungguh kelepasan mengontrol ekspresi mukanya. Ia tidak menyangka, bahwa permaisuri akan membongkar kedoknya dengan cara yang tak terduga.
JANGAN LUPA LIKE & KOMEN TERIMA KASIH 🙏🤗