MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Isi Hati Raja


__ADS_3

Rani tersenyum puas, melihat keterkejutan selir agung. Sementara raja masih diam memarung, dan para dayang yang melihat tindakan tak terduga permaisuripun, memekik terkejut tak habis fikir dengan tindakan junjungan mereka yang kelewat berani.


Namun Rani tak memperdulikannya sama sekali, kemudian melenggang pergi dengan santai meninggalkan sepasang pasutri yang Rani yakini sebentar lagi akan adu jotos, adu bacok sampai titik darah penghabisan. Maksudnya cecok, bahasanya terlalu mendramatisir, biar seru.


Setelah kepergian Rani, selir agung tampak bersungut ria dan menatap baginda raja dengan tatapan sebal. Kemudian meminta penjelasan, atas sikap raja yang diam saja saat permaisuri mencium pipinya tadi.


" Kenapa baginda tadi diam saja, saat permaisuri mencium yang mulia?"


Raja yang masih syokpun, tak mengindahkan pertanyaan selir agung. Ia malah mengerjap - ngerjapkan matanya. Masih tak percaya dengan yang barusan terjadi. Dan itu sukses membuat selir agung bertambah kesal.


" Yang mulia." Teriak selir agung.


Rajapun terkaget karena teriakan selir agung, ia mengusap dadanya pelan. Untung saja raja tidak memiliki riwayat penyakit jantung, jadi aman.


" Kenapa Sora?" Tanya raja bingung.


" Kenapa yang mulia diam saja tadi, waktu permaisuri mencium pipi yang mulia?" Ulang selir agung.


Raja menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Aku tadi kaget, dan nggak tau kalau permaisuri bakal ngelakuin hal seperti itu." Raja memberi penjelasan.


" Tapi hamba tidak suka." Ucap selir agung manja dengan deraian air mata.


Raja yang merasa tidak tega, kemudian meminta maaf, lalu memeluk selir agung sambil mengusap punggung selir agung . Agar lebih tenang.


Rani yang tengah dalam perjalanan menuju kediamannya, tampak sangat senang. Terlihat jelas dari senyum yang tiada henti - hentinya mengembang dari bibir mungilnya.


" Dayang utama Park, Go jang mi, apa kalian tadi melihat ekspresi muka selir agung? Sungguh lucu sekali bukan?" Tanya Rani kemudian tertawa, membayangkan kembali muka selir agung.


" Memang benar yang mulia, namun lain kali yang mulia tidak boleh seperti itu lagi. Bagaimanapun mencium raja di depan umum itu sungguh tidak sopan." Dayang utama Park menasehati.


" Aku juga tadi, sama sekali tidak berniat melakukan itu. Namun saat melihat selir agung bergelayut manja kepada raja, entah mengapa refleks terjadi begitu saja. Dan saat aku melihat muka selir agung yang tampak merah, seperti kepiting rebus karena menahan kesal, rasanya senang sekali. Rasanya ingin terus mengerjainya." Ujar Rani membela diri.


" Sepertinya selir agung merasa cemburu, dengan yang mulia permaisuri, soalnya selir agung seakan tidak terima saat mengetahui permaisuri keluar istana bersama dengan raja dan menaiki kuda milik raja." Kata Go jang mi menerka - nerka.


" Hamba juga merasa begitu yang mulia, karena dari dulu selir agung selalu menindas yang mulia dan selalu menjauhkan yang mulia dari baginda raja." Saut dayang utama Park.


Rani tampak berfikir dan menimang - nimang perkataan kedua dayang setianya itu, yang tengah berjalan dibelakangnya. Hingga kemudian muncul ide yang sangat brilian dari otak kecil Rani. Rani tersenyum devil, sepertinya sekarang Rani tau harus berbuat apa untuk membalas semua perbuatan selir agung kepada Kim so hee.


Mata ganti mata, gigi ganti gigi, mungkin itu kata yang mampu menggambarkan semua ini. Jika selir agung selalu menindas Kim so hee dan mencoba menjauhkan raja darinya. Berarti ketakutan dan kelemahan terbesar selir agung adalah ketika melihat permaisuri dekat dengan raja. Jadi, sepertinya ini akan menarik.


" Dayang utama Park, Go jang mi, apa kalian ingin bermain bersamaku? Seperinya aku tidak akan merasa bosan lagi diistana ini, karena aku sudah mendapat mainan baru."


" Tidak ada tv, komputer, laptop, handpone, atau wifi dan juga youtube. Untuk ngilangin rasa bosan. Namun, sepertinya mengerjai selir agung dan membuatnya kesal itu jauh lebih menarik." Ucap Rani lagi dengan senyum yang cukup mengerikan, jika dayang utama Park dan Go jang mi melihatnya mungkin akan bergidik ngeri dan merinding, karena senyum Rani mampu membuat bulu roma berdiri.


Beruntung mereka berjalan di belakang Rani, jadi mereka tidak bisa melihat senyum devil Rani yang siap menelan bulat - bulat mangsanya tanpa dikunyah terlebih dahulu.


Dayang utama Park dan Go jang mi saling melirik dan berpandangan, tampak bingung dengan ucapan junjungannya yang menurut mereka aneh dan tidak bisa dimengerti.

__ADS_1


" Tv, komputer, laptop?" Ulang dayang utama Park.


" Hanpone, wifi, youtube?" Lanjut Go jang mi.


Kedua dayang itu, tampak berfikir keras mencoba memahami apa arti semua kata itu, namun nihil. Yang ada itu semua membuat mereka makin bertambah pusing.


Rani membalikan badannya. " Apa kalian setuju, dan bersedia membantuku? Dan ikut bermain bersamaku?" Tanya Rani kepada kedua dayangnya.


Dayang utama Park dan Go jang mi mengangguk setuju. Jelas mereka sangat mendukung keputusan junjungan mereka yang ingin melawan balik selir agung. Karena selama ini permaisuri mereka sudah cukup menderita dan selalu bersabar menerima hinaan, makian, serta penindasan, dari selir agung. Bahkan Dayang utama Park dan juga Go jang mi kerap jadi korban keganasan selir agung. Tak tanggung - tanggung hukuman yang di berikan selir agung kepada kedua dayang itu, bukan hanya sekedar tamparan, atau tendangan, bahkan hukum cambuk, sering mereka dapatkan jika mereka membela permaisuri.


Rani sungguh merasa senang, dengan jawaban kedua dayang setianya itu. Kemudian mereka bertiga tertawa bersama.


" Wah, sepertinya kaka ipar sedang merasa senang."


Rani dan kedua dayangnyapun menoleh kearah sumber suara. Senyum kecil tersunging di bibir Rani, saat melihat seseorang yang tengah berjalan kearahnya.


" Pangeran Lee, kenapa kau bisa berada di sini?" Tanya Rani heran.


" Kebetulan hamba sedang berkunjung kekediaman ibu suri, mendengar dua wanita tua yang sedang asik bergosip membuat hamba merasa bosan, makanya hamba kabur dan memilih berjalan - jalan ketaman istana."


Rani kemudian menjewer kuping pangeran Lee. " Dasar anak nakal, dua wanita tua yang kau katai tua itu, ibu dan juga nenekmu."


" ampun - ampun sakit kaka ipar." Pangeran Lee meringis kesakitan.


" Sudah berulang kali ku bilang, jangan panggil aku kaka ipar. Cukup pangkil kaka , atau Kim so hee saja." Rani menambah jewerannya semakin keras.


Rani yang melihat pangeran Lee meringis kesakitanpun kemudian merasa tidak tega. Dan akhirnya melepaskan jewerannya.


" Aduh - aduh, ternyata kakaku ini bukan perempuan biasa." Ucap pangeran Lee sambil mengusap - usap telinganya yang memerah.


" Baru tau ya? Makanya kau jangan berani macam - macam terhadapku. Nanti bukan hanya telingamu yang akan kena jeweranku." Ancam Rani.


" Araseo - araseo, yang mulia permaisuri." Ucap pangeran Lee kemudian menunduk memberi hormat.


Ranipun tertawa melihat tingkah lucu serta menggemaskan pangeran Lee, pangeran Lee yang melihat kakanya itu tertawapun, ikut juga tertawa.


Dayang utama Park dan Go jang mi, yang memperhatikan tingkah laku kedua orang yang tengah berada di depannya, hanya bisa cekikikan. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak melihat permaisuri bisa bersenda gurau seperti itu, rasanya begitu bahagia sekali bisa melihat semua itu di hadapan mereka.


Tanpa mereka sadari ternyata ada sepasang mata yang tengah memperhatikan tingkah laku mereka.


Raja kini sudah berada di kediamannya. Tengah duduk disinggahsananya, raja tampak seorang diri, karena So joon dan kasim Jang tengah di tugaskan membebaskan para tawanan yang disekap oleh raja. Tangan raja tampak mengepal kencang, ia taruh diatas meja didepannya dan kemudian mengingat kejadian yang baru saja ia lihat ditaman istana, saat permaisuri becanda gurau dengan Pangeran Lee.


Kemudian raja mengelus pipinya lembut, mengingat waktu permaisuri tiba - tiba mencium pipinya. Raja tersenyum kecut.


" Apa maksudmu permaisuri? Setelah kau dengan berani menciumku didepan umum, namun kenapa kau malah bersenda gurau dengan pria lain? Bahkan kau tertawa bahagia tampak tidak canggung sama sekali." Gerutu raja.


Raja mulai mengingat saat ia baru pertama kali bertemu dengan permaisuri. Awalnya ia merasa malas karena ia akan dijodohkan dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal. Namun mau tidak mau ia harus menurut, karena itu syarat agar ia bisa mendapat restu raja dan juga ibu suri tentang hubungannya dengan Han sora kekasihnya yang kini menjadi selinya yaitu selir agung.

__ADS_1


Hingga rombongan dari perdana mentri Kim pun tiba, dan kemudian raja melihat sosok calon yang akan menjadi permaisurinya kelak.


Deg


Jantung raja berdetak tak karuan saat melihat sosok gadis yang tengah memberi hormat kepadanya dan juga raja terdahulu serta ibu suri. Gadis itu tampak cantik, kulit putih mulus, mata yang indah, bibir yang berwarna pink serta rambut hitam berkilau bagai iklan shampo. Raja terus memandang gadis itu, tak percaya bahwa gadis secantik dirinya ada didunia ini, dan akan segera menikah dengannya.


Namun sekelebat bayangan tentang kekasihnya muncul di benaknya, dan seketika raja membuang muka kearah danau. Saat raja terdahulu mulai mengajukan pertanyaan kepada gadis itu, gadis itu menjawab dengan suara yang lemah lebut dan juga penuh sopan santun. Raja pun bergetar tatkala mendengar suara lembut gadis itu, dan kembali melirik kearah gadis itu. Kim so hee, ternyata gadis itu bernama Kim so hee.


Di hari pernikahan raja, tampak tidak bersemangat. Raja tampak melamun dan memasang wajah dingin. Dalam fikiran raja kini diisi ingatan waktu ia tengah cektok dengan kekasihnya Han sora, yang memintanya agar raja mau tetap menjaga cintanya bersama dengan dirinya dan menjauhi permaisuri.


Pikiran raja sangat kalut saat itu, ia bingung harus bagaimana. Disisi lain ia tidak ingin mengecewakan kekasihnya namun ia juga tidak ingin mengecewakan raja terdahulu, ibusuri dan juga gadis yang tengah berada di sampingnya yang telah resmi menyandang gelar putri mahkota.


Raja tak memungkiri bahwa ia mulai tertarik dengan gadis yang dijodohkan dengannya. Dan ia merasa takut jika itu akan menyakiti hati Han sora. Oleh sebab itu, saat malam pertama di hari penikahan, raja memilih pergi meninggalkan Kim so hee seorang diri karena takut ia akan khilaf dan mengkhianati cintanya dengan Han sora. Dan ia sengaja berkata kasar kepada Kim so hee, agar gadis itu tidak berharap padanya dan membenci dirinya.


Raja berfikir itu adalah jalan yang terbaik. Raja mencoba menyibukan dirinya dengan segudang pekerjaan yang seharusnya tidak ia lakukan. Agar ia terlihat sibuk, bahkan ia kerap bermalam di kediaman selirnya agar ia tidak pernah lagi memikirkan Kim so hee. Walau raja selalu menolak jika Han sora mulai merayunya agar mau berhubungan dengannya, berbagai alasan raja gunakan agar Sora mau mengerti. Raja juga bingung, kenapa ia tak merasa nyaman seperti dulu, saat sedang bersama Sora.


Raja sengaja tak pernah mengunjungi Kim so hee sama sekali, kadang raja hanya bertemu saat ada acara kerajaan yang mengharuskan semua anggota kerajaan datang menghadirinya. Atau sesekali berpapasan saat mereka sedang dijalan atau ketika mereka tengah sama - sama berada ditaman istana.


Raja sebenarnya sedikit tenang juga sedih secara bersamaan. Tenang karena Kim so hee tidak pernah protes terhadap dirinya, tentang caranya yang memperlakukan Kim so hee seakan tidak ada. Namun juga sedih, karena sepertinya dirinya dimata Kim so hee sungguh tidak ada artinya sama sekali sampai Kim so hee tidak pernah datang untuk mencarinya atau meminta penjelasan dari dirinya.


Bahkan ketika raja berpapasan dengan Kim so hee, Kim so hee hanya menunduk memberi hormat lalu pergi begitu saja tanpa mau menatap dirinya.


Hingga akhirnya raja naik tahtapun, Kim so hee hanya datang untuk mengucapkan selamat dan kemudian pergi begitu saja. Raja yang merasa kecewa dengan Kim so hee yang kini tengah resmi menyandang gelar sebagai permaisuri. Akhirnya mengangkat dan memberi gelar selirnya yaitu Han sora, menjadi selir agung.


Begitu raja mengetahui permaisuri terjatuh kedanau, sungguh raja sangat panik dan juga khawatir saat itu. Ingin rasanya ia mengumpati semua orang yang ada disitu, dengan mengabsen nama - nama binatang. Namun semua itu urung ia lakukan, semuanya seakan tertahan begitu melihat bahwa Han sora juga sedang berada disana.


Kenapa dari sekian banyaknya orang yang berada disana, tidak mampu menjaga dan mencegah agar permaisuri tidak terjatuh kedalam danau. Raja mengacak kepalanya frustasi, buru - buru ia memerintah Park so joon pengawal pribadinya untuk menolong dan mengangkat tubuh permaisuri.


Saat raja mendengar cerita dari selir agung, tentang penyabab terjatuhnya permaisuri, raja tampak kecewa, raja tak pernah menyangka kalau gadis secantik dan selembut Kim so hee mampu melakukan semua itu, apa semua ini di karenakan Kim so hee memiliki rasa cemburu terhadap selir agung?


Disini raja juga nampak merasa bersalah, karena dirinyalah yang menyebabkan Kim so hee melakukan semua itu. Tapi kenapa Kim so hee malah ingin mencelakakan Han sora? Kenapa ia tidak datang saja pada raja dan memaki raja mungkin itu jauh lebih baik. Pikir raja saat itu, ketimbang harus menyakiti wanita tak bersalah.


Raja langsung mengunjungi permaisuri, begitu mendengar bahwa permaisuri telah sadar. Karena ego serta gengsi raja yang begitu besar, Raja datang dengan dalih perintah dari ibusuri, padahal raja hanya ingin melihat keadaan permaisuri saja. Namun ketika raja menginjakan kaki untuk pertama kalinya dikediaman permaisuri, setelah sekian lama. Raja malah disambut dengan ucapan sinis dari permaisuri.


Sebenarnya raja sangat terkejut karena ini baru pertamakalinya permaisuri berbicara seperti itu, biasanya permaisurinya selalu berbicara lembut dan penuh sopan santun. Hingga raja akhirnya memilih pergi, karena ia tau kedatangannya seakan tidak diterima disana. Namun sebelum raja pergi, ia memperingati permaisuri sebagai bentuk rasa kecewanya.


Setelah hampir satu minggu lamanya setelah permaisuri sadarkan diri, raja tidak pernah bertemu lagi dengan permaisuri, raja mendengar bahwa permaisuri tidak ingin diganggu untuk memulihkan kesehatannya. Bahkan ibu suri pun ditolak berkunjung oleh permaisuri.


Raja yang mendengar bahwa ibu suri tidak nafsu makan, karena memikirkan keadaan permaisuri. Akhirnya memutuskan untuk mengunjungi ibu suri dan mengajak selir agung. Mungkin saja, dengan kunjungannya dan juga selir agung dapat membuat nafsu makan ibu suri bertambah.


Tanpa raja duga, ternyata permaisuri juga datang berkunjung. Saat raja melihat permaisuri, mata raja tidak dapat berkedip, dan terus menatap wajah cantik permaisuri. Raja tidak menyangka permaisurinya semakin bertambah cantik dan terlihat lebih fress.


Raja sampai menelan ludahnya kasar saat memandang wajah permaisuri yang menurut raja begitu berubah, bukan hanya semakin cantik dan terlihat fress, namun juga memancarkan aura yang berbeda dari biasanya hingga membuat jantung raja seakan lari maraton.


Mungkin kalian sudah tau kisah raja dengan Kim so hee, sebelumnya di episode 2. Namun itu, menurut versi dari ingatan Kim so hee dan kini aku lagi nyoba jelasin versi dari raja. Semoga kalian suka.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YANG BANYAK AGAR AKU SEMANGAT UPNYA🙏👍🏼🤗

__ADS_1


__ADS_2