MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Lachimolala


__ADS_3

Sesuai janjinya Choi kang cool mengajak selir agung dan juga Choi ji woon untuk berjalan - jalan. Kini mereka tengah berada di toko aksesoris.


Selir agung dan Choi ji woon tampak antusias memilih - milih aksesoris yang akan mereka beli.


" Lihat deh yang mulia, cincin ini cantik sekali bukan?" Ucap Choi ji woon yang menunjuk ke sebuah cincin giok berwarna hijau.


" Iya kau benar, sepertinya itu cocok untuk mu." Ucap selir agung yang juga merasa kagum dengan cincin tersebut.


" Kaka tolong belikan cincin ini untukku ya! Ku mohon, cincin ini bukankah sangat indah, lihat begitu paskan dijariku." Rengek Choi ji woon kepada kakanya agar mau membelikannya cincin yang tengah ia pegang dan memasangkan dijari manisnya lalu menunjukan kepada kakanya Choi kang cool.


" Baiklah, akan aku belikan cincin itu untukmu. Dan kau juga masih boleh memilih satu aksesoris lagi yang mau kau beli." Jawab Choi kang cool dengan santai.


Mendengar jawaban dari kakanya, Choi ji woon tersenyum kegirangan. " Terimakasih ya ka, kaka memang yang terbaik." Ucap Choi ji woon lalu kembali sibuk memilih aksesoris yang akan ia beli.


Choi kang cool berjalan mendekat ke arah deretan jepit rambut yang tengah dipajang, mata Choi kang cool tertuju pada jepit rambut berbentuk bunga sakura berwarna pink, lalu mengambilnya dan memberikannya kepada selir agung.


" Ini untuk yang mulia, sepertinya ini akan cocok dengan yang mulia."


Selir agung hanya diam dan mengkerutkan keningnya karena merasa bingung dengan sikap dan perhatian yang diberikan oleh Choi kang cool terhadap dirinya.


" Jepit rambut ini hamba rasa sangat cocok dengan yang mulia, hamba yakin jika dipakai oleh yang mulia, yang mulia selir agung akan terlihat jauh lebih cantik." Jelas Choi kang cool yang seakan tengah melemparkan gombalan kepada wanita incarannya.


Selir agung tersipu malu mendengar penuturan dari Choi kang cool. Baru kali ini ia merasakan hal seperti ini, dan rona dipipi selir agung tampak terlihat dengan jelas.


" Terimakasih, jepit rambut ini memang sangat bagus dan juga cantik." Ucap selir agung yang amat sangat menghargai pilihan dari Choi kang cool untuk dirinya.


Choi kang cool meminta izin dan menawarkan dirinya untuk memasangkan jepit rambut itu di kepala selir agung. Setelah mendapat izin dari yang bersangkutan, Choi kang cool langsung memasangkan jepit rambut itu dikepala selir agung. Dan Choi kang cool juga mengatakan bahwa ia yang akan membayar jepit rambut itu, anggap saja sebagai hadiah pertemuan mereka.


Wajah selir agung yang tadinya sendu, kini berganti dengan senyum bahagia saat diperlakukan manis oleh Choi kang cool. Dan Choi kang cool pun ikut tersenyum senang melihat senyum selir agung yang kembali merekah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Permaisuri dan raja kini tengah menikmati minum teh bersama digasebo taman istana. Sejak raja terluka, permaisuri tidak diizinkan kembali kekediamannya oleh raja. Permaisuri kini mendapat tugas dari raja untuk merawat lukanya sampai sembuh, raja beralasan karena tidak boleh ada yang mengetahui jika raja terluka. Makanya tugas itu raja berikan kepada permaisuri.


" Sebenarnya, bagaimana bisa yang mulia mendapat luka dilengan seperti ini sih?" Tanya permaisuri penasaran.


" Aku tidak sengaja terluka waktu berlatih pedang bersama So joon." Jawab raja berbohong.


Permaisuri memicingkan matanya, " Yang mulia, kalo yang mulia mau berbohong pilih - pilih kata yang masuk akal. Hamba tau itu bukan luka karena tergores pedang. Luka itu seperti luka karena terkena anak panah, walaupun hamba tidak pernah melihat secara langsung bagaimana luka panah itu, tapi hamba mengetahuinya." Oceh Rani sambil mengingat luka panah yang dilihatnya didrakor yang sering ia tonton.


Raja terdiam, karena tebakan permaisuri tepat sasaran.


" Kenapa yang mulia diam saja? Apakah tebakan hamba benar?" Permaisuri menaikan satu alisnya menunggu jawaban dari raja.


Raja memalingkan mukanya kearah danau, " Lihat itu permaisuri, sepertinya bunga teratai yang mekar saat ini jauh lebih banyak dari biasanya." Jawab raja yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah, jika yang mulia masih tidak mau jujur dan mengatakannya kepada hamba. Hamba akan mencari tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi malam itu?" Ancam Rani yang tak mau kalah.


Raja tampak berfikir, dan hendak mengatakannya namun seakan tertahan oleh pikirannya yang mengkhawatirkan permaisuri.


" Aku tidak mau mengatakannya karena takut kau akan merasa khawatir permaisuri, tapi jika aku diam saja, aku takut kau akan nekat mencari tau sendiri dan malah ikut menyeretmu dan membahayakanmu."


Rani masih menunggu reaksi dan jawaban dari raja setelah ia mengancamnya. Namun sayangnya pembicaraan itu sepertinya harus diakhiri terlebih dahulu, karena Suara yang sangat familiar ditelinga Rani datang menyapa mereka.


" Apa kabar kaka - kakaku." Sapa pangeran Lee jong hoon dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Raja yang mendengar sapaan dari pangeran Lee, merasa lega dan bersyukur karena kedatangan pangeran Lee telah menyelamatkan dirinya dari permaisuri yang terus mengintrogasi dirinya. Kali ini raja benar - benar merasa senang akan kedatangan adiknya. Mohon ingatkan raja, untuk berterimakasih kepada pangeran Lee!


" Wah wah wah, apakah matahari terbit dari barat? Atau aku sedang bermimpi? Betapa beruntungnya aku yang bisa melihat raja dan permaisuri duduk bersantai bersama seperti ini." Goda pangeran Lee yang langsung duduk didepan mereka, lalu dengan santainya menyomot makanan yang ada dimeja.


Raja geleng - geleng kepala dengan kelakuan adiknya yang sama sekali tidak mencerminkan seorang pangeran, justru lebih mirip seperti preman pasar. Namun kali ini raja maafkannya, berhubung pangeran Lee sudah menyelamatkan dirinya.


" Memangnya kenapa kalo aku bersama dengan permaisuri menghabiskan waktu bersama? Bukankah itu normal?" Balas raja akan ucapan adiknya yang seolah - olah mengatakan raja dan permaisuri menghabiskan waktu bersama itu, mustahil dan suatu keajaiban.


" Tidak apa - apa yang mulia, justru hamba senang melihatnya. Kalo yang mulia dan permaisuri terus berhubungan baik seperti ini, hamba dukung."


Raja tersenyum bahagia mendengar ucapan adiknya, yang kali ini entah mengapa tidak membuat raja darah tinggi.


" Kaka makanan yang kemarin kau masak sungguh enak dan membuatku ketagihan, maukah kau memasak makanan lagi untukku?" Pinta pangeran Lee kepada permaisuri dengan memasang wajah memelasnya.


" Kaka? Sejak kapan pangeran Lee memanggil permaisuri dengan seperti itu?" Batin raja.


Permaisuri tersenyum senang menanggapi permintaan pangeran Lee. " Iya pangeran, kapan - kapan aku akan memasakan makanan lagi untukmu."


" Ih nggak mau, nggak suka gelay." Tapi boong, canda, nggak mungkinkan pangeran Lee bilang kaya gitu? Wkwkwk.


" Ih nggak mau, maunya sekarang ka! Kakakan tau kalo aku susah makan, semenjak makan masakan buatan kaka." Ujar pangeran Lee maksa.


" Pangeran, sejak kapan kau mulai kurang ajar seperti itu dengan permaisuri? Aku tau kau selalu melakukan apa saja dengan semaumu, tapi paling tidak hormati permaisuri dan berbicara yang sopan dengannya. Kemana etiket istana yang selama ini kau pelajari?" Kesal raja dengan kelakuan pangeran Lee, yang bicara non formal dengan permaisuri.


" Yang mulia, hamba berani berbicara seperti itu, juga atas izin dari permaisuri. Hamba nggak mungkin berani, jika tidak mendapat izin dari permaisuri." Terang pangeran Lee.


" Benar yang mulia, hamba yang meminta pangeran Lee untuk berbicara non formal dengan hamba, agar terasa lebih nyaman dan santai saja. Lagian ini bukan dalam rangka acara kerajaan, yang mengharuskan berbicara formal." Bela permaisuri.


Raja memanyunkan bibirnya tanda ia tidak suka, karena permaisuri membela pangeran Lee. Namun tiba - tiba raja tersenyum jahil, sepertinya raja baru saja mendapatkan pencerahan.


Permaisuri melongo tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, lalu bergumam pelan.


" Sebenarnya apa yang terjadi dengan raja, kenapa akhir - akhir ini sikapnya makin hari, makin aneh. Kesambet setan apa dia? Kemasukan jin tomang kali ya?"


Namun, gumaman permaisuri masih bisa didengar oleh raja, walaupun tak jelas apa yang tengah permaisuri gumamkan. Raja yang melihat tingkah laku permaisuri yang seperti itu, merasa lucu dan gemas.


" Apa yang kau gumamkan permaisuri?" Tanya raja yang sedikit penasaran.


Permaisuri terkejut dengan pertanyaan yang raja berikan terhadapnya, " Kok raja bisa dengar kalo aku barusan lagi ngedumel? Apa jangan - jangan aku tadi bicara secara lisan ya? Bukan didalam hati. Mampus, tadi raja dengar nggak ya, apa yang barusan aku katakan?"


Permaisuri tidak mau memikirkannya, lebih baik cuek saja dan masa bodoh.


" Lachimolala." Jawab permaisuri asal.


" Ayo pangeran lebih baik sekarang kita pergi kedapur istana saja! Akan aku masakan makanan yang enak untukmu." Ajak permaisuri kepada pangeran Lee, lalu menariknya dan pergi meninggalkan raja seorang sendiri.


Raja terlihat bingung dengan jawaban yang permaisuri berikan. Kemudian raja baru tersadar bahwa ia ditinggal sendirian. Lalu pergi menyusul mereka. Sementara kasim Jang dan para dayang yang menyasikan hal itu, hanya tersenyum.


Saat ini permaisuri dan pangeran Lee sudah berada didapur istana, semua orang yang berada didapur istana tampak terkejut dengan kedatangan pangeran Lee, belum selesai dengan keterkejutan meraka atas kedatangan pangeran Lee, mereka kembali dikejutkan dengan kedatangan raja yang menyusul permaisuri dan pangeran Lee kedapur istana.


Suasana didapur istana kini langsung tampak heboh dengan kehadiran raja disana. Para koki serta dayang yang berada disana langsung menghadap raja dan memberi hormat, sedangkan kepala koki istana yang sedang memeriksa rendaman kedelai dibelakang dapur, langsung berlari saat mendengar kedatangan raja kedapur istana, kemudian menerobos para bawahannya lalu berdiri dibarisan paling depan, dan menghadap raja, pangeran Lee dan juga permaisuri, lalu membungkuk memberi hormat untuk menyambut kedatangan mereka.


" Kepala koki Kang, apa yang sedang kau lakukan? Sepertinya kau tampak sibuk. Sehingga kau berlari seperti tadi, begitu mendengar kedatangan kami?" Tanya permaisuri.


" Hamba sedang memeriksa rendaman kedelai yang kemarin permaisuri perintahkan." Jawab kepala koki istana yang merasa gugup lalu mengelap keringat yang menetes dikeningnya akibat berlari tadi.

__ADS_1


" Oh begitu rupanya, kalo begitu ambil kedelai itu, lalu masukan kedalam karung. Dan perintahkan koki istana lainnya untuk menginjak - injaknya sampai terbelah menjadi dua." Permaisuri memberi perintah.


" Baik yang mulia."


Kepala istana langsung melaksanakan perintah permaisuri, lalu mengintupsi beberapa koki untuk melakukan apa yang permaisuri perintahkan.


" Kepala koki Kang, tolong siapkan bahan makanan! Karena aku akan memasak makanan." Ucap permaisuri kembali memberi perintah.


" Segera hamba siapkan yang mulia." Kemudian kepala koki Kang dengan sigap siap menjalankan perintah dari permaisuri.


" Tunggu kepala koki Kang!" Cegat permaisuri.


Kepala koki Kang pun, memberhentikan langkah kakinya lalu membalikan badannya kembali menghadap permaisuri.


" Tolong ajak raja sekalian untuk ikut membantu menginjak - injak kedelai yang sudah direndam tadi, biarkan raja berbaur dengan para koki lainnya."


Semua orang melongo, tak percaya dengan yang barusan permaisuri katakan. Termasuk raja yang mendengarnyapun tak percaya, bahwa permaisuri berani menyuruhnya melakukan hal seperti itu.


" Maksud permaisuri apa ya?" Ucap raja yang meminta penjelasan dari permaisuri.


" Yang mulia, rendaman kedelai yang kemarin direndam itu sangat banyak. Sebaiknya yang mulia ikut membantu mereka, dari pada yang mulia disini diam saja." Ujar permaisuri memberi penjelasan.


" Lalu kenapa pangeran Lee tidak kau minta untuk ikut menginjak - injak kedelai bersamaku?" Tanya raja yang merasa dirinya terzolimi.


" Pangeran Lee, akan membantu hamba memasak makanan untuk kita semua." Jawab permaisuri santai.


Rajapun merasa kesal dan tidak terima. " Kenapa pangeran Lee yang membantu kau memasak permaisuri? Sedangkan aku yang harus menginjak - injak kedelai?" Protes raja.


" Huuuh." Permaisuri menarik nafasnya kasar.


" Yang mulia, hamba tau yang mulia tidak pernah melakukan pekerjaan kasar, jadi yang mulia pasti tidak bisa membantu hamba. Dan satu - satunya pekerjaan yang bisa yang mulia lakukan disini hanya menginjak - injak kedelai."


" Kalau yang mulia tidak mau melakukannya, lebih baik yang mulia kembali saja kekediaman yang mulia. Karena semua orang yang berada disini, tengah sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing. Masa iya, baginda mau disini hanya duduk leha - leha saja." Ujar permaisuri panjang kali lebar.


Dengan terpaksa raja menuruti ucapan permaisuri, lalu mengikuti koki istana menuju kebelakang dapur istana.


Permaisuri tersenyum penuh kemenangan. " Sekali - kali mengerjai raja seru juga."


Permaisuri baru saja menyelesaikan masakannya, tentunya dengan bantuan dari pangeran Lee. menu makanan yang permaisuri masak kali ini adalah oseng cumi lombok ijo, pekerdel kentang, tumis kangkung, dan juga gurame goreng. Sengaja permaisuri memasak dengan porsi besar karena ia akan membagi makanannya dengan para koki dan juga para dayang yang sudah bekerja keras dan ikut membantunya.


Semua makanan sudah tersaji rapi disebuah ruangan dekat dapur istana yang merupakan gudang penyimpanam bahan pangan. Karena hanya ditempat itu yang memiliki tempat yang cukup luas untuk duduk dan makan bersama.


Permaisuri hendak memanggil raja dan juga para koki yang tengah menginjak - injak kedelai di belakang dapur istana. Permaisuri melihat raja yang terlihat kelelahan dan berkeringat, sesekali raja mengelap keringat yang bercucuran diwajahnya dengan tangannya.


Permaisuri tersenyum puas melihatnya, didalam hati permaisuri kini tengah berjingkrak - jingkrak kegirangan karena melihat raja yang seakan tengah mendapat karmanya. Mungkin kalo dijadikan sinetron, judulnya adalah Raja Yang Ternistakan Akibat Menelantarkan Permaisurinya.


Permaisuri sampai cekikikan sendiri melihat raja yang tampak kelelahan. Kemudian permaisuri berteriak memanggil raja dan juga para koki agar mereka beristirahat dan makan terlebih dahulu.



Ini gambar selir agung yang sedang jalan - jalan di luar istana.🤪🤗


**Buat para army pasti tau arti dari kata Lachimolala. Bagi yang tau artinya silahkan komen dibawah ini ya!!!


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN PENCET TOMBOL FAVORIT.🤣😍 TERIMA KASIH🙏👍🏼**

__ADS_1


__ADS_2