MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Misteri Penimbun Beras


__ADS_3

Raja baru kembali kekediamannya dengan berjalan gontai, setelah berjunjung dari kediaman selir agung. Yang diikuti kasim Jang, yang berjalan dibelakangnya dengan perasaan cemas serta khawatir. Lalu bertemu So joon yang masih berjaga didepan pintu ruangan raja.


" Bagaimana keadaan permaisuri?" Yang memberhentikan langkahnya didepan ruangannya.


" Permaisuri baik - baik saja yang mulia, sepertinya beliau sedang tidur." Jawab So joon dengan muka datarnya.


" Baguslah." Raja manggut dan lega mendengarnya.


" Kau siapkan baju untukku menyamar! sesuai rencana, malam ini kita menyelidiki kelompok yang sudah menimbun beras dan menyebabkan kekacauan harga beras dipasaran." Raja memberi perintah.


So joon mengangguk mengerti, kemudian raja menepuk bahu So joon dan masuk kedalam ruangannya.


Begitu masuk kedalam ruangannya, raja langsung menatap permaisuri yang masih terlelap dalam mimpinya, karena hari sudah mulai gelap, hanya cahanya lilin yang menyinari wajah cantik dan anggun permaisuri.


Raja berjalan mendekat kearah permaisuri, kemudian duduk disampingnya. Dilihatnya wajah yang penuh ketenangan itu, lalu raja mengusap rambut permaisuri pelan.


Sampai akhirnya suara dari luar ruangan menghentikan aktifitas raja, Yaitu suara So joon yang meminta izin untuk masuk kedalam ruangan. Raja mempersilahkannya masuk, lalu So joon masuk kedalam ruangan sambil membawa baju yang akan digunakan raja untuk menyamar, lalu memberikannya kepada raja.


" So joon kau keluarlah, aku akan mengganti bajuku!" Perintah raja sambil menerima pakain yang So joon berikan.


So joon mengangguk, lalu undur diri dari hadapan raja dan berjalan keluar ruangan.


Kini raja sudah mengganti pakaiannya dengan memakai baju bangsawan biasa, lengkap dengan topinya. Diliriknya lagi wajah permaisuri, kemudian raja mendekat dan mencium kening permaisuri dengan lembut. Raja tersenyum puas. Karena ini ciuman kedua yang raja berikan kepada permaisuri.


Raja keluar ruangan dan didepan pintu, sudah ada So joon dan kasim Jang yang menunggu raja.


" Apakah perlu hamba membuat prakarya dari tanah liat lagi yang mulia?" Tanya kasim Jang yang tau jika junjungannya akan pergi keluar istana.


Raja tersenyum dan menggeleng. " Kau tidak perlu membuat prakarya lagi kasim Jang, karena tugasmu saat ini adalah menjaga permaisuri selama aku pergi dan tidak ada dikediamanku!" Raja memberikan perintahnya. Dan menepuk pundak kasim Jang sebagai tanda raja mempercayainya.


" Hamba siap melaksanakannya baginda." Ucap kasim Jang lalu membungkuk memberi hormat.


Raja dan So joon pun pergi meninggalkan istana. Sesampainya dihutan yang So joon katakan, mereka berdua memutuskan untuk menelusuri hutan dengan berjalan kaki dan mengikat kuda mereka terlebih dahulu.


Setelah hampir satu jam mereka berjalan, tibalah mereka di sebuah gubuk yang So joon maksud. Mereka berdua masuk kedalam gudang itu dengan hati - hati, namun So joon merasa aneh dengan suasana gudang yang sepi, padahal waktu kemarin ia datang, gudang ini sangat banyak orang yang berjaga.


Setelah mereka berada didalam gudang, mereka sungguh terkejut. Karena gudang itu, tampak kosong melompong tidak ada apa - apa di sana.


Kemudian raja dan So joon memutuskan untuk keluar dari gudang tersebut. Namun saat raja dan So joon baru keluar, tiba - tiba ada seseorang yang melepaskan anak panah ke raja. Untung raja cepat menghindar dan hanya melukai lengannya saja.


So joon dengan sigap mencoba mengejar seseorang yang telah melepaskan anak panah kepada raja. Namun sial, orang itu mampu melarikan diri dengan sangat cepat. Segera So joon kembali dan membantu raja mencabut anak panah yang menancap di lengan raja.


" Kira - kira siapa orang itu, ya So joon?" Tanya raja sambil menahan perih di lengannya.


" Mungkin salah satu anggota dari kelompok itu yang mulia." Jawab So joon sambil memapah raja dan mencari tempat untuk istirahat.


Hingga So joon memilih beristirahat dibawah pohon yang cukup besar. Dengan susah payah So joon memapah raja, lalu menyenderkan raja dibawah pohon itu.


" Bagaimana keadaan yang mulia?" Tanya So joon khawatir, karena melihat raja yang mulai mengeluarkan keringat dingin.


" Aku baik - baik saja So joon, tapi sepertinya panah itu sudah diolesi racun." Jawab raja dengan suara yang sedikit melemah.


So joon mengusap wajahnya kasar. " Sial, bagaimana ini? Yang mulia tunggu di sini, hamba akan mencari tanaman obat untuk mengobati yang mulia."


Raja mengangguk lemah, wajahnya mulai pucat. Dan banyak keringat yang mulai bercucuran dari tubuhnya.


" Hamba tinggal sebentar yang mulia, namun yang mulia harus tetap berusaha agar yang mulia tetap dalam keadaan sadar." Ujar So joon yang memperingati raja.


" Baiklah." Jawab raja dengan suara lemahnya.


So joon segera pergi dan mencari beberapa tanaman obat yang dapat ia gunakan untuk mengobati raja.


Setelah hampir setengah jam So joon mencari tanaman obat, akhirnya So joon pun kembali ketempat ia meninggalkan raja. Dilihatnya raja yang tergeletak lemah tak berdaya disana.


Dengan perasaan khawatir, So joon segera mempercepat langkah kakinya, sesampainya So joon dihadapan raja, So joon langsung menepuk - nepuk pipi raja untuk memastikan bahwa raja masih dalam keadaan sadar.

__ADS_1


" Uhuk..uhuk." Raja terbatuk.


" So joon kaukah itu?" Tanya raja dengan suara lemah dan mata yang terpejam.


" Benar yang mulia, Syukurlah yang mulia masih tersadar." Ucap So joon yang merasa lega.


" Ternyata muka datarmu itu, bisa berekspresi khawatir seperti ini ya So joon?" Ejek raja dengan menyunggingkan senyum dibibirnya.


" Sudah seharusnya hamba melindungi yang mulia, tentu hamba merasa khawatir tentang keselamatan yang mulia." Jawab So joon kembali ke mode datarnya.


So joon merobek lengan baju milik raja, kemudian membersihkan luka raja dengan air yang ia bawa sebagai persediaan untuk minum, lalu menaruh tanaman obat yang telah So joon tumbuk dan membalutnya dengan kain.


" Apakah yang mulia kuat untuk berjalan? Kalo yang mulia kuat, sebaiknya kita segera pergi meninggalkan hutan ini."


" Kau benar So joon, aku pergi meninggalkan istana secara diam - diam, jika besok aku tidak ada diistana, pasti akan menimbulkan masalah. Sebaiknya kita bergegas pergi dari hutan ini, dan kembali keistana."


Dengan bantuan So joon raja berdiri dari duduknya, dan mulai melangkah pelan dan pergi meninggalkan tempat yang dijadikan mereka untuk beristirahat menuju ke tempat mereka meninggalkan kuda mereka.


Sesampainya mereka di tempat mereka meninggalkan kuda, raja dan So joon memutuskan untuk meninggalkan salah satu kuda disana, karena dengan keadaan raja saat ini, tidak memungkinkan raja untuk menaiki kuda itu sendiri. Dan raja kembali keistana dengan menaiki kuda bersama dengan So joon.


Sesampainya raja dan So joon dikediaman raja, mereka disambut oleh kasim Jang yang tengah berjaga di depan pintu ruangan raja. Kasim Jang terkejut saat melihat keadaan raja yang terluka, dan segera ikut membantu memapah raja masuk kedalam ruangannya.


Sedangkan permaisuri yang masih tertidurpun, merasa terganggu karena suara berisik dan gaduh yang ada didepan ruangan raja.


Permaisuri mulai mengerjap - ngerjapkan matanya, dan mulai memandangi ruangan yang tampak asing baginya, dan sedetik kemudian permaisuripun tersadar bahwa ia tengah tidur diruangan milik raja.


Raja masuk kedalam ruangan dengan dipapah oleh kasim Jang dan juga So joon. Melihat keadaan raja yang terluka permaisuripun terkejut dan bingung.


" Bagaimana ini bisa terjadi? Sebenarnya apa yang baginda lakukan sampai seperti ini?" Tanya permaisuri bingung.


" Panjang ceritanya." Jawab raja sekenanya.


Setelah mendudukan raja diatas futon yang tadi digunakan permaisuri untuk tidur, kasim Jang menyalakan beberapa lilin lagi agar ruangan raja tampak lebih terang.


Sedangkan So joon sudah duduk manis dipojokan. Kasim Jang menawari raja untuk segera memanggil tabib istana.


" Tapi yang mulia, bukankah lebih baik jika luka yang mulia diperiksa terlebih dahulu oleh tabib istana." Ucap permaisuri yang duduk di sebelah raja.


Raja terseyum lalu mengusap kepala permaisuri dengan lembut. " Kau tak perlu khawatir permaisuri, kemampuan So joon dalam hal medis sangat bagus, karena hal seperti ini sudah biasa kami hadapi." Ujar raja yang merasa senang bahwa ini pertama kalinya permaisuri mengkhawatirkan dirinya.


Permaisuri mengangguk paham, namun masih ada yang mengganggu pikirannya, yaitu kenapa raja bisa kembali dalam keadaan terluka, dan kenapa juga kini raja memperlakukan dirinya dengan sangat manis bagaikan layaknya pasangan sungguhan.


Rani menggelengkan kepalanya pelan, dan bergidik ngeri dengan kata manis dan pasangan yang baru ia pikirkan tentang perbuatan raja terhadap dirinya.


" Kasim Jang tolong bawakan aku baju ganti!" Raja memberi perintah.


" Baik yang mulia." Jawab kasim Jang dan berlalu pergi untuk melaksanakan perintah junjungannya itu.


" So joon kau istirahatlah sebentar kekamarmu! aku tau kau lelah." Perintah raja, yang tau bahwa hari sudah menjelang pagi.


Dan So joon harus kembali menemaninya nanti, keagenda biasa raja yaitu bertemu para anggota dewan kerajaan yaitu para mentri diaula kerajaan.


So joon pun menuruti perintah dari junjungannya itu, lalu berdiri dari duduknya dan memberi hormat kemudian pergi meninggalkan ruangan raja.


Bersamaan dengan So joon yang pergi meninggalkan ruangan raja, justru kasim Jang masuk kedalam ruangan raja, sambil membawa baju ganti raja.


" Ini yang mulia, hamba sudah membawakan baju ganti untuk yang mulia." Ucap Kasim Jang.


Raja mengangguk, " Taruh saja disitu!" Ujar raja sambil menunjuk meja yang ada dihadapannya.


Kasim Jang pun menaruh baju itu diatas meja seperti arahan raja. Kemudian kasim Jang memanggil para dayang yang berjaga didepan pintu agar masuk untuk mengganti pakaian yang raja kenakan.


Namun intrupsi raja, yang mengatakan bahwa permaisuri yang akan membantu raja mengganti pakaiannya, membuat kasim Jang meminta para dayang kembali keluar ruangan. Dan kasim Jang pun undur diri dari hadapan raja dan juga permaisuri.


Rani melotot, tak percaya dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


" Apa maksud yang mulia?" Sewot Rani meminta penjelasan kepada raja.


" Apa kau tidak mendengarnya tadi, ayo cepat bantu aku berganti pakaian." Jawab raja santai.


" Aku tidak mau." Ketus Rani.


" Apa kau tega melihatku yang terluka ini mengganti pakaiannya sendiri?" Ucap raja memelas.


" Bukankah tadi kasim Jang meminta para dayang untuk mengganti pakaian yang mulia, lalu kenapa yang mulia malah menolaknya?" Tanya Rani tak mau kalah.


" Kan disini ada permaisuriku, kenapa malah dayang yang mengganti pakaianku, bukankah itu akan terlihat aneh." Jawab raja mencari alasan.


" What the hell? Bisa - bisanya dia bertingkah seakan menganggapku sebagai istrinya, selama ini kemana aja bang?" Batin Rani.


" Ayo buruan, kenapa bengong?"


" Huuuh." Rani menghembuskan nafasnya kasar.


Mau tidak mau ia menuruti perintah raja. Rani mulai membuka pakaian raja, namun Rani memejamkan matanya.


" Hey bagaimana kau mau mengganti pakaianku, kalau kau memejamkan matamu seperti itu?" Ucap raja sambil menggeleng - gelengkan kepalanya melihat kelakuan aneh permaisurinya.


" Aku tidak mau mata suciku ternodai dengan melihat tubuh yang mulia." Jawab Rani asal.


" Sudahlah, cepat atau lambat kau juga akan melihat semuanya, lagian tanganku terluka dan tidak mungkin melakukan hal seperti itu terhadapmu permaisuri?" Ucap raja santai.


Rani yang tadinya memejamkan matanya kemudian langsung melotot tajam kearah raja.


" Bagaimana mungkin raja berbicara hal yang ambigu seperti itu dengan mudahnya? Untung raja, kalo bukan udah aku tampol tuh mulut lemes. Boleh nggak sih kalo cuma nyubit raja? Nggak akan langsung dihukum gantungkan?"


Rani langsung menghadiahi raja dengan cubitan yang cukup keras diperutnya.


" Bisa nggak sih, yang mulia kalo bicara itu disaring dulu?" Sewot Rani.


" Hahaha." Raja tertawa sambil mengusap perutnya yang habis dicubit oleh permaisuri.


" Kenapa, apa kau malu permaisuri?" Ledek raja.


Permaisuri kembali melotot kearah raja. Namun raja justru seakan menikmati wajah kesal permaisuri.


Selesai berganti pakaian, kini raja dan permaisuripun terpaksa harus tidur dalam satu futon yang sama. Karena diruangan raja hanya memiliki satu futon saja.


Jelas suasana canggung kini menyelimuti raja dan juga permaisuri, namun berusaha mereka tepis. Permaisuri memilih tidur dengan memunggungi raja, sedangkan raja tidur dengan tetlentang karena tangannya yang terluka.


Permaisuri tampak tidak bisa tidur walaupun ia sudah berusaha memejamkan matanya, sama halnya dengan raja. Raja juga tampak belum bisa tidur, padahal hari sudah hampir pagi, dan terus berusaha memejamkan matanya supaya tertidur agar nanti saat rapat dewan kerajaan raja terlihat fress dan tidak membuat para mentri curiga terhadap dirinya.


Suasana hening didalam ruanganpun, membuat mereka lambat laun mulai tertidur dan mendatangi alam mimpi masing - masing.


Pagi - pagi sekali raja sudah siap mengenakan jubah kebesarannya, dan bersiap pergi kerapat dewan kerajaan. Dan So joon juga sudah menunggu didepan pintu ruangan raja.


Raja hanya tidur selama dua jam saja, jadi wajar jika matanya kini berubah menjadi mata panda. Namun mata panda raja, tertutupi oleh senyum cerah secerah matahari yang bersinar dipagi hari ini. Diliriknya permaisuri yang tampak masih tertidur.


" Apakah perlu hamba bangunkan permaisuri yang mulia?" Tanya kasim Jang yang baru selesai membantu raja memakaikan jubahnya.


" Tidak perlu, biarkan saja. Nanti saat permaisuri bangun, minta koki istana untuk menyiapkan makanan yang enak untuk permaisuri!"


" Baik yang mulia."


" Kalo begitu aku pergi dulu." Pamit raja kepada kasim Jang.


Kasim Jang menunduk memberi hormat.


" Ayo So joon coba kita lihat wajah - wajah para penjilat itu." Ajak raja kepada So joon yang berdiri di depan pintu.


Maaf baru bisa update, terima kasih buat yang masih setia menunggu dan mau mengikuti cerita haluku ini. Ayo ajak teman dan kerabat kalian untuk membaca Mendadak permaisuri semakin banyak yang membaca dan memberi like serta komen akan membuat autor menjadi lebih bersemangat dalam menulis. Kamsahamnida

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK - BANYAKNYA🤗😘🙏


__ADS_2