
Selasai acara perjamuan, raja Erlangga beserta rombongannya berpamitan kepada raja, ibu suri, dan permaisuri serta keluarga kerajaan lainnya.
Sebenarnya ibu suri sudah menawarkan agar raja Erlangga beserta rombongannya agar menginap. Mengingat hari sudah sangat larut.
Namun, raja Erlangga menolaknya. Karena beliau masih harus menempuh perjalanan yang sangat jauh. beliau tidak mau merepotkan dan membuang banyak waktu, raja ingin segera pulang ke kerajaannya. Dan akhirnya ibu suri menyerah dan memberikan izin.
" Permaisuri, makanan yang anda masak sungguh enak. Apa boleh hamba tau, apa nama makanan tersebut?" Tanya raja Erlangga polos.
Seketika dahi Rani berkerut, dan menatap raja Erlangga dengan tatapan bingung. " Kenapa raja Erlangga tidak tau nama makanan yang aku buat? Bukankah sate makanan khas indonesia? Jangan - jangan saat ini disana belum mengenal sate? Bisa berabe kalo gara - gara aku sejarah jadi berubah. Dan korea dimasa depan, bakal mengklaim kalo sate berasal dari korea. Kaya negara tetangga yang suka mengklaim milik negara indonesia.
Deheman dari raja membuat permaisuri tersadar dari lamunannya. Sadar karena raja Erlangga masih menunggu jawabannya, permaisuripun segera memberitahu nama makanan yang ia masak dan mengatakan bahwa ia diberi resep itu, oleh seorang teman dari kerajaan timur.
" Benarkah yang anda katakan permaisuri? Bahkan hamba tidak tau bahwa dikerajaan timur ada makanan seperti itu?"
" Yang hamba katakan benar yang mulia, bukankah hamba memasaknya menggunakan rempah dari kerajaan timur, jelas itu resep dari kerajaan timur."
Raja Erlanggapun tersenyum, ia sangat senang mendengar penjelasan dari permaisuri. Dan segera menaiki kudanya. Raja Erlangga beserta rombongannyapun pergi meninggalkan istana.
Kini Ibu suri, raja dan permaisuri beserta keluarga kerajaan lainnya tengah berkumpul di kediaman ibu suri. Ibu suri meminta mereka untuk berkumpul dan bercengkrama sebelum tidur, karena moment seperti ini sangat jarang.
" Permaisuri, kau telah melakukan tugasmu dengan baik. Aku sangat bangga terhadapmu." Ucap ibu suri.
" Benar itu kaka ipar, kau tadi begitu mamukau. Bagaimana bisa kau menyanyikan lagu seperti itu. Bahkan aku sampai merinding." Sela pangeran Lee yang langsung mengalungkan tangannya kepundak permaisuri.
Mendengar pangeran Lee jong hoon yang memanggil permaisuri dengan sebutan kaka ipar dan bergelayut manja tanpa canggung terhadap permaisuri, membuat selir agung berdecak kesal. Namun ia hanya bisa diam dan mengamati saja.
Raja yang melihat itu, langsung memberikan tatapan tajamnya yang bagaikan laser kearah pangeran Lee. Pangeran Lee yang tau tengah ditatap oleh rajapun langsung melepaskan tangannya dari pundak permaisuri. Dan pangeran Lee pun langsung mendapat jeweran dari selir Song yang duduk disebelahnya."
" Permaisuri hamba meminta maaf, atas kelakuan pangeran Lee yang kurang sopan. Mohon yang mulia memakluminya, karena pangeran Lee biasa hidup diluar istana, jadi ia kurang memperhatikan soal tata kerama dan etiket istana." Ucap selir song kepada permaisuri.
" Selir song tenang saja, hamba tidak mempermasalahkannya. Hamba merasa senang kalo pangeran Lee bersikap non formal kepada hamba. Itu tandanya pangeran Lee merasa bahwa hamba termasuk orang terdekatnya.
Selir Song tersenyum mendengar jawaban dari permaisuri. " Terimakasih permaisuri, sudah mau memaafkan kelancangan pangeran Lee."
" Oh ya permaisuri, bagaimana kau bisa membuat lagu yang begitu bagus seperti itu? Aku sampai menitihkan air mata saat mendengar kau bernyanyi." Tanya ibu suri sambil mengusap ujung matanya.
" Benar permaisuri, hamba juga sangat penasaran. Lagu yang kau nyanyikan sangat menyentuh. Sampai orang yang mendengarkannya juga ikut larut dalam kesedihan, seperti di lagu itu." Ujar selir Song.
" Apakah lagu itu mewakili perasaanmu terhadap kakaku yang selalu saja mengecewakanmu permaisuri?" Celetuk pangeran Lee tanpa dosa.
Seketika atmosfir di dalam ruangan ibu suripun berubah menjadi tegang, akibat partanyaan dari pangeran Lee yang sepontan uhuuuy itu.
Raja membelalakan matanya kepada pangeran Lee. Tak percaya dengan apa yang baru saja adiknya itu ucapkan. " Sepertinya nyawamu begitu banyak ya? Sampai kau berani bicara seperti itu di depanku." Raja mendengus kesal, ingin rasanya ia menyumpal mulut lemes pangeran Lee, namun raja tak berani mengingat ada ibu suri yang sudah menatap raja dengan tajam.
" Bukan seperti itu, hamba hanya menyanyikan lagu yang temponya bisa cocok dengan alunan musik gayageum yang hamba mainkan." Jawab Rani sambil tersenyum canggung.
" Benarkah, apa kau sendiri yang membuat lagu itu permaisuri?" Tanya ibu suri penuh selidik.
" Hmmm, itu?" Permaisuri sedikit menjeda ucapannya. Ia merasa bingung harus menjawab apa. " Maafkan aku teh Ocha, aku nggak bermaksud buat ngaku - ngaku kalo aku yang nyiptain lagu hati yang kau sakiti. Namun aku bingung harus menjawab apa. Tolong sampaikan kepada pencipta lagunya, aku meminta maaf dan jangan laporin aku karena udah melanggar UU hak cipta." Permaisuri mengangguk pelan sambil menelan ludahnya kasar. Mengisyaratkan bahwa ia membenarkan pertanyaan ibu suri.
Sepertinya Rani habis mendapat karmanya, karena baru saja menyindir negara tetangga yang suka mengklaim milik negara indonesia. Dan sekarang giliran Rani sendiri yang melakukannya. Rani tersenyum kecut yang sedikit di paksakan. Rasanya nggak enak banget kalo habis berbohong.
Pagi harinya di istana gempar oleh para dayang yang tengah asik bergosip, dari mulut kemulut mereka semua membahas tentang permaisuri yang menyanyikan lagu yang amat menyedihkan. Mereka semua beransumsi kalo lagu yang permaisuri nyanyikan adalah curahan dari hatinya yang paling dalam karena terabaikan oleh raja.
Sudah bukan menjadi rahasia umum, kalo permaisuri memang tidak pernah diperdulikan oleh raja. Hanya saja para dayang tidak berani untuk membicarakannya. Mereka hanya diam seribu bahasa menutup mata dan telinga mereka rapat - rapat seakan tidak tau. Karena mereka masih sayang dengan nyawa mereka.
Namun tindakan permaisuri tadi malam, membuat para dayang merasa iba dan merasa kasihan terhadap permaisuri. Mereka semua terus bercerita dan terus berasumsi sendiri mengenai permaisuri. Tak jarang ada juga beberapa dayang yang membahas tentang hidangan yang permaisuri buat, menurut mereka itu sungguh enak. Beberapa dayang juga memuji sifat permaisuri yang rendah hati dan juga pandai.
Berbeda jauh dengan sifat selir agung yang menurut mereka sombong dan selalu menganggap dirinya tinggi dan bersikap lembut hanya kepada raja saja.
Kini mereka, mulai membanding - bandingkan selir agung dan permaisuri. Sungguh di sayangkan permaisuri yang begitu sempurna harus disia - siakan. Itulah yang kini tengah hangat di perbincangkan di istana.
Walaupun para dayang bercerita secara bisik - bisik dan diam - diam. Namanya tembok istana, walaupun setebal apapun bahan bakunya tetap akan terasa tipis. Bahkan mungkin lebih tipis dari kertas, Gosip - gosip para dayang pasti akan tetap menyebar dengan cepat, secepat mendownloat gambar di aplikasi whatsapp.
__ADS_1
Gosip - gosip para dayang kini sudah terdengar di telinga selir agung. Dan selir agung merasa kesal karena para dayang mulai membanding - bandingkan dirinya dengan permaisuri.
" Ji woon, kenapa kau tidak memberitahuku kalo permaisuri di beri kepercayaan oleh ibu suri untuk membuat menu utama di acara perjamuan?" Bentak selir agung ke dayang setianya.
" Ampuni hamba selir agung, hamba kira permaisuri akan gagal menjalankan tugasnya. Dan malah mempermalukan dirinya sendiri. Hamba tidak menyangka kalau permaisuri bisa melakukannya dengan mulus." Jawab Ji woon sambil menundukan kepalanya. Ia tau betul suasana hati junjungannya kini sedang buruk.
" Sekarang para dayang mulai membanding - bandingkan aku dengan permaisuri, dan memuji - mujinya. Bahkan raja Erlangga memberikannya hadiah istimewa." Decak selir agung sambil memukul meja yang ada di hadapannya.
" Seminggu aku terkurung di kediamanku, semuanya berantakan. Bahkan kini aku merasa baginda mulai tertarik dengan permaisuri."
Kemudian selir agung terus mengeluarkan sumpah serapahnya kepada permaisuri. Sedangkan dayang Choi ji woon terus menunduk dan diam tak bergeming. Takut kalo ia malah salah ucap dan membuat api yang tengah berkobar menjadi tambah besar jika ia siram dengan bensin. Karena ia sudah paham betul dengan tabiat junjungannya itu, yang tak segan jika memberikan hukuman kepada para dayangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Permaisuri kini tengah asik menikmati teh di gazebo taman istana. Sambil melihat kearah danau yang dipenuhi bunga teratai yang cantik. Dengan di temani beberapa dayang setianya.
Namun, seketika mood yang tadinya baik berubah menjadi hancur, ketika permaisuri melihat orang yang ada di hadapannya kini. Seseorang yang paling malas permaisuri temui. Karena jika bertemu dengannya selalu membuat darah tinggi permaisuri langsung naik.
" Ada apa yang mulia kesini?" Tanya permaisuri ketus.
Ya benar orang itu adalah raja Lee kang joon. Siapa lagi orang yang selalu membuat permaisuri kesal.
" Kebetulan lewat saja, dan melihat permaisuri yang tengah asik menikmati secangkir tehnya. Jadi sebagai raja yang baik, aku harus menyapanya bukan?" Jelas raja sambil mengedipkan satu matanya.
" Idiiih kenapa tuh mata? Belekan?" Tanya Rani sewot.
Raja berdecak dan kemudian duduk di sebelah permaisuri, dengan santainya ia menuangkan teh ke gelas yang baru di pakai permaisuri, dan kemudian meminumnya.
Permaisuri langsung melongo, tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. " Itukan gelas hamba yang mulia." Teriak Rani ketus.
" Aku tau, tapikan disini nggak ada gelas lagi. Terus aku minum harus pakai apa? Masa langsung aku tenggak pakai teko, jatuh wibawa aku sebagai seorang raja."
Rani yang kesal langsung membuang muka. Malas kalo harus ngeladenin raja yang sableng ini. Yang ada nanti ikutan sableng lagi.
" Siapa juga yang buatin lagu buat situ? PD gileee. Emang situ ok." Sepontan Rani berbicara dengan non formal dan dicampur dengan bahasa gaul indonesia.
Raja mengkerutkan dahinya, ia tak begitu mengerti dengan yang baru saja permaisurinya itu ucapkan. Namun ia paham dengan apa yang dimaksud dan coba permaisurinya sampaikan.
" Maksud permaisuri lagu itu, bukan permaisuri ciptain buat aku? Tapi para dayang istana bilang lagu itu adalah curahan dari isi hati permaisuri."
" Padahal dari pertama di hari pernikahan, aku sudah mengatakannya kepada permaisuri agar tidak berharap banyak kepadaku, atau mengharap cinta dariku. Namun sepertinya permaisuri tetap mengharap lebih hingga merasakan sakit hati. Apa boleh buat memang tidak ada wanita yang bisa menolak karismaku sebagai seorang raja." Ucap raja dengan narsis.
" Mungkin lagu itu tepatnya untuk Kim so hee yang asli bukan buat aku. Lagian kenapa juga, dari sekian banyaknya lagu aku malah milih lagu itu. Liriknya pas banget lagi sama kisah cintanya si Kim so hee. Kalo ginikan aku bingung gimana ngelaknya."
" Nggak usah halu yang mulia, hamba membuat lagu itu karena melodinya pas aja dengan gayageum yang hamba mainkan. Lagian menurut hamba karisma baginda belum ada apa - apanya dengan Kim taehung, Lee min ho, Song jong ki, Gong yo, Cha eun woo, dan Park so joon. Mereka jauh lebih ganteng dari yang mulia." Jawab Rani seakan mengejek raja, kemudian pergi meninggalkan raja. Dan diikuti para dayangnya.
Muka raja memerah menahan kesal, kemudian raja melirik ke arah So joon yang berdiri tidak jauh darinya dengan tatapan membunuh yang mematikan.
So joon hanya menunduk saat ditatap oleh junjungannya dengan intens. Namun tanpa semua orang sadari sudut bibir Park so joon tersenyum tipis, amat tipis hinggak tidak ada orang yang menyadari bahwa seorang Park so joon si pengawal berwajah dingin tersenyum. Park so joon merasa senang dan tidak menyangka, ternyata permaisuri menganggapnya jauh lebih ganteng dan berkarisma dari pada raja.
" So joon, cari tau siapa orang - orang yang tadi namanya disebutkan oleh permaisuri!" Perintah raja kepada pengawal pribadinya, kemudian raja berdiri dari tempat duduknya.
" Kasim jang."
" Iya yang mulia."
" Hmmm." Raja berdehem, kemudian melirik ke arah So joon. " Menurutmu siapa yang lebih ganteng dan berkarisma, antara aku dan Park so joon?"
" Tentu lebih ganteng dan berkarisma yang mulia baginda raja." Jawab Kasim Jang sambil melirik kearah patner seperjuangannya yang selalu menemani dirinya dalam suka duka saat melayani junjungannya itu.
" Ternyata matamu masih normal kasim Jang, di bandingkan dengan permaisuri."
" Hahaha." Raja tertawa puas.
__ADS_1
Tentu saja Park so joon yang di maksud permaisuri, bukan Park so joon pengawal pribadi raja, namun Park so joon aktor korea yang Rani idolakan. Sepertinya mereka salah sangka.
Dalam perjalanan menuju kediamannya, permaisuri berpapasan dengan selir agung yang tengah berjalan diiringi para dayang - dayangnya. Namun permaisuri cuek dan tetap berjalan seperti biasa seolah tidak melihat selir agung. Hingga suara selir agung memanggil permaisuri, dan itu membuat permaisuri mau tidak mau harus mengkentikan langkahnya.
" Apa lagi ini, si pentol korek manggil - manggil. Nggak tau orang lagi kesel apa? Nggak raja, nggak selirnya selalu aja ngajak ribut. Nggak bisa liat orang lain tenang apa?"
Rani memutar tubuhnya dan berbalik menghadap selir agung, kemudian selir agung membungkuk, memberikan hormat.
" Sepertinya kesehatan permaisuri kini sudah membaik, hamba ikut senang yang mulia." Ucap selir agung, sambil tersenyum sinis.
" Nggak usah basa - basi deh, mau ngomong apa? Aku nggak punya banyak waktu." Jawab Rani dengan menggunakan bahasa non formal dan tanpa memperdulikan kesopanan atau etiket istana.
Karena Rani tipe orang yang merasa malas kepada orang - orang yang munafik, apalagi selir agung yang merupakan sumber masalah untuk Kim so hee, dan penyebab dirinya harus terjebak di duinia antah berantah ini.
Selir agung merasa kaget dengan ucapan permaisuri yang tampak tidak sopan terhadap dirinya. Namun itu membuat selir agung lebih mudah untuk menunjukan sifat aslinya. Tanpa harus berpura - pura menghormati permaisuri.
" Hamba tidak menyangka, permaisuri bisa berbicara kasar seperti ini, padahal hamba sudah berbicara dengan sopan dengan permaisuri."
" Sudahlah nggak usah muter - muter, ngomong sama uler tuh nggak perlu sopan - sopan. Buang - buang tenaga." Ujar Rani sinis.
Selir agung merasa geram dirinya di sebut uler oleh permaisuri, namun ia mencoba tak menghiraukan, karena ia baru saja terbebas dari hukuman, jadi ia tidak boleh membuat keributan terlebih dahulu. Namun selir agung merasa heran dengan tingkah permaisuri yang kini terlihat berani kepada dirinya. Padahal biasanya permaisuri akan merasa takut jika berhadapan dengannya.
" Hamba hanya mau memperingatkan permaisuri, jangan pernah berharap mendapatkan cinta dari baginda raja! Karena cinta baginda hanya untuk hamba."
" Ya terserah deh, aku juga tidak pernah mengharapkan cinta dari raja bodoh itu, kalo mau ambil aja." Jawab Rani enteng sambil mengibaskan tangannya seakan memberikan barang yang tidak berharga kepada selir agung.
" Ada apa ini?" Tanya raja yang tiba - tiba sudah berada di sana.
" Tidak yang mulia, hamba hanya menanyakan bagaimana kabar permaisuri." Jawab selir agung dengan lemah lembut.
" Namun permaisuri, mengucapkan bahwa ia tidak menginginkan baginda raja, dan menyuruh hamba untuk mengambilnya." Adu selir agung kepada raja.
" Benarkah permaisuri?" Tanya raja menghadap ke arah permaisuri dengan tatapan tajam.
" Benar yang mulia, hamba mengatakan itu semua. Bukankah itu memang mau kalian berdua? Bukankah aku ini cuma penghalang untuk kisah cinta kalian berdua? Aku hanya mau kalian berdua berhenti menggangguku, dan biarkan aku hidup tenang." Jawab Rani dengan berani dan penuh penekanan.
Raja merasa geram dengan jawaban permaisuri dan langsung mencengkram pergelangan tangan permaisuri dengan kencang. Entah mengapa mendengar itu membuat raja marah dan hatinya seakan teriris, padahal apa yang permaisuri katakan memang benar adanya, dahulu itu adalah yang ia inginkan. Tapi sekarang entah mengapa saat mendengar kata itu langsung dari mulut permaisuri, seperti sebuah petasan yang tiba - tiba meledak dihati raja.
" Beraninya kau mengatakan seperti itu." Bentak raja.
Selir agung tersenyum sinis, " Baginda mungkin permaisuri tidak bermaksud berbicara begitu, hamba mohon tolong lepaskan tangan permaisuri." Ucap selir agung yang seakan peduli dengan permaisuri.
Permaisuri memutar bola matanya jengah, mendengar ucapan selir agung. " Lepaskan!" Teriak permaisuri menghempaskan tangan raja kasar.
Kemudian raja melepaskan tangan permaisuri, Raja merasa bingung dengan dirinya yang langsung marah dengan ucapan permaisuri, yang seharusnya malah membuat dirinya senang.
Raja melirik ke arah tangan permaisuri, terlihat tangan putih mulus permaisuri memerah, karena cengkraman raja yang terlalu keras.
" Kau tak perlu membelaku selir agung, dasar drama, bermuka dua." Ucap permaisuri yang kemudian pergi meninggalkan raja dan juga selirnya.
Kasim Jang berusaha menahan senyumannya, karena mendengar ucapan permaisuri yang menurutnya lucu. Bisa - bisanya dengan berani mengatakan selir agung bermuka dua dihadapan raja. Kasim Jang merasa bahwa kini baginda raja sudah mulai membuka hatinya untuk permaisuri, karena tanpa raja sadari ia selalu merasa cemburu dengan permaisuri.
Sementara raja menatap punggung permaisuri yang kian menjauh dengan tatapan yang sulit diartikan.
Salam manis dan gemes dari pangeran Lee jong hoon🤗🤫
Maaf baru bisa update, soalnya aku lagi males nulis, aku tau padahal yang baca novelku ini lumayan banyak, tapi ko like sama komennya cuma hitungan jari. Jadi membuatku sedikit nggak bersemangat. Apa ceritanya kurang bagus, atau terlalu garing ya? tolong kasih komen dong kalo ada kesalahan biar aku perbaiki, tapi dengan kata sopan ya? Berikan komen yang membangun jangan menjatuhkan. Soalnya aku baperan😭
Aku mau cerita nih, waktu pas nyari visual pangeran Lee, aku merasa bingung dengan foto V bts dan Kim taehung, yang menurutku mukanya kok mirip? Lalu dengan polosnya aku menjejerkan kedua foto itu, karena takut salah, kan nggak lucu kalo aku kasih visual V bts tapi salah sebut nama. Bisa dikeroyok Armi. Jadi aku coba tanya mbah google, begitu aku baca profil V bts yang nama aslinya Kim taehung, jujur aku langsung ngakak🤣 berasa jadi orang paling bodoh. Aku memang suka bts, tapi cuma sekedar tau beberapa lagunya saja dan beberapa membernya. Mohon maaf ya.
Jangan lupa LIKE & KOMEN YA🙏👍🏼
__ADS_1