
Sudah 3 hari Rani terjebak di dinasti joseon ini.Namun, yang ia lakukan hanya berbaring di tempat tidur. karena Rani harus memulihkan raga milik kim so hee terlebih dahulu.
Pagi ini Rani sudah merasa badannya sudah jauh lebih baik. Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah mandi terlebih dahulu, karena selama 3 hari ia belum mandi. Tubuh Rani hanya di lap saja menggunakan kain basah oleh Go jang mi dengan alasan dalam masa penyembuhan.
" Jang mi, tolong siapkan air untuk mandi! Badanku sudah sangat lengket sekali."
" Baik, yang mulia akan segera hamba siapkan." Kemudian Go jang mi undur diri untuk menyiapkan keperluan untuk mandi.
Sambil menunggu Go jang mi selesai menyiapkan keperluannya untuk mandi, Rani pun bangun dari tempat tidur dan mencoba mencari kaca. Ia saat ini sangat penasaran bagaimana rupa dirinya saat ini.
Pasalnya dalam mimpi Rani, Kim so hee sangatlah cantik. Rani pernah bermimpi di datangi seorang gadis yang sangat amat cantik dan mengatakan dirinya adalah Kim so hee. Kemudian Kim so hee meminta tolong kepada Rani agar dirinya di berikan keadilan.
Rani pun berjalan ke arah lemari dan menarik sebuah laci, pasalnya dalam ingatan Rani, Kim so hee menyimpan cerminnya di dalam sana. Dan benar saja, di dalam laci itu terdapat sebuah cermin yang berukuran sedang. Ranipun segera mengambil cermin tersebut dan segera melihat wajahnya ke arah cermin.
" Daebaak."
Betapa kagetnya Rani melihat wajahnya di cermin. Karena memang benar adanya, paras Kim so hee sangatlah cantik. Memiliki kulit seputih salju, alis yang pas tidak tebal dan tidak pula tipis, hidung yang mancung, mata berwarna hitam pekat, serta bibir yang mungil berwana pink, dan Rambut yang panjang berwarna hitam lebat.
Hanya saja Kim so hee dulu tidak pernah memperhatikan penampilannya. Maka dari itu, kulit putih mulusnya menjadi kering, wajahnyapun terlihat kusam. Kim so hee tidak terlalu suka bersolek. Ia lebih suka membaca buku, merajut dan selalu menyendiri. Benar - benar kehidupan yang sangat amat membosankan menurut Rani.
Tapi sekarang permaisuri ini bukan permaisuri yang dulu lagi. Rani bertekat akan merubah hidup Kim so hee. Dari Kim so hee yang selalu di pandang sebelah mata, mudah di tindas dan terabaikan menjadi Kim so hee yang cantik, berani dan penuh percaya diri dan pintar tentunya.
Rani akan membuat orang - orang yang memperlalukan Kim so hee buruk dan memandangnya sebelah mata itu bungkam dan menyesal telah mencari gara - gara dengan Kim so hee. Terutama Raja dan selir kesayangannya itu.
Namun pertama - tama ia harus merubah penampilannya terlebih dahulu, Rani akan melakukan perawatan terhadap tubuh Kim so hee atau lebih tepatnya tubuhnya saat ini. Karena menurut Rani penampilannya ini sangat iyuuuh.
Go jang mi kembali ke kediaman permaisuri, dan melaporkan bahwa air untuk mandi permaisuri sudah siap. Namun tiba - tiba Rani menanyakan hal yang membingungkan menurut Go jang mi.
" Jang mi, apakah disini ada perawatan untuk membuat wanita jadi glowing?"
" Glowing? Maksud yang mulia apa? Hamba tidak paham, apa maksud kata yang diucapkan oleh yang mulia." Ucap Go jang mi yang kebingungan hingga mengerutkan dahinya.
" Maksudku perawatan supaya wanita jadi kelihatan cantik. Supaya kulitnya halus dan terlihat lebih cerah."
" Tentu ada yang mulia, memangnya kenapa yang mulia?" Tanya Go jang mi keheranan dengan sikap junjungannya. Karena biasanya permaisuri tidak pernah memperhatikan soal penampilannya.
" Tidak usah banyak tanya, kamu siapkan saja semua perawatan untuk wajah dan badan untuk ku."
" Baik yang mulia, akan hamba laksanakan." Go jang mi pun segera kembali keluar dari ruangan permaisururi dan menyiapkan apa yang diperintahkan permaisuri kepadanya.
Dalam ingatan Kim so hee, di jaman joseon ini sudah banyak sekali cara untuk melakukan perawatan untuk mempercantik diri, membuat kulit terlihat mulus dan kenyal juga terlihat lebih cerah sudah ada. Bahkan perlengkapan make up pun sudah ada, seperti yang selalu Rani lihat di drama - drama korea. Hanya saja So hee yang tak pernah merawat dirinya.
Rani merasa beruntung sekali, karena ia tak perlu membuat dan meracik sendiri bahan - bahan untuk perawatan wajah dan tubuhnya. Seperti di novel - novel yang ia baca, jika jiwa dari dunia moderen berteleportasi ke jaman kerajaan seperti dirinya.
Suara seruan dari dayang yang berjaga di depan pintu ruangan permaisuripun membuyarkan Rani yang tengah berkutat dengan pikirannya sendiri.
" Yang mulia, dayang utama datang untuk menghadap yang mulia."
" Persilahkan masuk." Seru Rani mempersilahkan.
Kemudian suara pintupun terbuka, terlihat seorang wanita baruh baya memasuki ruangan. Wanita itu menatap Rani dengan mata yang berkaca - kaca dan terlihat sangat sedih.
Ranipun mulai melihat ke arah wanita itu dan mulai mengamatinya, hmm Rani tau dia pasti dayang utama Park yang di tugaskan ibu suri untuk menjaga Kim so hee.
Rani yang masih diam berdiri ditempatnya tadi, segera menaruh cermin yang ia pegang ke dalam laci kembali. Kemudian Rani berjalan kearah singgahsananya, singgahsana yang sama kaya di drama - drama lesehan gitu. kalo malem bisa buat tidur, dan kemudian Ranipun duduk.
Dayang utama Park memberikan hormat kepada Rani, lalu Ranipun mengangguk pertanda ia menerima hormat darinya dan mempersilahkan dayang utama Park untuk duduk.
" Apa yang mulia baik - baik saja? Hamba mendengar bahwa yang mulia tidak sadarkan diri selama 3 hari karena terjatuh ke danau?" Tanya dayang utama yang merasa khawatir.
" Kau tenang saja, aku baik - baik saja."
" Hamba meminta maaf yang mulia, karena hamba tidak ada di istana waktu kejadian itu, begitu hamba mendengar berita tentang permaisuri yang terjatuh ke danau hamba langsung kembali ke istana."
Dayang utama Park sangat merasa menyesal dan juga bersalah, karena tidak berada di samping permaisuri saat kejadian itu. Karena saat itu, Dayang Park sedang berkunjung ke tempat keluarganya.
__ADS_1
" Aku tau kau pasti sangat mengkhatirkanku tapi sungguh sekarang aku sudah baik - baik saja. Jadi kau tidak perlu merasa bersalah lagi."
Rani tau selain Go jang mi, dayang utama park adalah salah satu orang yang sangat menyayangi Kim so hee dan juga sangat setia selalu menemaninya dalam suka dan duka. Karena dayang utama Park memang di tugaskan khusus ibu suri untuk menjaga So hee.
Dayang utama Park sebenarnya selalu merasa kasihan dengan keadaan permaisurinya yang sering di tindas oleh selir agung. Namun, saat dayang utama park ingin mengadukan perlakuan selir agung terhadap Kim so hee yang semena - mena kepada ibu suri, selalu saja di cegah oleh Kim so hee.
Kim so hee tidak ingin ibu suri dan juga keluarganya khawatir jika tau mengenai tentang nasib dirinya yang menjadi permaisuri terabaikan.
Suara pintu terbuka, Go jang mi sudah membawa nampan kecil yang berisi aneka jenis untuk perawatan tubuh dan wajah permaisuri.
" Yang mulia hamba sudah membawakan apa yang mulia minta." Ucap Go jang mi.
Keseperkian detik kemudian, Go jang mi terkejut saat melihat dayang utama Park tengah duduk di ruangan permaisuri . Segera ia memberi hormat.
" Hey kau gadis nakal, aku kan menyuruhmu untuk menjaga permaisuri, kenapa bisa terjadi hal seperti ini haaah?" Teriak dayang utama kepada Go jang mi.
" Ampuni saya dayang utama park." Jawab Go jang mi yang merasa takut akan kena amukan dari dayang utama park. Karena lalai dalam menjaga junjungannya.
" Huuuh." Dayang utama Park mengembuskan nafas kasar.
" Aku kan sudah mewanti - wanti agar kau menjaga permaisuri dengan baik. Aku tau pasti wanita ular itu, akan berbuat yang tidak baik dan selalu berusaha menindas permaisuri kita. Makanya saat aku akan pergi berkunjung ke keluargaku aku merasa cemas jika harus meninggalkan permaisuri dan mempercayakannya kepadamu." Omel dayang utama Park kepada Go jang mi.
Rani yang melihat itu, langsung tertawa. Ia merasa lucu dengan tingkah mereka dan juga merasa bersyukur bahwa di istana ini masih ada yang peduli dan sayang terhadap Kim so hee. Setidaknya Rani tidak akan sendirian menghadapi bagaimana kejamnya istana ini. Kedepannya Rani juga tidak tau pasti, berapa lama ia akan terjebak di raga ini. Hanya sementara atau bahkan selamanya.
" Sudahlah kalian jangan bertengkar, yang penting sekarang aku baik - baik saja." Rani mencoba untuk melerai mereka.
" Jang mi, bawa sini pesananku tadi!"
Go jang mi pun berjalan ke arah Rani dengan pelan dan sesekali melirik ke arah dayang utama dengan takut - takut. Dan di balas dengan tatapan mematikan oleh dayang utama.
" Kalian ingat ya, untuk mulai hari ini sampai satu minggu kedepan, aku tidak mau di ganggu. Aku ingin fokus untuk perawatan kulit tubuh dan juga wajahku. Jika ada yang meminta bertemu denganku bilang saja bahwa aku tidak mau di ganggu karena ingin memulihkan kesehatanku. Apa kalian mengerti?" Ucap Rani mengintrupsi kedua dayang setianya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu pun berlalu, hari - hari Rani hanya di isi dengan perawatan tubuh dan wajahnya saja, dan tidak lupa juga berolahraga. Hingga kedua dayang setianya itu, di buat heran dengan tingkah sang permaisuri. Pasalnya mereka tidak pernah melihat gerakan - gerakan aneh yang selalu permaisurinya lakukan di kerajaan ini. Soalnya Rani melakukan gerakan olahraga seperti pus up, siht up, split, dan gerakan - gerakan olah raga lainya dari dunia moderen.
Memang pada dasarnya bentuk badan dan wajan Kim so hee memang sudah bagus dan cantik, jadi Rani tidak perlu repot - repot untuk mengubahnya hanya dengan sedikit perawatan dan olahraga sudah membuat tubuh permaisuri ini tampak berbeda dan kelihatan jauh lebih fress.
Apalagi dengan kemampuan make up Rani yang dari dunia moderen, membuat wajah permaisuri tampak berbeda dan cantik. Rasanya tidak sia - sia Rani selalu menonton tutorial bermake up ala korea di youtube.
" Yang mulia, kemarin yang mulia ibu suri meminta anda untuk berkunjung ke kediamannya, jika dirasa badan anda sudah membaik. Pasalnya sedari kabar anda tersadar sampai saat ini, yang mulia permaisuri belum berkunjung ke kediaman beliau. Anda juga menolak kedatangan ibu suri yang ingin mengunjungi anda kemarin. Pasti ibu suri sangat mengkhawatirkan anda." Ucap Go jang mi memberitahukan titah ibu suri yang ingin bertemu dengan Rani.
Dayang utama park pun mengangguk dan tersenyum membenarkan ucapan Go jang mi.
" Baiklah selesai makan, aku akan berkunjung menemui ibu suri." Jawab Rani sambil mengangkat sumpit dan mengambil lauk lalu memasukan kedalam mulutnya.
Selesai makan, Rani menepati perkataannya barusan, ia berjalan keluar dari kediamannya menuju kediaman ibu suri di dampingi oleh dayang utama park dan juga Go jang mi, tidak lupa beberapa dayang yang mengekor di belakangnya.
Rani berjalan dengan sangat anggun, dan sepanjang perjalanan banyak mata yang memandang Rani takjub. Para dayang istana dan pengawal yang berlalu lalang membicarakan perubahan penampilan permaisuri. Mereka tidak percaya bahwa permaisuri bisa berubah menjadi gadis yang sangat cantik bagai bidadari.
Kini Rani sudah berada di kediaman ibu suri, dayang utama park meminta dayang di kediaman ibu suri untuk mengumumkan kedatangan permaisuri. Setelah mendapat izin dari ibu suri, permaisuripun masuk kedalam ruangan ibu suri.
Betapa kagetnya Rani, setelah masuk ke dalam ruangan ibu suri, karena ternyata raja dan selir kesayangannya juga sedang berada di sana. Namun, seketika Rani mampu merubah ekspresi wajahnya sedatar mungkin dan tidak memperdulikan mereka.
Kemudian Rani berjalan ke arah ibu suri dan memberi hormat. Ibu suri tersenyum bahagia dan mempersilahkan Rani untuk duduk. Kemudian Rani duduk di sebelah raja, jadi posisi duduk mereka yaitu, ibu suri duduk di singgah sananya dan raja berada di tengah - tengah antara selir kesayangannya dan permaisuri. Jadi mereka berhadapan dengan ibu suri, yang di batasi oleh meja kecil.
" Bagaimana keadaanmu permaisuri?" Tanya ibu suri yang merasa khawatir.
" Hamba baik - baik saja yang mulia, semua ini berkat dari do'a yang mulia ibu suri."
Tanpa raja sadari, matanya sedari tadi terus menatap ke arah permaisurinya yang nampak berbeda. Rani yang tau raja terus menatapnyapun melirik ke arah raja. Hingga raja akhirnya tersadar dan membuang muka agar dirinya tidak merasa malu. Seakan dirinya telah melakukan kesalahan karena tengah ketahuan mencuri.
" Bagaimana bisa kau tercebur ke danau permaisuri? Bahkan kau sampai tidak sadarkan diri selama 3 hari. Sungguh itu membuatku khawatir." Tanya ibu suri lagi.
" Karena seseorang hamba bisa mengalami hal itu, dan hamba sangat bersyukur karena hal itu, bisa mengubah diri hamba menjadi sekarang ini." Jawab Rani sambil melirik ke arah selir Agung dengan sinis.
__ADS_1
Menyadari jawaban permaisuri yang seolah tengah menyindir selir kesayangannya, rajapun menjadi geram.
" Maksud kamu apa permaisuri? bukannya kamu tercebur ke danau itu, karena kelakuanmu sendiri." Timpal raja.
" Maksud yang mulia apa ya?" Rani mencoba mengalihkan pandangannya dan menghadap ke arah raja.
Namun raja tak menghiraukan pertanyaan permaisuri. Dan malah menghadap kepada ibu suri.
" Hamba sudah tau yang mulia ibu suri, permaisuri merampas saputangan yang sedang selir agung sulam dan membuangnya ke danau, bahkan tak puas dengan itu permaisuri memcoba mendorong selir agung ke danau namun akhirnya dirinyalah yang tercebur."
Rani yang mendengar perkataan raja sungguh marah, sungguh licik sekali selir agung, ia memutar balikan fakta. Namun Rani berusaha setenang mungkin.
" Yang mulia apa maksud anda? Apa anda melihat hamba mencoba mendorong selir agung ke danau?"
Mendengar pertanyaan dari permaisurinya, raja pun mengalihkan pandangan dan menatap permaisurinya. Ada sedikit rasa bingung di benak raja, sejak kapan permaisurinya mampu membalas ucapannya dan berani menatapnya. Dan benar juga, memang apa yang dikatakan permaisuri, bahwa dirinya tak melihat permaisuri berusaha mendorong selir agung. Ia hanya mendengar dari mulut selir kesayangannya itu. Dan tidak mungkin selirnya itu berbohong kepadanya.
" Apa yang dikatakan permaisuri benar, yang mulia raja. Apa anda melihat langsung bahwa permaisuri mencoba mendorong selir agung?" Tanya ibu suri.
Rajapun mengalihkan kembali pandangannya kepada ibu suri. " Hamba memang tak melihatnya secara langsung ibu suri, hamba hanya mendengar ceritanya dari selir agung. Dan selir agung tidak mungkin berbohong kepada hamba."
" Bagaimana mungkin, seorang raja bisa memimpin rakyatnya dengan adil. Kalo pemikirannya berat sebelah dan tanpa mau mencari cerita dari kedua sisi terlebih dahulu." Ejek Rani dan tersenyum sinis kepada raja.
Jelas raja merasa tersinggung dengan ucapan permaisuri yang secara halus menyindir dia, bahwa ia lansung mempercayai ucapan selir agung tanpa mencari tau kebenarannya terlebih dahulu.
" Jadi apa maksud permaisuri bahwa aku salah, dan aku tidak mencari tau apa yang terjadi?"
" Maafkan hamba yang mulia ibu suri, hamba memang tidak melihat secara langsung kejadian itu, namun hamba sudah menanyakan kepada salah satu dayang yang menjadi saksi mata disana. Dan apa yang dikatakan dayang itu sama persis seperti apa yang dikatakan oleh selir agung." Raja mencoba menjelaskan kepada ibu suri.
Selir agung tentu sudah mengantisipasi ini, jikalau pemaisuri sadarkan diri dan mengadukan sikapnya kepada ibu suri dan raja. Maka ia sudah memperingati semua dayang yang ada di sana untuk tutup mulut, dan mengatakan yang sebaliknya. Selir agung tersenyum puas.
" Cih." Permaisuri mendengus malas dengan permainan sandiwara ini, sudah seperti sinetron indonesia yang logonya cap ikan terbang. Yang pemeran utamanya selalu dijebak dan diam saja walau tak bersalah. Tapi kini berbeda karena Rani tak akan diam saja.
" Baikalah kalo memang yang mulia raja menganggap hamba bersalah, hamba ingin menanyakan sesuatu kepada selir agung. Apa motif sulaman yang tertera di saputangan itu?" Tanya Rani berani.
Selir agung gelagapan matanya bergerak kekanan kekiri, bingung karena ia tak tau dan tak sempat melihat motif apa yang tengah permaisuri sulam waktu itu, karena ia langsung merebut dan melemparnya ke danau.
" Bunga mawar merah dan burung kecil berwarna biru." Jawab selir agung asal karena ia pikir itu tidak akan merubah apa - apa dan tidak ada yang tau juga kalo dia sedang berbohong.
Rani menyunggingkan bibirnya, seolah puas dengan jawaban selir agung.
" Seingat hamba saputangan itu menggunakan kain sutra berwarna merah dan bermotif bunga teratai dengan warna putih dan kupu - kupu berwarna biru muda. Hamba tau betul karena hamba yang menyulamnya. Dan seingat hamba saat pengawal raja menyelamatkan hamba, ia juga memungut sapu tangan itu, karena hamba masih setengah sadar jadi hamba bisa tau." Jelas Rani lalu menatap tajam ke arah raja dan selir agung dengan dingin.
" Kalo begitu, panggil pengawal yang kemarin menyelamatkan permaisuri." Perintah ibu suri.
Mendengar perintah ibu suri, So joon langsung masuk keruangan ibu suri. Karena ia memang sudah berada di kediaman ibu suri, namun ia menunggu raja di luar ruangan.
Begitu So joon masuk ke ruangan ibu suri, ia langsung memberi hormat dan langsung menyerahkan saputangan yang berada di sakunya kepada yang mulia ibu suri.
Dan benar saja yang di katakan oleh permaisuri saputangan itu sama persis seperti yang ia katakan. Wajah selir agung langsung berwajah pucat pasi.
" Bisa jelaskan tentang ini semua selir agung?" Tanya raja yang meminta penjelasan kepada selirnya itu, dan sedetik kemudian raja langsung berdiri dari tempat duduknya.
Melihat reaksi raja, Rani malah cuek tetap duduk santai di posisinya sambil menyeruput minuman yang sudah di sediakan.
Selir agung hanya diam, karena bingung harus berkata apa saat ini. Jika ia melakukan pembelaan pun pasti akan sia - sia mengingat yang memberikan saputangan itu adalah orang kepercayaan raja.
" Jawab !" Bentak raja.
" Ampuni hamba yang mulia." Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut selir agung.
Mendengar hanya kata itu yang terlontar dari mulut selirnya, membuat raja sangat kecewa dan juga merasa malu kepada permaisuri.
" Biar hamba yang menjelaskan yang mulia." Ucap Rani datar.
Setelah mendapat izin dari ibu suri, Ranipun menceritakan yang sebenarnya terjadi, dari mulai dayang selir agung yang menindas Go jang mi hingga peristiwa terceburnya ia ke dalam danau.
__ADS_1
Mendengar itu, ibu suri langsung memberi perintah untuk menghukum selir agung dengan 100 cambukan dan berdiam diri di kediamannya selama 1 minggu untuk merenungi kesalahannya.
Ranipun merasa puas dan tersenyum sinis. " Permainan baru di mulai."