MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Hoby


__ADS_3

Saat ini diistana, tepatnya dikediaman raja. Terlihat raja tengah menikmati waktu istirahatnya sambil minum teh ditemani oleh So joon.


Namun kemudian, kasim Jang datang menghadap raja, dan melaporkan bahwa rusa yang raja tangkap di acara perburuan, sudah sampai dikediaman permaisuri.


" Baiklah, kau sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik kasim Jang. Sekarang kau ikutlah bergabung, minum teh bersama kami!" Seru raja yang merasa puas dengan berita yang ia dengar.


" Suatu kehormatan bagi hamba, bisa meminum teh bersama baginda." Jawab kasim Jang kemudian duduk merapat kesebelah So joon.


Kemudian raja mengambil teko, dan menuangkan teh kedalam gelas kecil. Lalu memberikannya kepada kasim Jang. Kasim Jang pun menerima gelas yang raja berikan dengan senang hati, lalu meminumnya.


" Oh ya kasim Jang, apa kau tau? Apa yang hendak permaisuri lakukan terhadap rusa yang kuberikan padanya?" Tanya raja penasaran.


" Sepertinya permaisuri hendak memelihara rusa itu yang mulia." Jawab kasim Jang.


" Benarkah? Sungguh diluar dugaan." Ucap raja, lalu menyunggingkan bibirnya .


" Benar yang mulia, hambapun terkejut saat pertama kali hamba mendengarnya." Jawab kasim Jang lagi, membenarkan ucapan raja.


" Permaisuri memang selalu melakukan hal yang tak terduga. Sosoknya yang misterius dan penuh kejutan, mampu membuat semua orang yang melihat serta berhadapan denganya merasa kagum." Imbuh kasim Jang yang memuji permaisuri.


Mendengar kalimat pujian yang dilontarkan kasim Jang untuk permaisuri, rajapun memanggut - manggutkan kepalanya, sebagai tanda ia sependapat dengan ucapan kasim Jang.


" Kasim Jang, menurutmu perlukah aku datang berkunjung kekediaman permaisuri untuk melihat rusa itu?" Tanya raja ragu sambil menaikan satu alisnya.


" Menurut hamba, Jika yang mulia datang berkunjung dengan niatan untuk melihat serta meninjau langsung rusa yang baru datang kekediaman permaisuri, itu adalah suatu kehormatan besar. Pasti akan menjadi hal yang sangat baik, hamba yakin permaisuri juga akan merasa senang, dengan kedatangan baginda." Jawab kasim Jang yakin.


Raja tersenyum puas mendengar penjelasan kasim Jang. " Baiklah, sebaiknya kita akhiri saja acara minum ini, dan pergi kekediaman permaisuri." Seru raja kepada So joon dan kasim Jang.


Kemudian raja berdiri dari tempat duduknya, dan hendak melangkah keluar dari ruangannya. Namun, tiba - tiba langkah kaki raja terhenti. So joon dan kasim Jang yang berada dibelakang rajapun merasa bingung.


Raja membalikan tubuhnya. " Menurut kalian, bagaimana penampilanku? Haruskah aku bersiap terlebih dahulu, sebelum berangkat kekediaman permaisuri?" Tanya raja meminta pendapat kedua orang kepercayaannya itu, sambil merapikan baju yang tengah ia kenakan.


So joon dan kasim Jang pun saling melirik, kemudian kasim Jang tersenyum penuh arti. Seakan ia tau tujuan sebenarnya raja datang berkunjung kekediaman permaisuri.


" Menurut hamba, penampilan yang mulia sudah sangat luar biasa. Jadi tidak perlu bersiap lagipun, tidak masalah. Iyakan So joon?" Jawab kasim Jang sambil nyengir kuda, kemudian menyikut So joon agar menyakinkan raja.


" Iya yang mulia." Kata So joon singkat.


" Baiklah aku percaya dengan kalian berdua." Ucap raja lalu melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti dan keluar dari ruangannya.


Sementara dikediaman permaisuri, terlihat Rani yang tengah memberi makan rusa yang baru saja tiba dikediamannya dengan rumput. Tentu saja didampingi oleh kedua dayang setianya yaitu Go jang mi dan juga dayang utama Park.


Sepertinya Rani tampak menyukai rusa itu, terlihat dari cara Rani mengusap serta mengelus rusa itu dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang.


" Rusa ini terlihat sangat menggemaskan bukan?" Tanya Rani kepada kedua dayangnya.


" Iya yang mulia, bulunya juga sangat indah dan terlihat sangat lembut." Jawab Go jang mi.


" Ayo makan yang banyak ya, agar lukamu cepat sembuh." Kata Rani sembari mengulurkan rumput kearah rusa miliknya.


" Yang mulia, kalau boleh hamba tau kenapa yang mulia memutuskan untuk memelihara rusa ini?" Tanya dayang utama Park penasaran.


" Hamba juga ingin tau, kenapa yang mulia ingin memelihara rusa ini?" Saut Go jang mi yang juga sama penasarannya.


" Ingin saja, nggak ada alasan khusus." Jawab Rani terus terang.


Go jang mi dan dayang utama Park saling melirik seakan tak percaya dengan jawaban dari junjungannya itu.


" Apa benar yang permaisuri katakan, bahwa tidak ada alasan khusus untuk memelihara rusa ini?" Selidik dayang utama Park, yang dijawab dengan anggukan oleh Rani.


" Alasan apa? Memangnya butuh alasan untuk memelihara rusa ini?" Tanya balik Rani kepada kedua dayangnya.


" Bukan begitu maksud kami yang mulia, mungkin sajakan misalnya yang mulia merasa sayang jika harus menyembelih rusa ini, dan menjadikannya makanan. Karena ini adalah kali pertama paduka raja memberikan hewan burunya kepada yang mulia." Jawab Go jang mi.


Ranipun menggelengkan kepalanya sebagai pertanda bahwa bukan itu alasan dia memelihara rusa ini.


*Kebanyakan ngehalu ini anak, pikirannya sudah translit terlalu jauh. Kalo aku Kim so hee yang asli, mungkin alasan itu terasa masuk akal. Tapi sungguh aku tidak ada fikiran kearah situ sama sekali.


Aku hanya ingin memelihara rusa ini saja, karena sepertinya akan terlihat seru dan keren. *Biasanya orang pada umunnya hanya akan memelihara kucing dan anjing di jaman moderen.

__ADS_1


Dan dijaman ini, aku bisa memelihara rusa yang biasanya cuma bisa aku lihat dikebun binatang aja. Ya nggak bakalan lah, aku sia - siain kesempatan langka ini? Dan nggak mungkin juga aku kasih tau alesan ini kekalian berdua, mianhe*.*


Saat Rani tengah asik bermain dengan rusa barunya, tanpa Rani sadari kedua dayangnya perlahan bergeser menjauh berpindah tempat, kemudian raja datang menghampiri Rani dan ikut berjongkok disebelahnya.


" Sepertinya kau begitu menyukai rusa ini permaisuri?" Seru raja. Yang membuat Rani terkejut dengan kedatangan raja yang tiba - tiba, sampai Rani hampir terjungkal.


Untung raja dengan sigap langsung memegangi bahu Rani, sehingga Rani bisa tertolong.


Rani masih terbengong, tak percaya dengan yang ada dihadapannya saat ini. Jarak mereka berdua kini menjadi sangat dekat, akibat raja yang merangkul memegangi bahu Rani agar tidak terjatuh. Bahkan tubuh raja, cenderung condong hampir menempel ketubuh Rani. Mata merekapun bertubrukan saling menatap.


Tak bisa dipungkiri, jantung mereka berdua kini tengah berdebar kencang. Merasa seperti ada sesuatu yang mengalir didarah mereka dan berdesir sampai keulu hati.


Kasim Jang dan para dayang yang menyaksikan adegan yang ada dihadapan merekapun tersenyum bahagia. Hanya So joon yang selalu memasang muka datar.


Kemudian kasim Jang pun mengintrupsikan kepada para dayang dan juga So joon, untuk berbalik badan. Sebagai tanda penghormatan dan kesopanan mereka terhadap keluarga kerajaan.


Begitu mereka tersadar akan posisi mereka yang ambigu, mereka berduapun langsung menjauhkan diri mereka masing - masing, kemudian berdiri.


" Maafkan hamba yang mulia, atas kecerobohan hamba." Kata Rani sambil menahan malu.


" Sebaiknya lain kali, kau harus lebih berhati - hati lagi permaisuri!" Nasehat raja.


" Terima kasih atas perhatiannya yang mulia, akan hamba ingat." Jawab permaisuri, mereka berduapun sama - sama tersenyum canggung.


" Aku mendengar bahwa kau memutuskan untuk memelihara rusa yang aku berikan padamu permaisuri, makanya aku datang kemari, karena aku ingin melihatnya." Ucap raja untuk mencairkan suasana.


" Benar yang mulia, hamba ingin memelihara rusa ini." Jawab permaisuri terus terang.


" Kalo begitu, apa kau sudah memberinya nama?"


Rani terlihat bingung, tidak menyangka jika raja akan menanyakan hal seperti itu kepadanya.


" Sama sekali belum terfikirkan oleh hamba, untuk memberinya nama yang mulia."


" Kalo begitu, coba sekarang kau fikirkan nama yang cocok untuk rusa ini!" Saran raja.


Raja tersenyum saat memandangi tingkah permaisuri, yang menurutnya menggemaskan saat tengah serius.


" Bagaimana kalo nama rusa ini Hoby? Menurut yang mulia cocok nggak?" Celetuk Rani meminta pendapat raja.


" Hoby? Nama yang lucu. Aku rasa nama itu pasti akan sangat cocok dengan rusa ini." Jawab raja.


Rajapun kembali berjongkok. " Baiklah namamu Hoby, mulai sekarang kami akan memanggilmu Hoby." Kata raja lalu mengelus tubuh Hoby dengan lembut.


Rani tersenyum senang melihat raja yang memperlakukan Hoby dengan baik.


" Sepertinya Hoby menyukai yang mulia."


" Benarkah? Bagaimana kau tau kalau Hoby menyukaiku? Diakan binatang." Jawab raja bingung.


" Itu sih hal mudah." Rani menjentikan jarinya, lalu ikut berjongkok disebelah raja. " Biasanya hewan akan bersikap agresif kepada seseorang yang tidak dia sukai, namun sebaliknya dia akan menjadi jinak dan penurut kepada orang yang disukainya. Jadi hamba fikir pasti Hoby menyukai yang mulia." Jelas Rani.


" Syukurlah jika benar Hoby menyukaiku, karena aku kira dia akan membenciku. Karena akulah orang yang sudah membuat kakinya terluka." Ucap raja kemudian memasang muka bersalah.


Hati Ranipun terenyuh terasa tercubit, mendengar penuturan dari raja. Yang sama sekali tidak terfikirkan olehnya, akan keluar dari mulut raja.


" Hamba tau yang mulia tidak bermaksud menyakiti Hoby, karena yang mulia mengarahkan anak panah yang mulia ketempat yang aman, bukan ketitik yang vital. Semua itu merupakan berkat yang mulia, sehingga Hoby hanya memiliki luka ringan dikakinya." Hibur Rani sambil menepuk pundak raja.


Raja tersenyum mendengar ucapan permaisuri yang meneduhkan dirinya, kemudian memegang tangan permaisuri yang kini tengah berada dipundaknya, kemudian raja merubah posisi duduknya menjadi lesehan diatas rumput. Lalu menaruh tangan permaisuri diatas pahanya, menggenggamnya dengan erat. Raja juga tampak menyenderkan kepalanya dipundak permaisuri, kemudian memejamkan matanya.


Rani membelalakan matanya terkejut, karena kelakuan raja yang tak terduga. Rani menarik tangannya pelan, mencoba melepaskan tangannya dari genggaman raja. Bukannya terlepas? Justru raja semakin menggenggam tangannya dengan kencang.


Kemudian Rani mencoba mendorong kepala raja dari pundaknya, namun hal itu juga sia - sia. Karena raja justru semakin mendekatkan wajahnya menyender dicelekuk leher Rani.


Seketika tubuh Rani langsung kaku, merasa ada hawa panas yang berhembus disekitar lehernya yang seakan mulai menjalar keseluruh tubuhnya. Rani diam seribu bahasa, tidak tau harus berbuat apa.


Rani mencoba menggerakan tangannya lagi, bersiap untuk memegang kepala raja dan berniat untuk menggesernya lagi. Karena jujur, Rani merasa tidak nyaman dengan posisi saat ini yang menurutnya sangat intim.


Namun sebelum tangan Rani menyentuh kepala raja, suara raja sudah mengintrupsi Rani. " Biarkan seperti ini, sebentar saja!" Hal itu membuat Rani tak tega dan mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Dimalam hari, dikediamannya selir agung tampak sedang terlihat lesu dan tak bersemangat, karena ia baru saja mendengar kabar mengenai rusa pemberian raja untuk permaisuri, sudah tiba diistana siang tadi, dan yang membuat mood selir agung semakin hancur adalah berita tentang permaisuri yang berniat untuk memelihara rusa pemberian raja.


" Sebenarnya apa mau permaisuri? Apa dia mau pamer kesemua orang, bahwa raja memberinya rusa? Benar - benar menjengkelkan." Gumam selir agung, dengan tatapan kesal penuh kebencian.


Namun tiba - tiba seorang dayang melaporkan bahwa Choi kang cool datang berkunjung dan meminta untuk menghadap selir agung.


Selir agung tampak terkejut dengan Choi kang cool yang berkunjung kekediamannya secara tiba - tiba, namun juga merasa senang karena kedatangan Choi kang cool mampu membuat moodnya kembali bagus.


Selir agungpun mengintrupsi dayangnya agar mempersilahkan Choi kang cool masuk kedalam ruangannya.


Begitu Choi kang cool menginjakan kaki dan memasuki ruangan milik selir agung, dayang yang berjaga pintupun menutup pintunya kembali.


Selir agung menatap kagum kearah Choi kang cool yang terlihat gagah serta menawan mengenakan pakaian khas bangsawannya sambil membawa satu keranjang berisi penuh bunga. Tengah berdiri didepan pintu ruangannya.


" Apa hamba mengganggu waktu istirahat yang mulia?" Tanya Choi kang cool sambil berjalan mendekat kearah selir agung.


" Tidak! Kebetuan aku sedang merasa bosan, karena tidak melakukan apapun." Jawab selir agung.


" Kalo begitu, sepertinya hamba datang diwaktu yang tepat." Ucap Choi kang cool lalu menyodorkan satu keranjang berisi bunga kepada selir agung, kemudian duduk.


" Untukmu yang mulia, semoga bisa mengobati luka serta rasa kecewa yang selir agung rasakan saat ini."


" Bagaimana kau tau kalau aku tengah terluka dan kecewa?" Tanya selir agung lalu mengambil beberapa tangkai bunga dari keranjang lalu menciumnya.


" Tentu hamba tau, dari awal hamba bertemu yang mulia. Hamba sudah mengetahui bahwa yang mulia tengah merasa kecewa dengan raja. Ditambah dengan kejadian kemarin waktu diacara festival perburuan, membuat hamba semakin yakin jika yang mulia tengah terluka." Jawab Choi kang cool jujur.


Selir agung menunduk dan kembali memasang wajah sedihnya, karena semua yang dikatakan Choi kang cool adalah benar adanya.


" Sungguh disayangkan, wanita secantik yang mulia malah disia - siakan oleh raja. Jika hamba ada diposisi raja, hamba pasti akan sangat bersyukur dan merasa menjadi orang yang paling beruntung didunia ini karena bisa memiliki wanita secantik selir agung." Ucap Choi kang cool sambil tersenyum kecut.


Mendengar penuturan Choi kang cool, selir agungpun kembali mengangkat kepalanya, menatap dalam - dalam serta lekat wajah Choi kang cool.


" Apa yang kau katakan itu sungguhan? Atau kau hanya ingin menghiburku saja?" Tanya selir agung meminta penjelasan.


" Apalah wajah hamba terlihat seperti tengah berbohong? Tentu saja hamba serius mengatakannya." Jawab Choi kang cool, yang membalas menatap wajah selir agung dalam.


" Jika yang mulia berkenan, tolong terima pernyataan cinta hamba ini. Hamba ingin menjadi obat penyembuh luka yang mulia." Ucap Choi kang cool memberi pengakuan.


Selir agungpun tersipu malu mendengar pengakuan dari Choi kang cool, bahkan pipinya sampai merona. Namun seketika mimik selir agung berubah menjadi masam kembali.


" Tapi aku tidak bisa, bukankah kau tau sekarang posisiku tidak memungkinkan untuk menerimamu." Jawab Selir agung dengan berat hati.


" Hamba tidak peduli dengan setatus yang mulia saat ini, yang hamba inginkan hanya jawaban yang sebenarnya dari lubuk hati yang mulia untuk hamba."


" Karena hamba sudah jatuh hati saat pandangan pertama dengan yang mulia, namun karena setatus yang mulia, hamba mengubur dalam - dalam perasaan hamba."


" Namun saat Ji woon bercerita bahwa yang mulia telah banyak disakiti serta dikecewakan oleh raja, hamba berfikir bahwa hamba ingin memperjuangkan yang mulia dan menjadi bagian serta sandaran untuk yang mulia." Ucap Choi kang cool menyakinkan.


Mendengar itu, hati selir agungpun luluh. Selir agung menganggukan kepalanya. " Baiklah aku akan menerimamu."


Seketika Choi kang cool langsung merasa senang atas jawaban yang didengarnya. Kemudian langsung mendekat kearah selir agung dan memeluknya.


" Hamba tidak percaya jika yang mulia akan menerima hamba." Bisik Choi kang cool ditelinga selir agung.


" Aku juga, tidak percaya bahwa kau dengan berani akan menyatakan perasaanmu padaku." Jawab selir agung tersenyum bahagia.


Selir agung tampak syok dan membelalakan matanya, saat tiba - tiba ada benda kenyal yang menempel dibibirnya. Selir agung masih terdiam mematung, bahkan sampai saat benda kenyal itu susah menjauh dari bibirnya.


" Yang mulia maaf atas kelancangan hamba, tapi hamba hanya ingin memastikan bahwa semua ini bukanlah mimpi." Ucap Choi kang cool memberi penjelasan.


Selir agung hanya mengangguk, masih mencerna kejadian yang barusan terjadi pada dirinya.


" Yang mulia, hamba sangat mencintai yang mulia. Apakah yang mulia mengizinkan hamba untuk menyentuh yang mulia? Karena hamba ingin membuktikan bahwa yang mulia juga memiliki perasaan yang sama dengan hamba." Tanya Choi kang cool sambil memegang pundak selir agung.


Dengan muka tengang, selir agungpun akhirnya mengangguk, mengizinkan Choi kang cool untuk menyentuhnya.


Choi kang cool tersenyum puas, mendengar jawaban dari selir agung. Tanpa aba - aba Choi kang cool langsung menarik tengkuk leher selir agung, dan mencium kembali bibir selir agung. Kemudian tangannya mulai menarik pinta dan melepaskan hanbook selir agung dengan perlahan.


Jangan Lupa Like Dan Komen🤪😘🙏

__ADS_1


__ADS_2