MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Isi Hati Raja 2


__ADS_3

Raja sungguh tidak mampu memalingkan pandangannya terhadap permaisuri, raja sungguh mengagumi wajah cantik yang kini berada disampingnya. Namun rasa kagum itu seketika berubah, ketika ucapan pedas dan sinis permaisuri yang seakan menyalahkan kejadian didanau kepada selir agung. Membuat raja geram dan naik pitam. Jelas raja langsung membela selir agung.


Raja sungguh merasa kecewa dengan permaisuri, bukan hanya telah melakukan hal tidak terpuji yang akhirnya merugikan dirinya sendiri, malah sekarang juga mencoba memfitnah orang yang tidak bersalah.


Raja terus membela selir agung dan tidak mau menatap ke arah permaisuri, karena jika ia menatap kearah permaisuri, takut ia akan goyah dan tidak memiliki keberanian untuk membela selir agung.


Raja sungguh tidak menyangka, karena permaisuri berani mendebatnya dan menatap dirinya, dengan tatapan tajam seakan siap menguliti lawan bicaranya. Dan menanyakan perihal ciri - ciri saputangan yang dibuang kedanau kepada selir agung. Jujur raja merasa bingung dengan maksud permaisuri.


Raja dibuat terkejut saat permaisuri mengatakan bahwa So joon memungut saputangan yang dibuang kedanau dan itu bisa dijadikan bukti tentang terjadinya kejadian didanau. Dan kemudian permaisuri memberitahu ciri - ciri saputangan itu yang ia ketahui.


Setelah So joon masuk ke ruangan ibusuri, raja kembali dibuat terkejut saat So joon memberikan saputangan itu. Jujur saja, saat itu raja merasakan seakan nyawanya tengah dicabut dari raganya karena sungguh ia merasa malu sekaligus kecewa dengan selir agung. Yang selama ini raja kenal sebagai wanita yang lemah lembut, manja dan juga selalu beretikat baik.


Reflek, raja langsung berdiri dari duduknya dan meminta penjelasan dari selir agung, berharap bahwa semua itu tidaklah benar. Namun raja salah, sama sekali tidak ada bantahan dari selir agung. Justru hanya kata maaf saja yang keluar dari mulutnya. Sungguh hati raja telah hancur berantakan, apalagi saat raja mendengar cerita dari permaisuri, mengenai kejadian yang sebenarnya ketika didanau. Raja seakan ingin menolak dan tak ingin mempercayainya sama sekali.


Raja jelas merasa kecewa dengan So joon yang tidak memberi tahu perihal saputangan yang ia temukan. Namun raja sadar, sepenuhnya bukan salah So joon. Karena raja juga bersalah dalam hal ini, karena sudah gegabah dan menarik kesimpulan sendiri tanpa bertanya dulu kepada permaisuri.


Raja tampak bingung, kenapa selir agung melakukan semua itu terhadap permaisuri, dan ingin sekali menanyakan alasan selir agung melakukannya. Namun raja tidak bisa menanyakannya secara langsung, terhadap selir agung. Dikarenakan selir agung sedang menjalani hukuman dari ibu suri. Semenjak kejadian itu, raja sama sekali tidak bertemu dengan permaisuri.


Hingga raja tak sengaja melihat permaisuri saat tengah asik tertawa gembira bermain bersama para dayangnya. Walaupun raja tak tau entah permainan apa yang tengah permaisuri mainkan bersama para dayangnya.


Awalnya raja merasa geram, dengan para dayang yang bersikap kurang ajar dan melanggar etiket istana. Dan hendak menghukum mereka, karena raja berfikir bahwa para dayang tidak menghormati permaisuri sebagai orang nomer dua dikerajaan ini. Dan malah memperlakukan permaisuri sama dengan mereka.


Namun beruntung semua itu, telah dicegah oleh pangeran Lee dan juga kasim Jang, yang mengatakan bahwa baru kali ini mereka melihat permaisuri tertawa lepas dan bahagia.


Hingga akhirnya raja mengurungkan niatnya untuk menghukum para dayang. Raja memandang wajah permaisuri lekat, raja baru menyadari bahwa ekspresi tawa bahagia seperti ini, baru ia lihat dari wajah permaisuri. Ada rasa senang dan juga sedih saat raja menatap permaisuri. Senang dan bersyukur ternyata permaisuri bisa menjalani hidupnya diistana dengan baik. Dan sedih karena bukan rajalah orang yang membuat permaisuri bisa tertawa lepas seperti itu.


Ternyata aksi raja yang sedang menatap permaisuri di ketahui oleh pangeran Lee, dan akhirnya pangeran Lee mengusulkan untuk datang menyapa permaisuri dan mengajaknya berjalan - jalan di taman istana bersama mereka.


Awalnya raja menolak, karena raja terlalu malu jika harus bertemu dengan permaisuri. Karena raja mengingat sikapnya yang keterlaluan tidak mempercayai ucapan permaisuri dan justru membela mati - matian orang yang bersalah yaitu selir agung.


Dengan terpaksa rajapun menyetujui usulan pangeran Lee, namun saat jalan - jalan dengan permaisuri sungguh suasana di antara mereka sangat canggung dan itu membuat raja harus memutar otak agar bisa mencairkan suasana yang ada. Raja mencoba memberikan beberapa pertanyaan kepada permaisuri, namun semua pertanyaan raja dijawab sinis oleh permaisuri. Dan malah raja dikacangin oleh permaisuri, yang tampak asik mengobrol dengan pangeran Lee.


Jujur raja merasakan hal aneh, saat melihat kedekatan mereka berdua yang tampak bisa mengobrol dan mengakrapkan diri. Raja sebenarnya merasa senang saat pangeran Lee memanggil permaisuri kaka ipar, raja hanya tidak mau jika nantinya pangeran Lee akan bersikap terlalu santai dengan permaisuri. Melihat mereka yang langsung akrab seperti ini saja sudah membuat hati raja seakan potek, apa lagi jika mereka berdua jauh lebih akrab lagi, rasanya hati raja tidak sanggup lagi.


Rasa penasaran raja yang tinggi, mengenai alasan selir agung yang mendorong permaisuri kedanau, membuat raja memberanikan diri untuk menanyakannya kepada permaisuri. Sungguh naas pertanyaan raja malah membuat permaisuri marah, dan mengeluarkan kata - kata yang sungguh menusuk hatinya, seakan menancap tepat sasaran. Hingga membuat raja tak berdaya. Apa unek - unek yang selama ini permaisuri pendam, mulai ia keluarkan. Pikir raja.

__ADS_1


Raja yang tampak bingung sekaligus merasa frustasi, memutuskan untuk menanyakan tentang hal yang membuat permaisuri marah terhadapnya. kepada kasim Jang dan So joon. Karena saat ini raja sangat membutuhkan pencerahan, agar permasalahan mengenai raja dan permaisuri mendapat jalan keluar yang terbaik.


Begitu kasim Jang menerangkan apa yang menjadi akar permasalahan raja dan permaisuri, dan juga memberikan solusi. Agar raja meminta maaf kepada permaisuri. Rajapun menerima saran dari kasim Jang. Namun raja merasa sedikit bingung, bagaimana cara raja harus meminta maaf kepada permaisuri?


Raja tengah bersiap menghadiri rapat dewan kerajaan, namun entah mengapa raja merasa ada yang tidak beres dengan tingkah para dayang yang seakan sedang kasak - kusuk membicarakan sesuatu. Karena rasa penasaran raja, yang cukup tinggi, akhirnya raja meminta kasim Jang untuk mencari tau tentang apa yang sedang para dayang itu bicarakan.


Hingga rapat selesai dan kasim Jang melaporkan rugas infestigasinya, mengenai berita heboh yang tengah mengguncang seisi istana. Yaitu mengenai permaisuri yang katanya datang kedapur istana dan memasak makanan. Jujur raja tidak percaya dengan hal itu, raja hanya menganggapnya hanya sebagai gosip murahan. Karena raja berfikir mustahil seorang permaisuri melakukan hal seperti itu.


Raja tampak meragukan kebenaran berita itu, walau kasim Jang sudah mengatakan bahwa ia mendapat berita itu dari sumber terpercaya yaitu koki istana.


Raja datang berkunjung ketempat ibu suri, namun raja dibuat terkejut atas kedatangan permaisuri yang tengah membawa mangkok berisi makanan, yang dari baunya saja tercium sangat enak dan lezat.


Permaisuri mengatakan bahwa makanan itu adalah makanan buatannya, yang permaisuri beri nama bakso, raja hanya duduk diam, sambil memperhatikan interaksi antara dua wanita beda generasi itu. Saat raja melihat ibu suri menyendokan bakso pertama ke mulutnya, raja begitu menantikan tanggapan ibu suri mengenai makanan yang permaisuri buat itu.


Dan ternyata ibu suri sangat menyukai makanan tersebut. Raja yang melihat ibu suri memakan bakso itu dengan lahap, membuat raja sedikit tergiur. Dan hampir saja meneteskan air liurnya.


Namun raja mencoba tetap tenang, dan menahan rasa lapar yang mulai menggrogoti perutnya. Dalam hitungan detik, ibu suri sudah menghabiskan makanan tersebut. Dan terus memuji kemampuan memasak permaisuri.


Dan saat ibu suri mulai menyindir dan membedakan antara selir agung dan permaisuri, jujur raja merasa marah atau lebih tepatnya malu. Namun raja tetap diam dan tidak mau membuat keributan dan berdebat dengan ibusuri.


Saat diluar kediaman ibu suri, sebenarnya raja ingin meminta maaf kepada permaisuri dan mencoba berbasa basi terlebih dahulu terhadap permaisuri. Namun raja yang tidak pandai membuat kata - kata malah seakan ia tengah meremehkan kemampuan permaisuri dan berakhir dengan dirinya yang ditinggal pergi oleh permaisuri. Jujur raja sangat merasa sedih dan kecewa terhadap perlakuan dingin permaisuri terhadap dirinya.


Raja yang merasa lelah, sehabis latihan memanah bersama Park so joon pun berniat untuk mencari udara segar dan bersantairia ditaman istana, namun justru ia malah disuguhi pemandangan yang membuat hatinya berkobar bagai tersiram bensin.


Permaisuri tampak sedang bersenda gurau dengan pangeran Lee di bawah pohon dekat danau. Raja sengaja mengintruksi para dayang yang berjaga tak jauh dari permaisuri agar diam saja, karena raja ingin tau apa yang mereka bicarakan, hingga membuat mereka bisa tertawa lepas dan cekikikan bersama.


Jujur raja tak mengira bahwa permaisuri bisa cepat akrab dengan pangeran Lee, bahkan mereka terlihat nyaman saat mengobrol berdua, dan itu berbanding terbalik dengan saat permaisuri berbicara dengan raja yang sama sekali tidak ada kecocokan ataupun kenyamanan.


Raja merasa sangat sedih, raja terus memperhatikan obrolan antara mereka, hingga tiba saat pangeran Lee menanyakan kepada permaisuri, apakah permaisuri menyukai raja? Saat itu, raja sungguh berharap bahwa permaisuri akan menjawab iya. Namun sayangnya raja harus dibuat kecewa karena permaisuri mengatakan bahwa ia sama sekali tidak tertarik dengan raja.


Dan saat pangeran Lee kembali menanyakan alasan permaisuri tidak menyukai raja, raja buru - buru memasang telinganya lebar - lebar untuk mendengarkan jawaban dari permaisuri.


Raja sangat penasaran, kenapa permaisuri tidak menyukai dirinya. Padahal dari segi fisik jangan di ragukan lagi, orang tertampan nomer satu di kerajaan, kalo soal harta dan tahta, jelas tidak ada yang menandingi raja di kerajaan joseon ini. Benar - benar semuanya adalah nomer satu, ibarat sebuah barang raja merupakan produk berkualitas terbaik dari yang terbaik.


Namun permaisuri malah mengatai raja, angkuh, sombong, dingin dan bodoh. Jelas raja tidak terima dan tidak tahan lagi, dan akhirnya bersuara.

__ADS_1


Wajah terkejut permaisuri dan pangeran Lee sungguh membuat raja merasa lucu, mereka berdua seakan tertangkap basah saat sedang maling sendal jepit di musholla.


Namun sebelum raja memberi perhitungan kepada mereka berdua, justru adik laknatnya sudah kabur duluan, ngacir meninggalkan permaisuri.


Hingga akhirnya raja dan permaisuri berdebat, namun anehnya justru raja merasa senang dengan perdebatan antara dirinya dan permaisuri. Karena itu adalah saat raja bisa berbicara berdua dengan permaisuri.


Namun raja dibuat membeku saat permaisuri mengatakan bahwa mencintai seseorang boleh, tapi bodoh jangan. kata - kata itu jelas seperti mewakili perasaannya terhadap permaisuri.


Bahwa ia adalah seorang pengecut, raja tersadar bahwa dirinya sangat mencintai permaisuri namun dengan bodohnya ia malah selalu pergi menjauhkan dirinya dari permaisuri, lantaran tidak ingin menyakiti hati selir agung.


Saat malam perayaan pesta ulang tahun ibu suri, raja tampak gelisah dan juga khawatir. Karena acara akan segera dimulai namun permaisuri belum juga ada tanda - tanda bahwa ia akan datang.


Hingga raja memutuskan untuk bertanya kepada kasim Jang, namun jawaban kasim Jang sama sekali tidak membuat rasa khawatir raja mereda. Untung selang beberapa menit kasim Jang mengumumkan kedatangan permaisuri. Dan itu membuat raja akhirnya bisa bernafas lega.


Segera raja melihat kearah permaisuri yang tengah berjalan menuju singgahsananya. Raja terpesona dengan penampilan permaisuri yang menurutnya sangat luar biasa, dengan mengenakan hanbook warna putih dan di kombinasikan dengan warna biru muda, membuat permaisuri menjelma bagai dewi. Bahkan bulan kalah cantik dan bersinar di bandingkan dengan permaisuri.


Raja tak melepas tatapan matanya dari permaisuri, hingga waktu raja untuk memberi sambutan untuk para tamu undanganpun, raja benar - benar tidak bisa fokus dan dengan cepat raja mengakhiri sambutan darinya dan kembali memandang wajah permaisuri.


Saat tiba giliran, selir agung menunjukan bakatnyapun, raja seakan tidak peduli bahkan meliriknya saja tidak. Raja terus menatap permaisuri, sedangkan waktu permaisuri yang akan tampil, raja justru merasa sangat antusias. Matanya tetap fokus memandang permaisuri, hingga tiba alunan gayageum permaisuri mulai terdengar dan suara merdu permaisuri mulai bernyanyi semua itu tak luput dari tatapan raja.


Entah mengapa raja begitu merasa sesak didadanya dan rasa nyeri dan ngilu dihatinya tatkala raja mulai meresapi setiap lirik yang permaisuri nyanyikan. Mungkinkah lagu itu adalah suara hati permaisuri? Apa benar sesakit itu yang selama ini permaisuri rasakan? Semua pertanyaan itu bersarang di kepala raja, hingga akhirnya sampai pada selesainya pertunjukan permaisuri. Raja tetap menatap lekat permaisuri seakan ada magnet yang menarik tatapan raja agar tidak bisa berpaling dari permaisuri.


Hingga intrupsi dari permaisuri yang mengatakan awas matanya lepas menyadarkan raja dengan apa yang selama ini ia lakukan saat perayaan, adalah mengamati permaisuri. Dan itu membuat raja benar - benar malu.


Puncak acarapun tiba, hidangan utama yang permaisuri siapkan sudah mendarat dengan selamat diatas meja para tamu undangan dan keluarga kerajaan.


Raja sangat penasaran makanan apa yang permaisuri siapkan, saat raja melihat sebuah danging yang berukuran kecil - kecil dirusuk menggunakan bambu dan sedigit gosong, raja tampak ragu apakah makanan itu lanyak untuk dimakan? Untung permaisuri, kalo enggak udah auto dihukum gantung karena mempermalukan keluarga kerajaan dengan menyediakan makanan gosong.


Rajapun mulai mempersilahkan para tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia. Dengan ragu - ragu raja memasukan daging itu kemulutnya, namun sungguh ajaib dan aneh, daging gosong itu justru memiliki rasa yang sangat enak dan membuat raja ketagihan hingga tak terasa semua makanan yang ada piring serta nasi yang ada di mangkok raja habis tak tersisa. Raja benar - benar merasa bangga dengan hasil kerja permaisuri. Bahkan raja juga merasa salut terhadap permaisuri, bahwa saat acara permaisuri mampu mengenali raja dari kerajaan timur, yang bahkan ia dan ibu suri saja tidak tau. Bukan hanya itu tapi permaisuri juga mendapatkan hadiah istimewa dari kerajaan timur berupa kain batik yang dilukis dengan emas murni yang dilelehkan.


Itu semua membuat raja semakin kagum dengan sosok permaisuri yang sekarang ini. Dan tanpa terasa rasa cinta raja terhadap permaisuripun semakin dalam.


Maaf baru bisa update, soalnya aku lagi nyoba ngerefisi part2 yang salah ketik dan juga mengkoreksi kata2 yang lumanyan garing. Soalnya nanti kalo udah banyak bakalan males pasti. Maaf juga kalo di part ini malah terkesan mengulang ceritanya atau seperti ringkasan, soalnya aku pengin ceritain versi raja dulu. Supaya kalian ngerti dan tau perasaan raja yang sebenarnya kepada Kim so hee. Terima kasih yang masih setia mau nunggu updetan dari aku. Love you so muach.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SEBANYAK - BANYAKNYA KARENA JUJUR MEMBUAT NOVEL BENAR - BENAR SUSAH DAN MENGURAS TENAGA DAN FIKIRAN.😘🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2