
Keesokan harinya, dalam pertemuan dewan kerajaan. Raja mencoba mencari tau tentang tuan bangsawan sombong yang telah mencari gara - gara dengan dirinya dan juga permaisuri.
Karena raja mengingat betul bahwa tuan bangsawan itu, menyebutkan bahwa dirinya berasal dari keluarga perdana mentri Choi. Raja tidak menyia - nyiakan kesempatan untuk mengorek dan mencari tau tentang identitas pria yang telah lancang dan berani menyentuh permaisuri kepada perdana mentri Choi, yang mana akhirnya raja ketahui bahwa tuan bangsawan sombong itu, adalah anak dari perdana mentri Choi yaitu Choi kang cool.
Setelah rapat dewan kerajaan selesai, raja yang mengetahui bahwa Choi kang cool akan mengikuti ujian sarjana kerajaan, segera memerintahkan kasim Jang untuk menggagalkan dan memastikan bahwa Choi kang cool tidak akan lolos dalam ujian. Itu adalah pembalasan dari raja untuk orang yang suka bertindak kurang ajar, seenak jidatnya sendiri, dan suka menyalah gunakan kekuasaan keluarganya. Dan yang paling penting, bahwa ia telah berani menyentuh permaisuri. Raja tidak akan mentorerir siapa saja yang berani mendekati atau berbuat kurang ajar terhadap permaisuri.
Dan raja tidak lupa memerintahkan So joon menyelidiki harga beras dipasaran, karena dirasa ada yang tidak beres. Kemudian raja menanyakan prihal misi mereka kemarin, apakah So joon sudah menjalankannya? Dan So joon pun segera mengarahkan raja untuk pergi ke gudang belakang.
Raja menyuruh, semua dayang yang mengikutinya untuk kembali kekediaman raja. Karena raja akan pergi hanya bersama So joon dan kasim Jang saja.
Sesampainya di gudang, raja langsung menatap satu persatu para pria yang tengah diikat tangannya dan serta disumpal mulutnya dengan kain. Kemudian raja mengabsen mereka dengan nama - nama yang permaisuri sebutkan, yang katanya mereka jauh lebih tampan dan ganteng dari raja.
Diperhatikannya mereka semua, dari unjung kaki sampai ujung rambut. Namun menurut raja, mereka semua nggak ada apa - apanya dari raja. Jangankan memiliki ketampanan yang melebihi raja, bahkan setengahnya saja mereka sama sekali tidak memilikinya. Raja merasa heran dengan selera permaisuri, walau raja mengakui ada satu pria yang cukup tampan dan gagah. Namun raja merasa bahwa tetap raja yang jauh lebih tampan dari pria itu.
Raja memperingati semua pria itu agar tidak mendekati permaisuri, jika ada yang masih berani, raja tidak akan segan membuat mereka tidak akan bisa menginjakan kaki mereka ditanah joseon ini.
Setelah raja memperingati mereka semua, raja meminta So joon untuk melepaskan mereka semua, tentunya dengan bantuan kasim Jang. Dan raja pergi meninggalkan mereka. Raja hanya memperingati mereka dan tidak melakukan apapun, semua itu dikarenakan raja hanya ingin melihat wajah mereka saja.
Dalam perjalanan menuju kekediamannya, raja terus menggerutu bahwa mereka semua tidak ada yang lebih tampan dari dirinya. Dan raja juga merasa heran kenapa ia sampai nekat berbuat sejauh ini, cuma gara - gara provokasi dari permaisuri. Raja berfikir bahwa rasa cintanya dengan permaisuri kini tumbuh semakin besar, hingga raja mampu berbuat gila seperti ini.
Apa yang akan raja lakukan agar permaisuri menyadarinya, mengingat tingkah raja yang selama ini telah membuat kesalahpahaman diantara mereka, pasti tidak akan mudah membuat permaisuri jatuh cinta dengan raja.
Raja benar - benar menyesali tindakan bodohnya dahulu, karena telah menolak dijodohkan dengan permaisuri dan juga malah mengajukan syarat yang sangat amat raja sesali, yaitu raja mau menerima perjodohan itu asal raja bisa menikahi Han sora alias selir agung.
Disini raja merutuki dirinya yang malah jatuh cinta kepada permaisuri pada pandangan pertama, dan semakin raja menyangkalnya rasa itu justru semakin kuat. Dan justru malah berbanding terbalik dengan selir agung, yang raja perjuangkan mati - matian, namun entah mengapa rasa itu kini semakin memudar dan bahkan hanya menyisakan rasa kasihan dan bersalah raja saja terhadap selir agung, karena sudah menghianati cintanya.
Raja yang terus berkutat dengan fikirannya, tanpa sadar sudah berada ditaman istana dan malah berpapasan dengan permaisuri.
Raja yang tak tau harus berbicara apa dengan permaisuri? Malah justru menanyakan tentang para pria yang permaisuri bilang jauh lebih tampan dari dirinya. Muka permaisuri yang tampak bingung itu, justru membuat raja gemas. Dan dengan bangga raja mengatakan bahwa dirinya sudah melihat mereka semua, yang menurut raja biasa saja.
Namun wajah permaisuri malah menunjukan bahwa ia semakin kebingungan dengan yang raja ucapkan. Raja yang melihat itu, malah semakin gemas dengan permaisuri. Namun perkataan permaisuri justru kini yang malah membuat raja menjadi bingung, pasalnya permaisuri mengatakan bahwa raja tidak akan bisa bertemu dengan para pria itu. Nah yang digudang belakang siapa? Bukankah mereka semua para pria yang dimaksud permaisuri.
Ketika permaisuri hendak pergi, raja sengaja menahan tangan permaisuri. Karena raja sungguh masih ingin menghabiskan waktu dengan permaisuri, walau raja bingung harus berbicara apa agar permaisuri mau berlama - lama dan betah bersama dengan raja.
Namun niat raja yang ingin menghabiskan waktu berdua dengan permaisuri, sepertinya harus gagal tatkala selir agung berjalan mendekat kearah mereka.
Jujur raja sungguh bingung harus bagaimana, pasalnya kini raja seakan mati kutu. Dirinya seperti sedang kedapatan berselingkuh dengan permaisuri di hadapan selir agung. Walaupun jelas setatus permaisuri adalah istri sah sedangkan selir agung hanyalah selir yang notabenya jabatannya lebih rendah dari permaisuri.
Saat permaisuri berbicara kasar terhadap selir agung, raja memang membela selir agung. Namun itu semata - mata karena raja merasa bersalah dengan selir agung karena penghianatan cintanya, dan raja tidak mau jika selir agung menjadi disalahkan oleh permaisuri, akibat kesalahpahaman permaisuri terhadap selir agung. Karena raja merasa dirinyalah yang salah selama ini, karena tidak bisa tegas dan juga mengenali rasa cintanya terhadap permaisuri dan malah menampiknya. Hingga membuatnya menjadi runyam seperti ini.
Ditengah - tengah perdebatan antara permaisuri dan juga selir agung. raja tak pernah menduga dan menyangka bahwa permaisuri akan berbuat nekat mencium dirinya di depan banyak orang. Karena disana bukan hanya ada raja, permaisuri, dan juga selir agung saja, tetapi juga ada para dayang dari permaisuri dan juga selir agung yang menyaksikan kejadian itu.
Sungguh raja sangat terkejut, saking terkejutnya raja sampai diam mematung. Bahkan saat selir agung melakukan protes terhadap dirinya, Raja hanya diam dan tak langsung menanggapinya.
Setelah kepergian permaisuri, raja buru - buru meninggalkan selir agung dan beralasan bahwa raja merasa lelah dan ingin segera beristirahat. Namun itu hanya dalih raja, yang sebenarnya ingin segera menyusul permaisuri dan ingin meminta penjelasan atas tindakannya barusan. Namun sungguh disayangkan, bahwa raja justru malah melihat adegan yang membuatnya menjadi cemburu.
Karena saat ini, permaisuri tengah bersenda gurau dengan pangeran Lee. Walaupun notabennya pangeran Lee adalah adiknya, namun raja tetap lelaki normal pada umumnya yang merasa cemburu jika melihat orang yang dicintainya malah asik bersenda gurau dengan lelaki lain. Apa lagi mengingat tidak banyak momen bahagia yang raja habiskan dengan permaisuri, walaupun usia pernikahan mereka sudah berlangsung selama lima tahun.
Raja berjalan gontai menuju kediamannya, raja memutuskan untuk tidak jadi menemui permaisuri. Hingga akhirnya disinilah raja berada, duduk sendiri dikediamannya. Mengingat So joon dan kasim Jang tengah melepaskan tawanan yang mereka sekap digudang. Karena hal itu tidak boleh bocor dan diketahui oleh orang lain, membuat So joon dan kasim Jang harus mengantar mereka keluar istana dengan aman. Itulah mengapa mereka sangat lama sekali, dan belum kembali kekediaman raja.
" Haaaah." Raja mendesah mengacak wajahnya frustasi.
__ADS_1
Rasanya ingin sekali raja melerai benang kusut yang kini menjerat antara dirinya, dan permaisuri, serta selir agung. Walaupun resikonya raja harus melukai perasaan selir agung dan mengorbankan janji cinta mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rani kini tengah berada dikediamannya bersama pangeran Lee. Pertemuan mereka ditaman istana tadi, Berahir dengan permaisuri yang menawari pangeran Lee untuk berkunjung kekediamannya.
Tentu diruangan permaisuri, bukan hanya ada mereka berdua, melainkan ada dayang utama Park dan juga Go jang mi yang ikut menemani mereka disana.
Kini permaisuri tengah membujuk pangeran Lee agar mau di makeup olehnya, rasa penasaran Rani akan kemiripan wajah pangeran Lee dengan V bts, membuatnya tak henti - hentinya membujuk pangeran Lee.
" Mau ya pangeran, ya pliss!" Bujuk Rani terus memohon.
" Memangnya aku lelaki apaan, gini - gini aku masih lelaki tulen ka." Tolak pangeran Lee dengan menggunakan bahasa non formal.
Dan kini pangeran Lee juga sudah memutuskan untuk memanggil permaisuri kaka saja, dibanding jika harus memanggil namanya langsung seperti permintaan permaisuri diawal pertemuan mereka.
Karena itu malah membuat pangeran Lee merasa canggung, makanya pangeran Lee justru terus memanggil permaisuri dengan sebutan kaka ipar. Walaupun ia tau kalo permaisuri tidak suka jika harus dipanggil seperti itu.
" Ayolah pangeran, asal kau tau pangeran Lee, bermakeup itu bukan hanya untuk perempuan saja. Dimasa depan justru banyak lelaki yang melakukannya, agar mereka kelihatan lebih cakep dan ganteng." Terang Rani agar pangeran Lee terkena bujukannya.
" Darimana kaka tau kalau lelaki dimasa depan akan bermakeup juga?" Tanya pangeran Lee yang tidak mau dibodohi oleh permaisuri.
" Tentu kaka tau, makanya kau coba dulu." Ucap permaisuri tak mau kalah.
" Memangnya kaka cenayang apa?" Ledek pangeran Lee.
" Iya, aku memang cenayang. Memangnya kenapa?" Rani memutar bola matanya malas.
" Baiklah, Tapi kaka harus membayarku."
Rani mengerutkan alisnya. " Bayaran apa yang kau inginkan? Supaya kau mau ku makeupi?" Tanya Rani penasaran.
" Mmmm." Pangeran Lee tampak berfikir, ia mengetuk - ngetukan jari telunjuknya kebibirnya.
Kemudian pangeran Lee tersenyum imut, seakan ia sudah mendapatkan ide. Pangeran Lee sengaja mengkedip - kedipkan matanya, dihadapan permaisuri.
" Kenapa matanya kelilipan?" Goda permaisuri seakan tidak tau kalau adiknya yang ngegemesin itu sedang menginginkan sesuatu.
" Kaka." Teriak pangeran Lee kesal.
" Hahaha." Permaisuri tertawa melihat adiknya yang merasa kesal.
" Baiklah apa yang kau mau?" Tanya permaisuri.
" Buatkan aku makanan yang enak, harus kaka yang membuatnya sendiri. Aku nggak mau kalo koki istana yang membutnya." Ujar pangeran Lee.
" Ok, itu aja?" Tanya permaisuri memastikan. Pangeran Lee mengangguk mengiyakan ucapan permaisuri.
" Baiklah, setelah kau ku makeupi. Aku akan memasakan makanan untukmu." Tegas permaisuri.
Pangeran Lee pun merasa senang, karena setelah pangeran Lee merasakan makanan yang dibuat oleh permaisuri saat acara perayaan ulang tahun ibu suri, ia jadi pemilih makanan. Makanan enak apa saja yang dicicipinya tetap dilidahnya tidak bisa menandingi enaknya rasa dari masakan permaisuri. Dan itu jelas membuat pangeran Lee merasa bingung.
__ADS_1
Mumpung permaisuri meminta bantuan pangeran Lee agar mau dimakeupi, maka pangeran Lee harus memanfaatkan kesempatan yang telah tuhan kasih kepada dirinya.
Kini pangeran Lee tengah dimakeup oleh Rani. Dengan ketrampilan makeup Rani yang berasal dari jaman moderen, membuat Rani terlihat piyawai dalam memakeup pangeran Lee.
Dengan telaten Rani membentuk alis pangeran Lee, dan kemudian lanjut ke tahapan demi tahapan bermakeup lainya. Tak butuh waktu lama, Rani menyelesaikan hasil makeupnya tinggal meminta pangeran Lee untuk memakai lipstik yang terbuat dari kertas, yang akan berwarna jika sudah menyentuh bibir.
Namun pangeran Lee tampak akan menolak, saat Rani menyuruhnya memakai lipstik.
" Yang banar saja ka, masa harus pake lipstik juga?"
" Udah diem, tinggal nurut aja sih. Kalo nggak mau, ya udah aku juga nggak mau masakin kamu." Ancam Rani.
Dengan terpaksa pangeran Lee pun menurut. Rani tampak puas dengan hasil makeupnya, namun Rani merasa, kalo masih ada yang kurang. Kemudian Rani memperhatikan dengan ditail, pangeran Lee dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sampai pangeran Lee merasa risih, diliatin seperti itu oleh permaisuri.
Rani mengangguk pelan, seperinya ia paham dimana letak kekurangannya. Rani membuka aksesoris yang ada dikepala pangeran Lee dan mulai menyisirnya.
" Pangeran, kalo rambutmu aku potong boleh nggak?" Tanya Rani enteng.
Pangeran Lee membelalakan matanya, seakan tak percaya dengan apa yang permaisuri katakan. Sampai rasanya bola mata pangeran Lee seakan akan menggelinding keluar dari tempatnya.
" Nggak usah aneh - aneh deh ka, ini tuh rambut kesayangan aku. Makanya sengaja selalu aku gerai dan hanya menggulungnya sedikit diatas agar terlihat lebih tampan dan karismatik." Tolak pangeran Lee.
" Justru kalo di potong, akan jauh terlihat tampan. Sampai semua wanita didunia ini, kelojotan waktu melihatmu lewat dihadapan mereka. Percaya deh sama aku."
Pangeran Lee menggeleng, ia tetap pada pendiriannya dan tidak mau jika rambutnya harus dipotong. Dengan terpaksa Rani harus memutar otaknya supaya rambut panjang pangeran Lee terlihat pendek.
Rani mengikat rambut pangeran Lee dan memelintirnya dan menekuknya di belakang kepala pangeran Lee, kemudian menjepitnya dengan jepitan rambut. Dan menyisakan sedikit pucuk rambutnya saja, lalu Rani kedepankan agar terlihat seperti rambut pendek asli. Butuh waktu yang lumayan lama saat Rani menatanya agar terlihat natural.
Begitu selesai mendandani pangeran Lee, Rani benar - benar merasa takjub dengan hasil maha karyanya ini, tidak sia - sia hampir satu jam lamanya ia memake over penampilan pangeran Lee.
Rasanya Rani tak menyangka bahwa pangeran Lee benar - benar mirip sekali dengan V bts, bahkan jika di sandingkan pasti mereka tidak akan bisa dibedakan. Benar - benar bagai pinang bak dibelah dua.
Rasanya Rani mau pingsan, karena bisa ketemu V bts secara nyata. Yang selama ini hanya bisa ia tonton dilayar kaca. Walaupun versi KW.
Sayangnya cuma satu yang kurang, baju pangeran Lee, yang masih menggunakan pakainan tradisional. Tapi tak mengurangi kemiripan pangeran Lee dengan V bts kok.
Rani mencoba meminta pangeran Lee untuk bernyanyi, siapa tau suara pangeran Lee juga bagus kaya V bts? Namun mohon maaf, ternyata penonton kecewa. Wajah boleh V bts, namun suara kaya kaleng rombeng.
Rani terlihat kecewa, karena nggak bisa liat konser V bts. Padahal kesempatan kaya gini, kapan lagi coba? Jika dijaman moderen, boro - boro nonton konser bts. Uang Rani mungkin hanya cukup buat beli DVD bajakan album bts.
Beruntung sekarang sudah ada youtube, jadi Rani bisa memandang biasnya itu, sepuasnya. Selama kouta di handponenya masih ada. Dan semenjak terdampar di kerajaan joseon ini kebiasaan Rani untuk setriming drakor, dan menonton MV dari para idol K-popnya harus ia tinggalkan.
Tak habis akal Rani, ia meminta pangeran Lee untuk ngedance. Rani mengajarkan beberapa gerakan kepada pangeran Lee. Dan hasilnya cukup lumayan, gerakan pangeran Lee nggak terlalu kaku - kaku amat.
Namun sayangnya pangeran Lee menggerutu dan mengeluh capek, dengan terpaksa Ranipun menyerah. Kemudian hanya menyuruh pangeran Lee untuk duduk diam dan berpura - pura menyanyi. Sedangkan Rani yang akan menyanyi, Ceritanya lipsing gitu.
Rani menyanyikan lagu life goes on milik bts, dan sedangkan dayang utama Park dan Go jang mi melambaikan tangan mereka keatas, seakan jadi penonton yang sedang menonton konser.
Ini pangeran Lee yang sudak dimake over oleh Rani, anggep aja bajunya pake baju tradisional ya 🤣🤗
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN TERIMAKASIH🙏👍🏼