
Kini raja dan permaisuri tengah berjalan - jalan ditaman istana di temani oleh pangeran Lee jong hoon dan juga para dayang. Jangan lupakan kasim Jang dan pengawal pribadi raja Park so joon yang turut ikut menemani mereka berjalan - jalan.
Pertemuan raja dan permaisuri yang tak di sengaja di taman itu, membuat raja mau tidak mau harus menyapa permaisuri. Sebenarnya raja malas untuk bertemu dengan permaisuri karena gengsi dan tidak tau harus berbicara apa kepada permaisuri, mengingat kemarin raja telah salah paham dengan permaisuri.
Namun pangeran Lee jong hoon terus memaksa. Lagian benar juga yang dikatan oleh adiknya itu, akan terasa aneh jika mereka bertemu namun saling menghindar dan tak bertegur sapa atau pura - pura tidak melihat. Soalnya banyak dayang yang melihat mereka, nanti pasti akan menimbulkan rumor yang tidak baik mengenai raja dan permaisuri. Raja tidak mau jika nanti sampai terdengar ke telinga ibu suri, bisa berabeh dan berbuntut panjang. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk berjalan - jalan bersama.
" Hmmm." Raja berdehem untuk mencairkan suasana yang terasa canggung.
Namun tidak ditanggapi oleh permaisuri. Permaisuri membuang muka dan malah sibuk melihat ke sekeliling.
" Sepertinya permaisuri begitu menikmati, bermain dan bersenang - senang bersama dengan para dayang." Ucap raja yang mencoba memecah keheningan.
" Hamba hanya sekedar ingin membuang rasa bosan." Jawab permaisuri dingin.
" Kaka ipar sungguh luar biasa, membuang rasa bosan dengan cara yang berbeda." Celetuk pangeran Lee jong hoon dengan cengengesan. Karena tadi pangeran melihat permaisuri yang tengah bermain dengan para dayangnya.
" Siapa yang kau sebut kaka ipar? Jaga batasanmu! Bagaimana mungkin kau bicara nonformal dengan permaisuri?" Saut raja sambil memberi plototan tajam kearah pangeran Lee jong hoon.
" Mohon ampuni hamba yang mulia, hamba hanya ingin lebih akrab dengan permaisuri." Dengan memasang muka memelas.
" Siapa juga yang mau dipanggil kaka ipar, tidak sudi. Tapi ngomong - ngomong pangeran Lee jong hoon mukanya ngegemesin banget sih kalo lagi kaya gini, jadi pengin nyubit."
" Jika kau hanya ingin akrab denganku, kau boleh memanggilku So hee saja."
" Benarkah."
Mata pangeran Lee jong hoon langsung berbinar - binar. Namun seketika ia menjadi suram lagi, ketika melirik kearah muka raja yang tampak sedang melotot ke arahnya.
" Maafkan kelancangan hamba yang mulia permaisuri, sepertinya hamba tidak bisa."
Tentu saja pengeran Lee jong hoon ingin sekali memanggil permaisuri dengan menyebut namanya saja, namun ia masih sayang dengan nyawanya. Ia lebih takut dengan singa yang lagi menatapnya dengan tatapan yang seakan siap menerkam. Pangeran Lee jong hoon hanya memberikan senyum paling manisnya kepada permaisuri.
" Sungguh aku tidak masalah jika pangeran ingin memanggilku dengan sebutan So hee saja, justru aku akan sangat senang."
" Maafkan hamba yang mulia, hamba rasa hamba akan merasa lebih nyaman jika memanggil yang mulia dengan sebutan permaisuri saja."
" Baiklah jika itu membuatmu merasa lebih nyaman."
" Terbaik." Ucap pangeran Lee jong hoon sambil mengangkat kedua jempolnya.
" Boboboy kali aah."
" Permaisuri, anda sungguh kelihatan berbeda dari biasanya, anda terlihat lebih cantik, lebih bersemangat dan juga berani." Puji pangeran Lee jong hoon
" Benarkah, sepertinya dari dulu penampilanku sudah seperti ini. Mungkin karena aku tidak terlalu di perhatikan jadi terlihat berbeda." Sindir Rani alus, sambil melirik ke arah raja.
Raja yang merasa disindirpun mulai geram. Terlebih raja merasa bahwa ia sedang dikacangin. Kemudian raja mendengus kesal.
" Berani sekali mereka mengabaikanku."
" Hmmm." Raja berdehem kembali agar parmaisuri memperhatikannya.
Namun sialnya permaisuri tetap mengabaikannya. Permaisuri malah asik mengobrol dengan pangeran Lee jong hoon.
" Permaisuri, bisakah kita bicara sebentar?"
Permaisuripun menoleh ke sumber suara, dan memberhentikan langkahnya.
" Ada apa yang mulia?" Jawab permaisuri dan mengarahkan pandangannya kepada raja.
Melihat permaisuri yang menatapnya, bibir raja seakan kelu. Seakan yang ingin ia tanyakan susah untuk di keluarkan. Kini yang raja rasakan dari tatapan permaisuri, seperti sedang mengintimidasi dirinya. Sehingga membuat raja sedikit gugup.
" Aku hanya mau tanya, atas dasar apa selir agung mendorongmu ke danau?" Tanya raja dengan terbata.
" Maksud yang mulia?" Permaisuri menaikan satu alisnya karena bingung dengan pertanyaan raja.
" Kenapa selir agung mendorongmu? pasti ada alasannyakan?"
" Kalau soal itu, hamba tidak tau. Kenapa yang mulia tidak tanya langsung saja dengan orangnya!" Jawab permaisuri enteng.
" Bagaimana aku bisa bertanya kepadanya, bukankah selir agung sedang dalam masa hukuman. Tentu aku tidak bisa menemuinya."
__ADS_1
" Kalo soal itu, bukan urusan hamba."
" Beraninya kau bicara seperi itu kepada raja di negeri ini." Bentak raja yang sedikit kesal dengan jawaban permaisuri.
" Maafkan hamba yang mulia, hamba hanya berbicara baik kepada orang yang berbicara baik terhadap hamba. Dan hamba juga akan menghargai orang yang menghargai hamba. Menurut hamba, dengan hamba masih berbicara secara formal dengan baginda, itu sudah menunjukan bahwa hamba masih menghargai bahwa baginda adalah raja di negri ini." Ucap permaisuri penuh penekanan di setiap ucapannya.
" Lancang kau permaisuri." Teriak raja sambil menunjuk permaisuri dengan jari telunjuknya. Namun langsung di tepis oleh permaisuri.
" Hamba ingin bertanya kepada baginda, apakah baginda memiliki cermin? Kalo nggak punya nanti hamba pinjamkan milik hamba. Coba baginda bercermin! Pernahkan baginda menghargai hamba? Pernahkah baginda berbicara dengan baik kepada hamba? Pernahkah baginda memperlakukan hamba dengan baik? Bahkan baginda tidak pernah menganggap hamba ada. Setelah baginda mengetahui perbuatan selir agung yang melakukan tindakan tercela terhadap hamba, serta memfitnah hamba. Bahkan baginda masih mempertanyakannya kepada hamba. Apakah baginda tidak merasa malu?"
" Setelah semua yang baginda lakukan kepada hamba. Bahkan kata maaf tidak sedikitpun keluar dari mulut baginda untuk hamba. Menurut hamba, untuk sekelas pemimpin dari negeri ini, prilaku baginda sama sekali tidak mencerminkan seorang pemimpin. sungguh tidak pantas. Permisi, hamba undur diri." Permaisuri memberi hormat dan pergi meninggalkan baginda raja. kemudian di ikuti oleh para dayangnya.
Seketika mata raja menatap tajam kearah permaisuri yang perlahan pergi menjauh. Namun raja masih mematung mendengar perkataan permaisuri barusan. Menurut raja itu seperti sebuah tamparan keras untuk dirinya. Raja hanya bisa menggenggam tangannya keras untuk menyalurkan kemarahannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raja kini sudah berada di kediamannya, ia terlihat sedang mondar - mandir di ruangannya. Tidak lupa dengan kasim Jang dan pengawal Park so joon turut menemani di dalam ruangan. Sementara pangeran Lee jong hoon ia sudah kabur, karena takut akan jadi sasaran amukan dari kakanya yang seketika berubah jadi satria baja hitam ( canda ).
Yang jelas setelah tadi ada insiden perdebatan antar pasutri gaje itu, atsmosfir yang raja keluarkan menjadi mencekam. Kaya dikuburan bikin bulu kuduk merinding, kalo deket - deket dengan raja. Berhubung pangeran Lee jong hoon peka, dan tau situasi dan kondisi lebih baik kabur dulu, nyelametin nyawa.
Raja terus mondar mandir sambil ngedumel sendiri sudah seperti sertikaan balik kekanan dan kekiri, membuat kasim Jang dan pengawal Park so joon diam di tempat dan hanya memandangi raja dan sesekali mereka menjawab jika ada pertanyaan yang tiba - tiba raja tanyakan. Walaupun mereka nggak begitu paham maksud pertanyaan dari junjungannya itu.
" Berani sekali dia mengatakan aku tidak pantas jadi pemimpin negeri ini. Bukankah sudah ku katakan dari awal waktu aku menikah dengannya agar tak mengharap cintaku. Dan jangan sekali - kali mengganggu kehidupanku dan Sora. Dan sebagai gantinya aku memberikan wewenang putri mahkota terhadapnya, memangnya selama ini hidupnya bukankah enak? Banyak dayang yang menemaninya dan juga memiliki kekuasaan yang bahkan tidak dimiliki oleh Sora sebagai pujaan hatiku. Bahkan keluarganya pasti hidupnya terjamin berkat gelar permaisuri yang kini ia sandang. Berani sekali dia mempermalukanku di depan orang - orangku dan juga para dayang. Memang dia pikir dia siapa? Kenapa seolah - olah dia paling tersakiti disini. Memang salah kalo aku menanyakan kenapa alasan Sora mendorongnya kedanau, mengingat sifat Sora yang lemah lebut dan selalu tersenyum itu, pasti ada alasannya. Aaaah Sial, ini semua membuatku pusing.
Pertanyaan - pertanyaan itu terus terlontar dari mulut raja, karena ia merasa bingung dengan permaisurinya yang jelas terlihat berbeda aneh dan berubah. Dari segi penampilan gaya bicara dan juga tingkah laku yang tak terduga dan selalu berhasil membuat raja terkejut.
" Menurut kalian apa aku salah?" Tanya raja kepada dua orang setianya yang masih mematung di pojokan.
Sebenarnya kasim Jang dan pengawal Park so joon bingung mau bagaimana menanggapi pertanyaan rajanya. Namun kasim Jang memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari junjungannya itu.
" Menurut hamba jelas anda bersalah yang mulia." Jelas kasim Jang dengan rasa takut.
Raja mengerutkan dahinya menanggapi jawaban dari kasim Jang. Letak salahnya di mana? Raja merasa bingung. Lalu kasim Jang pun mendekat kearah raja dan berjalan mengitari tubuh raja seperti sedang melakukan towaf. Kemudian ia berhenti dan bereksen menaruh tanganya didagu. Kemudian mulai menjelaskan kronologi kejadian.
" Yang mulia sebenarnya permaisuri hanya ingin baginda raja meminta maaf kepada dirinya, karena yang mulia telah menuduh permaisuri. Namun yang mulia bukannya meminta maaf malah menanyakan alasan apa yang membuat selir agung mendorong permaisuri kedanau, jelas itu membuat permaisuri marah."
Sekian penjelasan dari kasim Jang. Serasa jadi dosen yang lagi menerangkan materi pelajaran kepada mahasiswanya.
" Jadi menurut kalian, aku harus meminta maaf terhadap permaisuri." Tanya raja polos.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rani kini tengah menikmati makan malam di kediamannya, namun entah mengapa Rani tidak nafsu makan. Ia hanya mengaduk - aduk makanannya. Dan itu membuat Go jang mi merasa khawatir.
" Yang mulia, kenapa makanannya tidak dihabiskan? Apa rasanya tidak enak? Kalo memang tidak enak, hamba akan menyuruh koki kerajaan agar menyiapkan makanan yang baru." Seru Go jang mi.
Rani hanya menggeleng tak menanggapi ucapan Go jang mi yang mengkhawatirkannya. Dan malah kembali mengaduk - aduk makanannya. Kemudian Ranipun menaruh sumpit yang ia pegang di atas meja. Dan menaruh tangannya kepipi dan menyenderkannya kemeja.
Rani seperti sedang melamun memikirkan sesuatu, Rani merasakan sakit di perutnya, ia tau pasti cacing - cacing di perutnya sedang berdemo meminta untuk di isi, namun sungguh ia tak nafsu makan. Walaupun makanan yang dimasak oleh koki istana sangat enak namun tak membuat Rani ingin mencicipinya.
Rani memang sangat menggemari berbagai masakan korea, terlebih yang di suguhkan disini jelas tiada duanya. Namun entah mengapa seperti ada yang kurang. Rani justru merasa kangen dengan makanan indonesia yang biasa ia makan.
Membayangkannya saja sudah membuat perutnya keroncongan, dan air liurnya menetes. Kini pikiran Rani sedang di penuhi dengan ayam goreng, sambel terasi, oseng jengkol lombok ijo, telor balado, bakso dan masih banyak makanan indonesia lainnya.
Setelah cukup lama melamun tiba - tiba senyum devil Ranipun muncul. Go jang mi yang melihat junjungannya tersenyum seperti itupun merasa curiga, entah apa yang merasukimu eeeh salah, entah apa yang sedang junjungannya rencanakan.
" Jang mi antar aku ke dapur istana!"
" APA?" Teriak Go jang mi kaget dengan ucapan junjungannya itu.
Dalam perjalanan menuju dapur istana Go jang mi terus memohon kepada permaisuri agar membatalkan niatnya pergi ke dapur istana. Namun tak di hiraukan oleh Rani. Sebenarnya tadi ketika Rani meminta Go jang mi untuk mengantarkan Rani kedapur istana, Go jang mi jelas langsung menolak. Karena jika sampae dayang utama Park tau, permaisuri pergi ke dapur istana pasti langsung tamat riwayatnya detik itu juga. Namun ia juga tak kuasa menolak perintah dari junjungannya itu, kini Jang mi sungguh merasa di tengah - tengah antara masuk ke neraka jahim atau ke neraka jahanam sungguh dua - duanya pilihat yang sulit dan tentu tidak ada baiknya sama sekali.
Beruntung kini dayang utama Park sedang mengunjungi ibu suri, jadi Go jang mi tinggal berdo'a agar dayang utama Park masih lama di kediaman ibu surinya, supaya ia tidak tahu kalo permaisuri pergi ke dapur istana.
Sesampainya permaisuri di dapur istana, jelas para koki di sana merasa kaget. Seorang permaisuri menginjakan kakinya di dapur istana.
" Siapa diantara kalian yang menjadi kepala koki istana?" Tanya Rani sambil menunjuk satu persatu para koki yang berada disana.
Kemudian seorang dengan tubuh agak besar, namun tidak gemuk dan berbadan tidak terlalu tinggi muncul dan menghampiri Rani, kemudian ia memberi hormat.
" Hamba kepala koki disini yang mulia, apakah ada masalah dengan masakan hamba?" Tanya koki istana dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
" Siapa namamu?"
" Kang young so yang mulia."
" Apakah masih ada nasi?"
" Apa nasi?" Teriak semua orang yang ada di situ karena kaget dengan ucapan permaisuri.
" Iya nasi."
" Ada yang mulia."
" Kalo begitu, bawakan nasinya kesini."
Buru - buru seorang pria pergi dan mengambil nasi yang masih tersisa di bakul dan membawanya ke hadapan permaisuri.
" Tinggal ini yang mulia yang masih tersisa. dan ini sudah dingin. Kalau yang mulia ingin makan hamba akan masakan nasi yang baru." Ujar pria tadi sambil memegang bakul berisikan nasi.
" Tidak perlu ini sudah cukup." Jawab Rani lalu memerintahkan agar pemuda itu meletakan bakulnya ke atas meja.
" Kepala koki Kang, tolong siapkan bawang merah, bawang putih, cabe, tomat, telur, daging ayam, lobis, cesin, dan juga daun bawang."
" Maaf yang mulia semua itu untuk apa?" Tanya koki istana yang kebingungan.
" Semua itu adalah bahan makanan yang akan aku masak."
Semuapun lagi - lagi dibuat terkejut dengan ucapan permaisuri, yang katanya akan memasak. bahkan saking terkejutnya mereka sampai membuka mulut mereka lebar - lebar.
" Mohon ampun yang mulia, tolong jangan lakukan itu!" Ucap Go jang mi memohon.
" Benar yang mulia, lebih baik yang mulia pecat hamba atau bunuh hamba saja, jika yang mulia tidak puas dengan masakan hamba." Ucap kepala koki sambil bersujud.
" Aku hanya ingin memasak, kalian tidak perlu khawatir. Dan aku juga tidak ingin memecat dan membunuhmu. Sungguh aku sangat menyukai masakanmu."
" Kalo yang mulia memang menyukai masakan hamba, biarkan hamba saja yang memasak makanan yang ingin permaisuri masak."
" Aku memang menyukai masakanmu, tapi maaf kepala koki Kang, khusus untuk makanan ini aku ingin memasaknya sendiri. Jadi tolong segera siapkan bahan - bahan yang aku minta."
" Baiklah yang mulia tunggu sebentar, biar anak buah hamba yang mengambilkan."
Akhirnya kepala kokipun menyerah dan menuruti kemauan permaisuri untuk memasak sendiri, walau kepala koki Kang merasa sedikit khawatir dengan permaisuri. Bagaimana mungkin, seorang permaisuri memasak, menginjakan kaki didapur saja tidak pernah, dan kepala koki khawatir jika permaisuri akan terluka atau jika hasil masakannya tidak seperti yang di harapkan, pasti permaisuri akan merasa sedih.
Kini semua bahan sudah terkumpul semua, dan Ranipun sudah siap dengan celemek di tubuhnya. celemek itu milik salah satu dayang istana yang meminjamkannya kepada Rani.
Pertama - tama Rani menyuruh mereka untuk membantunya mencuci semua bahan - bahan itu. Sambil menunggu semuanya di cuci kemudian Rani menanyakan sesuatu kepada kepala koki.
" Kepala koki Kang, apakah kau memiliki kecap manis."
" Kecap manis ya, yang mulia?" Ucap kepala koki dan tampak berfikir.
" Sebenarnya di istana ini ada, namun hanya satu botol kecil."
" Kalau begitu cepat bawakan."
" Tapi itu barang yang sangat berharga yang mulia."
" Iya aku tau, tenang saja, nggak bakal aku habiskan. Besok aku ganti deh berbotol - botol kecap manis."
" Yang mulia permaisuri pasti tidak tau, itu barang sangat berharga. Sungguh sangat di sayangkan, kalo harus terbuang sia - sia. Bagaimana caranya permaisuri mengembalikannya berbot**ol - botol kecap manis. Itu saja pemberian dari kerajaan timur.
Pertama - tama permaisuri merebus daging ayamnya terlebih dahulu, sambil menunggu daging ayamnya empuk, permaisuri mulai memotong - motong lobis, cesin dan juga daun bawang kemudian setelah selesai, ia masukan ke dalam satu wadah. Setelah itu, permaisuri memotong tomat kecil - kecil lalu ia sisihkan di talenan. Kemudian permaisuri mengambil coek dan menguleg bawang merah, bawang putih serta cabe secara bersamaan. setelah semua bahan siap, permaisuri akan memulai memasak dan daging ayampun sudah empuk dan sedang disuir - suir oleh Go jang mi.
Masak Nasi Goreng ala Permaisuri cek
Pertama - tama Rani menumis bumbu yang sudah diuleng bersama dengan tomat, kemudian setelah tercium harum. Rani memasukan beberapa butir telur kedalam wajan. Kemudian Rani aduk - aduk, setelah telurnya matang Rani langsung memasukan nasinya sambil di aduk - aduk supaya merata dengan bumbu kemudian masukan sayur serta daging ayam yang sudah di suwir - suwir tambahkan garam dan kecap manis aduk - aduk sampai tercampur dan matang. nasi goreng ala permaisuripun jadi.
Di jaman joseon ini belum ada penyedap rasa jadi pake bumbu seadanya ya, belum terkontaminasi sama micin.
Setelah matang, Rani langsung mengambil piring dan mengambil nasi goreng buatan dirinya secukupnya saja, untuk ia makan sendiri. Sisanya Rani menyuruh Go jang mi untuk membagikan kepada para koki dan dayang yang berada di sana.
Mereka sungguh tidak percaya bahwa permaisuri bisa memasak, terlebih makanan buatan permaisuri sungguh kelihatan enak bahkan baunya harum.
__ADS_1
Keesokan harinya berita tentang permaisuri memasak di dapur istanapun tersebar. Dari mulut ke mulut oleh para dayang dan koki istana serta sampai ke para pengawal, prajurit, bahkan dewan kerajaan, hingga sampai ke telinga raja dan ibu suri. Mereka semua memuji masakan permaisuri yang katanya sangat enak. Bahkan permaisuri membagi makanan masakannya kepada para dayang dan koki di sana. Mereka bilang bahwa tidak pernah mereka makan makanan seenak itu seumur hidup mereka. Dan itu membuat para dayang dan petugas lainya diistana yang tengah bergosip merasa iri karena juga ingin mencicipinya.
Yang mau coba resep nasi gorengnya juga boleh tinggal tambahin penyedap rasa, biasanya aku pake masako rasa sapi insyaalloh dijamin enak. Selamat mencoba.