MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Bodoh


__ADS_3

Para koki dan dayang istana kini mereka tengah menikmati bakso buatan Rani di dapur istana. Meraka sungguh terlihat bahagia bisa merasakan makanan yang sangat enak, terlebih makanan ini adalah buatan permaisuri, orang nomer dua paling berpengaruh di kerajaan.


Namun mereka tak habis pikir kenapa seoarang permaisuri mau menginjakan kaki kedapur istana dan memasak sendiri. Padahalkan kalo sekedar mau makan, permaisuri bisa meminta koki istana untuk memasakan makanan untuknya. Terlebih kenapa permaisuri mau membagi makanannya kepada mereka, padahal mereka adalah orang rendahan yang seharusnya melayani bukan dilayani.


Mereka terus berdebat dan mengemukakan pendapat mereka mengenai permaisuri. Banyak dari mereka yang merasa bersukur karena memiliki permaisuri yang berhati lembut dan tidak membeda - bedakan orang.


Apalagi ketika dayang utama Park dan Go jang mi bercerita tentang perlakuan permaisuri yang sangat baik kepada mereka, bahwa permaisuri sering mengajak mereka untuk makan satu meja dengannya, bahkan permaisuri mau membantu para dayang - dayangnya mengerjakan pekerjaan mereka seperti bersih - bersih kediamannya.


Mendengar hal itu para koki dan para dayang istana, merasa iri dengan dayang utama Park dan Go jang mi. Padahal Dayang utama Park dan Go jang mi belum menceritaksn semuanya, kalo mereka sampai tau apa yang baru permaisuri lakukan ke mereka berdua, pasti mereka tidak sanggup mendengarnya dan pingsan. Karena hal itu akan sangat membuat mereka merasa lebih iri lagi.


Karena permaisuri bahkan mau memeluk mereka dan menyuruh mereka untuk berbicara non formal jika sedang bertiga saja. Tentu Danyang utama Park dan Go jang mi tidak menceritakan tentang itu, karena mereka takut nanti akan berdampak buruk kepada permaisuri.


Saat Para koki dan dayang istana masih asik makan bakso sambil bergosip, tiba - tiba mereka di kagetkan dengan suara dari arah pintu masuk.


" Kepala koki tolong siapkan bakso untukku!"


Seketika dapur istana yang tadinya ramai kaya pasar ikan langsung hening. Permaisuri berjalan kearah kerumunan para dayang dan ikut duduk di sebelah Go jang mi dan dayang utama Park. Seketika para dayang yang duduk di sana menggeser tempat duduk mereka dan sedikit menjauh dari permaisuri.


" Lanjutkan saja makan kalian, tak perlu berpindah tempat. Jika kedatanganku membuat kalian merasa tidak nyaman, anggap saja aku sama seperti kalian atau anggap saja aku tidak ada!" Ujar Rani yang tau bahwa mereka merasa tidak nyaman dengan kedatangannya.


" Yang mulia ampuni kami." Ucap para dayang bersamaan.


Rani tersenyum jahil kemudian berdehem "Hmmm." Mencoba menetralkan suaranya.


" Kalo begitu, kalian mengizinkanku bergabung bersama kalian disinikan?" Tanya Rani sambil mengangkat satu alisnya dan menggerak - gerakannya.


" Suatu kehormatan bisa duduk bersama yang mulia." Jawab para dayang bersamaan lagi.


" Kalo begitu, kembali ke posisi duduk kalian semula!"


" Baik yang mulia."


Kemudian para dayangpun kembali duduk ke posisi mereka semula lagi, dan tak lama kepala koki datang dengan membawa satu mangkok bakso kehadapan permaisuri.


Kemudian permaisuri mulai memakan baksonya dengan lahap di barengi dengan candaan bersama para dayang yang berada disana.


" Lihat itu dayang utama Park, kau begitu menyukai makanan buatanku ya? Hingga kau menghabiskannya tak tersisa sedikitpun dimangkokmu. Padahal tadi pagi kau mengomeliku karena aku datang ke dapur istana dan memasak." Ejek Rani sambil menunjuk ke arah mangkok dayang utama Park.


Dayang utama Park pun merasa malu dan mencoba membela diri. " Suatu kehormatan bisa memakan makanan buatan permaisuri, makanya hamba tidak akan menyia - nyiakannya yang mulia."


" Arasseo." Jawab Rani cengengesan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Permaisuri kini tengah berjalan - jalan ditaman istana, seperti biasa di temani oleh para dayang - dayangnya yang siap siaga mengikuti kemanapun junjungannya pergi.


Kemudian permaisuri tak sengaja melihat pangeran Lee jong hoon tengah duduk sendirian di bawah pohon, sambil melempar batu ke arah danau.


Pangeran Lee jong hoon yang sedang asik sendiripun, di kagetkan dengan lemparan batu yang menyemplung ke danau dari arah belakang, pangeranpun menolehkan kepalanya ke belakang. Terlihat seorang gadis cantik dengan senyuman ramahnya berjalan mendekat ke arahnya.


Ternyata gadis itu ialah permaisuri. tanpa pangeran sadari ternyata permaisuri sudah berdiri di sebelahnya.


" Apa aku boleh ikut duduk di sebelahmu?" Tanya permaisuri dengan senyuman manisnya.


" Tentu saja boleh kaka ipar."


Permaisuri mendengus kesal mendengar jawaban dari pangeran Lee jong hoon. " Bisakah kau tak memanggilku kaka ipar? itu terdengar menggelikan menurutku."


Pangeran Lee jong hoon terkekeh dengan ucapan permaisuri. " Baiklah yang mulia."


Permaisuri kemudian duduk di sebelah pangeran Lee jong hoon. " Apa yang sedang kau lakukan di sini sendirian?"

__ADS_1


" Tidak ada, aku hanya merasa bosan saja."


" Memangnya kau tak punya kerjaan apa, sampai merasa bosan?" Tanya Rani polos.


Pangeran Lee jong hoon kembali tersenyum mendengar ucapan permaisuri yang menurutnya lucu. Karena menurut paraturan istana jika raja wafat otomatis selir dan anakanya harus meninggalkan istana. Agar tidak membuat kericuhan atau monopoli politik dan mengganggu kenaikan putra mahkota yang akan diangkat menjadi raja. Walaupun selir song dan pangeran Lee tidak berambisi dengan tahta, namun peraturan tetap peraturan.


Selama ini selir song dan pangeran Lee tinggal di luar istana dan sesekali akan berkunjung jika ada kepentingan atau acara kerajaan yang mengharuskan mereka untuk hadir.


Walaupun raja dan pangeran Lee beda ibu, namun hubungan antara pangeran dan raja terbilang cukup baik dan harmonis. Karena dulu raja di asuh dan di rawat oleh selir Song, setelah permaisuri atau ibu raja wafat setelah melahirkan. Selir Song yang belum mendapat keturunanpun dipercaya untuk merawat putra mahkota seorang penerus kerajaan. Hingga empat tahun setelah putra mahkota lahir, selir song dikaruniai pangeran Lee. Maka dari itu hubungan raja dengan selir Song dan pangeran Lee sangat dekat. Raja sudah menganggap selir Song sepeti ibu kandungnya sendiri.


" Kenapa kau tersenyum?" Tanya Rani yang melihat gelagat aneh dari pangeran Lee.


" Tidak, lucu saja."


" Apanya yang lucu?"


" Lupakan, itu tidak penting. Oh ya yang mulia, hamba mendengar gosip diistana bahwa yang mulia datang kedapur istana dan memasak, apakah itu benar?" Tanya pangeran Lee yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Kalo iya memangnya kenapa?"


" Aneh saja." Jawab pangeran Lee sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Kemudian pangeran memicingkan matanya kearah permaisuri. " Apa yang mulia begitu sakit hati dengan kakaku, hingga berubah jadi aneh. Atau jangan - jangan yang mulia di rasuki oleh roh gentayangan."


Mendengar ucapan pangeran Lee yang tepat sasaran, membuat Rani menelan salivanya. Seketika diam mematung. Wajahnya berubah menjadi pucat.


Melihat gelagat aneh dari permaisuri, dan wajahnya yang terlihat berubah memucatpun, membuat pangeran Lee tertawa terbahak - bahak. " Lucu sekali, santai saja kaka ipar. Aku hanya bercanda. wajahmu sampai pucat begitu."


Rani yang merasa kesalpun berteriak dan memukul - mukul bahu pangeran Lee. " Sudah ku bilang jangan panggil aku kaka ipar."


" Baiklah - baiklah." Jawab pangeran Lee Masih dengan mode tertawanya dan memegangi perutnya yang mulai terasa sakit akibat tertawa.


" Apa yang mulia benar - benar menyukai kakaku?"


Pangeran memandang heran kepada permaisuri, Pasalnya kakanya itu memiliki paras yang sangat tampan yang mampu membuat kaum hawa rela berkorban dan melakukan apa saja demi kakanya itu. Terlebih mengingat setatusnya sebagai seorang raja jelas wanita mana yang akan menolaknya. Bahkan banyak wanita bangsawan yang mau dijadikan selirnya. Jika raja mau, mungkin istana ini akan di penuhi oleh para selir. Namun karena kebucinan raja kepada selir agung membuat raja hanya memiliku satu selir saja. Sedangkan permaisuri menjadi wanita terabaikan.


"Oh ya panggil aku So hee saja, lagian sepertinya umur kita tidak terlalu jauh, hanya saja aku lebih tua dua tahun di atasmu."


" Baiklah permaisuri."


Rani langsung melotot tajam kearah pangeran Lee. Pangeran yang tersadar dengan kesalahannya pun, akhirnya langsung membenarkan ucapannya barusan.


" Baiklah So hee." Kemudian pangeran tersenyum manis kepada Rani.


" Kenapa yang mulia tidak menyukai kakaku, maksudku So hee? Maaf aku belum terbiasa memanggilmu dengan itu."


" Kau belum terbiasa memanggil namaku tapi kau sudah fasih berbicara non formal terhadapku." Sindir Rani.


Pasalnya dari tadi, tanpa pangeran sadari ia selalu berbicara non formal dengan permaisuri. Pangeran hanya cengengesan karena sindiran permaisuri.


" Baiklah mulai sekarang aku akan memanggilmu So hee saat kita sedang berdua saja, dan aku sungguh merasa tidak nyaman jika harus bicara formal dengan seseorang. Aku lebih suka berbicara non formal dengan orang - orang terdekatku. Namun aturan istana membuatku harus patuh dengan itu semua."


" Aku mengerti yang kau rasakan."


Karena Rani juga merasakan hal yang sama, semenjak ia terjebak di tubuh Kim so hee ia harus terbiasa berbicara formal kepada orang - orang diistana. Dan mematuhi aturan istana serta harus menyesuaikan diri dengan istana.


" So hee kau belum menjawab pertanyaanku?"


" Yang mana?"


" Kenapa kau tidak menyukai kakaku?"

__ADS_1


" Rasa suka terhadap seseorang itu tidak bisa dipaksakan, itu mengalir secara alami. Lagian aku nggak mungkin suka sama raja angkuh, sombong, dingin dan bodoh sepertinya."


" Siapa yang kau sebut angkuh, sombong, dingin dan bodoh permaisuri?" Teriak seseorang dari arah belakang.


Seketika Permaisuri dan pangeran Lee menoleh ke arah sumber suara. Begitu terkejutnya mereka berdua melihat raja yang tengah berdiri, dengan jarak yang tak terlalu jauh dari mereka.


Flash back on#


Raja yang baru selesai latihan memanah bersama pengawal pribadinya, yaitu Park so joon pun merasa lelah dan ingin bersantai di taman istana. Tatkala Raja mendengar suara orang yang sedang tertawa lepas dan akhirnya memutuskan untuk melihat kesumber suara.


Begitu terkejutnya raja melihat dua sosok orang yang tengah mengobrol dan bercanda tawa bersama, yang tak lain permaisuri dan pangeran Lee.


Sebenarnya dayang utama Park serta Go jang mi dan para dayang permaisuri lainnya sudah mengetahui kehadiran raja, karena mereka menunggu tidak terlalu jauh dari permaisuri. namun raja memerintahkan agar mereka diam saja.


Hingga akhirnya raja mendengar ucapan permaisuri yang mengatainya Angkuh, sombong, dingin dan bodoh. Dan itu membuat raja tidak bisa menahannya lagi dan mengeluarkan suara.


Flash back off#


Raja berjalan mendekat kearah permaisuri dan juga pangeran Lee, dengan sorot mata yang tajam dan mengintimidasi. Pangeran Lee menelan salivanya untuk membuang rasa gugup didalam dirinya.


Entah mengapa pangeran merasa bahwa dirinya kali ini tidak akan selamat. Ia merasa dirinya akan segera dikuliti dan siap di eksekusi oleh raja. Maka otak cerdasnya pun segera memberi lampu hijau agar ia terselamatkan.


" Hmmm, Kaka ipar sepertinya aku ingat. Tadi ibuku meyuruhku untuk membantunya merawat kucing peliharaannya." Ucap pangeran Lee, lalu segera berlari menjauh dari permaisuri dan juga raja.


Permaisuri merasa bingung dengan ucapan pangeran Lee." Sejak kapan selir Song memelihara kucing?" Kemudian permaisuri menyipitkan matanya dan tersadar. " Dasar kampret, adik nggak ada akhlak. Berani - beraninya dia kabur." Umpat Rani dalam hati.


Akhirnya mau tidak mau Rani menghadapi Raja seorang diri. Rani menarik nafas dalam - dalam mengumpulkan semua tenaga serta kekuatannya. Karena ia tau pasti tidak akan mudah menghadapi raja yang satu ini.


" Hey permaisuri, aku tanya padamu siapa yang kau bilang angkuh, sombong, dingin serta bodoh? Kenapa kau diam saja?" Teriak raja.


" Yang jelas seseorang."


" Apa kau fikir aku tidak mendengarnya, jelas - jelas tadi kau mengataiku."


" Kalau sudah tau, terus kenapa nanya?"


Raja mengusap wajahnya kasar. Baru kali ini ada seseorang yang berani membantah kata - katanya. Dan berdebat dengannya.


" Apa dimatamu aku orang yang seperti itu? Kau anggap aku bodoh?" Tanya raja lagi.


" Iya." Jawab Rani enteng, seakan tidak memiliki rasa takut sedikitpun pada dirinya.


" Kau pikir siapa yang menjaga kesetabilan di kerajaan ini? Dari pagi sampai malam aku terus membaca, dari petisi - petisi yang menumpuk dari berbagai daerah, dan menemukan solusinya. Serta berbagai macam pembukuan pengeluaran dan pemasukan anggaran kerajaan ini. Dan kau sebut aku bodoh?" Bentak raja kepada permaisuri. Hingga membuat semua yang berada disana merasa takut. Bahkan kasim Jang bersembunyi di balik tubuh Pak so joon.


Namun anehnya permaisuri terlihat biasa saja, bahkan ia terlihat tenang.


" Aku tidak pernah meragukanmu dalam melakukan pekerjaanmu. Namun, bodoh yang aku maksud bukan itu."


" Jadi bodoh apa yang kau maksud?"


" Bodoh karena kau tidak tau mana orang yang tulus terhadapmu atau cuma sekedar memanfaatkanmu, bodoh karena kau mencintai orang yang salah, bodoh karena kau cinta buta terhadap satu orang dan melukai banyak orang yang menyayangimu, bodoh karena kau tak mengetahui berapa banyak orang yang kau lukai, bodoh karena kau tidak tau seberapa dalam luka dari orang yang sangat menyayangimu." Jawab permaisuri dengan muka sedikit sedih namun segera ia rubah dengan senyum kecutnya.


Kemudian permaisuri mendekat ke arah raja, lalu membisikan sebuah kata yang membuat raja mematung seketika.


" Kita boleh mencintai seseorang tapi BODOH, jangan." Permaisuri menyunggingkan bibirnya kemudian pergi meninggalkan raja. Yang langsung di ikuti oleh para dayangnya.



Salam manis dari raja yang bodoh🤗


**Terimakasih yang sudah suport dan mau membaca ceritaku semoga kalian suka.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN AGAR AKU LEBIH SEMANGAT BUAT NULISNYA.


😊KAMSAHAMNIDA🤗**


__ADS_2