MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Kejujuran Raja


__ADS_3

Permaisuri keluar dari kediaman raja dengan muka yang memerah karena menahan malu, Rani tengah merutuki kebodohannya yang menerima permintaan raja untuk membantunya mencari buku.


Namun sialnya Rani malah bertemu dan berpapasan dengan selir agung yang hendak berkunjung kekediaman raja. Benar - benar double sial Rani hari ini.


Seperti biasa selir agung membungkuk sopan kepada permaisuri. Namun terlihat jelas, wajah bingung selir agung yang melihat permaisuri baru saja keluar dari kediaman raja.


Tanpa basa - basi selir agung langsung menanyakan kepada permaisuri, alasan apa hingga permaisuri datang mengunjungi raja.


Rani yang melihat gelagat selir agung yang tampak tidak suka jika dirinya berkunjung kekediaman raja, membuat Rani ingin menggodanya. " Sepertinya akan seru." pikir Rani.


" Memangnya salah jika seorang istri datang berkunjung ketempat suaminya?" Tanya Rani kepada selir agung, dan Rani sengaja menekankan kata istri dan suami pada ucapannya.


Selir agung mengepalkan tanganya keras, seakan tidak terima dengan perkataan permaisuri yang menggunakan istilah suami dan istri untuk menggambarkan raja dan permaisuri.


" Tentu tidak ada yang salah permaisuri, hanya saja biasanya anda tidak pernah datang kesini." Jawab selir agung yang tersenyum kecut.


" Kau benar selir agung, biasanya aku memang tidak pernah datang kesini. Tapi mau bagaimana lagi, sepertinya mulai saat ini aku akan sering datang kesini." Ucap Rani tersenyum mengejek.


Mendengar ucapan permaisuri, jelas membuat selir agung merasa kesal. Seakan hatinya kini tengah tersulut api yang siap berkobar.


Selir agung melangkah maju kehadapan permaisuri kemudian menampar pipi permaisuri dengan keras. Para dayang yang berada disana dibuat terkejut dengan aksi selir agung, terutama dayang utama Park dan Go jang mi yang berdiri dibelakang permaisuri langsung.


" Apa kau lupa dengan ancamanku selama ini permaisuri? Apa kau fikir aku berhenti mengganggumu itu, karena aku takut setelah kau berhasil membuatku dihukum oleh ibu suri? Kau salah besar."


" Aku peringatkan jauhi raja seperti biasa, atau aku akan melakukan lebih dari ini. Dan dayang - dayangmu juga akan aku ikut sertakan. Bahkan kejadian didanau itu, tidak ada apa - apanya." Ancam selir agung menggunakan bahasa non formal, lalu menyeringai dan mendorong permaisuri hingga jatuh tersungkur.


Dayang utama Park dan Go jang mi ingin menolong dan membantu permaisuri berdiri, namun tangan mereka dicekal oleh dayang selir agung.


" Selir agung, jangan sakiti permaisuri!" Teriak Go jang mi yang mulai terisak dan menangis.


" Selir agung jika sampai anda berani menyentuh permaisuri, jangan salahkan hamba, jika hamba mengadukannya kepada ibu suri." Ancam dayang utama Park.


" Silahkan jika kau mau mengadukanku kepada ibu suri. Tapi masalahnya, apa kau masih bisa mengadukanku?" Gretak selir agung.


Pandangan selir agung kini beralih kepermaisuri, dilihatnya permaisuri yang masih duduk ditanah akibat tersungkur oleh dorongannya tadi.


Selir agung tersenyum puas, melihat lawannya yang tak berdaya dihadapannya. Dan selir agung sudah bersiap akan melayangkan tangannya untuk melakukan tamparannya yang kedua terhadap permaisuri, namun tanpa selir agung duga, tangannya malah dicekal oleh seseorang.


Selir agungpun murka, karena ada yang berani mengganggu kesenangannya. Dan membalikan badanya untuk melihat siapa orang yang berani menentang dirinya.


Namun seketika muka garang selir agung tampak menciut, saat selir agung melihat orang yang sedang memegang tangannya.


" Yang...yang mulia." Ucap selir agung terbata.


" Apa yang sedang kau lakukan Han sora?" Bentak raja.


FLASH BACK ON#


Setelah permaisuri keluar dari ruangan raja, raja menatap So joon dengan tatapan mengintrogasi. Raja tau dari gelagat So joon, ada sesuatu yang penting yang akan So joon katakan dengannya.


" Katakan ada apa So joon?"


" Begini yang mulia, hamba sudah menyelidiki soal harga beras yang ada di pasaran. Hamba menemukan bahwa sepertinya ada kelompok yang sengaja menimbun beras agar harga beras dipasaran tinggi."


" Apa kau sudah mengetahui siapa dalangnya?"


" Belum yang mulia, tapi hamba menemukan seseorang yang mencurigakan, waktu hamba sedang mengintai di salah satu toko beras yang ada di pasar."


" Namun sayangnya, hamba tidak bisa melihat orangnya, karena orang itu mengenakan cadar."


" Dan hamba berhasil membuntuti orang tersebut, sampai ke sebuah gudang yang ada di tengah hutan terlarang."


" Apa kau tau, gudang apa itu?"


" Mohon maaf yang mulia, hamba tidak tau. Karena hamba hanya mengikutinya sampai didepan gudang saja, dan tidak ikut masuk kedalam. Karena penjagaan disana cukup ketat. Tapi hamba rasa, itu adalah tempat mereka menimbun beras."

__ADS_1


" Baiklah nanti malam kita coba selidiki!"


Suara gaduh dari luar kediaman raja cukup terdengar nyaring sampai kedalam bilik raja. Sampai raja dan So joon serta kasim Jang yang ada di dalam mendengarnya.


Kemudian raja meminta kasim Jang untuk melihat keluar, selang beberapa menit, kasim Jang pun kembali kedalam ruangan dengan wajah yang panik. Seperti habis melihat hantu.


Raja yang melihatnya tampak heran. " Ada apa kasim Jang? Kenapa kau tampak panik seperti itu?"


" Di luar yang mulia, permaisuri dan selir agung sedang bertengkar." Jawab kasim Jang dengan terbata.


Segera raja keluar dari ruangannya dengan tergesa - gesa dan diikuti oleh So joon serta kasim Jang.


Begitu raja berada di luar kediamannya, ia sangat terkejut saat menyaksikan permaisuri yang tengah ditampar lalu didorong oleh selir agung hingga jatuh tersungkur. Dan raja juga melihat ketika dayang utama Park dan juga Go jang mi yang akan membantu permaisuri berdiri namun malah dihalangi oleh dayang selir agung.


Raja sungguh kecewa dengan apa yang tengah ia saksikan kini. Dan raja buru - buru meraih tangan selir agung, saat raja tau bahwa selir agung akan menampar permaisuri.


FLASH BACK OFF#


Kini kembali kemasa sekarang. Selir agung tampak gelagapan saat raja membentaknya. Ia bingung harus bagaimana menjelaskannya terhadap raja.


" Yang mulia, mohon maaf hamba." Ucap selir agung masih terbata dan tangannya sampai gemeteran karena takut dengan raja.


" Apa yang dilakukan permaisuri, hingga kau sampai berbuat sejauh ini?" Bentak raja lagi.


" Hamba hanya tidak suka, jika permaisuri datang berkunjung kekediaman baginda." Ucap selir agung menunduk tak berani menatap raja.


" Bukankah itu wajar, jika permaisuri datang berkunjung kekediamanku. Apanya yang salah? Dimana letak kesalahannya? Sampai kau mendorongnya hingga jatuh tersungkur seperti itu." Bentak raja lagi, namun kali ini dengan emosi yang membara dan tatapan yang mengintimidasi.


Dan itu berhasil membuat selir agung diam seribu bahasa, dan merasa takut akan kemarahan raja terhadap dirinya. Jujur selir agung merasa kaget dengan reaksi raja yang seperti ini. Baru kali ini raja membentak dirinya dan marah besar terhadapnya, dan semua itu gara - gara permaisuri.


Raja melirik kearah permaisuri, dilihatnya pipi permaisuri yang tampak memerah bekas tamparan dari selir agung. Raja mendengus kesal, namun ia tahan. Karena saat ini yang terpenting adalah mengobati permaisuri terlebih dahulu.


Raja membantu permaisuri berdiri, lalu memerintahkan agar dayang selir agung melepaskan dayang utama Park dan juga Go jang mi. Kemudian meminta selir agung untuk kembali kekediamannya terlebih dahulu.


Selir agung menatap raja tak percaya, atas ucapan raja barusan. Kenapa dirinya yang harus pergi? Namun saat selir agung ingin membantah, raja menatap dirinya dengan tajam. Sehingga selir agung mau tidak maupun harus pasrah dan menuruti perintah raja.


Selir agung pergi dengan rasa kesal diikuti oleh para dayang - dayangnya. Sedangkan raja meminta dayang utama Park dan Go jang mi juga untuk kembali kekediaman mereka.


" Tapi yang mulia, bagaimana dengan permaisuri? Jika kami kembali kekediaman?" Tanya dayang utama Park.


" Kalian tenang saja, permaisuri nanti aku yang akan mengantarnya. Sekarang ini, lebih baik permaisuri mengobati pipinya terlebih dahulu dikediamanku." Jawab raja santai.


Dayang utama Park dan Go jang mi tersenyum lega, kemudian memberi hormat lalu mereka undur diri. Dan raja membawa permaisuri masuk kembali kekediamannya.


Permaisuri menyeringai, tanda bahwa ia telah berhasil. Rani memang sengaja diam dan tak membalas selir agung, karena ia mengingat betul, bahwa ia kini berada di depan kediaman raja.


Jika Rani melawan selir agung, justru Rani yang akan rugi. Makanya akting menjadi orang yang tertindas jauh lebih menguntungkan untuk dirinya, karena raja pasti akan mendengar keributan yang ada diluar kediamannya. Rani tau betul bahwa otak bodoh selir agung, sama sekali tidak akan terfikirkan sampai sejauh itu. Karena selir agung hanya mementingkan ego serta amarahnya. Tanpa melihat situasi dan kondisi serta tempat dimana ia berada.


Didalam kediaman raja, kini tampak raja yang tengah telaten mengkompres pipi permaisuri dengan air dingin. Kasim Jang dan So joon menunggu di luar ruangan.


" Apa kau bodoh, kenapa kau diam saja ditindas seperti itu?" Tanya raja sambil mengusap pipi permaisuri.


Permaisuri memutar bola matanya malas, dan memilih diam dari pada menjawab pertanyaan raja.


" Apa setelah ditampar, kau kini menjadi bisu?" Ejek raja lalu menekan pipi permaisuri sedikit keras dengan kain yang ia pegang.


" Aaw, sakit yang mulia. Pelan - pelan." Rani meringis kesakitan.


" Oh ternyata masih bisa bicara, aku kirain bisu."


" Mulai deh, hamba malas saja jika harus berdebat dengan baginda."


" Baiklah aku tidak akan berdebat denganmu permaisuri, sekarang katakan kenapa kau bisa ditampar dan dorong oleh selir agung." Tanya raja lembut.


" Hamba juga tidak tau yang mulia, tapi menurut hamba, sepertinya selir agung cemburu dan tidak suka karena melihat hamba keluar dari kediaman baginda." Jawab Rani jujur.

__ADS_1


" Lalu kenapa kau diam saja, diperlakukan seperti itu?" Tanya raja penasaran.


" Kalau hamba melawan, pasti yang ada baginda akan menyalahkan hamba. Karena telah berindak kurang ajar terhadap selir kesayangan baginda bukan?." Jawab Rani pas kena sasaran.


Raja langsung terdiam, kemudian menaruh kain yang ia pegang ke baskom berisi air es.


" Ya sudah, lebih baik kau istirahat saja. Aku akan berkunjung kekediaman selir agung untuk meminta penjelasan darinya." Ujar raja lalu mecium kening permaisuri dengan lembut.


Rani speeclhess dengan tindakan raja yang tak terduga, apalagi dari tadi raja memperlakukannya dengan baik dan juga lembut.


Raja membaringkan permaisuri difuton miliknya dan menyelimuti permaisuri.


" Aku tinggalkan So joon untuk berjaga di depan pintu, jadi kau tak perlu khawatir lagi. Aku tinggal sebentar ya." Pamit raja kepada permaisuri, kemudian pergi meninggalkan permaisuri sendirian.


Rani mengerutkan keningnya merasa aneh dengan tingkah raja, dan kenapa juga Rani malah menuruti ucapan raja yang menyuruhnya beristirahat dikediamannya. Rani bergulang - guling kekanan dan kekiri untuk mencari posisi yang nyaman untuk tidur.


Walaupun Rani berusaha untuk memejamkan matanya, namun tetap saja ia tidak bisa tidur. Rani memegang dadanya yang tampak berdegub cukup kencang.


" Perasaan apa ini? Kenapa rasanya bisa segelisah ini."


Tiba - tiba Rani meneteskan air mata, Rani juga bingung kenapa dirinya bisa menangis. Rani tidak bisa menggontrol perasaannya.


" *Apa ini perasaan Kim so hee, kenapa kau menangis? Apa kau menangis karena bahagia, diperlakukan lembut seperti itu oleh raja? Kau jangan bodoh Kim so hee, jangan baperan diperlakukan lembut sedikit, langsung meleleh. Kau harus jual mahal."


" Apa ini, yang selama ini kau inginkan Kim so hee? Mendapat perlakuan yang baik dan lembut dari raja? Apa kau merasa senang sekarang? Kalau kau mau, aku akan berusaha agar raja memperlakukanmu dengan baik. Agar kau bisa tenang." Batin Rani*.


Entah sudah berapa lama Rani menangis, hingga akhirnya sang empupun merasa lelah dan tertidur.


Raja tiba di kediaman selir agung, Selir agung pun menyambut raja dengan gembira. Raja duduk di singgahsana selir agung, sedangkan selir agung duduk menghadap raja. Jarak mereka dipisahkan oleh meja kecil yang berada di hadapan mereka.


Selir agung menuangkan minuman dari teko ke gelas kecil dihadapan raja. Kemudian raja meminumnya dalam sekali tenggak. Dan menaruh kembali gelas tersebut keatas meja.


Tampak tak ada raut senang sama sekali diwajah raja, hanya raut kemarahan dan kekecewaan yang tertera di wajah tampannya saat ini.


" Kenapa kau melakukan itu Han sora?" Tanya raja langsung pada intinya.


Wajah selir agung yang tadinya berseri - seri karena kedatangan raja, akhirnya berubah masam saat mendengar pertanyaan dari raja.


" Iya itu, karena hamba tidak suka jika permaisuri datang kekediaman baginda." Jawab selir agung apa adanya.


" Tapikan tidak perlu melakukan sampai sejauh itu, kau bahkan menyakitinya Sora." Ucap raja yang mengusap wajahnya kasar.


" Kenapa yang mulia membela permaisuri? Apa yang mulia mulai menyukainya?" Tanya selir agung dengan intonasi yang meninggi.


Raja terdiam, dan bingung harus bagaimana menjelaskannya terhadap selir agung mengenai perasaannya.


" Kenapa yang mulia diam saja, benar kan yang hamba bilang? Yang mulia mulai menyukai permaisuri. Apa baginda lupa tentang janji yang baginda ucapkan terhadap hamba? Baginda berjanji bahwa tidak akan pernah menyukai permaisuri dan tetap akan mencintai hamba. Dan baginda menikahi permaisuri hanya agar kita mendapat restu dari raja terdahulu dan juga ibu suri." Cecar selir agung yang mulai emosi.


" Huuuuh." Raja menarik nafasnya kasar. Lalu menatap selir agung.


" Maafkan aku Han sora, tetapi aku harus jujur. Aku memang mencintai permaisuri, bahkan saat pertama kali aku bertemu dengannya aku sudah mulai menyukainya. Maafkan aku yang tidak bisa menepati janji kita Han sora." Jawab raja dengan berat hati.


Mendengar hal itu langsung dari mulut raja, hati selir agung bagai tersambar petir disiang bolong. Muka selir agung tampak mengeras, urat - urat syarafnya sampai terlihat jelas. Bahkan selir agung juga membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


" Maafkan aku Sora, karena telah mengecewakanmu. Aku tau aku pria breksek. Kau boleh marah terhadapku tapi ku mohon, jangan sakiti permaisuri. Bagaimanapun ini semua bukan salahnya, tapi salahku."


" Aku telah berusaha, selama ini mencoba menjauhi permaisuri dan mengabaikannya. Namun perasaanku terus tumbuh dan kini semakin kuat Sora. Aku benar - benar minta maaf, aku tau ini menyakitimu. Tapi aku harus tetap jujur terhadapmu." Jelas raja panjang lebar.


Selir agung jatuh terduduk dan tak kuasa menahan tangisnya yang akhirnya mulai pecah.


Raja mencoba menenangkan selir agung dan memeluknya. Cukup lama selir agung menangis dipelukan raja. Hingga akhirnya raja memutuskan merenggangkan pelukannya dari tubuh selir agung.


Kemudian raja berpamitan kepada selir agung, dan pergi meninggalkan selir agung yang masih sesegukan.


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2