MENDADAK PERMAISURI

MENDADAK PERMAISURI
Dibalik Kelompok Penimbun Beras


__ADS_3

Raja kini sudah duduk disinggahsana miliknya dan berperilaku seperti biasa, raja berpura - pura tidak terjadi apa - apa terhadap dirinya. Dan itu sukses besar, tidak ada satu menteripun yang mencurigai dirinya.


Raja membaca semua petisi - petisi yang sudah menumpuk dimejanya, namun raja tak menemukan satupun petisi yang menyinggung tentang harga beras dipasaran.


Padahal sudah dari beberapa hari yang lalu, saat raja mengetahui adanya masalah tentang harga beras dari Park bo geum, namun nyatanya tidak satu petisipun yang menyampaikan tentang masalah itu keraja.


Raja jadi berfikir, " A**pa selama ini ada yang mensabotase petisi - petisi yang seharusnya dibaca olehku? Kalo benar, aku harus segera menemukan siapa pelakunya."


Raja melirik kearah para menteri yang sudah berjejer rapi dihadapannya, mencoba menelisik siapa kira - kira mentri yang berani kurang ajar mensabotase petisi yang masuk kedalam istana.


Namun hasilnya nihil, raja sama sekali tidak memiliki petunjuk tentang sipelaku. Tetapi raja yakin, bahwa kelompok penimbun beras itu pasti memiliki koneksi orang dalam yang bekerja diistana. Dan memiliki jabatan yang cukup tinggi.


" Aku harus memancing musuh yang bersembunyi, dengan umpan yang akan menarik mereka. Agar mereka mau keluar dan menunjukan batang hidung mereka."


" Perdana menteri Kim, bukankah kemarin kau melaporkan bahwa hasil panen dikerajaan kita kali ini, sangat melimpah?" Tanya raja kepada perdana menteri Kim tae hoon, ayah dari permaisuri yang merupakan menteri pertanian dan bahan pangan.


" Benar yang mulia." Jawab mentri Kim mantap.


" Apakah hasil panen kali ini dapat mencukupi kebutuhan pokok semua rakyatku perdana menteri Kim? Soalnya aku sama sekali tidak melihat dan mendengar bahwa ada keluhan mengenai kebutuhan pokok mereka?" Tanya raja mulai melemparkan umpannya.


" Benar yang mulia, hasil panen kali ini benar - benar melimpah. Sehingga rakyat biasa juga dapat menikmatinya dengan harga yang murah dan terjangkau. Bahkan hasil pajak dari para petani juga sangat banyak, sampai lumbung padi diistana ini tidak cukup, dan terpaksa hamba memerintahkan agar menaruhnya digudang peralatan perang yang sudah tidak terpakai lagi yang mulia." Jelas perdana menteri Kim.


" Oh, begitu rupanya." Ucap raja sambil mengelus - elus dagunya dengan menyunggingkan bibirnya.


" Tapi apa kau yakin jika harga beras dipasaran setabil perdana menteri Kim?" Tanya raja yang kini mulai menarik hasil umpan yang ia lempar.


" Uhuk..uhuk..." Perdana menteri Choi terbatuk saat mendengar pertanyaan raja.


Raja melirik tajam kepada perdana menteri Choi, perdana menteri Choi pun sadar dan tau akan kesalahan yang telah ia perbuat, lalu mencoba menelan salivanya agar perasaan gugup dan takutnya berkurang. Karena saat ini tubuh perdana mentri Choi tengah bergetar hebat, akibat tatapan tajam yang raja berikan padanya.


" Maafkan hamba yang mulia." Ucap perdana menteri Choi terbata.


Kemudian raja kembali mengalihkan pandangannya kepada perdana menteri Kim dan menunggu jawaban yang akan dikatakan oleh perdana menteri Kim.


" Kalo soal itu, hamba sudah memastikan dan mengecek bersama para bawahan hamba, tentang harga beras dipasaran saat ini. Menurut hamba, sejauh ini masih normal dan wajar yang mulia." Jawab perdana menteri Kim Jujur.


" Baiklah kalo begitu, aku hanya ingin memastikan saja, hasil kerja kerasmu sungguh sangat bagus perdana menteri Kim. Namun aku harap kau coba mensurvai dan meninjau kembali soal harga beras dipasaran perdana menteri Kim, agar kesejahterahan rakyatku lebih terjamin." Ujar raja memberi saran.


" Baik akan hamba laksanakan yang mulia." Jawab perdana menteri Kim lalu membungkuk memberi hormat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah rapat diaula istana selesai, kini terlihat perdana menteri Han tae kyung dan perdana menteri Choi serta dua perdana menteri lainnya, tengah duduk dikursi disalah satu ruangan diistana. Mereka tampak sedang berdiskusi.


" Kenapa raja tiba - tiba menanyakan hasil panen dan harga beras dipasaran? Tadi itu, benar - benar membuatku kaget." Keluh perdana menteri Choi lalu mengusap dadanya.


" Aku rasa raja sudah mulai curiga soal harga beras dipasaran yang tidak masuk akal." Ucap salah satu perdana menteri yang bernama Hwang min hyung.


" Benar sekali, soalnya kemarin Han tae moo mengatakan bahwa So joon mengikutinya sampai digudang penyimpanan beras." Ucap perdana menteri yang duduk di sebelah perdana menteri Hwang min hyung. Yang bernama Song ji hyo.


Han tae moo adalah ponakan dari perdana menteri Han tae kyung ayah selir agung.


" Benarkah?" Tanya perdana menteri Choi.


" Benar, untung saja Han tae moo mengetahuinya. Lalu segera memindahkan semua beras yang kita timbun kekediamanku." Ujar perdana menteri Hwang min hyung.


" Bisa berabeh urusannya kalo sampai ketahuan oleh raja, bisa - bisa kepala kita melayang atau digantung ditengah kota." Ucap perdana menteri Choi yang ceplas ceplos. Sambil mengusap lehernya.


" Tenang semua aman." Ucap perdana menteri Hwang min hyung lalu menepuk pundak perdana menteri Song ji hyo yang duduk disebelahnya.


" Tetapi kita harus tetap waspada, bukankah tadi malam Han tae moo melapor bahwa semalam So joon mendatangi gudang penyimpanan beras kembali?" Tanya perdana menteri Song ji hyo.


" Benar semalam So joon datang kembali ke gudang bersama seorang pria, setelah Han tae moo selesai memindahkan semua beras itu. Jadi mereka tidak menemukan apapun disana." Jelas perdana menteri Hwang min hyung.


" Kerja bagus." Ucap perdana menteri Han tae kyung, yang sedari tadi hanya diam menyimak.

__ADS_1


Sementara perdana menteri Choi tersenyum senang mendengar berita yang baru saja ia dengar.


" Katanya semalam Han tae moo juga memanah pria yang datang bersama dengan So joon, namun panahnya meleset hanya mengenai lengannya saja." Ucap Hwang min hyung kembali.


" Benarkah?" Tanya perdana menteri Han tae kyung.


" Han tae moo mencurigai pria yang datang bersama So joon itu raja, makanya Han tae moo sengaja memanahnya untuk memastikannya." Ujar perdana menteri Song ji hyo.


" Maksudnya?" Tanya perdana menteri Choi yang tak paham.


" Jika terjadi sesuatu dengan raja, berarti benar dugaan Han tae moo bahwa pria yang datang dengan So joon itu adalah raja, makanya Han tae moo sengaja memanahnya. Agar kita tau siapa pria itu? Jika itu raja, berarti kita harus waspada terhadap raja, dan segera menyusun rencana." Perdana menteri So ji hyo menjelaskan.


" Benar juga, tapi tadi raja terlihat baik - baik saja. Bahkan tatapannya juga masih tajam seperti biasanya, sampai bulu kudukku merinding dibuatnya." Ujar perdana menteri Choi yang bergidik ngeri.


" Walaupun pria itu bukan raja kita tidak boleh lengah, dan harus tetap waspada. Karena So joon sudah mulai curiga dan menyelidiki masalah ini." Timpal perdana menteri Han tae kyung.


" Benar sekali, kita harus tetap waspada. Dan aku rasa memang pria itu bukanlah raja, karena menurut kabar yang beredar semalam permaisuri bermalam dikediaman raja." Ujar perdana menteri Song ji hyo.


" Benarkah?" Ucap perdana menteri Choi yang langsung membekap mulutnya karena terkejut.


" Bagaimana mungkin, bukankah selama ini permaisuri tidak pernah diperdulikan oleh raja." Tanya perdana menteri Choi tak percaya.


" Aku juga tidak tau, aku hanya mendengar berita itu dari para dayang yang tengah berbisik." Jawab Perdana menteri Song ji hyo.


" Kalo begitu, kau harus mencari tau tentang kebenaran berita itu perdana menteri Han!" Ujar perdana menteri Hwang.


" Baiklah, nanti akan aku tanyakan mengenai hal ini kepada putriku." Jawab perdana menteri Han dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Kini perdana menteri Han tae kyung berencana untuk menepati ucapannya kepada para rekannya untuk menanyakan prihal tentang permaisuri yang bermalam dikediaman raja kepada putrinya, dan kini perdana menteri Han tengah berada di depan kediaman selir agung dan hendak berkunjung.


Perdana menteri Han masuk kedalam kediaman selir agung dan meminta dayang untuk mengumumkan bahwa ia datang berkunjung.


Setelah mendapat izin, perdana menteri Han masuk kedalam ruangan selir agung. Begitu masuk ruangan, mata perdana menteri Han langsung menyapu bersih melihat kesemua penjuru ruangan selir agung yang tampak berantakan bagaikan kapal pecah.


" Kenapa kebiasaan burukmu ini tidak pernah berubah? Seharusnya kau ingat bahwa posisimu kini, tak sepantasnya berbuat seperti ini selir agung." Tegur perdana menteri Han yang tau betul tabiat putrinya ketika sedang marah.


" Ayah." Ucap selir agung dengan muka sendu.


" Ayah mengerti, jika kau pasti kesal setengah mati saat mendengar permaisuri bermalam dikediaman raja, tapi kau tetap harus menjaga sikapmu selir agung, bagaimana jika orang - orang diistana mengetahui bahwa kau melakukan semua ini, kau akan menjadi bahan olok - olokan serta gunjingan para dayang istana. Dan martabatmu akan jatuh." Ujar perdana menteri Han lalu duduk dihadapan selir agung.


" Apa? Permaisuri bermalam dikediaman raja?" Tanya selir agung yang terkejut dengan apa yang ayahnya ucapkan.


Perdana menteri Han tampak bingung dan juga heran, dengan reaksi putrinya yang tampak terkejut seakan tidak tau tentang kabar tersebut.


" Apa kau tidak tau tentang kabar itu putriku?" Selir agung menggelengkan kepalanya.


" Lalu apa yang membuatmu marah? Sehingga kau membuat ruanganmu berantakan seperti ini?" Tanya perdana menteri Han penasaran.


" Kemarin sore raja datang berkunjung, dan mengatakan bahwa ia telah jatuh cinta terhadap permaisuri. Dan juga mengatakan bahwa raja sudah menyukai permaisuri dari pandangan pertama, walaupun raja sudah berusaha mengabaikan permaisuri, namun rasa cintanya terhadap permaisuri terus tumbuh. Jelas semua itu, membuatku kesal ayah. Padahal aku sudah berusaha menjauhkan mereka, namun kenapa semuanya sia - sia."


" Tapi aku tidak menyangka bahwa raja secepat itu mengajak permaisuri bermalam dikediamannya. Ayah asal kau tau saja, walaupun aku sering datang berkunjung kekediaman raja, tetapi raja tidak pernah mengizinkanku untuk bermalam disana." Adu selir agung sambil menahan tangisnya.


Perdana menteri Han mendekat keputrinya lalu memeluk dan mengusap rambut selir agung dengan lembut. " Sudahlah, kau tidak boleh bersedih lagi. Sebaiknya kita buat rencana agar raja tidak berpaling darimu."


" Maksud ayah?" Tanya selir agung lalu mendongakan kepalanya.


" Kau tenang saja, semuanya kau serahkan kepada ayahmu ini. Semuanya akan baik - baik saja, dan raja akan kembali kepadamu. Ayah akan membuat rencana agar permaisuri dan raja berpisah." Ucap perdana menteri Han yang mencoba menenangkan serta meyakinkan putri kesayangannya.


Setelah mendengar penuturan ayahnya, selir agung merasa lega dan kembali memeluk ayahnya. Lalu perdana menteri Han mencium kening putrinya dengan kasih sayang.


Dikediaman raja, permaisuri tampak tengah menikmati sarapan yang sudah koki istana masak sesuai dengan perintah raja. Permaisuri tampak makan dengan lahap.


Namun kemudian pintu ruangan terbuka dan menampilkan sosok raja yang baru saja kembali dari rapatnya. Permaisuri hanya melirik sekilas lalu melanjutkan makannya tak menghiraukan kedatangan raja.


" Sepertinya permaisuri sangat menikmati sarapannya, sampai tak menghiraukan kedatanganku." Goda raja sambil berjalan kearah permaisuri.

__ADS_1


Namun permaisuri tetap tak bergeming dengan sindiran yang raja ucapkan untuk dirinya, dan tidak menghiraukannya sama sekali, malah tetap menyendok makanan yang ada dihadapannya lalu memasukan kedalam mulutnya.


Raja duduk disebelah permaisuri, lalu saat permaisuri kembali menyendok makanannya raja langsung mengarahkan sedok yang dipegang oleh permaisuri kemulutnya dan memakan makanannya.


Permaisuri jelas merasa kesal dengan tindakan raja yang menurutnya telah mengotori sendoknya dengan mulut raja. Karena bagi Rani, selama ia hidup dijaman moderen, ia tidak pernah berbagi makanan atau minuman dengan orang lain dengan menggunakan sendok atau sedotan yang sama. Jelas Rani merasa kesal dan jijik, dan tidak nafsu makan lagi.


" Yang mulia." Bentak Rani yang merasa kesal.


" Apa?" Tanya raja dengan muka tanpa dosa.


" Itukan sendok milik hamba, kenapa yang mulia malah makan menggunakan sendok bekas hamba?" Protes Rani.


" Kenapa emangnya?" Tanya raja lagi pura - pura polos.


Rani berkacak pinggang, dan melotot tajam kearah raja, namun raja justru tertawa melihat tingkah koyol permaisuri saat sedang kesal.


Permaisuri malah semakin bingung dengan tingkah aneh raja. " Kenapa nih orang? Kesurupan apa ya?"


Raja menatap wajah bingung permaisuri, lalu mendekat kearahnya hingga permaisuri merasa kikuk dan memundurkan tubuhnya. Namun raja tetap mendekat kearah permaisuri hingga akhirnya tubuh permaisuri kehilangan keseimbangan saat memundurkan tubuhnya, karena posisinya yang tengah duduk membuat permaisuri sulit untuk bergeser saat raja mulai mendekatinya.


Dengan sigap raja menahan tubuh permaisuri, mata mereka saling bertatapan dan detang jantung mereka berdua seakan berdisco ria. Ditengah situasi yang canggung itu, tiba - tiba tangan raja meraba lengan permaisuri dan mengambil sendok yang tengah digenggam oleh permaisuri, kemudian raja kembali keposisi duduknya semula, dan menyantap makanan milik permaisuri dengan lahap dan tanpa tau malu.


Lagi - lagi permaisuri dibuat speechless oleh raja.


" Perutku sudah kelaparan dari tadi malam aku belum makan, kelamaan kalo aku harus menunggu koki istana memasak makanan untukku." Celoteh raja sambil menyantap makanannya.


" Baiklah yang mulia bisa memakannya." ucap permaisuri lalu mengambil teko dan menuangkan minuman kedalam gelas dan meminumnya.


" Kenapa nggak bilang aja sih, bikin orang jantungan aja. Kalo kaya gini terus, lama - lama bisa serangan jantung mendadak beneran."


Rani menuangkan lagi minuman kegelasnya namun lagi - lagi raja menyerobot gelasnya lalu meminumnya hingga habis.


Rani geleng - geleng kepala melihat tingkah raja yang seperti bocil yang nggak dikasih makan berhari - hari. Rani menjadi tersenyum sendiri.


" Permaisuri apa yang tengah kau pikirkan? Kenapa kau tersenyum sendiri?"


Jeder, suara raja mengagetkan permaisuri. Permaisuri yang gugup dan reflek menepuk lengan raja.


" Nggak ada." Sanggah permaisuri.


Raja meringis kesakitan, dan itu membuat permaisuri khawatir. Permaisuri lupa bahwa lengan raja terluka.


Permaisuripun panik, bingung harus bagaimana. Saat permaisuri akan memanggil kasim Jang yang berada diluar ruangan, raja malah membekap mulut permaisuri. Dan permaisuri terdiam.


" Kau tenang dulu permaisuri!" Ucap raja sambil menikmati wajah khawatir permaisuri.


Saat permaisuri sudah mulai tenang, raja mulai melepaskan tangannya yang membekap mulut permaisuri.


" Aku hanya bercanda, apa kau lupa tangan kiriku yang terluka bukan tangan kananku." Ujar raja dengan nada lembut.


Permaisuri mengerutkan keningnya dan memanyunkan bibirnya, merasa kesal karena sudah ditipu oleh raja. Hampir saja permaisuri reflek akan memukul lengan kiri raja yang terluka.


Namun berhasil dicegah oleh raja. Raja tersenyum manis kepada permaisuri. Sampai permaisuri terpana akan senyuman raja yang meneduhkan dan membuat jantung permaisuri dugun - dugun.


Kemudian permaisuri menanyakan kepada raja apakah raja sudah mengganti perbannya? Dan raja hanya menggeleng saja.


Akhirnya permaisuri menawari raja untuk mengganti perban dilengannya dan mengobati lukanya. Dengan senang hati raja mengiyakan tawaran permaisuri. Lalu raja meminta obat kepada kasim Jang dan juga kain yang baru. Dengan perlahan dan telaten permaisuri mengobati dan mengganti perban raja. Raja merasa sangat senang dengan permaisuri yang memperlakukannya dengan lembut saat mengobati lengannya. Rasanya raja ingin jika waktu berhenti saat ini, agar raja terus bisa menikmati sikap lembut permaisuri.



Bonus gambar raja yang merasa senang dengan perlakuan lembut permaisuri 🤣🤗


Maaf ya nggak bisa up tiap hari, pengennya sih bisa up tiap hari, tapi apa daya moodku naik turun. Karena aku masih belajar dalam menulis, mohon maaf jika ada typo. Aku suka bingung buat nuangin ide dalam pikiran aku kedalam bentuk tulisan agar mudah dimengerti serta dipahami oleh pembaca. Padahal aku udah tau bakal dibawa kemana ceritanya dan endingnya juga aku sudah tau. Tapi aku tetap berusaha dan bakal nulis sampai cerita ini sampai selesai, harap bersabar dan ikuti terus Mendadak Permaisuri ya🙏😘


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🤪🤗

__ADS_1


__ADS_2