Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 10 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Naura yang melihat dan mendengar adegan itu merasa puas, niatnya menjauhkan Aditya dari keluarganya kini sudah tercapai.


Baguslah ...


Begitulah gumaman Naura,


"Aditya, kau jangan khawatir masih ada aku bersama mu,"Ucap Naura seraya memegang tangan Aditya, namun Aditya segera menepis nya, dan pergi tanpa berkata sekata pun pada Naura,


"Tidak di sangka seorang, dokter bisa juga jadi pelakor, apa sudah tidak ada laki-laki lagi, sehingga tega mengambil laki wanita lain"


"Betul, benar-benar menjijikkan, "


umpat salah satu dari pengunjung tempat itu, .


"Hei ... kalian bisa tutup mulut tidak, kalian tidak tahu kejadian yang sebenarnya, dia tidak menyukai Istrinya ... lalu dimana salahku ..."Teriak Naura pada semua pengunjung rumah makan itu


"Cih... dimana-mana pelakor itu tetap salah, murahan dan menjijikan, Elu nya aja kegatelan, kalau cowok itu lebih memilih elu dari pada istrinya, itu berarti cowok itu buta, di lihat dari tampang aja elu kalah jauh"ucap wanita yang tepat berada di samping meja Naura,"


Dan begitu banyak lagi cercaan dan celaan terhadap nya, membuat amarah Naura makin membara, lalu ia memutuskan untuk pergi meninggalkan segerombolan orang yang telah menggunjing nya,


"Sialan ... tapi biarlah ... Toh keinginanku sudah terwujud, baiklah,Naurab... kamu cukup bersabar hari ini,berikan waktu untuk Aditya tenang, hufttt" Ucap Naura pada diri sendiri


*****


"Aisyah ... pergilah dari rumah ini, Ibu akan mengirim mu ke suatu tempat, masalah perceraian mu dan Aditya, biar ibu yang urus, Aisyah, atas nama Aditya, ibu minta maaf"Ucap ibu Martha dengan tegas, namun ada kesedihan, penyesalan dan juga amarah, Aisyah yang masih menetes kan air matanya, berdiri lalu memeluk wanita yang ia anggap seperti ibunya sendiri,


"Ibu ... maafkan aisyah,apakah ibu kecewa dengan Aisyah ...?"Ucap Aisyah seraya masih memeluk mertuanya,


"Kamu adalah menantu kesayangan ibu, ibu tidak salah menilai mu, hanya saja, ibu yang tidak berhasil mendidik Aditya, agar menjadi suami yang baik untukmu, Aisyah ... carilah kebahagiaan mu, ibu akan selalu mendukungmu nak"ucap ibu Martha membelai kepala Aisyah

__ADS_1


Saat mereka berpelukan, Aditya datang


"Ibu ... dengarkan penjelasan Aditya Bu ..."


"Tidak ada yang harus kau jelaskan Aditya, pergilah,"Ucap Marta seraya membelakangi Aditya,


"Aisyah ... dengarkan mas, kamu sudah tahu sendiri kan bagaiamana mas menjelaskan padamu tentang persahabatan mas dan Naura, Aisyah, mas benar-benar tidak ada hubungan spesial dengan Naura"ucap Aditya seraya memegang kedua bahu Aisyah,


"Apakah selama ini aku kurang percaya sama mas, aku selalu mempercayai mas, hanya saja, Kini aku ingin menyerah mas, kita tidak sejalan, maafkan aku, karena aku sudah menjadi duri dalam kehidupan mas selama ini, Marilah kita introspeksi dulu mas,"Ucap Aisyah,


"Mas mohon jangan meminta cerai dari mas, beri kesempatan untuk mas Aisyah"mohon Aditya pada Aisyah, Namun ...


"Cukup Aditya ... pergilah ... keluarlah dari kamar ini"ucap marah sang ibu,


Aditya sangat tahu ibunya, jika ibunya marah, tidak akan ada orang yang berani menentangnya, meski itu adalah ayahnya sendiri.


"Ibu keluar dulu, kau istirahat lah"Ucap ibu Martha seraya mengusap air mata Aisyah yang masih membasahi pipinya


"Ibu ... jangan marah pada mas Aditya"


Ucap Aisyah saat ibunya hendak melangkah kan kakinya, sesaat langkah kaki ibunya terhenti, namun langsung ibunya meninggal kan kamar itu,tanpa kata sepatah pun


Terlihat semua orang berkumpul di ruang keluarga, jelas,setelah kejadian itu, Rosa segera menghubungi suami nya dan anaknya, terlihat juga wajah lesu Aditya


Martha tidak ingin bergabung dengan keluarga besar,namun panggilan dari suami Rosa membuatnya menghentikan langkahnya


"Masalah ini, bukan lagi masalah kecil, mungkin bagi Aditya, ia akan sangat mudah untuk mencari pengganti Aisyah, tapi tidak untuk Aisyah, menyandang status janda tidak lah mudah, jadi kemarilah bicarakan ini dengan baik-baik"Ucap suami Rosa, sekaligus kakak ipar Martha, Akhirnya Martha duduk di samping suaminya, dengan tatapan amarahnya,


"Kau yakin ingin membuat keputusan ini martha?"tanya suami Rosa

__ADS_1


"Ini kesalahan fatal kak, Aku bukanlah orang yang pilih kasih, meski itu anakku sendiri yang salah, dia harus menanggung kesalahan nya, dan Aisyah, dia tidak harus terikat dengan pernikahan yang membuatnya menderita lahir dan bathin nya kak,"


"Ibu ... dengarkan penjelasan Aditya dulu"selang Aditya,


"Cukup Aditya, aku sudah tahu semuanya, awal nya aku kira itu hanyalah gosip para suster di rumah sakit, beredarnya rumor itu, sudah membuat muka ibu ini malu, di tambah lagi dengan bukti nyata yang ada di hadapan ibu, kau masih ingin menyangkal nya begitu aditya" bentak Martha tidak bisa menahan emosi,


"Ibu ... kejadian nya bukan seperti yang ibu lihat"


"Sekarang ibu bertanya di hadapan keluarga besar kita, selama dua bulan ini apakah kau menyentuh Aisyah, Aditya ...?


selama dua bulan ini apakah kau berkata lembut padanya,


selama dua bulan ini, pernah kah kau mengajaknya jalan berdua aditya, Tidak ...!


kau tidak melakukan semua itu Aditya, dan kau mengabaikan Aisyah selama ini, apakah Aisyah menolak, Tidak ... ia menerima semuanya, namun Aditya, di situlah kau gagal menjadi seorang laki-laki dan seorang suami, bahkan kau selalu membuat alasan tentang pasien, dan rumah sakit, ibu benar-benar kecewa terhadapmu"ucap Martha dengan amarah yang ber kobar, semua orang terdiam mendengar kenyataan yang Martha ungkap kan,


"Masih banyak laki-laki di luaran sana yang menginginkan wanita Sholehah seperti Aisyah, dan kau ... kau malah menyakitinya aditya, kenapa kau bilang iya saat itu, kenapa kau harus mau ibu jodohkan dengan Aisyah, jika kau akan membuat nya terluka"


Sejenak Martha terdiam, ia menghirup nafas dalam-dalam,


"Seharusnya kau menolak pernikahan itu, jika kau hanya menyakiti nya, "ucap Martha seraya pergi meninggalkan mereka semua dengan air mata yang tidak bisa lagi Marta tahan, ini pertama kalinya, Martha merasa sangat marah terhadap anaknya, Aditya, Aditya selama ini adalah anak kebanggaan nya, kebanggaan semua orang dirumah ini, namun saat ini kesalahannya telah menggores luka di hati ibunya,


Ibu Martha menangis di dalam kamarnya,


"Kau tenang lah dulu, beri waktu untuk Aisyah dan Aditya"ucap sang suami yang baru masuk kedalam kamar nya,


"Waktu untuk apa lagi yah, ayah tahu, bagaimana perasaanku saat tahu hal ini, sakit ayah ..,apalagi Aisyah ... bagaimana perasaan nya, saat ia di tinggal di waktu malam pertama nya, bagaimana luka hatinya saat melihat foto suaminya yang merangkul wanita lain, ibu juga wanita yah, ibu bisa merasakan sakit itu"ucap sang Bu Martha


"Lalu, apakah kau akan membiarkan mereka bercerai?"

__ADS_1


__ADS_2