
Aditya pulang dari klinik dengan senyuman yang terus terlihat, Banyak warga yang menyapa padanya. Hingga tanpa ia sadari, Aditya sudah sampai di depan rumah Aisyah.
"Assalamualaikum" Ucap Aditya seraya membuka sepatunya yang penuh dengan lumpur
"Waalaikumsalam, " jawab Aisyah yang kini keluar dan mencium punggung tangan Aditya, lalu mengambil tas kerja Aditya
"Dek, Aku ada telfon dari rumah sakit, Besok aku harus ke kota, Apa kau bisa ikut? tidak apa-apa jika kau mau membawa Kenzo" Ucap Aditya seraya menatap Aisyah, ingin melihat ekspresi wajah istrinya
"Ada pasien yang harus aku tangani, aku harap kau bisa ikut" ucap Aditya lagi
"Mmmm, besok Mas Rian akan menjemput Kenzo, Mas. aku kabari dia lagi ya ... siapa tahu kita bisa ketemuan disana sama dia" ucap Aisyah
"Biar aku saja yang bicara sama dia, Dek." ucap Aditya yang tidak suka jika Aisyah banyak bicara dengan Rian
"Baiklah, Mas" ucap Aisyah seraya mengikuti langkah Aditya dengan tangannya yang membawa tas hitam kerja milik Aditya.
"Ini mas, kalau mau bicara sama Mas Rian" Aisyah menyodorkan ponselnya pada Aditya
"Ah, baiklah " ucap Aditya seraya mengambil ponsel dari tangan Aditya
"Mas minum teh jahe, atau _"
"Teh jahe aja, dek. Kebetulan Mas dingin sekarang " ucap Aditya
"Baiklah, aku tinggal dulu ya, Mas." ucap Aisyah seraya berlalu dari kamarnya meninggalkan Aditya yang ingin bicara dengan Rian.
Setelah sambungan telfon itu terhubung,
"Assalamualaikum, Mbak" ucap Rian
__ADS_1
"Waalaikumsalam, ini aku suaminya Aisyah " ucap Aditya
"Eh, Mas Aditya, ya ada apa, Mas" tanya Rian, yang tidak menyangka kalau Aditya yang ingin bicara dengannya
"Gini, Aisyah mengatakan kalau kau akan menjemput Kenzo besok, bisa kah kita bertemu di kota saja, aku ada panggilan dari rumah sakit dan akuningin membawa Aisyah juga, jadi,_"
"Aku mengerti Mas, Baiklah ... aku akan menemui mbak Aisyah dan Mas Aditya di kota saja, " ucap Rian
"Baiklah, kalau begitu ... sampai bertemu besok" ucap Aditya seraya memutuskan panggilan itu.
Rian tersenyum mendengar suara Aditya, Ia tahu kalau diantara Aisyah dan Aditya ada masalah yang menimpa rumah tangganya, Tapi ... Rian yakin, bahwa keduanya bisa menjalankan cobaan hidup dalam rumah tangganya karena Rian tahu, mereka adalah orang-orang yang baik yang sedang di uji.
Malam telah tiba, Dingin semakin terasa, apalagi saat hujan baru saja turun, membuat suasana makin dingin. Aditya menutup jendela kamar Aisyah. Kenzo kini tidur dengan bibi nya Aisyah.
Suasana kamar kini terasa berbeda, Dimana saat ini Aditya mendekati Aisyah yang duduk di depan meja riasnya. Dengan hijab yang masih menutupi rambut Aisyah, Aditya berdiri di belakang tubuh Aisyah dan memegang kedua pindah Aisyah.
"Kau sangat cantik, Dek" ucap Aditya Seraya membungkukkan tubuhnya sehingga kini dagunya berdekatan dengan bahu Aisyah, Terasa jelas nafas hangat Aditya di pipi Aisyah .
"Mari kita awali semuanya, Dek" imbuh lagi Aditya seraya kini menurun kan tangannya melalui bahu Aisyah dan menyentuh tangan Aisyah, kini posisi Aditya memeluk Aisyah dari belakang, Bahkan pipinya kini menempel pada pipi Aisyah. Aisyah bagai orang mati yang tak bergerak sama sekali.
"Izinkan aku menjadi suami sepenuhnya untuk Adek, izinkan Mas menjadikanmu istri sepenuhnya untuk Mas" ucap Aditya seraya mencoba mencium pipi sang istri, tidak ada penolakan dari Aisyah
Aditya berdiri dan membuat Aisyah juga berdiri dari duduknya. Tatapan mereka kini saling beradu, Aditya membelai pipi Aisyah dengan lembut, Mencium keningnya turun kehidung dan kini turun ke bibirnya, Aisyah memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan sang suami. Ia sudah siap jika ia harus menyerah kan sesuatu yang memang sudah menjadi hak suaminya.
"Lepas kerudungku ya, Dek. izinkan aku untuk melihat rambut indah mu" ucap Aditya seraya menarik jarum yang di bawah dagu Aisyah. Ya ... kini hijab itu terlepas, menampilkan leher Aisyah yang putih jenjang. Hijab itu turun ke bahu Aisyah, Aditya mengambilnya dan meletakkan di meja rias. membelai rambut Aisyah yang begitu indah, hitam lebat dan lurus itu.
"Apakah Adek ikhlas?" tanya Aditya
"Aku ikhlas, Mas" jawab Aisyah seraya tersenyum pada Aditya.
__ADS_1
Mendengar jawaban Aisyah, Aditya tersenyum lalu menggenggam jari jemari Aisyah, dan menciumnya dengan penuh cinta. Aisyah yang sudah terlena akan sentuhan demi sentuhan sang suami, hanya bisa menahan suara yang akan membuatnya makin melayang.
"Aku mencintaimu, Aisyah " ucap Aditya seraya membaringkan tubuh Aisyah di ranjangnya, menatap wajah cantik sang Istri, membelainya dan menyingkirkan rambut yang sedikit menutupi wajah Aisyah.
Malam penyatuan itu kini telah terjadi, di iringi dengan turunnya hujan dan dinginnya malam, namun peluh di tubuh keduanya masih terlihat jelas. Hawa tiba-tiba terasa panas dan menghauskan. Aisyah hanya bisa pasrah dan membalas semua yang di lakukan Aditya.
"Semoga malam ini adalah malam pertama yang indah bagi kita, Suara irama yang saling bersautan itu terdengar indah dan menambah semangat mereka dalam melakukan olahraga malam hari. Meregang kan segala otot yang kaku, Aditya menyatukan keningnya dengan kening Aisyah dengan bibir yang tersenyum lalu, bibir itu saling menyatu seiring nya, dahi mereka yang yang masih menyatu, Sedangkan bagian bawah tubuh Aditya terus saja bekerja dan bekerja memompa dengan treatment rendah namun teratur, begitu lembut dan membuat Aisyah terlena .
Permainan itu terasa melelahkan saat Aditya ingin menghembuskan lahar dalam rahim Aisyah.
'Semoga menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah, amin ' bathin Aditya saat menyemburkan lahar itu dengan beberapa kali hentakan. Tubuhnya terjatuh di atas tubuh polos Aisyah, Sedangkan Aisyah juga terlibat mengatur nafasnya , Ia bagaikan manusia yang kehilangan oksigen akan kenikmatan yang baru saja ia dapat.
Aditya langsung menjatuhkan tubuhnya kesamping Aisyah yang merasa kasihan pada Aisyah. Pasti berat tubuhnya membuat Aisyah makin kesulitan bernafas.
"Terimakasih, Dek" ucap Aditya seraya mencium kening Aisyah yang masih penuh dengan peluh.
Aisyah tersenyum melihat kearah Aditya di samping nya. Aditya langsung menutup tubuh Aisyah dengan selimut, Ia tidak ingin, Aisyah masuk angin karena angin malam masih terasa dingin. meskipun keringat membanjiri tubuh mereka.
Aditya memiringkan tubuhnya dan menghadap kearah Aisyah, begitu juga dengan Aisyah.
"Semoga malam ini menjadi ibadah buat kita dek, setelah banyak dosa yang aku lakukan padamu " ucap Aditya mengelus pipi Aisyah
"Kita lupakan masa itu, Mulai dengan lembaran baru, asal Mas berjanji tidak akan mengulang kesalahan itu lagi, Aku harap keluarga kita akan menjadi keluarga yang penuh dengan cinta" Aisyah tersenyum pada Aditya.
'Kau yang terbaik Aisyah' bathin Aditya
*****
"Ku mohon, rebut lah nama Ibu dari Karizza, yang di sematkan oleh anakmu, Aku mohon ... jangan pergi lagi, anakmu membutuhkan ibunya" ucap Yusuf saat menyelamatkan Naura dari aksi bunuh dirinya, yang selalu Naura ingat sampai malam tiba.
__ADS_1