Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 56


__ADS_3

Naura tidak menyangka bahwa Aisyah dengan mudahnya memaafkan dirinya Yangs udah jelas-jelas telah sangat menyakiti nya, Naura tersenyum, Ia tak tahu ... apakah ia bahagia dengan jalan yang saat ini ambil atau ia malah sedih ... karena sudah jelas Aditya semakin mencintai Aisyah. Terdengar dari panggilan Aditya lada Aisyah saat mereka berbincang di telfon tadi.


Begitu juga dengan Aisyah, Ia tak menyangka ... bahwa Naura akan menghubungi nya dan minta maaf padanya, Apakah ini yang di maksud dengan hidayah? dari cara bicara Naura, sudah terdengar jelas, bahwa Naura sudah banyak perubahan.


"Apa yang Naura bicarakan dengan mu, Apakah dia berkata kasar lagu?" tanya Aditya seraya memeluk pinggang sang istri


"Jangan berburuk sangka dulu lah, Mas. Mbak Naura minta maaf atas masalah yang lalu, dari nada bicaranya ... seperti nya dia sudah banyak berubah Mas, suaranya lembut sekali, Tutur bahasa nya sangat enak di dengar," ucap Aisyah seraya menatap wajah sang suami yang ada di bahunya.


"Dia baik, Sayang ... duku sangat baik, Tapi entah apa yang merasukinya,"


"Cinta Mas .... cinta telah membuat ia salah dalam mengambil Jalan, Ia rela meninggalkan suami dan anaknya hanya semi cinta nya, dan itulah kamu Mas ... kau adalah Cinta nya," ucap Aisyah


Sejenak mereka terdiam, Aditya juga tak menyangka kalau Naura bisa mencintai nya dengan sebegitu rupa.


"Tapi dia mengatakan, kalau dia sudah tidak mencintai mu lagi, Cintanya hanya untuk Ghifari Abidzar, pria mungil yang dulu pernah ia campakkan," ucap Aisyah, ada nada sedih saat mengatakan nama anak lelaki Naura.


"Aku juga bersalah dalam hal ini, aku juga minta maaf padamu, Andai aku tidak memberikan harapan pada Naura dengan selalu memanjakan nya, mungkin rasa itu tak akan sedalam itu" ucap Aditya


"itu sudah masa lalu, Yang kini sudah menjadi kenangan dan pelajaran bagi kita semua mas, mbak Naura juga mengatakan akan bermain dan mengunjungi kita suatu hari nanti," ufao Aisyah seraya tersenyum


"Kalau begitu ... sebelum kita bertemu dengan nya, Kita harus sudah bisa memberikan ia kejutan dengan kehamilan, bagaimana ...? yuk kita buat sekarang," ajak Aditya dengan gombalan yang tak mahir.


"Gombal mu belum mahir, Mas ... " ucap Aisyah seraya menahan geli karena ulah Aditya buang menggelitik tubuhnya.


"Aku akan belajar lebih rajin lagi agar bisa mahir dalam menggombali mu" bisik Aditya di daun telinga Aisyah. Sehingga malam ini mereka benar-benar melakukan hubungan suami istri, berharap Tuhan memberikan kepercayaan bagi mereka untuk memiliki seorang anak.

__ADS_1


Berharap dan berusaha adalah milik manusia tapi semua takdir ada di tangan Tuhan.


...----------------...


"Assalamualaikum, Naura ... aku sudah ada di depan tempat tinggal mu," ucap Rian


"Waalaikumsalam, bentar ... aku akan keluar," ucap Naura


Ia Naura kini sudah keluar dari kediaman Yusuf, namun Naura selalu membawa Ghifari abizar ke rumahnya, dengan alasan Naura tidak memiliki teman dan lebih sering mengirimkan balasan chat pada Rian Karizza menyetujui permintaan Naura untuk merawat Abidzar.


Tempat tinggal Naura tidak jauh dengan kediaman Yusuf, karena Yusuf lah Yang mencarikan tempat itu untuk Naura.


Seperti yang Naura katakan, Naura tidak akan pernah kembali pada Yusuf, karena Naura tidak ingin menjadi perusak hubungan Yusuf dan Karizza, biar bagaimanapun kariza sudah sangat mencintai Yusuf Dia sudah menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk anaknya, Naura sudah merasakan bagaimana tidak mendapatkan cintanya dan Karena itulah Naura tidak inginkan bisa merasakan apa yang ia rasakan. namun Yusuf tetap penasaran dengan kebenaran tentang Karizza yang asli dan yang palsu begitupun dengan Naura Karena itulah Naura setuju saat Ryan memintanya untuk mempertemukan dia dengan Karizza, Semua kejadian ini terjadi dengan begitu saja namun ... bersamaan dan sejalan.


"waalaikumsalam," jawab Ryan


Sejenak mereka sangat berdiam dan saling memandang, ini adalah pertemuan pertama mereka meski sudah sering kali melakukan panggilan video call tetap saja mereka masih merasa asing dengan wajah mereka.


"Mari silahkan masuk" ucap Naura pada Rian


"Terima kasih, Ra ..." ucap Rian Seraya tersenyum


"Inilah tempatku, ini rumah pemberian mantan suamiku yang sekarang menjadi suami Karizza" ucap Naura Seraya tersenyum pada Rian


"Kau bilang anakmu sekarang tinggal denganmu, Apakah itu benar?" tanya Rian

__ADS_1


"Benar, awalnya Karizza tidak menyetujui permintaanku itu, hanya saja dengan beberapa alasan aku bisa membawanya, Mas Yusuf mengatakan kalau Karizza itu sedikit berbahaya, Dia memiliki temperamental yang di luar dugaannya, karena itulah Mas Yusuf meminta agar anak kami selalu ada di dekatku, apalagi dengan sekarang Mas Yusuf juga mencari sosok Karizza yang asli, jika memang benar yang ada di sini adalah istrimu maka Karizza yang asli sekarang berada dalam bahaya," ucap Naura


"Kau minum apa? biar aku buat kan,?" tanya Naura


"Kopi juga boleh," ucap Rian


Naura pun masuk ke dalam, meninggalkan Rian di ruang tamu sendirian. Membuat kan ia secangkir kopi.


*****


"Kak aku sudah tidak mempersalahkan kakak karena telah memakai identitas ku, tapi kumohon Kak jangan begini, janganlah kejam padaku, aku juga ingin kehidupan bebas, Aku juga ingin melihat dunia luar" ucap kariza yang asli


"Apakah kau sudah tertarik dengan seorang lelaki?" tanya Karizza yang palsu


"Apa yang kakak katakan, Dari dulu aku hanya mencintai calon suamiku, tapi sekarang cinta itu sudah tiada kak, aku belum bisa membuka hatiku untuk pria manapun, Kakak sudah jelas tahu saat itu aku sudah menaruh hati pada Kak Yusuf, Tapi Kakak dengan kejam menggantikanku dan membuangku ke sini" ucap Karizza yang asli


terdengar tawa Karizza palsu yang menggelegar.


"hahaha, Kau naif sekali, Riz ... salahmu lah, kenapa kau memiliki calon suami yang kaya raya, Tapi ... baiklah, aku akan memberi mu kebebasan hanya beberapa jam saja, tidak boleh sehari full, Oke! bukankah aku kakak yang sangat baik, aku juga sudah memberikanmu uang bulanan yang cukup Kan, kau tidak kekurangan apapun Kariz," ucap kariza yang palsu


"Kakak benar, aku memang tidak kekurangan apapun, aku berharap kakak bahagia di sana. Aku juga berjanji tidak akan pernah kembali ke sana lagi Kak, aku tidak akan mengganggu Kakak lagi, Terima kasih atas kebaikan kakak," ucap Karizza asli dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia tidak mengerti mengapa kakaknya memiliki pikiran seperti itu padahal Iya sudah memiliki suami dan anak.


"Baiklah ... hiduplah tanpa identitas karena identitasmu adalah kehancuran bagiku,"ucap Karizza palsu.


pecah sudah air mata Karizza yang asli, dari tadi ia tidak tahu harus hidup seperti apa? dan bagaimana ia akan hidup tanpa identitasnya, Bukankah zaman sekarang semuanya butuh identitas?

__ADS_1


__ADS_2