Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 12 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Akhirnya dengan terpaksa Aisyah pulang bersama Ramdhan, Di dalam perjalanan, tidak ada kata yang mereka ucapkan, Aisyah diam membisu menikmati pemandangan dari samping jendela mobil


Sesekali Ramdhan melihat kearah Aisyah, namun tetap sama, Aisyah tidak bergeming dari pandangannya,


"Hatimu sakit ...?"


Ucap Ramdhan ingin menghilangkan keheningan yang tercipta,Aisyah masih diam, namun ia mengerti maksud dari perkataan Ramdhan


"Tidak terlalu, malah hatiku lega sekarang, ibarat batu yang mengendap di relung hati, kini telah tiada, rasanya sudah plong"Ucap Aisyah seraya tersenyum


"Jika Aditya meminta balikan apakah kau masih mau ...?"


"Balikan ... ?rujuk... ?,aku bukan wanita hebat ... dan juga ...layaknya kertas, jika sudah di genggam dan sudah menjadi kusut, meski di perbaiki pasti akan masih membekas"ucap Aisyah berusaha tegar, sakit pasti itu yang dirasa kan setiap wanita yang berpisah, tapi akan sampai kapan ia akan mempertahankan hubungan yang tidak ada arti sama sekali.


Meski setelah kejadian itu Aditya sering mengirim kan pesan kalau dia hanya salah faham, tapi Aisyah menyadari akan satu hal,


Mungkin benar Aditya tidak ada rasa untuk Dokter wanita itu, tapi mengingat tujuan pernikahan mereka hanya untuk kesembuhan kakeknya Aditya mungkin ini adalah jalan untuk perpisahan mereka.


*****


"Bukankah ini yang kau inginkan? berpisah dengan Aisyah dengan terus menghindari nya dan lebih dekat dengan wanita itu"ucap Reno


"Aku ... aku memang menginginkan ini Ren ... tapi caranya salah, caranya tentu menyakiti keluarga ku"ucap Aditya.


"Bukan menyakiti keluarga mu, tapi hanya menyakiti dirimu sendiri, kamu kenapa masih seegois ini Dit?"ucap Reno menahan kesal pada sahabatnya itu.


"Kau tahu Dit, saat Ramdhan mengatakan kalau kau rela meninggalkan Aisyah dimalam pertama kalian aku yang laki-laki bisa merasakan sakitnya,apalagi dia wanita_.


Mungkin Aisyah wanita yang kuat,tegar dan pintar menyembunyikan lukanya, tapi jika luka itu terus kau bumbui dengan garam apakah tidak tambah perih"ucap lagi Reno

__ADS_1


"Aisyah wanita berperilaku baik,tapi dia harus melewati masa perceraian tentu ini akan sangat melukai hatinya, Meski kalian belum memiliki rasa tapi ... setidaknya kau bisa menghargainya sebagai seorang istri"ucap Reno sesal


"Kita mungkin sah bercerai dalam agama,tapi tidak dalam negara"ucap Aditya membuat Reno semakin kesal


"Aditya ...!! "bentak Reno,


"Kau manusia bukan!!,kau ingin membelenggu Aisyah dalam pernikahan mu ini?!"ucap Reno dengan menaiki level suaranya.


"Reno,bukankah kalian bilang kalau Aisyah adalah wanita yang terbaik, wanita hebat,aku ingin melihat sehebat apa wanita itu, dan sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan dia lepas dariku, perceraian itu tidak akan pernah terjadi,"ucap Aditya yang kini membuat tangan Reno mengepal marah, tanpa di sadari Reno memukul wajah tampan Aditya.


"Kau sudah keracunan oleh sifat Egois Naura dit, aku tidak menyangka kalau sahabat ku bisa menjadi pria seberengsek ini"ucap Reno yang langsung berlalu dari kamar Aditya, tepatnya kamar yang di tempat Aisyah.


Aditya terjatuh di samping tempat tidurnya, ia memijit pelipis matanya, Bahkan dirinya sendiri mengutuk akan sifat Egois nya.


"Maafkan aku Syah,maafkan aku Ren,dan juga maafkan aku Ramdhan, mungkin inilah yang harus saya lakukan saat ini, siapa yang tidak tahu sehebat apa wanita itu, selama ini ia bisa menahan sakit hati itu sudah menunjukkan kehebatannya, ia menahan emosi nya itu sudah luar biasa, aku memang masih belum bisa mencintai nya tapi keberadaan nya sudah terbiasa bagiku, di ruangan ini, tempat tidur ini, tempat nya menjalankan aktifitas nya, semua ia lakukan di kamar ini, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, menahannya ... itu akan semakin membuat ia terluka."


Aditya membaringkan tubuhnya dengan kaki yang menjuntai ke lantai, ia menatap langit-langit kamarnya, mengingat semua kejadian yang menimpanya,


"Dit, kamu tidak apa-apa kan, wanita itu tidak memfitnah mu kan dit?"


"Dit, kenapa tidak membalas chat ku, aku khawatir padamu"


"Bisakah malam ini kamu ke tempat ku, Aditya... aku ingin ada di samping mu di saat-saat kamu membutuhkan seseorang untuk bersandar"


"Kau tidak melakukan kesalahan apapun Dit, jadi jangan merasa bersalah"


Begitulah sederetan beberapa pesan dari Naura, Aditya hanya mendesah kesal, ia masih berfikir ini belum sepenuhnya salah Naura, dirinya yang bersalah karena memang menutup hati untuk Aisyah.


"Aku tidak apa-apa,kau baik-baik lah disana, untuk saat ini aku tidak bisa menemani mu, Naura sudah seharusnya kita menjaga jarak untuk saat ini"

__ADS_1


Begitulah pesan Aditya sebelum Aditya mematikan ponselnya, Sedangkan Naura jangan di tanya lagi, Ponselnya ia lempar ke sembarang arah, setelah membaca pesan itu dan mencoba menelfon Aditya berulang kali namun sama hanya suara Operator yang terdengar, kekesalan itu ia lampiaskan pada ponsel yang tak berdosa.


"Sialan kau Dit, ahhh.... jangan sampai usahaku sia-sia"teriak Naura di dalam kamarnya.


*****


"Sayang, benarkah Aditya akan bercerai?"tanya rashi pada suami nya.


"Belum tahu, isst ... istri sebaik Aisyah Adit sia-sia kan"ucap lirih Reyhan yang membuat Rashi mengerucutkan bibirnya.


"Kau menginginkan Aisyah, aku tahu aku dan dia beda, tapi ... kau tidak akan menemukan istri yang jago seperti diriku dalam hal memuaskan mu"ucap kesal Rashi yang mana membuat Reyhan tertawa


"Sayang ... apa yang kau katakan, kenapa kau membandingkan dirimu dengan Aisyah"ucap Reyhan dengan gelak tawanya.


"Habisnya kau memujinya kan?"ucap Rashi cemberut,


"Memuji bukan berarti mencintai sayang, aku mencintaimu apapun kekurangan kamu aku menerimanya,"ucap Reyhan seraya menarik hidung istrinya dengan lembut.


"Jadi ...kau tidak menyukai Aisyah kan?"tanya Rashi seraya memepetkan tubuhnya ke tubuh sang suami.


"Aku menyukai nya"ucap Reyhan di selingi dengan senyum,


"Tapi aku mencintaimu"imbuh lagi Reyhan dengan penuh cinta,


Pandangan mereka terkunci satu sama lain, Reyhan meletakkan majalah yang sedari ia pegang, membuka kaca matanya yang sedari tadi ia pegang, menaruhnya di atas nakas lalu melanjutkan hasrat yang ingin ia tuntut pada istrinya,


"Aku hanya milikmu sayang, dan akan hanya milikmu, jadi jangan membandingkan dirimu dengan siapapun, karena kau lah yang paling beda"Bisik Reyhan di daun telinga sang istri,


Membuat Rashi bersemangat untuk memuaskan sang suami, inilah yang Reyhan suka dari Rashi, ia ahlinya dalam hal Ranjang.

__ADS_1


Dan itu yang membuat Rey tidak suka jajan di luar meski ia lama berada di luar kota ataupun luar negeri.


__ADS_2