Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 30 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Mendengar nama Aisyah dan Aditya tentu warga itu kenal.


"Owalah, Aisyah kenal dong, Siapa yang tidak kenal dengan wanita sebaik dia, apalagi sekarang ini suaminya sedang mengadakan pemeriksaan gratis, Nona" ucap warga itu


"Nah, Iya pak, bisa kasih tahu dimana rumahnya?" tanya Naura lagi


"Biar kami saja yang memberikan nya Nona, sekarang sudah malam," ucap warga itu


"Tidak, Pak. saya harus memberikan langsung barang ini, saya tidak akan mengganggunya malam ini, Saya akan datang besok pagi,Pak. Saya hanya butuh dimana rumahnya saja" ucap Naura meyakinkan


"Oh, Baiklah ..., Rumah Neng Aisyah ada di bagian sana Neng, Nanti rumah yang berwarna Abu-abu tepat yang ada pagarnya, itulah rumah Neng Aisyah " ucap Warga itu


"Ah baiklah,Pak terima kasih semuanya " ucap Naura menyembunyikan expresi wajahnya yang tak tahu Anatar marah dan senang. Marah karena ingat bahwa baru saja ia mengalami pemerkosaan dan senang karena Sebentar lagi ia akan bertemu dengan Aditya sang pujaan.


"Aku tidak akan menyerah, aku sudah mengalami yang terburuk hanya demi kamu Aditya," ucap Naura seraya menggenggam setir mobilnya dengan erat.


*****


Pagi menyambut dengan begitu indah, Kini pagi kedua yang Aisyah dan Aditya lewati bersama, Aisyah kini mulai membiasakan diri saat mereka sholat jamaah dan Aditya mencium kening Aisyah. Tatapan mereka tak jarang saling beradu, Masih tidak bisa Aisyah bayangkan, Kehidupan nya hanya beberapa hari saja seperti terjungkir balik dengan yang sebelumnya ia rasakan.


"Kau ingin turun, aku ikut, Kau mau beli sayur bukan?" tanya Aditya


"Aku bareng Kenzo saja, Mas. Mas tunggu saja dirumah" ucap Aisyah


"Aku akan ikut" ucapan Aditya seperti nya sudah tak bisa di ganggu gugat lagi.


"Baiklah, aku akan mengambil Kenzo di kamar Bibi, Sayangnya Kenzo tak tidur dengan kita" ucap Aisyah seraya meninggalkan Aditya

__ADS_1


'Itu keberuntungan, Jika Kenzo tidur bersama kita,mana bisa aku akan memelukmu' bathin Aditya dengan bibir tersenyum.


Saat ia turun, Ia sudah mendapatkan Aisyah yang menggendong Kenzo.


"Aku tunggu di luar, Ya Mas. Mas masih di panggil bibi tuh" ucap Aisyah pada Aditya


"Baiklah, kau tunggu di depan ya," ucap Aditya seraya berlalu dan di anggukkan kepala oleh Aisyah, Saat Aisyah baru buka pintu, betapa terkejutnya ia saat tubuhnya langsung di dorong oleh seseorang.


"Aww "pekik Aisyah


"dimana.kau sembunyikan Aditya, dasar gadis mur*Han," ucap jahat Naura, belum sempat Aisyah memulih kan keterkejutan nya, Naura tiba-tiba mendorong tubuh nya.


"Dokter Naura, kau!" peki Aisyah dan menyetabilkan berdiri nya, Ia hanya melindungi Kenzo agar tak terjatuh, Setelah itu Aisya menarik Naura keluar dari rumah bibinya


"Dokter Naura, aku tidak tahu apa yang sudah merasuki jalan pikiran mu, tapi ... dengarkan aku baik-baik, rasa hormatku padamu, rasa impatiku padamu, rasa kemanusiaan ku padamu itu ada batasnya, kau datang tanpa permisi, mendorong ku, dan mengatakan aku wanita mur*Han, mur*Han dari mana? menyembunyikan suami saya sendiri apakah itu di sebut wanita murah*n ?" ucap Aisyah tepat di hadapan wajah Naura


"Oh, Ya ... Benarkah ? lalu ... untuk apa dia jauh-jauh datang kemari, memohon dan meminta ku untuk tetap bertahan di sisinya, bertahan dengannya dan tetap menjadi istrinya ? Dokter Naura, dengarkan aku baik-baik, Sampai kapanpun, Kau tak akan pernah bisa masuk kedalam kehidupan suamiku, aku sudah mengatakan padamu bukan? aku akan melakukan segala cara, agar suamiku menyadari semuanya, dan aku sudah melakukan itu, Sekarang ... pergilah, dan jangan lagi datang dalam kehidupan suamiku" ucap Aisyah dengan suara tenang namun p3nih dengan penekanan.


"Kurang ajar kau Aisyah," Disaat Naura hendak melayangkan tangannya, ada tangan yang menangkapnya.


Menyadari akan tangan siapa yang memegang tangannya, Naura segera berusaha mengubah mimik wajahnya.


"Aditya, kau! Aditya aku sudah datang, ayo kita pergi, jangan takut lagi, aku sudah datang dan akan sellau bersama denganmu" ucap Naura yang mana tangannya yang masih tercekal oleh tangan Aditya.


Terlihat jelas raut wajah amarah Aditya. Tatapan Naura dan Aditya sama-sama terkunci. Namun tiba-tiba tangannya Naura terhempas hingga tubuh Naura terjerambat.


"Cukup, Naura!" bentak Aditya

__ADS_1


Seketika suasana menjadi hening, Aisyah yang juga terkejut dengan apa yang Aditya lakukan, seketika mundur beberapa langkah dari arah sang suami. Apalagi ia sedang menggendong Kenzo.


"Cukup, Hentikan kegilaan mu,Aku begitu percaya padamu, tapi kau ... !" ucap Aditya heran dan tak percaya, bahwa wanita polos yang ia sudah kenal lebih dari 5 tahun kini telah menjadi sosok yang sama Sekali tidak Aditya kenal.


"Apa maksud mu, Dit. Aditya lihat aku, aku Naura mu, aku sudah datang, hanya aku yang mengerti mu, Aditya ... kembalilah denganku, kita bisa hidup bersama, Dit" ucap Naura menyentuh tangan Aditya, Namun ... Aditya langsung melepaskan tangannya.


"Aditya, pergilah dan kembalilah, Kau tahu ... aku sudah sangat malu pada semua.orang dengan apa yang sudah aku lakukan , Aku menyesal karena telah berhasil.kau bodohi dengan sebegitu rupa, Aku tidak pernah mencintaimu Naura, aku hanya mencintai istriku dan semua itu sudah melukai Istriku, kau tahu itu!" bentak Aditya


"kau mengirimkan gambarku denganmu di atas ranjang pada keluarga ku, tapi apa ... ! aku sudah tahu siapa pria.yang sebenarnya ada di sisimu itu, dan kau mengatakan istriku murah*n, Apakah kau belum lihat dirimu sendiri? Demi persahabatan kita pergilah dan jangan pernahuncul lagi dalam kehidupan ku" ucap Aditya seraya memalingkan tubuhnya dari arah Naura. Sesaat Naura terdiam mencoba untuk mencerna setiap ucapan Aditya.


"Tidak, Tidak Aditya. Kau tak bisa lakukan ini padaku, Lalu apa arti hubungan kita selama ini? Kau selalu ada untukku, bukankah kau mencintaiku, Seharusnya wanita itu yang kau usir dalam kehidupan mu, bukanlah aku yang selalu ada untukmu, Dit! teriak Naura


"Cukup Naura,! "teriak tiba-tiba seseorang yang mana Aditya dan Aisyah sama-sama terkejut dengan kedatangan wanita yang begitu mereka segani.


Martha datang dengan Ramdhan disisi ya, Matanya menyorot tajam pada Naura, melihat siapa.yang datang, Aisya langsung mendekati dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


"Ibu, masuklah" ucap Aisyah


"ibu akan masuk, jika hama yang datang kerumah ini sudah pergi Aisyah," ucap ibu Martha dengan tatapan tajamnya.


Nyali Aisyah langsung menciut, saat menerima tatapan tajam itu.


Langkah Ibu Martha bagaikan dentuman gendang yang makin dekat makin membuat telinga sakit. Begitu juga dengan Naura, Ia sadar tidak akan mungkin bisa melawan wanita pertama yang Aditya cintai.


"Ibu, Aditya benar-benar tidak tahu akan kedatangan nya, Bu. Percayalah " ucap Aditya pada Ibunya.


"Ibu tahu, Kedatangan nya bagaikan jalangkung, yang datang tanpa di undang," ucap Ibunya Aditya dengan tatapan yang terus menusuk di dada Naura.

__ADS_1


__ADS_2