
Setelah melakukan panggilan itu, Aditya juga menerima panggilan dari Reno, Reno menjelaskan tugas barunya di Bali dari mantan suami Naura, awal nya Aditya sangat terkejut dengan apa yang Reno jelaskan, Masa ia ... Karizza itu adalah karizza palsu dan mana bisa ia mengelabuhi Yusuf dengan begitu mapan.
Naura dan Rian kini sama-sama mengikuti kemana Karizza pergi, mereka membawa mobil Rian, hingga Karizza tidak merasa curiga sama sekali dengan mobil yang mengikutinya.
"Na ... Karizza berhenti, seperti nya ia akan membeli sesuatu di toko itu, Baiklah .. kamu tunggulah di sini bersama anakmu aku yang menghampiri Karizza, Aku ingin memastikan sendiri, Bagaimana reaksi dia saat melihatku," ucap Rian
"Baiklah, selamat bertemu dengan istrimu "ucap Naura seraya terkekeh
"Mantan Na ... " ucap Rian
Benar saja Rian kini sudah masuk ke dalam toko yang Karizza masuki. di sana Rian pura-pura membeli sesuatu juga ia melihat Karizza yang mengambil beberapa makanan.
Rian pura-pura menabraknya hingga semua makanan yang Karizza pegang terjatuh.
"Maaf ... Maaf, Kamu tidak apa - apa kan?" ucap Rian dengan wajah terkejut.
"Marizza, Kau ...! kau Marizza kan?" tanya Rian spontan. tentu sangat terlihat jelas kecemasan di laut wajah Karizza palsu.
"Maaf, kok salah Orang aku bukan Mariza tapi aku Karizza," ucap Karizza
"Riza, aku sangat mengenalimu kau Marissa istriku meskipun kamu mengubah penampilanmu tapi aku masih ingat betul bahwa kau adalah Mariza, Ibu dari anakku ucap Ryan.
terlihat Marisa begitu grogi ia melihat ke sekelilingnya berharap tidak ada seorangpun yang ia kenali di toko itu.
lalu dengan Salah tingkah Kariza menarik tangan Rian hingga menjauh dari beberapa orang yang mungkin saja akan mengenali nya.
"Apa yang kau lakukan di sini Kenapa kau ada di kota ini?" tanya Marizza
mendengar ucapan itu tentu ia sudah menyiapkan ponselnya ia sudah merekam semua yang Marizza ucapkan.
"kau keterlaluan sekali Marizza, kau tega meninggalkan anak demi laki-laki, Apakah harta lebih penting bagimu,?" tanya Rian
__ADS_1
"dengerin aku baik-baik ya Mas aku menikah denganmu untuk hidup enak bukan hidup sengsara, seandainya keluargamu tidak mengusir mu tentu aku akan setia berada di sisimu tapi kenyataannya mereka tidak menyukaiku dan menendang mu keluar dari rumahmu sendiri, Apa yang bisa aku pertahankan dengan hidup susah denganmu," ucap Karizza palsu
"karena itu kau menyembunyikan saudara kembar mu, dan menggantikan posisi dia ?"tanya Rian yang mampu membuat Marizza terkejut
"Apa yang kau katakan, Siapa yang menyembunyikan kembaran ku, aku tidak punya kembaran Mas," ucap Marizza gugup
"Oh benarkah ? Karizza dan Marizza adalah dua wanita yang kembar seiras, hanya saja ... mereka memiliki kepribadian yang berbeda, Marizza adalah wanita yang munafik sedangkan Karizza adalah wanita yang lemah lembut serta jujur dan itu bukanlah kau Mariza" ujar sinis Rian Seraya menunjuk ke arah wajah Mariza.
"Kau keterlaluan Mariza, kau tidak punya hati meninggalkan anak dan sekarang kau menyekap saudaramu, Apakah kau fikir kebohongan mu ini tidak akan pernah tercium oleh siapapun?" tanya Rian
"Apakah kau mengira semua orang di sekitarmu itu adalah orang bodoh?" tanya Rian kembali
"kau salah besar Marizza, setiap kebohongan pasti akan ketahuan, dan kau lebih memilih mengasuh anak orang lain daripada mengasuh anak sendiri kau tidak pantas disebut seorang ibu, Mariza!" ucap kejam Rian
"Mungkin saat ini kau masih bisa santai dengan semua rencana jahat mu, kau ingin menguasai harta dari seorang Yusuf, Apakah kau berpikir aku tidak tahu semua itu? aku sudah kembali menjadi Ryan yang dulu Mariza, Andai kau bisa mau bersabar sebentar saja, pasti kau akan merasakan apa yang namanya menjadi ratu," ucap Rian
"Diam kau Rian, Kau jangan sok tahu dengan apa yang kau katakan, Ayah macam apa kau, meninggal kan anak jauh ke kota ini," ucao Marizza emosi
'Rian, Kenapa Rian tahu semua yang kurencanakan,' bathin Marizza
Sedangkan disisi lain, Yusuf dan yang lainnya sudah mencari Kariza asli di setiap tempat.
Namun .. Reno yang tak saja menunjukkan foto Fariza pada Aditya Aditya begitu tegar karena kemarin ia melihat wanita yang ada di gambar itu.
"Kau yakin kalau orang yang ditabrak oleh Aisyah itu adalah Karizza?" tanya Reno pada Aditya
"Aku tidak begitu yakin, tapi aku masih mengingat wajahnya dan itu sedikit mirip dengan gambar itu, meski yang kemarin aku lihat itu wajahnya terlihat lebih kurus,"ucap Aditya
"Ah thank you, Friends. Dengan begini aku bisa mencari petunjuk nya," ucap Reno
"Ramdhan dimana?" tanya Aditya
__ADS_1
"Dia sedang ada pertemuan dengan kliennya di atas," ucap Reno
"Pembisnis, seperti kak Reyhan," ucap Aditya
"Kakak ipar, bagaimana? aku dengar kalian sedang melakukan program, Apakah sudah ada tanda-tanda ?" tanya Reno
"Mana bisa secepat itu, Ren ... " timpal Aditya
Sedangkan Ramdhan kini sudah berdiri dan berjabat tangan dengan kliennya.
"Saya puas dengan kerja sama kita, Tuan Ramdhan," ucap klien Ramdhan
"Pihak kami juga sangat puas, Tuan. Semoga kerjasama ini berjalan terus kedepannya," ucap Ramdhan dengan sangat ramah.
Setelah itu, Ramdhan hendak turun, Namun ... langkahnya terhenti saat mendengar suara Isak tangsi seorang perempuan.
Hiks ... hiks ... apa yang harus aku lakukan? Kalian di perintahkan untuk membunuhku kan? maka bunuh lah aku, aku pasrah" ucap wanita itu
"Nona, Kami tidak akan pernah melakukan perintah itu, Tapi kemungkinan besar ... Nona Marizza akan mengirim kan anak buahnya yang lain, Kami ingin menyembunyikan anda Nina, tapi ... kami tidak tahu harus bagaimana," ucap suara laki-laki
"Kalian tidak akan bisa menyembunyikan aku, Keluarga kalian yang akan terancam," ucap Karizza.
"jika nyawa kalian terancam, kenapa kalian tidak melaporkan ke pihak yang berwajib, Negara ini adalah negara hukum," ucap Ramdhan yang mana membuat semua orang terkejut.
"Kami sudah pernah mencoba melaporkan nya, Tuan ... hanya saja ... Tetap wanita ini dalam bahaya, Karena pelakunya bukanlah ada disini, Ia hanya mengirim kan seseorang, dan kami tidak bisa memastikan yang mana suruhan wanita jahat itu, bisa jadi, itu adalah Tuan," ucap salah satu penjaga Karizza.
"Aku adalah Ramdhan, Dan kalian tenanglah, aku bukan orang jahat, sepertinya wanita ini sakit, wajahnya begitu pucat," ucap Ramdhan seraya menunjuk kearah Karizza
"Sudah percuma Tuan," ucap Karizza
"tidak ada yang percuma saat kita berusaha, aku yakin kau mengerti dan faham akan kuasa Allah, Kau wanita muslimah, percayalah ... bahwa Allah akan selalu bersama orang-orang yang berserah padanya," ucap Ramdhan yang mana membuat Karizza menatap kearah Ramdhan.
__ADS_1