Mengejar Cinta Istri

Mengejar Cinta Istri
Bab 31 Mengejar Cinta Istri


__ADS_3

Suasana depan rumah Aisyah kini menjadi pusat perhatian para ibu-ibu yang ingin berbelanja di pak sayur. Begitu juga dengan bibinya Aisyah yang kini juga sudah melihat kejadian itu.


"Astaghfirullah hal adzim, Ini dedemit dari mana, Nak? Kenapa sampai nyasar kesini?" ucap sang bibi yang kini mulai mendekati Aisyah


"Eh, jaga bicara kalian ya, Tante ... aku tidak tahu, dimana kesalahan ku, Kenapa sampai Tante sangat membenciku " ucap Naura dengan penuh penekanan


"Kau masih bertanya ? kau masih bertanya dimana salah mu? Aku tidak pernah membenci orang tanpa alasan, Kau orang terhormat secara logika, tapi kau mendekati lelaki yang sudah beristri, Kau dengan sengaja ingin menjebak anakku, Kau sengaja membuat cerita dan ingin menjadi sutradara dalam karya itu, Sehingga mengakibatkan anak dan menantu ku harus mengalami hal semacam ini,!" ucap Ibunya Aditya dengan penuh penekanan, Aisyah yang sudah menyerahkan Kenzo ke bibinya, Kini mendekati mertuanya, Memegang kedua bahu mertuanya dari samping.


"Ibu, tenang lah ... sudah kita masuk, Ya? Mas ... Mas urus Dokter itu" ucap Aisyah seraya membawa Ibu mertuanya masuk, Namun tatapan tajamnya terus tertuju pada Naura yang memang penampilan nya seperti orang gila.


"Wah, ternyata dia mau merusak hubungan Neng Aisyah dengan Dokter, gak ngaca apa! dia itu seperti apa? katanya orang kota, tapi kelakuannya memalukan " ucap sinis para tetangga


"Kau dengar sendiri, Naura? Di sini kau tidak akan diterima dengan baik, pergilah!" ucap Aditya


"Aku tidak akan pergi tanpamu, Dit. Aku tidak akan pergi tanpamu, Aditya ... kau sudah tahu, kalau aku bergantung padamu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu,Dit" seru Naura


"Hei, Dasar gak tahu malu ya, Dokter sudah punya bini, udah kau pergi saja ... !" seru warga di tempat


"kau dengar, Naura. Pergilah ... sebelum kesabaranmu habis" ucap Aditya dengan geram


"Tidak, Dit. aku tidak bisa, jika aku pergi maka masa depanku akan hancur, Dit. mereka akan membawaku kembali,aku tidak mau itu" ucap Naura dengan nada memohon


"Naura aku mohon pergilah, Aku tidak ingin kehilangan Istriku lagi, aku mencintainya Naura, mengertilah!"ucap Aditya


"Kau bilang mencintainya setelah memberiku harapan begitu besar padaku Aditya, kamu lebih memilih dia wanita yang tidak pernah engkau inginkan daripada aku wanita yang selalu ada di sisimu!" teriak Naura

__ADS_1


"Naura hentikan keegoisan mu, aku tidak pernah mencintaimu Aku hanya menganggapmu Sahabat tidak lebih dari itu,aku salah ... Aku salah telah menyakiti hati Aisyah selama ini dan aku ingin memperbaiki itu,Naura" ucap Aditya


"Ibu-ibu,boleh aku minta tolong, bawa wanita ini pergi dari kampung ini" ucap Aditya pada beberapa Ibu-ibu yang masih melihat kejadian itu


"Dengan senang hati, Dokter " Beberapa ibu-ibu mendekati Naura dan hendak menyentuh Naura, Namun ... Naura dengan cepat menepis tangan mereka.


"Jangan pernah tangan kotor kalian menyentuh ku, Jijik ! seru Naura dengan emosi


"Aditya. aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini padaku, aku sudah banyak berkorban untukmu, bahkan aku sudah melakukan segalanya untukmu, Tapi ... dengarkan aku Aditya, Aku akan terus menunggu dan mengejar cintamu, Jika aku tidak bisa mendapat kan mu, Maka tidak boleh ada yang bisa memiliki mu," ancam Naura pada Aditya


"Sekali saja kau menyentuh Aisyah, akan aku pastikan, aku akan melupakan siapa kau, dan tanganku sendiri yang akan. melukaimu, Naura" ucap Aditya membalas ancaman Naura, Ia sudah jengah dengan Naura yang tak pernah mau mengerti. Seharusnya jika ia mencintai Aditya, bukankah dia memahami kalau kebahagiaan Aditya adalah Aisyah.


Bukankah Cinta tidak harus memiliki cukup melihat orang yang kita cintai itu akan membuat kita lebih bahagia lagi.


Namun, sayangnya Naura tidak ingin hal itu ia hanya ingin memiliki Aditya.


*****


Ramdhan yang tadi sibuk dengan ponselnya kini sudah selesai


Betapa terkejutnya Ramdan saat melihat Naura diseret keluar dari halaman kediaman Aisyah


'Bagaimana bisa Naura ada di sini' batin


Ramdan

__ADS_1


Andaikan Ramdan tidak sibuk dengan ponselnya Mungkin ia akan melihat kejadian itu,


Naura melihat keberadaan Ramdan di samping mobilnya, lalu Naura menghampiri Ramdan Seraya berkata


"Ramdan aku mohon tolonglah aku katakan pada Aditya bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya aku mohon demi persahabatan kita"Mohon Naura pada Ramdan


"Naura seharusnya kau malu mengatakan hal itu pada pria yang sudah beristri, kau tahu karena ulahmu, Aditya dan Aisyah harus mengulang pernikahannya kembali dan karenamu juga Kakek akhirnya marah pada Bibi. Andaikan kau tidak mementingkan egomu mungkin semua masalah ini tidak akan pernah terjadi dan persahabatan kita tetap seperti dulu, " ucap Ramdhan


"Aku mencintainya Ramdan, lalu di mana salahku?" ucap Naura Soraya menjatuhkan tubuhnya ke jalan.


"Cintamu tidak salah Naura, sayangnya tempat itu sudah terisi oleh orang lain. Andaikan kau tidak menikah dulu dan Andaikan kau juga mengatakan perasaanmu saat Aditya masih sendiri itu barulah cinta yang bisa kau perjuangkan tapi sadarlah dan menyerahlah bahwa Aditya sekarang hanya milik Aisyah bukan milik Naura lagi"ucap Ramdan berusaha menguasai emosinya


"Tapi aku menginginkannya untuk masa depanku Ramdan, mengertilah aku memiliki persepakatan dengan mantan suamiku jika dalam satu tahun aku tidak bisa membawa Aditya di sisiku maka aku akan mengabadikan diriku padanya sebagai pembantunya bukan sebagai istrinya lagi dan aku tidak mau melakukan itu dan aku mohon bantulah aku" ucap Naura Seraya menangis dengan memegang lutut Ramdan.


"Mantan suamimu tidak akan pernah menyakitimu karena dia sangat mencintaimu Sayangnya dia kini sudah beristri dan kau akan menjadi ketiga, dia melakukan itu karena dia mencintaimu Naura, seharusnya kau bersyukur akan hal itu, dan biarlah Aditya bahagia, Dia bisa melakukan apapun untukmu, dan Sayangnya dia kini juga menjadi orang lain yang tidak pernah bisa kau ganggu lagi," ucap Ramdhan


"Kenapa semuanya membenciku,Dimana salahku?" teriak Naura lagi seraya menghempaskan apapun yang ada di dekatnya


"Seperti yang bibi katakan, salahmu adalah ... salah dalam mencintai seseorang, Pergilah dan berubahlah" ucap Ramdhan seraya membuka pintu taksi untuk Naura, Tentu Naura semakin meraung histeris dalam menangis.


*****


"Ibu tidak apa-apa Aisyah, Bagaiamana kabarmu?" tanya Ibu mertua Aisyah


"Aisyah baik-baik saja Ibu, lalu ibu sendiri bagaimana? Kenapa bisa Ibu sepagi ini sudah tiba di sini? tanya Aisyah

__ADS_1


" Ibu sudah merasa tidak tenang saat ibu mendengar kabar bahwa Naura akan pergi ke kampung halaman mu,jadi Ibu tidak ingin sesuatu pun terjadi pada kalian.


__ADS_2