
Dalam mencintai, akan selalu mendapat kan luka, Tapi ... asal cinta kita suci dan benar, maka akan berjalan dengan bahagia. seperti cinta Aditya pada Aisyah dan Cinta Yusuf pada Naura.
Yusuf mencintai Naura, hanya saja Naura mencintai pria lain, Kebahagiaan Naura adalah hal yang utama bagi Yusuf. Memberinya nasehat sudah sering, hanya saja ... Naura tak ingin mendengar nya. Yusuf hanya bisa pasrah melepaskan istrinya itu Beberapa bulan kepergian Naura, Yusuf terpaksa menikah dengan Karizza, Karena ia butuh sosok Seorang istri untuk mengasuh anaknya. Namun ... Yusuf selalu memanjakan Kariz, baik dalam nafkah lahir ataupun bathin. Hanya saja ... hatinya masih terus mencintai Naura, orang yang jelas-jelas sudah menyakiti hatinya.
Yusuf dan Karizza kini sudah terbaring di satu ranjang, Karizza menginginkan Yusuf malam ini. Ia pun dengan biasa berani mengajak Yusuf duluan.
"Mas, aku menginginkan nya malam ini " rengek Karizza
"Sayang, aku lelah, bisakah kita istirahat saja malam ini?" ucap Yusuf yang memang merasa sangat lelah. lelah fikiran dan lelah fisik.
"Tapi aku ingin, Mas. Ini juga kewajiban mu loh, Mas" ucap Karizza seraya mengusap lembut area sensitif Yusuf.
Yusuf menghela nafasnya, Ia tak mungkin mengecewakan Karizza, Ia tidak ingin Karizza merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan. Yusuf pun membalas setiap yang Karizza lakukan.Hingha terjadi lah hubungan pasangan suami-istri itu. Karizza puas, Ia berharap ... supaya di rahimnya bisa tumbuh benih dari Yusuf.
*****
"Rian, Maafkan Nenek, karena Nenek sangat menyayangimu, Nak. Karena itulah Nenek tidak merestui hubungan mu dengan istrimu, Nenek menyayangi mu, Nak" ucap sang nenek saat melihat Rian ada di sisinya.
Rian menggenggam tangan Neneknya dan mencium punggung tangan Nenek nya.
"Nenek tidak salah, Rian yang salah, Seharusnya Rian mendengar apa yang Nenek katakan, Rian menyesal,Rian sudah tahu tentang istriku, tentang dia yang selingkuh, Rian menyesal, Nek. Maafkan Rian " ucap Rian
"Tidak apa-apa, Nenek memahami ... kau sedang di Landa cintamu,Rian. Nenek bahagia jika kau sudah menyadari akan hal itu" ucap Neneknya
"Rian, ada satu rahasia yang ingin Nenek ceritakan padamu, Semoga rahasia ini menjadi suatu kekuatan agar kau bisa mengendalikan perusahaan " ucap Neneknya
__ADS_1
"Maksud Nenek apa?" tanya Rian
"Kau bukanlah cucuku, aku adalah pembantu orang tuamu, Saat itu ... kau masih berusia 8 Tahun, kau adalah penerus satu-satunya perusahaan ini, Sayangnya ... anak-anak ku tamak, Mereka ingin menguasai harta mu, Nenek tidak menyetujui nya, Nenek salah karena tidak menceritakan kejadian ini dari dulu, Keluargamu meninggal karena kecelakaan, orang tuamu memiliki sahabat, Mereka menyelamatkan mu, dalam kecelakaan itu, mereka berusaha mengeluarkan mu dari mobil, namun ... membuat mereka kehilangan anak gadis mereka, Pak Anwar, kau masih mengingat mereka bukan? Mereka kehilangan putri mereka karena menyelamatkan mu, Rian ... Sudah saat nya kau juga membalas kebaikan mereka saat itu, Mereka kini sudah hidup tua, Pak Anwar juga sudah sakit-sakitan, Mereka tidak punya anak ataupun saudara disini, Karena itulah Nenek memintamu untuk segera kembali, Nenek sudah tua, Nenek tidak ingin pamanmu, maksud nenek anak-anak ku menguasai harta yang bukan hak mereka, Rian ... kembalilah" ucap sang Nenek yang terlihat begitu pucat.
"Nenek, Nenek harus sembuh, Rian masih butuh Nenek untuk mengurus segalanya, Nek ... apa Nenek tahu? Rian sudah punya anak, Nek. Sembuhlah! Karena Rian butuh Nenek untuk merawat Kenzo, Kenzo butuh Nenek untuk teman bermainnya " ucap Rian
Nenek nya tersenyum, Namun ... raut wajahnya sangat sedih.
"Kau menderita selama dua tahun ini dengan anakmu, Maafkan Nenek" ucap sang Nenek dengan tetesan air matanya
"Bawalah cicitku kemari, Dia pasti sangat menggemaskan " ucap sang Nenek yang mana tangan dan wajahnya sudah di penuhi dengan keriput
"Rian pasti akan membawanya, karena itulah ... Sembuhlah, Nek" ucap Rian
*****
Aisyah dan Aditya yang baru sama-sama membuka hati mereka satu sama lain, terlihat begitu bahagia, Sebelum Aditya berangkat bekerja, Ia mengecup kening Aisyah.
Meski Aisyah hanya membalasnya dengan senyuman, tapi itu sudah cukup buat Aditya.
Aisyah membalas lambaian tangan Aditya, yang mana tangan Aditya satunya sedang memegang gagang payung agar tidak kena gerimis pagi hari.
Aisyah kini menyuapi Kenzo bubur buatan nya, Kenzo yang sudah sangat akrab dengan Aisyah, memanggil nya Mama.
"Ma ... Mama, Ma mamama" racauan Kenzo menyadarkan akan lamunan Aisyah
__ADS_1
"wah, sayang ... kau memanggil apa tadi? Mama ... ya ... ini Mama sayang, Malam Kenzo" ucap Aisyah
*****
"Ayah, kau akan benar-benar mengijinkan Aditya dan Aisyah hidup mandiri dan keluar dari rumah ini? Maksud Ayah apa?" tanya Martha ibunya Aditya
"Martha, Menantuku. Aku tahu ... tradisi keluarga ini, anak laki-laki akan membawa istrinya kedalam rumah ini, dan tradisi itu sudah lama berjalan, Tapi ... Aditya selama ini tidak menyukai tradisi itu, Selama kakek berobat di luar Negeri, kakek menyadari satu hal, Anak-anak kini memiliki cara pemikiran mereka sendiri, Aditya dan Aisyah baru saja mengalami hal besar, Setidaknya ... berikan Aditya kesempatan untuk mengejar cinta istrinya itu dengan caranya sendiri, mungkin salah satunya adalah hidup mandiri dengan istrinya" ucap Kakeknya Aditya.
Terlihat Rasi yang senyum kearah Reihan, beda dengan Martha, ia terlihat tidak suka dengan keputusan mertuanya itu. Karena Martha ingin hidup dengan anaknya dan juga menantinya itu. Tapi ... keputusan sang Mertua sudah tak bisa di ganggu gugat lagi.
Suasana ruangan kini menjadi sunyi.
"Kalau begitu, Rei berangkat kerja dulu," ucap Reihan seraya berdiri dari duduknya yang di ikuti oleh Rashi. Rashi mengantarkan Reihan hingga kedekat mobilnya
"Sayang, Apakah kau berniat untuk mandiri juga?"tanya Rashi seraya mengalungkan tangannya ke leher sang suami
"Kita bisa membuat suara-suara indah tanpa takut kedengaran lagi" rayu Rashi
Tentu Reihan tahu apa yang istri nya itu fikirkan, Ia tak tahan dengan kecerewetan Martha, meskipun Reihan tahu ... bibinya itu sangatlah baik, ia niatnya ingin menasehati Rashi, hanya saja ... didikan Rashi beda dengan didikan keluarganya.
"Kau juga ingin meninggalkan rumah ini, lalu .mm siapa yang akan memasak kan sarapan kita, nyuci baju kita, membersikan rumah kita,? Mau pakai jasa IRT?" tanya Reihan
"Ya, kita bawa pembantu dari sini, aku kan sudah akrab dengan mereka" ucap Rashi
"Akan aku fikirkan ya sayang, tapi untuk saat ini jangan dulu, Bibi dan Ibu sudah merasa kehilangan Aditya, masa iya kita tega keluar rumah bersamaan dengan Aditya"ucap Reihan memberi pengertian pada istrinya
__ADS_1
"kau jangan masukkan ucapan bibi Martha, ambil yang positif saja, yang penting,aku selalu mencintaimu" ucap Reihan seraya mencium bibir sang istri.