
Keberadaan Naura kini sudah ada di tangan mantan suaminya. Terlihat Naura yang menangis menyedihkan, ia bahkan tidak bisa cerita pada siapapun perihal sopir yang telah memperkosanya. Ia merutuki diri sendiri, bahkan ... sampai pengorbanan yang besar, ia tetap tidak bisa mendapatkan Aditya. Lelaki yang selalu ia cintai dari dulu.
"Apakah kau sudah puas bertualang? Apa ini yang kau inginkan? Kau meminta cerai padaku, dan minta izin untuk mengejar Aditya, sudah aku berikan itu, sayangnya kau gagal, Aku fikir ... kau akan membawa Aditya dengan kebaikan, sayangnya ... aku salah, Ra. Kau melakukan segala cara dengan kelicikan mu, Aditya sudah menikah, seharusnya kau berhenti saat itu juga, Kenapa kau masih terus maju dan tidak ingin mundur!" ucap penuh emosi sosok yang dulu begitu mencintai Naura, Namun ... demi cintanya itu ia melepaskan Naura agar bisa mendapatkan Aditya. Sosok suami yang selalu Naura katakan adalah pria tua dan kejam, Tapi ternyata ... ia.masih terlihat begitu gagah dan menawan, Mungkin usianya selisih 5 Tahun dengan Naura,Tapi ketampanan pria itu juga tidak bisa di ragukan, Sayang nya ... kini ia sudah menikah, Karena anak yang ia hasilkan dengan Naura butuh kasih sayang seorang ibu.
Naura memiliki anak, Ia di tinggalkan saat masih umur 2 bulan, Sekarang anak itu sudah berusia 1 tahun, Di asuh oleh ibu sambungnya dengan penuh kasih sayang, Karena itulah ... Rumah sakit yang awalnya ingin ia berikan pada Naura, kini ia serahkan pada istri barunya yang berprofesi sebagai dokter gigi.
"Mas, maafkan aku, Hiks ... hiks ... aku salah sama kamu Mas , maafkan aku" ucap lirih Naura dengan Isak tangisnya
"Maaf, mungkin sudah aku maafkan dari dulu Naura, Tapi melupakan semua yang kau lakukan itu sangatlah sulit, Sekarang ... kau ikutlah dengan ku, berhentilah menjadi duri dalam rumah tangga orang lain" ucap mantan suami Naura
"Bukankah itu sama saja, Jika aku ikut denganmu, bukankah aku akan menjadi duri dalam rumah tanggamu dengan istri barumu itu" ucap Naura seraya menatap wajah lelaki yang memiliki kumis tipis dan jenggot tipis di bagian dagunya.
"Aku sudah menceritakan semua nya pada dia, Dia bukanlah wanita yang egois sepertimu, Setidaknya ... aku masih di beri tanggung jawab oleh orang tuamu untuk menjaga mu, meskipun aku gagal, setidaknya aku masih ingin berusaha menjagamu" ucap lembut Mantan suami Naura yang bernama Yusuf.
"Anak itu, apakah ia sudah bisa berjalan?" Tanya Naura
"Kau bisa melihatnya sendiri nanti, Karena itulah ikutlah, dan jangan membuat masalah lagi" ucap Yusuf seraya mendahului langkahnya, Benar saja ... Naura ikut yang mana di belakang Naura ada beberapa anak buah Yusuf yang juga mengikuti mereka.
'Aku mencintai nya Yusuf, biarkan aku memperjuangkan cintaku, aku sudah memberimu anak ini, bukankah ini yang kau inginkan? biarkan aku mengejar cintaku'
Ucapan Naura saat masih menjadi istrinya itu yang selalu Yusuf ingat. Mencintai seseorang itu boleh hanya saja jangan sampai melebihi batasnya. Karena itu juga tidak akan baik dan menjadi obsesi yang tak bertepi, seperti yang Naura alami saat ini. Mungkin cinta yang Naura rasakan awalnya adlah cinta yang suci dan murni, Sayang nya ... Naura menempatkan di tempat yang salah, sehingga menjadi Obsesi cinta.
*****
__ADS_1
"Segeralah kembali, Kakek sudah datang, beliau sangat marah pada Ibu" ucap Martha pada Aisyah dan Aditya
"Aditya tidak akan kembali, jika itu bukan permintaan Aisyah,Bu" ucapan Aditya tentu membuat Aisyah menoleh kearah Aditya.
"Dan juga, Misi Aditya disini belum selesai, Bu. Selain ingin mengejar cinta dan maaf dari istriku, aku juga ingin membuat klinik itu lengkap dengan peralatan dan obat juga, Melihat bagaimana kondisi kesehatan warga disini, Aditya memiliki cerminan hidup, banyak hal yang menjadi pelajaran untuk Aditya ambil dari warga disini, Bu." ucap Aditya yang membuat Aisyah menarik sudut bibirnya
"Niatmu bagis, tapi kakek 8ngin bertemu dengan cucu menantu kakek, " suara itu tiba-tiba membuat Aditya dan Aisyah terkejut bahkan Martha juga.
"Ayah," Martha
"Kakek" Aditya dan Aisyah sama-sama berdiri saat melihat sosok yang membuat Aisyah dan Aditya menikah itu berdiri tanpa kursi roda.
Kakek nya Aditya yang di temani keluarga lainnya mendekati Aditya dan Aisyah, memeluk kedua cucu kebanggaan nya.
"Kalian sangatlah nakal, sudah besar main pergi dari rumah, dan kau Aditya! kau yang paling bandel, dan kakek akan menghukum kesalahan mu" ucap sang kakek seraya menepuk punggung cucu-cucu nya.
Aditya dan Aisyah sama-sama terlihat kikuk mendengar ucapan dan perintah sang Kakek, mana ada hukuman semacam itu.
"Dit, enak banget hukuman mu itu, aku juga mau lah dihukum kayak itu" goda Raihan.
"Aku juga mau lah di hukum macam itu, sayangnya aku belum punya bini" ucap Ramdhan yang baru gabung dengan keluarga besarnya.
"Silahkan duduk Tuan besar, Bi_"
__ADS_1
"Sus, kamu duduklah, jangan sungkan pada kami, Kami sekarang bukanlah majikan mu lagi, Kami ini besanmu, duduklah!" perintah sang Kakek pada bibinya Aisyah
"Iya, Yang di katakan Ayah benar, Kau duduklah bersama kami,";ucap Martha seraya menyentuh pundak bibinya Aisyah
"Lalu ... Yang akan menyiapkan kalian_"
"Makanan? Kami sudah bawa seseorang untuk melakukan itu, Ni" ucap Rasi, istrinya Raihan
"Tuan besar ... ini sudah berlebihan, Saya dan Aisyah bisa melakukan nya" ucap Bibirnya Aisyah.
Sebenarnya bukan ini yang Martha inginkan, Martha sangat menyukai Aisyah karena Aisyah tahu akan tata Krama pada yang lebih tua, Aisyah tahu cara melayani keluarga nya dengan baik, persis seperti saat Martha pertama kali menjadi menantu, Bahkan sampai sekarang pun, Martha dan Rosa sering berkutat di dapur sendiri bersama pembantu.
Sayangnya ... saat ini adlah keinginan langsung dari ayah mertuanya. Martha hanya bisa mengangguk kan kepalanya pada Aisyah yang sedari tadi menatap padanya.
"Aisyah, kesinilah, Nak,? ucap sang kakek seraya menepuk sofa di sampingnya
Aisyah pun menoleh kearah Aditya dan menerima anggukan kepala oleh Aditya.
Aisyah mendekati sang kakek dan duduk di sebelahnya.
"Apakah kau sangat sakit hati, Sehingga kau pergi dari rumahmu? Aisyah ... Maafkan Aditya, Kakek salah padamu karena tidak mendidik Aditya dengan baik, sehingga membuat mu sampai pergi"ucap sang kakek seraya memegang tangan Aisyah
"Apa yang kakek katakan, tidak begitu kok, Ini ... ini_" ucapan Aisyah terhenti saat tatapannya bertemu dengan tatapan Aditya
__ADS_1
"Mas Aditya sangatlah baik, Ini hanyalah pertengkaran biasa," ucap Aisyah seraya mengulas senyuman pada kakeknya Aditya
Kini kembali kakeknya yang menatap pada Aditya dengan tatapan yang entah kenapa sulit untuk di mengerti.