
Aisyah membaringkan tubuhnya di sisi Kenzo yang sudah tertidur pulas, Saat Aisyah memejamkan matanya , Suara ketukan pintu terdengar, Aisyah pun bangkit dan memakai kembali hijab yang sudah terlepas jarumnya.
"Kakak ipar, ini makan siang untuk kakak ipar, Maaf telat" ucap Reno
"Ah tidak apa-apa,aku juga bawa beberapa roti di tas tadi" ucap Aisyah berbohong
"Baiklah, silahkan di nikmati, Kalau perlu apa-apa jangan sungkan mengatakan nya padaku " ucap Reno
"Pasti" ucap Aisyah.
Reno pun berlalu dari depan kamar Aisyah.
*****
[Tuan Rian, Aku masih ada dirumah sakit, Istri saya ada di apartemen, kabarin jika anda sudah ada di kota] pesan yang Aditya kirimkan ke Rian. sebelum Aditya memulai pekerjaan nya.
[Mungkin agak sorean aku ke kota, Tuan. Apakah tidak apa-apa, ada hal yang harus aku kerja kan] balas Rian
[Tidak masalah, Tuan.Baiklah ... alamat apartemen nya akan aku kirim segera] Aditya mengirim kan alamat Apartemen nya dan segera menon-aktifkan ponselnya.
*****
"Nak, Rian. Mengapa nak Tian tiba-tiba menanyakan nama itu? maksud bibi ... "
"Jangan cemas, BI. tidak ada yang perlu di khawatir kan kok, Saya tidak tahu kejadian yang sebenarnya, Bi. Saat itu ... mobil orang tuaku mengalami kecelakaan, dan ada sepasang suami istri yang menolong kami, Sayangnya ... anaknya ia tinggal di dekat lokasih kecelakaan, tapi saat mereka kembali ... anak mereka sudah tidak ada, Saat itu ... Para warga mengatakan kalau aada ibu-ibu yang menemukan anak itu, dan dia bernama Ibu Misnawati" papar Rian dengan semua yang ia ketahui dari pak Rustam dan istrinya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mencarinya, BI. Kasihan orang tuanya, Mereka sudah sakit-sakitan sejak anaknya hilang, Ibunya sudah tak punya tujuan hidup, Mungkin bibi kenal, ini gambar Putri nya saat itu" ucap Tian seraya menyerahkan foto usang pada Bibinya Aisyah.
Bibinya Aisyah menutup mulutnya tak percaya, Mengapa seperti ini? dan kenapa harus begini.
Tanpa terasa air mata Bibinya Aisyah terjatuh, Meskipun foto itu dah usang hanya saja masih bagus mungkin karena sang pemilik menyimpannya dengan baik.
"Bibi tahu?" ucap Tian menaruh harapan pada Bibinya Aisyah.
Bibinya Aisyah, menatap Rian dengan sungguh-sungguh, Ia mencari ketulusan dan kebenaran dari ini semua.
"Ikuti lah bibi" ucap Bibinya Aisyah seraya berdiri dari duduknya. ..Tian mengikuti langkah bibinya Aisyah, Dia membawa Rian ke ruang tengah di rumahnya. Yang mana di sana ada ruang meja makan, Namun ... bibinya Aisyah berdiri di dekat sebuah gambar sepasang suami istri yang tersenyum bahagia dengan anak kecil di tengah-tengah nya.
"Inikah anak yang kau maksud? Misnawati adalah adikku, Dia bahagia mendapatkan anak ini, Misnawati menikah selama 5 tahun, tapi mereka belum bisa di karuniai anak, Sehingga saat malam itu ... Mereka tak senagaja menemukan anak kecil yang menangis mencari orang tuanya. Misnawati dan suaminya mendatangi anak itu dan menanyakan orang tuanya, tapi anak itu terlihat kebingungan dan semakin menangis.
Misnawati mengira ... anak itu adalah jawaban Tuhan akan semua doa-doanya tentang ia yang ingin segera memiliki anak, Mereka merawat anak itu dengan baik, sehingga ia tumbuh menjadi gadis yang cantik, Sayangnya ... mendengar suaminya meninggal dunia di tempatnya bekerja, Misnawati tak bisa menahan sesak dan ia terkena serangan jantung dan menyusul suaminya, Anak itu lagi dan lagi kehilangan orang tuanya" ucap Bibinya Aisyah seraya mengusap foto besar yang sudah ia ambil dari dinding.
******
"Naura, Sebentar lagi kita akan mendarat, Aku harap ... kau bisa bersikap seperti ini pada Abidzar nanti" ucap Karizza memperingatkan Naura
Naura yang sedari tadi hanya diam kini menoleh kearah Karizza, ia tersenyum masam menatap wanita elegan di samping nya.
"Kenapa? Apakah kau takut aku akan mengambil Abidzar? atau kau takut kalau nanti Abidzar lebih menyukaiku dan membuat Yusuf kembali mencintaiku? Tenanglah Karizza, aku tidak mencintai Yusuf ... kau jangan berlebih padaku" ucap Naura seraya menatap ke arah jendela pesawat itu lagi. Naura benar-benar hanya teringat akan masa lalu, dimana ia dan Aditya bahagia bersama, Namun ... bayangan bayi mungil juga ikut serta dalam ingatannya itu. Naura tersenyum dalam diam.
'Tidak bisa di pungkiri, aku merindukan mu Abidzar, Maafkan Mama sayang ... karena keegoisan Mama, kau yang menjadi korbannya, kau pasti sangat membenci Mama kan sayang? Tidak apa-apa, mama memang salah, Ada Bunda Karizza yang sudah mencintai Abidzar, Mama bahagia Nak' bathin Naura seraya tersenyum dalam diamnya dan itu terlihat o3lh Yusuf yang tanpa sengaja melihat kearahnya.
__ADS_1
'Kauntiadk perlu cemas, Naura. Anakmu akan tetap menjadi anakmu, Setiap aku bersama nya, aku selalu menyebut Namamu sebagai Mamanya, aku harap ... anakmu masih mengingat nama Mama Naura, ' bathin Yusuf
******
Waktu berjalan dengan begitu cepat, Aisyah kini sudah menyelesaikan kewajibannya, Kenzo anak yang baik, dan penurut, Saat Aisyah selsai sholat, Kenzo m4natap kearahnya dan tersenyum dengan begitu tampannya.
"Kenapa sayang sebentar lagi, kita akan terpisah, Kenzo tak boleh nakal ya sayang, Kenzo tak boleh buat Ayah susah, Kenzo harus jadi anak yang baik, suatu saat nanti ... kita pasti akan berjumpa kembali " ucap Aisyah seraya mencium pipi Kenzo.
Ia begitu menyayangi anak kecil menggemaskan itu, hingga sedih rasanya mengembalikan ia pada ayahnya.
"dokter Aditya, terimakasih akan bantuannya, Tanpa bantuan dari anda, saya tidak tahu bagaimana dengan operasi ini" ucap Dokter bedah yang kini sudah melepaskan kaca mata nya
"Dokter sangat berlebih, anda senior dan susah ahlinya dalam hal ini, saya hanya sebagai peran pembantu " ucap Aditya
"Saya dengar anda dapat beasiswa untuk _"
"Tapi saya tidak menginginkan nya Tuan, dengan melanjutkan kuliah itu ... saya akan meninggalkan istri saya " ucap Aditya
"Istri anda bisa saja anda bawa, Ini tidak terjadi tiap tahun loh, dok. anda adalah seorang dokter yang profesional, lebih sangat maju jika anda mengambil itu" ucap dokter yang sudah menggelar sebagai Doktor Ahli Bedah itu.
"Akan saya pikirkan dan akan saya bicarakan dulu dengan istri saya, Dok " ucap Aditya tersenyum seraya berjalan berdampingan dengan dokter senior itu.
"Ya ... saya harap, pemuda seperti anda ... bisa lagi mengajak para pemuda untuk melakukan banyak hal pada masyarakat, saya sudah mendengar perjuangan anda mengejar cinta istri anda,anda sampai rela turun ke perkampungan dan memberikan pelayanan gratis pada semua warga yang sakit untuk anda obati" ucap dokter itu seraya menepuk bahu Aditya
"Karena istri saya patut saya perjuangkan, Dok. tanpanya ... aku bukanlah apa-apa " ucap Aditya seraya mengingat bagaimana Aisyah selalu menyebut namanya di setiap doanya.
__ADS_1
*****
' Tidak menyangka jika wanita itu adalah dia' bathin Rian